<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Energi Listrik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/energi-listrik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Sep 2019 10:00:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Energi Listrik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ubah Gulma Ranu Pani jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://memontum.com/ubah-gulma-ranu-pani-jadi-energi-listrik-ramah-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Apr 2019 11:54:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Gulma]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82912-ubah-gulma-ranu-pani-jadi-energi-listrik-ramah-lingkungan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) menjadikan kiambang (Salvinia Molesta M.) menjadi energi listrik ramah lingkungan berbasis konservasi di kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengembangan energi listrik tersebut menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang tergabung dalam tim Electric Green Innovation (EGI) menjadikan kiambang (Salvinia Molesta M.) menjadi energi listrik ramah lingkungan berbasis konservasi di kawasan perairan Danau Ranu Pani Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pengembangan energi listrik tersebut menggunakan teknologi pengembangan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbahan gulma air kiambang.</p>
<p>&#8220;Bagian dari kiambang yang dimanfaatkan berupa klorofil karena dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Penambahan Cyanobacteria hasil eksplorasi di Danau Ranu Pani dalam komponen DSSC, berpotensi menambah daya keluaran listrik, karena bakteri ini mampu berfotosintesis serta mengandung klorofil a dan pigmen warna lainnya yang berpotensi dijadikan dye, dan toleran terhadap sinar UV,&#8221; beber Aditya Permana Putra, salah satu anggota tim EGI.</p>
<p>Selain itu, bakteri ini mampu mengkonversikan foton yang lebih tinggi secara efisien. Pengembangan DSSC dipilih, karena merupakan sel surya dengan pemanfaatan bahan organik yang mudah ditemukan, harga relatif terjangkau, dan memiliki kestabilan kimia yang konstan. &#8220;Pemilihan kedua bahan tersebut, dikarenakan sangat berlimpah pada daerah tertentu, mudah dikembangkan, berkelanjutan, dan sebagai upaya pemberantasan gulma air di Danau Ranu Pani,&#8221; tambah Restu Rizkyta Kusuma, S.P., M.P., M.Sc, pembimbing tim.</p>
<p>Kiambang merupakan tumbuhan air yang tumbuh di permukaan air dengan karakteristik laju biak yang sangat cepat dengan sifat adaptasi yang tinggi di berbagai kondisi lingkungan, terutama pada air buangan kegiatan industri, limbah domestik, maupun limbah pertanian.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang didapat, populasi kiambang di Danau Ranu Pani saat ini sangat melimpah. Observasi yang dilakukan pada tahun 2018 menyatakan bahwa populasi kiambang di Danau Ranu Pani jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan hampir seluruh permukaan danau tertutupi oleh gulma air. Hal ini tentunya menimbulkan berbagai macam permasalahan lingkungan, berupa pencemaran air.</p>
<p>Tim EGI yang dibimbing oleh Restu Rizkyta Kusuma, S.P., M.P., M.Sc berhasil meraih Silver Medal dalam kategori Invention. Aditya Permana Putra, Aditya Aji Novtara, Arvi Wahyu Lestari, Bita Pitaloka, dan Alwan Afif Fadhillah bersaing dengan 175 tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. <strong>(rhd)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>SENSOR, Olah Limbah Susu Jadi Energi Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/sensor-olah-limbah-susu-jadi-energi-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 11:43:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[IRIISE]]></category>
