<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekstrem &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ekstrem/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 14:09:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ekstrem &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuasa Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem</link>
					<comments>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[keluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan. Peringatan dini ini dikeluarkan, sebagai langkah antisipasi sekaligus early warning kepada masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa perubahan cuaca dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan. Peringatan dini ini dikeluarkan, sebagai langkah antisipasi sekaligus early warning kepada masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai. Sebab, intensitas hujan lebat kerapkali terjadi sampai mengakibatkan banjir. Padahal cuaca cukup terik terjadi beberapa hari sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai. Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir,&#8221; kata Sugeng, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dijelaskannya, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana di beberapa titik. Mulai pohon tumbang, rumah rusak akibat angin, hingga genangan di beberapa titik jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol pada Kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pada pukul 20.00, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Sugeng juga meminta masyarakat, agar tidak menyepelekan kondisi lingkungan sekitar rumah. Saluran air, pohon besar, hingga kondisi bangunan yang sudah rapuh diminta mulai dicek secara berkala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya. <strong>(kom/puj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-potensi-cuasa-ekstrem/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lantik 223 ASN, Bupati Fawait Ajak Bersama Terlibat Aktif Pengentasan Kemiskinan Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/lantik-223-asn-bupati-fawait-ajak-bersama-terlibat-aktif-pengentasan-kemiskinan-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[lantik]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan]]></category>
		<category><![CDATA[terlibat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232017</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin prosesi Pengambilan Sumpah dan Janji Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pelantikan Jabatan Fungsional di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/04/2026) tadi. Dalam pelantikan itu, sebanyak 223 pegawai terbaik yang telah melalui seleksi ketat, resmi menyandang status sebagai aparatur negara, yang diharapkan mampu menjadi akselerator peningkatan kualitas pelayanan publik di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin prosesi Pengambilan Sumpah dan Janji Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pelantikan Jabatan Fungsional di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/04/2026) tadi. Dalam pelantikan itu, sebanyak 223 pegawai terbaik yang telah melalui seleksi ketat, resmi menyandang status sebagai aparatur negara, yang diharapkan mampu menjadi akselerator peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah Bumi Pendhalungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa eksistensi ASN bukan sekadar pengisian pos administratif, namun melainkan instrumen perubahan. Dirinya menaruh harapan besar, agar tenaga muda ini memberikan warna baru dalam efisiensi birokrasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gus Fawait-sapaan Bupati Fawait juga menekankan, akan pentingnya sinergi kolektif sebagai kunci kemajuan daerah. &#8220;Saya mengajak kepada seluruh ASN untuk menyampaikan energi positif dan optimisme kepada masyarakat Jember maupun masyarakat di luar Jember, terutama lewat media sosial yang dimiliki oleh para ASN,&#8221; kata Bupati Fawait.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Dirinya juga menginstruksikan, agar seluruh ASN yang baru, terlibat aktif dalam isu fundamental daerah, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebab, diketahui bila selama satu dekade terakhir, data kemiskinan di Jember masih berada di angka 200 ribu jiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember mewajibkan keterlibatan ASN dalam proses verifikasi dan validasi (Verval) data kemiskinan Desil 1. &#8220;Selain untuk mendapatkan data yang akurat, keterlibatan ASN dalam Verval ini bertujuan agar mereka memahami secara langsung permasalahan nyata di lapangan,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara administratif, keterlibatan lintas sektor mulai dari Sekda hingga Kepala OPD, dalam proses Verval ini bertujuan untuk menciptakan sinkronisasi data yang presisi. Dengan proyeksi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 1 triliun, Pemkab Jember optimis mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tujuan dari Verval ini, selain ketepatan data, agar para ASN mengetahui permasalahan utama di Kabupaten Jember, yaitu masalah kemiskinan ekstrem, sehingga bersama Bupati bisa bersama-sama mengatasi hal tersebut,&#8221; imbuh Gus Fawait. