<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>empon-empon &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/empon-empon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2020 15:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>empon-empon &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Harga Kunyit dan Jahe di Lamongan Kian Melejit, Dipicu Permintaan yang Meningkat</title>
		<link>https://memontum.com/harga-kunyit-dan-jahe-di-lamongan-kian-melejit-dipicu-permintaan-yang-meningkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2020 15:04:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[empon-empon]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108125-harga-kunyit-dan-jahe-di-lamongan-kian-melejit-dipicu-permintaan-yang-meningkat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Permintaan bahan pokok jenis empon-empon di pasar Lamongan mengalami kenaikan. Meski demikian, tidak ada panic buying atau aksi membeli barang dengan jumlah besar sebagai antisipasi masyarakat ketika wabah atau bencana sedang terjadi, terhadap produk empon-empon ini. Kenaikan harga empon-empon ini diakui salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan. Ketika ditemui awak media, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Permintaan bahan pokok jenis empon-empon di pasar Lamongan mengalami kenaikan. Meski demikian, tidak ada panic buying atau aksi membeli barang dengan jumlah besar sebagai antisipasi masyarakat ketika wabah atau bencana sedang terjadi, terhadap produk empon-empon ini. Kenaikan harga empon-empon ini diakui salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan.</p>
<p>Ketika ditemui awak media, Ningsih mengaku, harga kunyit dari sebelumnya Rp 10 ribu kini menjadi Rp 12 ribu perkilogram, dan jahe dari Rp 30 ribu menjadi Rp 34 ribu perkilogramnya, sedangkan sereh belum ada kenaikan, yaitu masih diangka Rp 6 ribu per ikatnya. Kenaikan tersebut dipicu karena sebagian stok yang ada diambilkan dari impor.</p>
<p>“Selain itu, kenaikan juga dipicu karena tingginya permintaan dari konsumen sehingga barang dari tengkulak juga naik,” akunya.</p>
<p>Tak hanya dialami Ningsih, ternyata hal yang serupa juga dialami pedagang lainnya yakni Sumani. Ia mengatakan jika daganganya sedang ramai dalam 1 hari bisa menghabiskan 10 kilogram, tapi sekarang ia justru bisa menghabiskan lebih dari itu yakni kisaran 15 sampai 25 kilogramnyadalam sehari.</p>
<p>&#8220;Untuk jahe juga demikian. untuk hari-hari biasa saya hanya menghabiskan 15 sampai 20 kilogram perhari. Alhamdulillah, saat ini cenderung lebih banyak antara 30 sampai 40 kilogram perhari. Sedangkan, untuk bahan empon-empon lainnya seperti kencur harganya masih stabil dikisaran Rp 60 ribu perkilogramnya,” ujarnya menandaskan..</p>
<p>Sementara itu, Kepala Disperindag Lamongan M. Zamroni menyatakan bahwa stok empon-empon di Lamongan hingga saat ini juga masih tersedia cukup banyak dan stok masih tercukupi di pasar.</p>
<p>Selain itu, Zamroni juga meminta kepada warga Lamongan tidak meniru apa yang terjadi di daerah lain dengan memburu dan memborong barang-barang.</p>
<p>“Kami juga masih terus memantau perkembangan harga-harga kebutuhan pokok lainya,” pungkasnya menegaskan. <strong>(fjr/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Kabupaten Blitar Minta Masyarakat Tak Berlebihan Konsumsi Empon-Empon</title>
		<link>https://memontum.com/dinkes-kabupaten-blitar-minta-masyarakat-tak-berlebihan-konsumsi-empon-empon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 13:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[empon-empon]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107907-dinkes-kabupaten-blitar-minta-masyarakat-tak-berlebihan-konsumsi-empon-empon</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Aksi pembelian barang secara berlebihan (panic buying), terjadi di sejumlah daerah. Selain masker, hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan sembako, komoditas lain yang menjadi buruan masyarakat adalah empon-empon atau bumbu dapur yang berasal dari tanaman jenis rimpang seperti jahe, kunyit, sereh serta temulawak. Ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan ada dua orang warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Aksi pembelian barang secara berlebihan (panic buying), terjadi di sejumlah daerah. Selain masker, hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan sembako, komoditas lain yang menjadi buruan masyarakat adalah empon-empon atau bumbu dapur yang berasal dari tanaman jenis rimpang seperti jahe, kunyit, sereh serta temulawak. Ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan ada dua orang warga Depok, Jawa Barat, yang positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19.</p>
<p>Masyarakat mempercayai, jika empon-empon dipergunakan sebagai jamu herbal atau obat tradisional untuk menjaga daya tahan tubuh. Merespon fenomena tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.</p>
<p>Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Dr. Christine Indrawati mengatakan, empon-empon memang tidak bisa membunuh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Wabah_penyakit_koronavirus_2019–2020" rel="noopener noreferrer" target="_blank">virus Corona</a>, namun bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.</p>
<p>&#8220;Biasanya jahe dan sereh yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh,&#8221; kata Dr. Christine Indrawati, Kamis (5/3/2020).</p>
<p>Lebih lanjut dr. Christine menyampaikan, kendati demikian, dia menghimbau agar masyarakat mengkonsumsi empon-empon secara bijak. Meskipun mengkunsumsi empon-empon dapat meningkatkan daya tahan tubuh, namun jika mengkonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya memang jangan berlebihan mengkonsumsi empon-empon, cukup satu kali sehari. Jadi konsumsi yang sewajarnya saja dan belinya juga sewajarnya saja tidak perlu memborong stok di pasaran,” jelasnya.</p>
<p>Christine menambahkan, selain itu masih banyak juga cara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh selain mengkonsumsi empon-empon.</p>
<p>“Makan bergizi, rutin olahraga, istirahat cukup dan kelola stres. Hal ini sudah sangat membantu menjaga daya tahan tubuh,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Christine menyebut, empon-empon yang ditanam oleh Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) asuhan Pemkab Blitar kuwalahan melayani pembeli. Bahkan dari 50 Asman Toga di Kabupaten Blitar beberapa diantaranya ada yang sampai mendapat pesanan dari luar daerah. Selain itu empon-empon juga laris manis di sejumlah pasar tradisional,</p>
<p>&#8220;Menurut beberapa pengelola Asman Toga, memang ada peningkatan pembelian empon-empon. Bahkan ada yang skalanya besar-besaran. Dari sisi harga otomatis harganya jadi naik berlipat-lipat,&#8221; pungkasnya. <strong>(jar/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lawan Corona, Emak-Emak Borong Empon-Empon di Pasuruan</title>
		<link>https://memontum.com/lawan-corona-emak-emak-borong-empon-empon-di-pasuruan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 12:47:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[empon-empon]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107750-lawan-corona-emak-emak-borong-empon-empon-di-pasuruan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Merebaknya virus corona atau dalam bahasa ilmiahnya Covid-19 yang merupakan virus mematikan di awal tahun 2020, membuat masyarakat dunia was-was tak terkecuali di Indonesia. Apalagi pemerintah Indonesia melalui dinas terkait, telah menetapkan dua warga Depok-Jawa Barat positif terjangkit virus tersebut. Segala upaya dilakukan masyarakat untuk menjaga diri maupun keluarganya dari serangan virus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Merebaknya virus corona atau dalam bahasa ilmiahnya Covid-19 yang merupakan virus mematikan di awal tahun 2020, membuat masyarakat dunia was-was tak terkecuali di Indonesia. Apalagi pemerintah Indonesia melalui dinas terkait, telah menetapkan dua warga Depok-Jawa Barat positif terjangkit virus tersebut.</p>
