<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>erupsi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/erupsi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 08:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>erupsi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemkab Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-tetapkan-status-tanggap-darurat-bencana-alam-erupsi-gunung-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap]]></category>
		<category><![CDATA[tetapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227901</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru Tahun 2025 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025. Keputusan ini berlaku selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 November 2025, sebagai langkah cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi. Erupsi yang terjadi pada 19 November 2025 itu, sempat mengganggu aktivitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru Tahun 2025 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025. Keputusan ini berlaku selama tujuh hari, mulai 19 hingga 25 November 2025, sebagai langkah cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi.</p>



<p>Erupsi yang terjadi pada 19 November 2025 itu, sempat mengganggu aktivitas warga di sejumlah wilayah terdampak. Karenanya menyikapi hal ini, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah.</p>



<p>Penetapan status tanggap darurat dimaksudkan agar koordinasi antarinstansi berjalan efektif, evakuasi dapat dilakukan dengan lancar, dan warga tetap mendapatkan perlindungan maksimal. “Setiap langkah yang diambil pemerintah bertujuan untuk melindungi masyarakat. Status tanggap darurat ini memastikan kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana,” kata Bunda Indah, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>Selain memastikan keselamatan warga, pemerintah juga menyiapkan pusat-pusat pengungsian yang nyaman dan aman, lengkap dengan layanan medis, logistik dan informasi terkini bagi warga terdampak. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan relawan siap siaga mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menambahkan, bahwa masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan pemerintah. Koordinasi antara desa, kecamatan, dan pemerintah kabupaten terus diperkuat agar tidak ada warga yang berada di zona merah atau wilayah berbahaya.</p>



<p>“Ketika kita bekerja bersama, solidaritas dan kesiapsiagaan akan menjadi kekuatan kita. Bencana bisa kita hadapi dengan kepala dingin dan langkah nyata,” ujar Bunda Indah.</p>



<p>Keputusan tanggap darurat ini juga membuka peluang bagi pemulihan lebih cepat pasca-erupsi, termasuk penataan kembali fasilitas publik, sekolah dan sarana transportasi yang terdampak. Pemerintah juga memastikan bantuan sosial dan logistik tepat sasaran, serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terganggu.</p>



<p>Dalam menghadapi erupsi Gunung Semeru, langkah cepat pemerintah tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun optimisme warga bahwa bencana dapat dikelola secara efektif. Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penetapan status tanggap darurat bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk nyata kepedulian dan perlindungan kepada masyarakat. Dengan koordinasi yang kuat, kesiapsiagaan yang matang, dan partisipasi warga, bencana diharapkan bisa diminimalkan dampaknya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227901</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Raung Erupsi dan Berstatus Waspada, Bupati Banyuwangi Minta Masyarakat Tidak Panik</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-raung-erupsi-dan-berstatus-waspada-bupati-banyuwangi-minta-masyarakat-tidak-panik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berstatus]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta masyarakat Banyuwangi untuk tidak panik dan tetap tenang, terkait peristiwa Gunung Raung, yang sempat mengalami beberapa kali erupsi. Itu karena, sampai saat ini status gunung yang terletak di perbatasan Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, itu dinyatakan masih berada pada Level II (Waspada) dan belum ada peningkatan status sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta masyarakat Banyuwangi untuk tidak panik dan tetap tenang, terkait peristiwa Gunung Raung, yang sempat mengalami beberapa kali erupsi. Itu karena, sampai saat ini status gunung yang terletak di perbatasan Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, itu dinyatakan masih berada pada Level II (Waspada) dan belum ada peningkatan status sejak ditetapkan pada Desember 2023.</p>