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232017</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diskusi bersama Pakar, Gus Fawait Ajak Sinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/diskusi-bersama-pakar-gus-fawait-ajak-sinergi-hapus-kemiskinan-ekstrem-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231666</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong adanya kolaborasi raksasa antara Pemerintah Kabupaten Jember, PTPN dan Perum Perhutani, untuk satu misi tunggal menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Ide segar ini, disampaikan Bupati Fawait saat bersama para pakar ekonomi, pejabat pertanahan, hingga manajer perkebunan, dalam diskusi di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/04/2026) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong adanya kolaborasi raksasa antara Pemerintah Kabupaten Jember, PTPN dan Perum Perhutani, untuk satu misi tunggal menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Ide segar ini, disampaikan Bupati Fawait saat bersama para pakar ekonomi, pejabat pertanahan, hingga manajer perkebunan, dalam diskusi di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember, Senin (13/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini, dirasa sangat kontekstual dengan kondisi Jember saat ini. Karena meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, Gus Fawait tidak mau menutup mata terhadap realita, bahwa masih ada rakyatnya yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem, terutama mereka yang tinggal di tepian hutan dan perkebunan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Bupati Fawait, Jember adalah kabupaten yang kaya akan lahan, namun kekayaan itu harus dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan. Karenanya, dalam orasi yang penuh semangat itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, membedah potensi besar yang selama ini mungkin &#8216;tertidur&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jember sendiri, memiliki sekitar 36 hingga 38 ribu hektare lahan hutan sosial. Luasan itu, setara dengan puluhan ribu harapan bagi masyarakat yang masuk dalam desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bayangkan, jika lahan ini dikelola oleh masyarakat miskin kita berbasis data DTKS. Mereka tidak lagi menjadi penonton di tanah sendiri, tapi menjadi pelaku ekonomi yang produktif,&#8221; kata Gus Fawait, dalam diskusi bersama pakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Diskusi ini, menjadi sangat aktual karena menyentuh isu keadilan agraria dan pemberdayaan ekonomi secara bersamaan. Gus Fawait melihat, bahwa PTPN dan Perhutani bukan sekadar korporasi negara, melainkan mitra strategis yang memiliki kunci untuk membuka pintu kesejahteraan bagi 90 ribu kepala keluarga (KK) di Jember yang masih berstatus miskin ekstrem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah konkretnya, adalah pemanfaatan lahan tidur. Gus Fawait ingin, lahan-lahan yang belum optimal dikelola oleh PTPN, diubah menjadi lapangan kerja bagi warga lokal. Sehingga, sektor ekonomi informal di desa-desa bisa kembali berdenyut kencang,</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Gus Fawait menyampaikan hal ini dengan nada yang rendah hati namun tegas. Dirinya mengakui, bahwa Jember saat ini mencatatkan rekor penurunan angka kemiskinan tercepat di Jawa Timur. Namun, bagi bupati muda ini, prestasi itu hanyalah angka jika belum menyentuh mereka yang paling bawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Keberhasilan yang sudah diraih justru harus menjadi semangat untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem secara lebih terukur,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti dari PTPN 1 Regional 5, Benny Hendricrianto dan Kepala Perum Perhutani Jawa Timur, Wawan Tri Wibowo, memberikan sinyal positif bahwa kolaborasi ini akan segera terealisasi. Bahkan, keterlibatan akademisi seperti Prof Ahmad Zainuri dan pihak BPN, menunjukkan bahwa aspek legalitas dan kajian ilmiah akan menjadi landasan utama program ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Jember kini menaruh harapan besar pada sinergi ini, dan berharap hutan serta kebun Jember tidak lagi sekadar menjadi pemandangan hijau, melainkan menjadi sumber kehidupan yang memuliakan warga miskinnya. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231666</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awal Mei 2026 Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba</title>