		<category><![CDATA[SENSOR]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/56449-sensor-olah-limbah-susu-jadi-energi-listrik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi, kali ini dalam ajang kompetisi International Research Innovation, Invention &#038; Solution Exposition (IRIISE 2018) yang diadakan di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 14-16 Agustus 2018. Tim perwakilan UB ini berhasil mendapatkan penghargaan spesial berupa Silver Medal dengan inovasinya, SENSOR (Smart Energy From Milk Sortation). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi, kali ini dalam ajang kompetisi International Research Innovation, Invention &#038; Solution Exposition (IRIISE 2018) yang diadakan di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, 14-16 Agustus 2018. Tim perwakilan UB ini berhasil mendapatkan penghargaan spesial berupa Silver Medal dengan inovasinya, SENSOR (Smart Energy From Milk Sortation).</p>
<p>Dilatarbelakangi kurang dimanfaatkannya susu sortasi yang melimpah di daerah Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menjadi ide inspirasinya. Susu sortasi merupakan limbah susu yang memiliki massa jenis berbeda dengan susu murni, sehingga tidak masuk kualifikasi pabrik dan hanya digunakan untuk kripik susu. Pengolahannya pun sangat sederhana, hanya diolah menjadi cemilan sehari-hari, dan dirasa kurang menguntungkan.</p>
<div id="attachment_3264" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-3264" decoding="async" src="https://i0.wp.com/pendidikan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/4/2018/09/SENSOR-Olah-Limbah-Susu-Jadi-Energi-Listrik.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Dandy menunjukkan aplikasi SENSOR" width="650" height="366" class="size-full wp-image-3264" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-3264" class="wp-caption-text"><em><strong>Dandy menunjukkan aplikasi SENSOR</strong></em></p></div>
<p>Melihat kondisi itu, menjadikan peluang bagi kelima mahasiswa UB untuk menciptakan suatu alat yang dapat mengonversi susu sortasi menjadi energi listrik terbarukan dengan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) dan berbasis Internet of Things (IoT). Tim SENSOR UB, terdiri dari Dandy Fajar Mahendra (FT-Elektro), Muhammad Syarifuddin (FILKOM-Pend. Teknik Komputer), Lilin Putri Jasmine (FAPET-Peternakan), Moh. Mario Alvin S. (FIB-Sastra Inggris), dan Nur Wasiatil Chairiyah (FK-Pend. Dokter) dibimbing oleh Eka Maulana, ST., MT., M.Eng., dosen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.</p>
<p>Outputnya, berupa informasi yang dikonfigurasikan melalui aplikasi android khusus secara realtime, terkait keadaan susu sortasi yaitu volume susu dan temperatur susu. Manfaatnya, user dapat mengakses kapanpun dan dimanapun, serta dapat memperpanjang umur alat karena pengaksesannya sudah tidak lagi secara manual, namun secara online.</p>
<p>“Alhamdulillah, meskipun waktunya bisa dibilang cukup singkat dalam proses pengerjaan prototype-nya, kami masih bisa mendapatkan Silver Medal di kompetisi IRIISE 2018. Kami mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak-pihak terkait dalam pembuatan SENSOR. Ke depannya, kami harap SENSOR dapat dimanfaatkan untuk cakupan yang lebih luas lagi,” jelas Dandy, salah satu delegasi FT-Teknik Elektro.</p>
<p>IRIISE digelar di Dewan Tunku Canselor, University of Malaya, dengan tujuan utama menumbuhkan budaya inovasi di kalangan siswa dan peneliti, serta mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri. Kompetisi ini akan menjadi platform yang hebat bagi para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta praktisi dari industri untuk menunjukkan bakat mereka, mengembangkan ide-ide brilian baru, dan memamerkan penemuan mereka untuk peluang komersialisasi. Ada 5 kategori yang dilombakan dalam kompetisi ini, diantaranya Arts &#038; Humanities, Engineering &#038; Technology, Life Sciences &#038; Medicine, Natural Sciences dan Social Sciences &#038; Management. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siswa SDN Ngaglik 1 Kota Batu, Ubah Kulit Apel Jadi Energi Listrik</title>