<p>Sementara merespon kondisi itu, aktivitas pendakian ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. &#8220;Masyarakat mohon tetap tenang dan tidak perlu panik. Ikuti petunjuk dan arahan dari petugas yang berwenang. Patuhi rekomendasi yang dikeluarkan. Dan yang terpenting juga, jangan mudah percaya dengan informasi hoaks dan tidak bertanggung jawab. Cari informasi yang terpercaya,&#8221; kata Bupati Ipuk, Senin (16/06/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Danang Hartanto, menambahkan bahwa pihaknya terus koordinasi langsung dengan Pos Pengamatan Gunungapi Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Hasilnya, saat ini status Gunung Raung masih ditetapkan pada level Waspada.</p>



<p>“Tercatat dalam periode 5 hingga 15 Juni 2025, telah terjadi sebanyak 49 kali erupsi. Mayoritas, erupsi yang terjadi berupa hembusan asap dari kawah utama yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas bervariasi. Statusnya masih waspada,” kata Danang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Danang melanjutkan, Status Waspada ini hanya menimbulkan ancaman bahaya di sekitar pusat erupsi. Rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG agar tidak beraktivitas pada radius 3 km dari kawah atau puncak.</p>



<p>Pendakian ke Gunung Raung sendiri, untuk sementara ditutup sejak 14 Juni 2025. Hal ini dilakukan, menyusul terjadinya hujan abu vulkanik di Pos 7 pendakian pada tanggal tersebut. “Penutupan ini masih dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan dengan melihat perkembangan selanjutnya,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi (PVMBG) aktivitas kegempaan Gunung Raung didominasi oleh gempa erupsi atau berupa letusan. Tidak terekam kejadian gempa vulkanik.</p>



<p>Material erupsi Gunung Raung sejak 5 hingga 12 Juni 2025 dominan berupa batuan berukuran abu dan sebarannya sebagian besar terbatas di sekitar kawah sehingga tidak menimbulkan perubahan ancaman bahaya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Dilarang Aktivitas di Sektor Tenggara Dalam Radius 8 Kilometer</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-erupsi-masyarakat-dilarang-aktivitas-di-sektor-tenggara-dalam-radius-8-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[radius]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tenggara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar. Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan dengan terjadinya erupsi, Kamis (17/04/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Meski demikian, status gunung tertinggi di Pulau Jawa, itu masih berada pada Level II atau Waspada. Pemerintah dan relawan kebencanaan, juga terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.</p>



<p>Kolom abu erupsi sendiri, terpantau mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mengarah ke timur dan tenggara dengan intensitas tebal. Erupsi tersebut, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi hampir dua menit. Kendati begitu, aktivitas masyarakat di beberapa wilayah terdampak tetap berjalan dengan tenang di bawah pemantauan petugas.</p>



<p>Anggota Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, menegaskan bahwa masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru saat ini tetap kondusif dan tidak menunjukkan kepanikan. &#8220;Kami terus memantau perkembangan situasi dan meminta warga untuk tidak panik. Proses evakuasi dan penanganan risiko dilakukan secara hati-hati. Masyarakat juga kami imbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas setempat,&#8221; kata Samsul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, pemerintah telah mengeluarkan rekomendasi, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi aliran awan panas dan lahar bisa menjangkau hingga 13 kilometer. Aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah atau puncak juga sangat tidak disarankan karena bahaya lontaran material pijar.</p>



<p>Upaya mitigasi terus dilakukan bersama-sama, baik oleh pihak pemerintah, relawan, maupun warga yang telah dibekali pelatihan kesiapsiagaan. Edukasi dan penyebaran informasi terkini secara berkala, juga dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.</p>