		<link>https://memontum.com/awal-mei-2026-masuk-musim-kemarau-bmkg-ingatkan-waspada-cuaca-ekstrem-pancaroba</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pancaroba]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Malang Raya, akan mulai berlangsung pada dasarian pertama Mei 2026. Kondisi hujan yang masih kerap terjadi saat ini, merupakan bagian dari fase peralihan musim atau pancaroba. Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa prediksi itu merujuk pada rilis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di wilayah Malang Raya, akan mulai berlangsung pada dasarian pertama Mei 2026. Kondisi hujan yang masih kerap terjadi saat ini, merupakan bagian dari fase peralihan musim atau pancaroba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa prediksi itu merujuk pada rilis Stasiun Klimatologi Jawa Timur pada akhir Maret 2026 lalu. Menurutnya, sebelum pergantian musim, wilayah Indonesia umumnya mengalami masa transisi atau pancaroba yang ditandai meningkatnya potensi cuaca ekstrem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Periode sekarang ini adalah masa peralihan musim. Ciri utamanya muncul awan kumulonimbus. Biasanya pagi terasa sangat terik, lalu menjelang siang muncul awan putih seperti bunga kol, kemudian berubah menjadi awan gelap,” jelas Anung, Jumat (10/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awan kumulonimbus tersebut, berpotensi memicu berbagai cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, hujan es, angin puting beliung, hingga badai guntur. Dikatakannya, bahwa pada masa pancaroba intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem cenderung meningkat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di mana pun lintasan awan kumulonimbus lewat, potensi cuaca ekstrem pasti ada. Bedanya, durasinya biasanya tidak lama, tapi intensitasnya tinggi,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Anung menambahkan, hujan yang masih turun hampir setiap sore belakangan ini tidak berarti musim hujan masih berlangsung. Secara klimatologis, suatu wilayah disebut memasuki musim kemarau ketika curah hujan bulanan berada di bawah 150 milimeter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hujan tetap bisa terjadi saat kemarau ataupun peralihan musim. Yang membedakan, hujannya lebat tetapi singkat dan biasanya terjadi siang hingga sore hari,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara umum, sebagian besar wilayah Malang Raya diprediksi mulai memasuki kemarau pada awal Mei. Namun, daerah di sisi timur yang berbatasan dengan Lumajang diperkirakan mengalami kemarau lebih lambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, BMKG masih memantau perkembangan fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada pertengahan tahun dengan intensitas lemah. “Kalau El Nino menguat menjadi moderat atau kuat, musim kemarau 2026 berpotensi lebih panjang dan awal musim hujan bisa mundur bahkan hingga awal 2027 di beberapa daerah,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai langkah antisipasi, pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota telah menyiapkan berbagai mitigasi. Mulai dari pemetaan titik rawan kebakaran hutan dan lahan, penyediaan sumur bor, hingga opsi modifikasi cuaca untuk menjaga ketersediaan air waduk selama musim kemarau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pada saat lebaran kemarin kami melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung keselamatan penyeberangan. Ke depan, langkah serupa juga disiapkan untuk memantau ketinggian air waduk, agar panen air hujan bisa dimaksimalkan sehingga dampak musim kemarau tidak terlalu berat terhadap kebutuhan air masyarakat,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Serang Wilayah Kota Malang, Pohon Tumbang Dilaporkan Terjadi di Lima Titik</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-serang-wilayah-kota-malang-pohon-tumbang-dilaporkan-terjadi-di-lima-titik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[serang,]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229706</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan Malang Raya hingga akhir Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kondisi cuaca yang tidak menentu, atau ditandai dengan angin kencang disertai hujan atau reda, dinilai tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengimbau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan Malang Raya hingga akhir Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kondisi cuaca yang tidak menentu, atau ditandai dengan angin kencang disertai hujan atau reda, dinilai tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hendak beraktivitas di luar rumah. Dirinya meminta, agar warga rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami harapkan masyarakat selalu melihat rilis BMKG sebelum beraktivitas. Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menunda keluar rumah,” ujar Prayitno, Sabtu (24/01/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Prayitno juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing. Beberapa potensi bahaya yang perlu diantisipasi antara lain pohon rawan tumbang, baliho, hingga atap seng yang mudah terlepas saat diterpa angin kencang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Imbauan ini kami berikan, juga menyusul terjadinya lima kasus pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Malang akibat angin kencang pada hari ini, Sabtu (24/01/2026). Yakni di Jalan Jakarta–Simpang Ijen, Jalan Langsep, Janti, Jalan Sumbersari dan Karangbesuki,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari lima lokasi tersebut, Jalan Simpang Ijen menjadi titik paling signifikan. Sebuah pohon dengan diameter sekitar 30 sentimeter tumbang dan menimpa kabel serta pagar rumah warga hingga menutup akses jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada lima lokasi terdampak. Yang paling signifikan di Jalan Simpang Ijen karena pohon menimpa kabel dan pagar warga sampai menutup jalan,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prayitno memastikan, BPBD telah menyiagakan personel dan relawan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem. Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh camat di Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami sudah berkoordinasi agar kelurahan tangguh dan relawan siaga di wilayah masing-masing. Sistemnya standby on call, jadi bisa langsung bergerak jika ada kejadian,” imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229706</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem yang Berpotensi Banjir hingga Puting Beliung</title>