		<link>https://memontum.com/siswa-sdn-ngaglik-1-kota-batu-ubah-kulit-apel-jadi-energi-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 13:40:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Apel]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Ngaglik 1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/11830-pemkot-blitar-beri-bantuan-dana-pendidikan-bagi-siswa-sma</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sepintas sifat dan sikapnya sama seperti anak anak diusianya. Masih angin anginan dalam menekuni hobinya. Bahkan butuh &#8220;dibentak&#8221; dulu baru mau menseriusi hobinya lagi. Begitulah gambaran sepintas sifat dari Salsabilla Shafa Adzara ,11, tahun. Dia sekarang tercatat sebagai siswa kelas VIc di SDN Ngaglik 01, Kota Batu. Hobinya corat coret diatas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Sepintas sifat dan sikapnya sama seperti anak anak diusianya. Masih angin anginan dalam menekuni hobinya. Bahkan butuh &#8220;dibentak&#8221; dulu baru mau menseriusi hobinya lagi.</p>
<p>Begitulah gambaran sepintas sifat dari Salsabilla Shafa Adzara ,11, tahun. Dia sekarang tercatat sebagai siswa kelas VIc di SDN Ngaglik 01, Kota Batu. Hobinya corat coret diatas kain kanvas dan suka berkreasi dengan barang bekas yang ada dirumahnya.</p>
<p>Dimulai sejak dia duduk dikelas IV. Acha panggilan akrab Salsabilla Shafa Adzra bersama teman-teman seangkatannya mengikuti ekstra kurikuler Sains Club disekolahnya.</p>
<p>Berbagai percobaan untuk menciptakan beberapa jenis makanan dan minuman termasuk meneliti sumber energi alternatif dikerjakan disekolahnya bersama teman dan guru pembimbingnya Helminah Mauludiyah.</p>
<p>Terakhir Acha meneliti sumber energi alternatif dari kulit apel. Hasilnya menakjubkan, kulit apel yang awalnya terbuang sia sia ditempat sampah, bisa diubah menjadi energi listrik.</p>
<p>&#8220;Awalnya saya hanya diberi tahu sama Bu Helmi. Untuk memanfaatkan kulit apel sebagai sumber energi alternatif,&#8221; ucap Acha.</p>
<p>&lt;!–nextpage–&gt;</p>
<p>Menurut dia, di Kota Batu sejak dulu dikenal sebagai penghasil buah apel. Oleh petani sebagian dijual ke Pasar Batu. Sebagian lagi dijual kepada pengusaha kripik apel.</p>
<p>Kulit apel yang tidak terpakai, biasanya dibuang ke tempat sampah. Ada juga yang dimanfaatkan untuk makanan sapi perah. Dari persoalan itu, Acha bersama guru pembimbingnya berusaha mengubah kulit apel menjadi sumber energi listrik.</p>
<p>&#8220;Kulit apel awalnya kita keringkan dibawah terik matahari selama seminggu. Atau bisa juga dioven. Setelah kering kulit apelnya kitab haluskan dengan blender dengan ditambah air secukupnya. Kira kira kulit apel yang dihaluskan 1/2 kg,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Setelah itu kulit apel yang halus tadi dimasukkan kedalam baterai kering. &#8220;Sebelumnya karbon dalam baterai harus kita keluarkan dulu sampai kondisi dalam baterai kering kosong dan bersih,&#8221; jelas Acha.</p>
<p>Berikutnya baterai kering yang kosong dimasuki kulit apel yang dihaluskan sampai padat. Lantas batang karbon kita masuk lagi. Terakhir bagian atas baterai kering atau bagian plus (+) dibuat menutup baterai kering yang sudah diisi kulit apel yang dihaluskan.</p>
<p>&#8220;Setiap satu baterai kering yang diisi kulit apel yang dikeringkan menghasilkan tegangan listrik sebesar 1 volt. Agar bisa menyalakan satu lampu led dibutuhkan empat baterai kering berisi kulit apel yang dihaluskan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&lt;!–nextpage–&gt;</p>
<p>Walaupun belum sempurna, Acha merasa senang dengan hasil penelitiannya. &#8220;Semoga kedepan saya bisa menemukan sumber energi alternatif lain yang berasal dari barang bekas yang ada disekitar sekolah dan rumah saya,&#8221; sebut dia.</p>
<p>Ditambahkan, lampu led tegang 1.5 volt bisa menyala 24 jam. &#8220;Acha sudah melakukan uji coba. Empat baterai kering yang diisi kulit apel yang dihaluskan bisa menghasilkan listrik sebesar 4 volt. Sehingga bisa menyalakan lampu led selama 24 jam,&#8221; ucap Helmi.</p>
<p>Selanjutnya, Helmi menyarankan kepada Acha untuk membuat lampu tidur dengan memanfaatkan energi alternatif dari kulit apel. &#8220;Lampu tidurnya dibuat seperti robot. Akhirnya diberi nama lampu tidur Kutapel Si Ena. Kepanjangan dari Kulit Apel Sumber Energi Alternatif,&#8221; imbuh Helmi.</p>
<p>Lewat penelitian kecil yang dilakukan siswanya. Helmi berharap, kedepan bisa dikembangkan lagi jenis penelitian yang lainnya. Apalagi di Kota Batu melimbah buah apel.<strong> (man/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11830</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