<p>Dengan kondisi yang masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing isu dan senantiasa waspada terhadap potensi bahaya lanjutan. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suguhkan Perjalanan Apik di Jalur Eksotis Bekas Erupsi Semeru, Kalpin Adventure Berlakukan Tarif Murah</title>
		<link>https://memontum.com/suguhkan-perjalanan-apik-di-jalur-eksotis-bekas-erupsi-semeru-kalpin-adventure-berlakukan-tarif-murah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[berlakukan]]></category>
		<category><![CDATA[eksotis]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kalpin]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[suguhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220798</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kalpin Adventure Semeru, salah satu penyedia wisata petualangan Jeep di kawasan Gunung Semeru, resmi memberlakukan tarif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan seru di jalur eksotis bekas erupsi. Destinasi ini, menjadi daya tarik utama bagi pecinta wisata alam dan petualangan, dengan titik awal di Kalipinusan, Poncokusumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kalpin Adventure Semeru, salah satu penyedia wisata petualangan Jeep di kawasan Gunung Semeru, resmi memberlakukan tarif baru bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan seru di jalur eksotis bekas erupsi. Destinasi ini, menjadi daya tarik utama bagi pecinta wisata alam dan petualangan, dengan titik awal di Kalipinusan, Poncokusumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.</p>



<p>Ketua Umum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin, menyampaikan bahwa perubahan tarif ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan layanan dan fasilitas bagi wisatawan. Selain itu, penyesuaian harga juga mempertimbangkan biaya operasional kendaraan serta kebutuhan perawatan jalur wisata, yang terus mengalami perubahan akibat kondisi alam.</p>



<p>“Saat ini, wisatawan dapat memilih dua jenis paket perjalanan dengan rute yang telah disesuaikan agar memberikan pengalaman terbaik. Paket pendek, dibanderol dengan harga Rp 300 ribu, untuk satu kendaraan yang dapat menampung hingga empat orang,” katanya, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Perjalanan ini, tambahnya, berdurasi sekitar 60 menit hingga 90 menit, dengan melewati beberapa destinasi menarik. Seperti kawasan rumah terdampak erupsi di Dusun Kajarkuning, Dusun Curahkoboan yang menawarkan panorama Gunung Semeru sebagai latar belakang, serta Lava 41 yang merupakan bekas aliran lava dari erupsi sebelumnya.</p>



<p>Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan lebih panjang, tersedia paket dengan durasi sekitar 120 menit seharga Rp 400 ribu. Selain destinasi yang terdapat pada paket pendek, wisatawan juga akan diajak mengunjungi Hunian Tetap (Huntap) sebagai lokasi relokasi warga terdampak erupsi, serta Taman Sakura di Desa Sumbermujur. Di mana, pengunjung dapat merasakan suasana khas Jepang dengan berfoto di antara Bunga sakura.</p>



<p>Samsul Arifin menambahkan, bahwa Kalipinusan Poncosumo dipilih sebagai titik awal perjalanan, karena merupakan destinasi wisata alam yang tengah viral dan banyak dikunjungi wisatawan. Dengan rute yang variatif, wisata Jeep ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Baik yang ingin menikmati petualangan singkat maupun yang ingin lebih mendalami dampak erupsi dan upaya pemulihan kawasan terdampak.</p>



<p>Dengan adanya pemberlakuan tarif baru ini, Kalpin Adventure Semeru berharap dapat terus memberikan layanan terbaik serta meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Gunung Semeru. Para wisatawan yang ingin mencoba pengalaman seru ini dapat langsung menghubungi pihak penyelenggara untuk reservasi dan informasi lebih lanjut di kontak person 085649806094. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220798</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berstatus Waspada, Gunung Semeru Kembali Erupsi</title>
		<link>https://memontum.com/berstatus-waspada-gunung-semeru-kembali-erupsi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berstatus]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gunung Semeru kembali terlihat erupsi, Rabu (12/03/2025) pukul 20.44. Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, aktivitas vulkanik gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 35 detik. Petugas Pusdalops BPBD Lumajang, Nur Cahyo, menyampaikan bahwa hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru kembali terlihat erupsi, Rabu (12/03/2025) pukul 20.44. Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, aktivitas vulkanik gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 35 detik.</p>



<p>Petugas Pusdalops BPBD Lumajang, Nur Cahyo, menyampaikan bahwa hingga saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).</p>