<p>Segala upaya dilakukan masyarakat untuk menjaga diri maupun keluarganya dari serangan virus tersebut, salah satunya yakni menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengkonsumsi rempah-rempah.</p>
<p>Seperti yang terlihat di pasar tradisional Kecamatan Bangil, beberapa emak-emak membeli rempah-rempah atau biasa disebut khalayak ramai sebagai empon-empon dengan jumlah banyak.</p>
<p>&#8220;Ndak tahu mas, kenapa beberapa hari belakangan ini banyak sekali orang membeli empon-empon,&#8221;ucap Kalimah (58) pedagang rempah-rempah di pasar Bangil asal Kecamatan Rembang, Rabu (4/3/2020) siang.</p>
<p>Lain halnya yang disampaikan Wahyuni (45) seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Pogar-Bangil. &#8220;Empon-empon adalah resep termanjur untuk mencegah serangan virus corona itu,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Adanya empon-empon dapat mencegah diri dari virus corana, ia dapatkan dari sejumlah artikel atau browsing di internet. Dimana empon-empon direbus menjadi satu dan air rebusan empon-empon tersebut dikonsumsi.</p>
<p>Saat ditanya jenis apa saja empon-empon yang bisa mencegah sebaran virus coroba, dijawabnya dengan penuh keyakinan olehnya.</p>
<p>&#8220;Empon-empon tersebut yakni jahe, kunir, daun sereh, kayu manis, kunyit dan temulawak,&#8221; ungkap Wahyuni.</p>
<p>Sementara itu menurut salah satu praktisi kesehatan yakni dr Budi Santoso, saat dikonfirmasi Memontum.com memberi penjelasan.</p>
<p>&#8220;Keberadaan empon-empon memang dapat memproduksi curcumin dan jika dikonsumsi dapat menangkal virus. Dimana curcumin dapat mengendalikan sitoksin yang ada dalam tubuh kita,&#8221; terang dokter spesialis penyakit dalam ini.</p>
<p>Sementara itu, dari penelusuran yang dilakukan Memontum.com terhadap sejumlah artikel terkait penyebaran virus corona dan pencegahannya.</p>
<p>Menurut artikel yang ditulis Prof Dr Chairul Anwar Nidom, Guru Besar Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.</p>
<p>Empon-empon atau rempah jawa memiliki kandungan bahan aktif curcumin yang masuk dalam tubuh akan bereaksi menangkal virus. Curcumin akan mengendalikan produksi sitokin dalam sel yang muncul akibat infeksi virus. Sebelumnya saya pernah meneliti soal kasus flu burung. Pada penelitian itu terlihat bahwa infeksi virus yang masuk menyebabkan produksi sitokin meningkat sehingga menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus atau sering disebut badai sitokin.</p>
<p>Dengan konsumsi empon-empon yang menghasilkan curcumin, produksi sitokin yang bisa menyebabkan pengerusakan sel secara terus menerus akan terhenti.Meskipun ada virus dalam tubuh, yang terinfeksi tidak akan apa-apa. Karena produksi sitokin itu tadi terhalang curcumin.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya yang menyebabkan kerusakan dan membawa kematian terhadap penderita atau orang yang terinfeksi virus bukan virusnya, tapi munculnya atau produksi sitokin yang berlebihan didalam tubuh,&#8221; jelas Prof Dr Nidom dalam artikelnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof Dr Chairul Anwar Nidom, peneliti yang berhasil merumuskan penangkal virus tersebut mengatakan, dalam proses penemuannya tidak memerlukan waktu cukup lama. Sebelumnya, pada tahun 2006-2007 ia mengatakan pernah meneliti kasus infeksi virus flu burung yang memiliki dampak hampir sama seperti virus corona.</p>
<p>Pada tahun 2006-2007 lalu ahli bio molekul ini pernah meneliti soal infeksi virus flu burung. Cata kerja virus ini adalah meningkatkan produksi sitokin dalam tubuh. Sitokin itu yang menyebabkan kehancuran sel-sel.</p>
<p>Cara kerja virus corona hampir sama atau serupa dengan virus flu burung, namun corona memproduksi sitokin yang lebih rendah dari flu burung. Namun demikian Prof Nidom meminta agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi empon-empon dan selalu dibiasakan mencuci tangan setiap selesai beraktivitas. <strong>(hen/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107750</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
