<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>erosi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/erosi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2020 12:42:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>erosi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dampak Banjir Hilir Sungai Tanggul, Erosi, Abrasi, 2 Titik Tangkis Kritis</title>
		<link>https://memontum.com/dampak-banjir-hilir-sungai-tanggul-erosi-abrasi-2-titik-tangkis-kritis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 12:42:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Paseban]]></category>
		<category><![CDATA[erosi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Tanggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108250-dampak-banjir-hilir-sungai-tanggul-erosi-abrasi-2-titik-tangkis-kritis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Dampak banjir yang disebabkan besarnya intensitas hujan di hulu sungai Tanggul, pada Sabtu 22 Februari 2020 lalu, menyebabkan melebarnya sungai di bagian hilir yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, karena adanya erosi dan amblasnya bantaran sungai sampai tangkis. Kondisinya membahayakan bagi pemakai jalan dan lingkungan sekitar. Heri prasetyo, Kepala SDA ( [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Dampak banjir yang disebabkan besarnya intensitas hujan di hulu sungai Tanggul, pada Sabtu 22 Februari 2020 lalu, menyebabkan melebarnya sungai di bagian hilir yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, karena adanya erosi dan amblasnya bantaran sungai sampai tangkis. Kondisinya membahayakan bagi pemakai jalan dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Heri prasetyo, Kepala SDA ( Sumber daya air) kecamatan Kencong mengatakan, di tangkis sungai ada 2 titik bantaran sungai yang amblas. Bukan hanya itu besarnya debit air saat banjir, juga menyebabkan 4 buah jembatan penyebrangan tradisional yang terbuat dari bambu (hembatan sesek ; red Jawa) di hilir sungai juga hanyut terbawa derasnya arus air bercampur sampah.</p>
<div id="attachment_108251" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108251" decoding="async" class="size-full wp-image-108251" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200310-WA0135-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Salah satu bantaran sungai yang terkikis. (bud) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200310-WA0135-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200310-WA0135-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200310-WA0135-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200310-WA0135-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108251" class="wp-caption-text">Salah satu bantaran sungai yang terkikis. (bud)</p></div>
<p>Sampah material Jembatan sesek Kata Heri akhirnya nyangkut tertahan di kaki jembatan, karena tekstur tanahnya pasir, sehingga gelombang air yang di kaki jembatan tersebut terus menggerus tanah di sekitar kaki jembatan. Akhirnya penopang (penyangga) jembatan tak mampu lagi menahan dan tepat tepat sekitar pukul 03.30 jembatan amblas dan roboh,</p>
<p>“Jadi amblasya jembatan itu secara perlahan, bleeessss&#8230;. sebelum akhirnya hilang terbawa arus,” terang Heri.</p>
<p>Heri menerangkan, bantaran di tangkis sungai yang rusak berat menjadi lebih panjang yang semula 98 m menjadi 117 m, karena membahayakan maka tangkis sungai ditutup tidak boleh di lalui.</p>
<p>&#8220;Amblasnya bantaran sungai sudah mencapai tangkis dan juga rusak hingga membentuk tebing curam, jadi sangat membahayakan.” terangnya.</p>
<p>Agar bantaran sungai tidak samapi terkikis lebar Heri mengaku sudah berkordinasi dengan Propinsi dan juga SDA Jember.</p>
<p>&#8220;Kita sudah menginformasikan tinggal tunggu pelaksanaannya agar tidak melebar, terkait titik rawan yang rusak beraat di wilayah Paseban ada 30 kk yang terancam,&#8221; sebut Heri.</p>
<p><strong>BACA : </strong><a href="https://jember.memontum.com/2211-demi-upah-rp-30-ribu-buruh-tani-desa-paseban-bertaruh-nyawa-seberangi-sungai" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Demi Upah Rp 30 ribu, Buruh Tani Desa Paseban “Bertaruh Nyawa” Seberangi Sungai</a></p>