<p>&#8220;Kami meminta agar warga di sekitar Besuk Kobokan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 km dari puncak, terutama di sektor tenggara. Hal ini karena berpotensi terkena awan panas guguran,&#8221; ujar Nur Cahyo, Rabu (12/03/2025) malam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, aktivitas di radius 3 km dari kawah juga dilarang mengingat potensi lontaran material pijar yang membahayakan. Potensi aliran lahar dan guguran lava juga harus diwaspadai, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat.</p>



<p>BPBD Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi. &#8220;Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Semeru dapat diakses melalui laman MAGMA Indonesia di <a href="https://magma.esdm.go.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://magma.esdm.go.id</a> atau melalui kanal media sosial resmi PVMBG,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi pergerakan abu vulkanik dan aliran lahar, masyarakat yang berada di daerah aliran sungai yang berhulu di Semeru diingatkan untuk tetap siaga. Kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi dapat mengurangi risiko bencana serta menjaga keselamatan bersama. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Raung Erupsi, Pemkab Lakukan Mitigasi dan Aktivitas Bandara Banyuwangi masih Normal</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-raung-erupsi-pemkab-lakukan-mitigasi-dan-aktivitas-bandara-banyuwangi-masih-normal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217841</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gunung Raung mengalami erupsi, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat kondisi itu, menyebabkan kolom erupsi setinggi 2.000 m di atas puncak gunung. Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik. Erupsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gunung Raung mengalami erupsi, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat kondisi itu, menyebabkan kolom erupsi setinggi 2.000 m di atas puncak gunung.</p>



<p>Kolom erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik.</p>



<p>Erupsi susulan juga terjadi sebanyak 3 kali pada pukul 10.25, 10.31 dan 10.35 WIB. Namun, kolom erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13-23 mm, dan durasi 1 menit 54 detik sampai dengan 3 menit 25 detik.</p>



<p>Hingga saat ini, Gunung Raung berada pada level II atau waspada. Status tersebut berlangsung sejak Desember 2023. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak atau bibir kawah.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merespon kondisi itu mengatakan bahwa Pemkab telah berkoordinasi intens dengan Forkopimda terkait langkah-langkah mitigasi. Mulai dari mendata sekaligus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan bila perlu dilakukan evakuasi hingga titik mana untuk pengungsian.</p>



<p>“BPBD terus berkoordinasi, termasuk menyiapkan masker yang siap dibagikan ke warga bila memang debu vulkanik mulai mengarah ke Banyuwangi. Dan infonya, semua pendaki juga sudah turun. Kami berharap skala erupsinya terus turun,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari pantauan sementara, erupsi Gunung Raung juga tidak menggangu aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Bahkan, penerbangan di bandara tersebut berlangsung normal.</p>



<p>GM Bandara Banyuwangi Johan Seno Acton, menjelaskan bahwa paper test telah dilakukan oleh safety team bandara begitu informasi erupsi Gunung Raung diterima. Tes tersebut untuk memantau sebaran vulkanik Gunung yang berada di wilayah Banyuwangi, Jember dan Bondowoso.</p>



<p>&#8220;Tes ini merupakan standar prosedur, apabila terjadi erupsi gunung berapi. Pengetesan dilakukan setiap jam dan hasilnya hingga saat ini negatif,&#8221; kata Johan.</p>



<p>Hasil tes tersebut, tambahnya, menunjukkan bahwa sebaran abu erupsi Gunung Raung tidak sampai ke wilayah Bandara. Pun tidak mengganggu lalu lintas pesawat terbang.</p>