		<link>https://memontum.com/bmkg-juanda-peringatkan-cuaca-ekstrem-yang-berpotensi-banjir-hingga-puting-beliung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[beliung]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[juanda]]></category>
		<category><![CDATA[peringatkan]]></category>
		<category><![CDATA[puting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya pada Rabu (21/01/2026) hingga Jumat (30/01/2026) mendatang. Karena kondisi tersebut, akan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya pada Rabu (21/01/2026) hingga Jumat (30/01/2026) mendatang. Karena kondisi tersebut, akan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana. Sejumlah daerah di Jawa Timur yang perlu meningkatkan kewaspadaan, diantaranya meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan, serta Kota Batu, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya dan Kota Madiun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diprakirakan sudah berada pada puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, potensi cuaca ekstrem diprediksi meningkat,” ujar Taufiq, dalam rilis Jumat (23/01/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkannya, bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, adanya pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer Equatorial Rossby, serta prakiraan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Berdasarkan analisis angin gradien lapisan 3.000 kaki pada 19 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan mencapai 32 knot di wilayah Jawa Timur,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, khususnya di wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing yang rawan banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang. &#8220;Masyarakat juga harus aktif memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di laman resmi BMKG Juanda, peringatan dini 3 harian, serta peringatan dini 2–3 jam ke depan yang disampaikan melalui website dan media sosial infobmkgjuanda,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229651</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disporapar Kota Malang Imbau Pelaku Wisata Waspada Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://memontum.com/disporapar-kota-malang-imbau-pelaku-wisata-waspada-cuaca-ekstrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 06:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata. Kepala Disporapar Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada pengelola industri pariwisata, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. “Melalui surat edaran Kemendagri dan Kementerian Pariwisata, kami sudah menyampaikan kepada seluruh stakeholder pariwisata di Kota Malang agar mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kita tetap harus waspada dan terus berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujar Baihaqi, Kamis (18/12/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, Baihaqi menyebut capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang masih menunjukkan tren positif. Dari target 3,3 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini, realisasinya telah mencapai sekitar 90 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami optimis hingga akhir tahun target tersebut bisa tercapai. Indikasinya sudah terlihat dari hasil pemantauan di beberapa titik wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan, apalagi menjelang libur sekolah,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, Baihaqi mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, baik bagi pengelola wisata maupun wisatawan. Menurutnya, kehati-hatian perlu ditingkatkan mengingat bencana dapat terjadi kapan saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kewaspadaan tetap harus dilakukan. Jika terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, sebaiknya aktivitas wisata bisa dihindari sementara. Wisatawan juga kami imbau untuk selalu memantau perkiraan cuaca,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kebencanaan di sejumlah daerah, menurutnya Disporapar Kota Malang tidak menggelar agenda kegiatan pariwisata besar di akhir tahun ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita juga harus prihatin terhadap saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang menghadapi bencana. Karena itu, akhir tahun ini tidak ada event yang kami laksanakan,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hindari Cuaca Ekstrem, Gubernur Jatim