<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Entrepreneur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/entrepreneur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 03:39:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Entrepreneur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemandirian Disabilitas, BRI Regional 13 Malang Salurkan CSR BRI Peduli untuk Disabilities Entrepreneur Center</title>
		<link>https://memontum.com/kemandirian-disabilitas-bri-regional-13-malang-salurkan-csr-bri-peduli-untuk-disabilities-entrepreneur-center</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Center]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[disabilities]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227564</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program CSR BRI Peduli, menyalurkan bantuan berupa peralatan usaha lengkap kepada Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember, untuk mendirikan Disabilities Entrepreneur Center, sebuah pusat kewirausahaan inklusif yang dirancang untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat disabilitas agar dapat berwirausaha secara mandiri. Penyaluran ini, menandai langkah besar menuju [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program CSR BRI Peduli, menyalurkan bantuan berupa peralatan usaha lengkap kepada Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember, untuk mendirikan Disabilities Entrepreneur Center, sebuah pusat kewirausahaan inklusif yang dirancang untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat disabilitas agar dapat berwirausaha secara mandiri. Penyaluran ini, menandai langkah besar menuju kemandirian penyandang disabilitas di Jawa Timur.</p>



<p>Bantuan senilai ratusan juta rupiah ini, diserahkan oleh BRI Regional 13 Malang, Jumat (07/11/2025) tadi. Bantuan itu, diwujudkan dalam bentuk 74 unit peralatan canggih yang menunjang lima bidang usaha utama. Seperti, percetakan, jasa (elektronik, kecantikan, pijat), makanan dan minuman, mebel dan pertukangan, serta jahit dan bordir. Seluruh fasilitas tersebut, akan dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan, produksi dan pengembangan usaha bagi peserta program.</p>



<p>“BRI senantiasa berkomitmen untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Melalui program CSR BRI Peduli ini, kami ingin menciptakan peluang ekonomi yang inklusif agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya,” ujar Regional CEO BRI Malang, Arie Wibowo, Jumat (07/11/2025) tadi.</p>



<p>Pusat kewirausahaan ini, menjadi yang pertama di lingkungan kampus, yang ramah disabilitas dan akan melibatkan lebih dari 320 peserta, terdiri dari 290 mahasiswa disabilitas aktif UNIPAR serta 30 penyandang disabilitas dari masyarakat sekitar Jember. Program ini, diharapkan menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan sekaligus akses ekonomi yang lebih luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebagai informasi, Universitas PGRI (Unipar) Jember merupakan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) pertama di Indonesia yang memiliki program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) bagi penyandang disabilitas.</p>



<p>Wakil Rektor Bidang Keuangan Unipar Jember, David K Susilo, menyampaikan apresiasi kepada BRI atas dukungan yang diberikan. “Bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi masa depan. Dengan dukungan BRI, kami yakin para mahasiswa disabilitas dapat membuktikan bahwa mereka adalah aset berharga yang mampu mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pembina Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Unipar Jember, Asrorul Mais, yang juga penyandang disabilitas, menegaskan pentingnya fasilitas ini bagi peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri penyandang disabilitas. “Kini, dengan dukungan BRI, kami siap menunjukkan kemampuan dan kreativitas kami. Ini bukan tentang belas kasihan, tapi tentang kesempatan yang setara,” ungkapnya.</p>



<p>Pusat kewirausahaan ini, akan beroperasi di dua lokasi kampus Unipar, yakni di Jalan Jawa dan Jalan Kaliurang, Jember. Dengan peralatan modern seperti mesin bordir komputer, digital printing, oven kapasitas besar, hingga peralatan pertukangan, diharapkan peserta mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi. Targetnya, omzet usaha peserta meningkat hingga 200 persen sampai 400 persen pada tahun pertama operasional.</p>