<p>Meski demikian, pengelola bandara tetap akan memantau perkembangan aktivitas Gunung Raung. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan situasi darurat.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, erupsi Gunung Raung pernah mengganggu aktivitas di bandara tersebut. &#8220;Semoga tidak terjadi lagi. Sampai saat ini penerbangan masih berjalan normal. Kami akan terus memantau sebaran vulkaniknya,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Johan berharap, erupsi Gunung Raung tak berlangsung lama. Sebab, aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi relatif padat selama musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217841</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Penanganan Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki dari Luar Negeri</title>
		<link>https://memontum.com/presiden-prabowo-gelar-rapat-terbatas-penanganan-erupsi-gunung-lewotobi-laki-laki-dari-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Di tengah kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden RI, Prabowo Subianto, tetap memantau kondisi dalam negeri, terutama terkait bencana alam yang terjadi di Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas melalui video conference dengan beberapa jajaran Kabinet Merah Putih, Selasa (12/11/2024) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, atau pukul 22.00 WIB. Dalam pengantarnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Di tengah kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden RI, Prabowo Subianto, tetap memantau kondisi dalam negeri, terutama terkait bencana alam yang terjadi di Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas melalui video conference dengan beberapa jajaran Kabinet Merah Putih, Selasa (12/11/2024) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, atau pukul 22.00 WIB.</p>



<p>Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo meminta para menteri dan pejabat terkait untuk memberikan laporan terkait perkembangan penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya ingin diberi update bagaimana tentang keadaan bencana di Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur, NTT. Mohon saya diberi update, silahkan,” kata Presiden Prabowo, saat membuka rapat terbatas.</p>



<p>Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, kemudian memberikan laporan terkini dan menyampaikan bahwa tim gabungan yang meliputi BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah penyelamatan dan evakuasi sejak erupsi pertama yang terjadi pada 3 November dini hari. Dari laporan tersebut, disampaikan bahwa lebih dari 13 ribu warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari dampak erupsi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi pagi kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dipimpin oleh Bapak Wapres dan sejak erupsi tanggal 3 dini hari yang lalu, BNPB, Kemensos, TNI, Polri, Pemda juga telah langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi warga,” jelas Pratikno.</p>



<p>Rapat ini, tentunya menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo dalam menangani bencana secara responsif meskipun berada jauh dari tanah air. Presiden Prabowo juga ingin memastikan bahwa koordinasi pemerintah pusat dan daerah tetap berjalan optimal dalam penanganan situasi darurat di Indonesia.</p>



<p>Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam rapat terbatas tersebut, adalah Menteri Luar Negeri, Sugiono dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, tampak beberapa menteri yang hadir melalui video conference adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.</p>



<p>Selain itu juga ada Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. <strong>(kom/set/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembali Erupsi, Gunung Semeru Tercatat 1.738 kali Munculkan Letusan Sejak 1 Januari</title>
		<link>https://memontum.com/kembali-erupsi-gunung-semeru-tercatat-1-738-kali-munculkan-letusan-sejak-1-januari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 04:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[januari]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[letusan]]></category>
		<category><![CDATA[munculkan]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tercatat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216389</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Gunung Semeru kembali terpantau erupsi, Senin (11/11/2024) tadi. Dalam keterangan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, terjadi sekitar pukul 03. 35. &#8220;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru kembali terpantau erupsi, Senin (11/11/2024) tadi. Dalam keterangan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, terjadi sekitar pukul 03. 35.</p>



<p>&#8220;Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat,&#8221; katanya, Senin (11/11/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 122 detik. Sebelumnya, pada pukul 01.47, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl, itu juga erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.</p>



<p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 146 detik,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, bahwa jumlah letusan Gunung Semeru berdasarkan catatan petugas sebanyak 1.738 kali sejak 1 Januari hingga 11 November 2024 pukul 04.00. Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu didominasi oleh gempa letusan.</p>



<p>Berdasarkan pengamatan kegempaan pada Minggu (10/11/2024) atau sehari sebelumnya, tercatat sebanyak 93 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-23 mm dengan lama gempa 64-153 detik. Gunung Semeru sempat meluncurkan awan panas pada Minggu (10/11/2024) pukul 14.40. Yakni dengan amplitudo maksimum 22 mm selama 478 detik yang diikuti getaran banjir.</p>