Intstruksikan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-cuaca-ekstrem-gubernur-jatim-intstruksikan-pelaksanaan-operasi-modifikasi-cuaca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[intstruksikan]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespon cepat imbauan kewaspadaan dari BMKG akan adanya potensi cuaca ekstrem di Jatim hingga akhir tahun 2025. Menindaklanjuti hal itu, Gubernur Khofifah menginstruksikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), guna melakukan kegiatan modifikasi cuaca yang biasa dilangsungkan bersama pemerintah pusat. Dalam pelaksanaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespon cepat imbauan kewaspadaan dari BMKG akan adanya potensi cuaca ekstrem di Jatim hingga akhir tahun 2025. Menindaklanjuti hal itu, Gubernur Khofifah menginstruksikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), guna melakukan kegiatan modifikasi cuaca yang biasa dilangsungkan bersama pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pelaksanaan ini, Pemprov Jatim secara mandiri bersama BMKG dan Puspenerbal Juanda, melakukan kolaborasi. Tujuannya, untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang diakibatkan cuaca ekstrem, seperti, banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi perdana kegiatan OMC ini, sebenarnya telah dilangsungkan dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 Registrasi PK-SNM, Jumat (05/12/2025) lalu. Sasarannya, wilayah Selatan Malang, Pasuruan dan Jombang yang sejak kemarin telah dilanda hujan deras.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, Pemprov Jatim harus merespon imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG. Jadi, kegiatan OMC ini merupakan respon cepat Ibu Gubernur Jatim terhadap kondisi cuaca di Jatim beberapa hari terakhir,&#8221; terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (08/12/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rencananya, kegiatan OMC yang berpusat di Baseops Lanudal Juanda ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025. &#8220;Jadi, mulai saat ini, jika BMKG mendeteksi adanya awan di langit Jawa Timur yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, maka kita akan lakukan OMC, untuk menghindari bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, berdasar laporan Pusdalops BPBD Jatim, kejadian banjir masih terjadi di tiga daerah. Yakni, Jombang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, Jumat (05/12/2025) siang. Namun, untuk banjir akibat hujan lebat pada Kamis (04/12/2025), kondisinya sudah mulai berangsur surut. <strong>(kom/sby/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Kota Malang Picu 9 Titik Banjir, Pohon Tumbang hingga Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrem-kota-malang-picu-9-titik-banjir-pohon-tumbang-hingga-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228361</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kota Malang sejak siang hingga sore, memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi, Selasa (02/12/2025) tadi. Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, tercatat sembilan titik banjir, tiga titik pohon tumbang dan dua titik tanah longsor di sejumlah kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Kota Malang sejak siang hingga sore, memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi, Selasa (02/12/2025) tadi. Berdasarkan laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, tercatat sembilan titik banjir, tiga titik pohon tumbang dan dua titik tanah longsor di sejumlah kecamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan bahwa derasnya hujan menyebabkan debit air pada drainase dan sungai meningkat tajam hingga meluap ke jalan raya dan sebagian permukiman warga. Selain itu, pohon tumbang dan material longsor mengganggu akses jalan di beberapa lokasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sembilan titik banjir terpantau terjadi di empat kecamatan, diantaranya di Kecamatan Blimbing, terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Purwantoro, kemudian di Kecamatan Sukun, Jalan Candi, Kelurahan Karangbesuki, di Kecamatan Lowokwaru terjadi banjir di Jalan Bendungan Sutami, Sumbersari, Jalan Veteran, Sumbersari dan Jalan Bungur, Kelurahan Lowokwaru. Lalu, di Kecamatan Klojen, terjadi di Jalan Galunggung, Kelurahan Gading Kasri, Jalan Bareng Raya II G, Bareng, EWS Kayutangan, Kelurahan Oro-oro Dowo dan EWS Bukit Barisan, Kelurahan Gadingkasri,&#8221; jelas Prayitno.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, tiga pohon tumbang mayoritas terjadi di Kecamatan Klojen, diantaranya di Jalan Trunojoyo, Jalan Ijen Street, Oro-oro Dowo dan Jalan Patimura. Material pohon menutup sebagian badan jalan dan tengah ditangani BPBD bersama pihak terkait.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut disampaikan, juga terjadi tanah longsor di dua titik, yakni di Gang 7 RW 02, Kecamatan Sukun dan Jalan Kenanga Indah, Kelurahan Jatimulyo, Lowokwaru. &#8220;Proses asesmen dan penanganan masih berlangsung karena data bersifat dinamis dan dapat terus bertambah seiring pemantauan di lapangan. Seluruh tim BPBD Kota Malang saat ini juga sedang melakukan penanganan cepat di titik-titik terdampak,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228361</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