<p>Unipar juga berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pelatihan kewirausahaan, serta kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial dan pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan pasar. Melalui BRI Peduli, BRI terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development), khususnya di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan inklusi sosial, serta menunjukkan peran nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227564</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Hobi, Hasilkan Jutaan Rupiah</title>
		<link>https://memontum.com/dari-hobi-hasilkan-jutaan-rupiah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2018 18:22:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=64627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pengusaha berusia muda saat ini telah banyak lahir di Kota Pahlawan. Membawa kreativitas dan ide-ide unik serta out of the box yang mampu menghasilkan keuntungan. Fatiya Multazam, salah satunya. Gadis berusia 21 tahun ini merupakan salah satu pengusaha di kawasan eks lokalisasi dengan produk coklat buatan rumah. “Saya masih kuliah di Akademi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211;  Pengusaha berusia muda saat ini telah banyak lahir di Kota Pahlawan. Membawa kreativitas dan ide-ide unik serta out of the box yang mampu menghasilkan keuntungan. Fatiya Multazam, salah satunya. Gadis berusia 21 tahun ini merupakan salah satu pengusaha di kawasan eks lokalisasi dengan produk coklat buatan rumah. </p>
<p>“Saya masih kuliah di Akademi Kuliner, masih semester 5 juga dan mau magang. Soalnya dulu waktu selesai SMA bingung mau milih universitas apa. Daripada kita kuliah tapi gak suka sama jurusannya, ya udah mending pilih apa yang disuka, karena juga udah lama sih suka masak,” ujar Fatiya, ketika ditemui di kediamannya, di kalasan Putat Jaya Surabaya, Minggu (18/11/2018).</p>
<p>Pathi’s Chocolate adalah nama produk kreasinya sejak 21 Oktober 2017 lalu. Ia mendapat ide pertama kali dari hobi-nya memantau produk-produk di Instagram, khususnya soal makanan dan minuman. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah berjualan kue disekitar rumahnya, dan pelangganya merupakan teman-teman di Jabodetabek.</p>
<p>“Mereka minta dikirim kesana, tapi karena kue basah ya cepat rusak juga apalagi kalau diantarkan dengan jarak jauh. Dari sana akhirnya aku coba mencari ide gimana bikin produk yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak, dan tahan lama, dan mudah dikirim kemana-mana,” ungkapnya gadis berkerudung ini.</p>
<p>Saat ini ia telah memproduksi hingga enam macam produk Pathi’s Chocolate. Selain ada pilihan rasa, coklat ini memiliki harga yang berbeda pula. Untuk yang original seperti Dark Chocolate sama Milk Chocolate, ia mematok harga Rp 25.000. Selain itu, rasa Green Tea, Strawberry, dan Vanilla ia pasang harga Rp 28.000 per toples. Khusus untuk yang rasa Oreo, ia bandrol Rp 30.000, lantaran bahan yang dipakai memang berkualitas.</p>
<p>“Kalau ditambah dengan Marshmellow, semuanya tinggal ditambah tiga ribu. Jadi misalnya kalau yang Dark Choco biasa kan harganya 25 ribu, kalau yang pakai Marshmellow jadi 28 ribu,” kata Fatiya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa STMIK-STIE ASIA Dicetak jadi Entrepreneur Digital</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-stmik-stie-asia-dicetak-jadi-entrepreneur-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2017 14:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/11860-mahasiswa-stmik-stie-asia-dicetak-jadi-entrepreneur-digital</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Kembali STMIK-STIE Asia menghadirkan tokoh Start-Up Digital, untuk memotivasi dan mendorong mahasiswanya segera memiliki bisnis Start-up sendiri, sebagai cikal bakal peluang usaha dalam era ekonomi digital. Sekaligus menuju Indonesia 2020 melalui target awal 1.000 Start-Up Digital, dan menjadikan negara berkekuatan ekonomi digital terbesar di Asia. Melalui dorongan dan inisiasi Asosiasi Perguruan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Kembali STMIK-STIE Asia menghadirkan tokoh Start-Up Digital, untuk memotivasi dan mendorong mahasiswanya segera memiliki bisnis Start-up sendiri, sebagai cikal bakal peluang usaha dalam era ekonomi digital. Sekaligus menuju Indonesia 2020 melalui target awal 1.000 Start-Up Digital, dan menjadikan negara berkekuatan ekonomi digital terbesar di Asia. </p>