<p>Sementara Suprapto salah satu warga yang Rumahnya terancam di Desa Paseban, saat di konfirmasi mengaku saangat was was dan kwatir, dia tidak bisa membayangkan kalau sewaktu waktu air sungai besar dan tangkisnya jebol.</p>
<p>&#8220;Harapan saya dan warga desa mungkin sama, semoga tidak ada banjir lagi dan tangkis yang kritis itu segera diperbaiki,&#8221; pungkasnya. <strong>(Bud/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108250</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanah Tergerus Sungai, 4 Rumah di Tebing Kali Tanggul Terancam Ambyar</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-tergerus-sungai-4-rumah-di-tebing-kali-tanggul-terancam-ambyar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2020 11:34:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[erosi]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Tanggul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107215-tanah-tergerus-sungai-4-rumah-di-tebing-kali-tanggul-terancam-ambyar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Di musim penghujan tahun 2020, sebanyak 4 kepala Keluarga yang berada di dusun krajan Rt 3 Rw 12 Desa Tanggul wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember yang berada di atas tebing sungai yang dikenal dengan sebutan “Kali Tanggul“ terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya, Kamis (27/2/2020) siang. Pasalnya, rumah yang di tempatinya terancam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Di musim penghujan tahun 2020, sebanyak 4 kepala Keluarga yang berada di dusun krajan Rt 3 Rw 12 Desa Tanggul wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember yang berada di atas tebing sungai yang dikenal dengan sebutan “Kali Tanggul“ terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya, Kamis (27/2/2020) siang.</p>
<p>Pasalnya, rumah yang di tempatinya terancam hancur, karena diketahui posisi empat rumah yakni Rumah Pak Faisol, Harianto, Bu May dan Pak Suhudi tersebut selain berada di atas tebing, juga berada di tikungan sungai, belum lagi tanahnya tergerus arus air sungai, di kala banjir akibat hujan deras yang turun.</p>
<p>Menurut kepala Dusun Krajan Tanggul Wetan Fauzan, mengatakan bahwa sungai kali tanggul itu pernah di normalisasi ke posisi semula, namun tidak di dukung dengan adanya plengsengan atau bronjong akhirnya tebing yang di atasnya ada rumah warga ambyar,</p>
<p>&#8220;Dulu sungai manggisan ini pernah di normalisasi sekitar tahun 2011, oleh pihak desa, pada saat itu kepala Desa Tanggul Wetan H Suwadi, mendatangkan alat berat dan mengembalikan sungai ke jalur semula, karena jalur sungai yang sebenarnya adalah di sebelah utara, &#8221; terangnya.</p>
<p>Karena tidak adanya penahan yang kuat di tebing sebelah selatan tepat di tikungan sungai lanjut Fauzan, mengakibatkan air yang dari arah utara ke selatan menerjang tebing tersebut dan menggerus tebing dan kebetulan tebing sebelah selatan tersebut di atasnya ada beberapa rumah pennduduk.</p>
<p>&#8220;Sehingga oleh kepala desa di lakukan normalisasi dan dikembalikan ke jalur semula, &#8221; katanya.</p>
<p>Fauzan juga menerangkan, bahwa tanah warga yang di atasnya berdiri rumah, tergerus air sungai kira &#8211; kira 40 m dan panjang 60 m dan kondisinya menggantung.</p>
<p>&#8220;Kejadian ini sudah beberapa kali di laporkan dan di ajukan, baik ke pemerintah kabupaten maupun pemerintah propinsi, namun masih belum terealisasi, sampai bosen kita menunggu,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Dia berharap agar longsor ini akan segera di tangani dan memberikan bantuan kepada korban longsor yang saat ini benar &#8211; benar membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Longsor ini terjadi sejak 2010 dan dan belum pernah menerima bantuan (pembenahan) dan hanya dilakukan survei dan cek lokasi,” pungkasnya. <strong>(bud/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107215</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