<p>Dijelaskan pula, bahwa Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi). <strong>(jwp/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216389</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Bandara di Flores NTT Ditutup Paska Erupsi Gunung Lewotobi, 10.295 Jiwa Dilaporkan Terdampak</title>
		<link>https://memontum.com/empat-bandara-di-flores-ntt-ditutup-paska-erupsi-gunung-lewotobi-10-295-jiwa-dilaporkan-terdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[10.295]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>
		<category><![CDATA[dilaporkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum NTT &#8211; Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki selama 58 hari, terhitung 4 November sampai 31 Desember 2024. Keputusan tersebut tertuang melalui Keputusan Bupati Flores Timur Nomor: BPBD.300.2.2.5/020/BID.KL/IX/2024. Diketahui, Gunung Lewotobi Laki-Laki Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Senin (04/11/2024) dini hari. Korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum NTT</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki selama 58 hari, terhitung 4 November sampai 31 Desember 2024. Keputusan tersebut tertuang melalui Keputusan Bupati Flores Timur Nomor: BPBD.300.2.2.5/020/BID.KL/IX/2024.</p>



<p>Diketahui, Gunung Lewotobi Laki-Laki Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Senin (04/11/2024) dini hari. Korban meninggal dunia akibat letusan gunung tersebut, diketahui berjumlah 10 orang.</p>



<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Flores Timur, Fredy Moat Aeng, mengatakan bahwa korban meninggal sudah dievakuasi dari puing-puing bangunan. &#8220;Diketahui, korban meninggal 10 orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa dirinya kini sedang berada di lokasi kejadian. Disampaikan pula, bahwa upaya pencarian korbqn pada puing-puing bangunan yang hancur tertimpa batu-batuan dari puncak Gunung Lewotobi, juga masih terus berlangsung.</p>



<p>Sementara itu, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia Cabang Kupang juga melaporkan empat bandara di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak beroperasi sementara akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. &#8220;Ada empat bandara yang ditutup dengan adanya erupsi Gunung Lewotobi,&#8221; kata General Manager Airnav Cabang Kupang, I Nyoman Oka Wiraman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Empat bandara itu, diantaranya Bandara H Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, kemudian Bandara Soa Bajawa, Bandara Gewayantana Larantuka dan Bandara Frans Seda Maumere Kabupaten Sikka. Untuk Bandara Frans Seda Maumere, sudah tidak beroperasi selama kurang lebih dua bulan lebih sebagai dampak dari erupsi gunung tersebut. Kemudian untuk tiga bandara lainnya, diputuskan tidak beroperasi sementara setelah adanya surat dari pihak maskapai yakni Wings Air, yang membatalkan sejumlah penerbangan ke tiga lokasi tersebut.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, pihak maskapai khawatir adanya debu vulkanik berdampak pada keselamatan penerbangan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan BNPB akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan pembaharuan penutupan bandara imbas erupsi gunung di Kabupaten Flores Timur itu. &#8220;Perkembangannya nanti kami sampaikan pada update konferensi pers berikutnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Muhari menyebut, bahwa jika saat ini tercatat 10 orang meninggal dunia. Dirinya juga mengungkap aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 1.584 mdpl yang terjadi pada dini hari itu berdampak pada sejumlah desa di dua kecamatan. Bahkan, terdapat enam desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru dan Boru Kedang. Kemudian, satu desa di Kecamatan Ile Bura, yakni Desa Dulipali.</p>



<p>Masih menurut Muhari, sebanyak 2.734 KK atau 10.295 jiwa terdampak erupsi, dengan rincian di Kecamatan Wulanggitang 2.527 KK atau 9.479 jiwa dan Ile Bura 207 KK atau 816 jiwa. &#8220;Ini bukan jumlah pengungsi, tetapi ini jumlah warga terdampak di tujuh desa ini,&#8221; ujarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216131</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