<p>Melalui dorongan dan inisiasi Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM) yang mengajak lebih dari 100 mahasiswa ASIA memanfaatkan peluang ini. Kali ini menghadirkan mantan CFO Zalora, Frans Budi Pranata, dalam Built Your Start-up Now, di ruang Theatre, Kampus Pusat STMIK-STIE ASIA Malang, Jum&#8217;at (8/12/2017). </p>
<p>&#8220;3-5 tahun lagi usaha konvensional besar bakal banyak yang tutup jika tidak mempunyai usaha online. Untuk itu, kalian harus mulai dari sekarang, agar tidak kalah bersaing. Sebelumnya sebagian marketplace juga memiliki konvensional dengan nama berbeda. Kemudian mereka mengaplikasikan melalui online, dan sukses seperti saat ini. Sebab mereka mampu membaca keinginan konsumen yang lebih memilih belanja online, karena tanpa ribet. Tinggal klik, bayar, tunggu barang datang,&#8221; jelas peraih Best CFO Indonesia 2013 &#038; 2015, yang sempat mencatatkan pertumbuhan hingga 4000 persen ketika menjadi CFO Zalora. </p>
<p>Founder dari 25 Digital StartUp ini menambahkan, alibaba, goggle, gojek, dan semua aplikasi online tidak punya aset, tapi dengan aplikasi Start-up mereka bisa meraup keuntungan meningkat dan kaya. &#8220;Karena mereka bisa berpikir membaca peluang dengan belajar dan berkemauan tinggi. Urusan mampu itu belakangan, dengan belajar. Mereka paham ilmu Disterupsi (menggantikan yang lama), Irupsi (lebih baik dari yang lain), dan Innovasi (hal baru dan lebih baik),&#8221; ulas Billionaire Mindset yang menginspirasi 100.000.000 orang, dan menciptakan 10.000 miliarder</p>
<p>Menurutnya, generasi millennial saat ini merupakan Generasi Cuek (Gen-C), selain generasi lain seperti generasi Maven, Eclectics, Skeptics, dan Trendsetters. &#8220;Awalnya generasi millennial 28 persen lebih suka online daripada belanja langsung, dimana 60 persen aktif dalam medsos. Secara tidak langsung mereka turut menggambarkan perilaku user online. Seperti 65 persen memilih Lion karena murah dan tepat waktu, dan lainnya. Tentunya ini menjadi target pasar marketplaces. Untuk itu, saya mencoba brainwash mahasiswa segera bikin Start-up sebanyak-banyaknya,&#8221; tukas pemilik Budi Pranata Academy ini. </p>
<p>Sementara itu, Ketua STMIK-STIE ASIA, Ir Teguh Widodo MM. mengatakan, keinginan kampus STMIK-STIE ASIA untuk mencetak Entrepreneur digital sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan mendatangkan praktisi sebagai motivator. &#8220;Goalnya, kami ingin menjadikan mahasiswa ASIA sebagai Entrepreneur digital,  yang mampu hidup dan menghidupi banyak orang. Sebelumnya, mahasiswa perlu mendalami digital education dan memahami bagaimana cara membuat toko online, melakukan digital marketing, dan menambah pengetahuan tentang marekting via iklan di media sosial, melalui acara seperti ini,&#8221; jelas Teguh. </p>
<p>Puncaknya, STMIK-STIE ASIA ditunjuk APTIKOM untuk kembali menjaring para calon Entrepreneur digital selama 3 hari, yakni 15-17/12/2017. Tak hanya dari mahasiswa STMIK-STIE ASIA, juga melibatkan mahasiswa kampus lain. &#8220;Ada lombanya, setelah disaring mereka akan diinkubasi untuk mendapatkan pemantapan,  ide mana yang paling baik, dan masuk untuk dibuatkan aplikasi. Sekaligus mereka akan dicarikan modal untuk pembiayaan aplikasi,&#8221; tandas Rina Dewi Indahsari, SKom, MKom, Kaprodi Informatika. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Teuku Wisnu : Kunci Sukses Itu Ilmu</title>
		<link>https://memontum.com/teuku-wisnu-kunci-sukses-itu-ilmu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2017 09:30:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/3914-teuku-wisnu-kunci-sukses-itu-ilmu</guid>

					<description><![CDATA[Rangkaian SemNas dan OISI Sejati 3 Memontum Kota Malang &#8212; Mahasiswa sebagai generasi muda diharuskan memiliki cita-cita yang tinggi usai menamatkan bangku kuliah, baik menjadi tenaga ahli maupun usaha sendiri (Entrepreneur). Namun, kunci dari keberhasilan tersebut adalah ilmu. Sebab dengan ilmu, semua keinginan akan terwujud dan berjalan dengan baik. Ilmu tak hanya diperoleh dari buku, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Rangkaian SemNas dan OISI Sejati 3</strong></h2>
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Mahasiswa sebagai generasi muda diharuskan memiliki cita-cita yang tinggi usai menamatkan bangku kuliah, baik menjadi tenaga ahli maupun usaha sendiri (Entrepreneur). Namun, kunci dari keberhasilan tersebut adalah ilmu. Sebab dengan ilmu, semua keinginan akan terwujud dan berjalan dengan baik. Ilmu tak hanya diperoleh dari buku, tapi juga pengalaman dari orang-orang yang sukses lebih dulu.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Artis dan Owner Malang Strudle Teuku Wisnu, saat menjadi pembicara Seminar Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang, dalam acara tahunan Seminar Nasional dan OISI Sejati 3 (Olimpiade Akuntansi se-Jawa Timur 3), di Hall Widyagraha Universitas Widyagama Malang, Sabtu-Minggu (4-5/11/2017).</p>
<p>&#8220;Meski kalian punya semangat dan modal, kuncinya tetap gunakan ilmu, baik agama, pengetahuan, dan lainnya. Sebab tanpa ilmu akan susah sukses, bahkan bangkrut. Mulai dari hal kecil dan bersabar akan proses. Jika tidak mampu sendiri, gabung dengan teman se-visimisi. Ilmu tak hanya didapat dari buku, e-book, dan bacaan lainnya. Tapi juga pengalaman sukses orang lain. Untuk itu, sering-seringlah bersilahturahmi dengan komunitas. Saya menerjuni bisnis tahun 2012, dan sempat gagal di restoran sushi, dan restoran lainnya. Kemudian saya buka Malang Strudle, dan sukses hingga saat ini,&#8221; cerita Teuku Wisnu, saat menjadi pemateri terakhir dalam seminar bertemakan &#8216;Tantangan Ekonomi Kreatif bagi Entrepreneur&#8217;. </p>
<p>Seminar nasional kali ini menghadirkan beberapa pembicara nasional, diantaranya Ridwan Hisyam (Komisi X DPR RI), Dr Puji Handayani SE, AK, CA, CMA (Ketua IAI Komisariat Malang Raya), Dr Kukuh Lukiyanto ST, MM, MT (Ketua APMAI), Irfan Fatoni SE, MSi (Dosen UWG dan Alumni Universitas Widyagama Malang), dan Teuku Wisnu (Artis dan Owner Malang Strudle).</p>
<p>Sementara OISI Sejati 3 (Olimpiade Akutansi Se-Jawa Timur 3) mengangkat tema &#8220;Challege Your Ability with Accounting to Bright Future&#8221; diikuti 40 tim dari 40 SMK dan SMA di Jawa Timur. Nantinya mereka akan memperebutkan hadiah uang pembinaan total 96 juta, Thropy Bergilir Walikota Malang, Thropy Tetap IAI, Thropy Tetap Rektor Universitas Widyagama (Uwiga), dan Thropy Tetap Dekan FE Uwiga.</p>
<p> &#8220;Tujuannya mengajak mahasiswa mengembangkan Entrepreneur dalam dirinya, dan menjadi pengusaha setelah lulus. Seminar diikuti 500 peserta dan OISI Sejati 3 diikuti 40 tim SMK dan SMA di Jawa Timur,&#8221; jelas Ketua Prodi Akuntansi Uwiga Dr Ana Sopanah SE, MSi, Ak, CA, CMA, CIBA.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3914</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
