<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ethnic &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ethnic/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Aug 2024 12:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ethnic &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>3 Ribu Pegiat Seni dari Sumatra hingga Bali Meriahkan Gelaran Situbondo Ethnic Festival 3</title>
		<link>https://memontum.com/3-ribu-pegiat-seni-dari-sumatra-hingga-bali-meriahkan-gelaran-situbondo-ethnic-festival-3</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[pegiat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213346</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak sekitar 3 ribu pegiat kesenian tari dari Sumatera hingga Bali, saling unjuk kebolehan dalam pagelaran akbar Situbondo Ethnic Festival (SEF) 3 Tahun 2024 di Kabupaten Situbondo, Sabtu (24/08/2024) tadi. Bertajuk Ritus Insparies The Dance, acara tersebut dibuka Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak sekitar 3 ribu pegiat kesenian tari dari Sumatera hingga Bali, saling unjuk kebolehan dalam pagelaran akbar Situbondo Ethnic Festival (SEF) 3 Tahun 2024 di Kabupaten Situbondo, Sabtu (24/08/2024) tadi. Bertajuk Ritus Insparies The Dance, acara tersebut dibuka Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur serta perwakilan kepala daerah dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Kabupaten Sumenep.</p>



<p>Ketua Pelaksana SEF 2024, sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa tujuan kegiatan SEF 3 ini untuk melestarikan dan menampilkan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Situbondo. &#8220;Situbondo Ethnic Festival ini merupakan gelaran ketiga kalinya digelar sejak Bapak Bupati Karna Suswandi memimpin,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, Sekda Sekda juga menjelaskan jika dalam kegiatan tersebut menampilkan sedikitnya 17 tari tradisional di kecamatan di Kabupaten Situbondo. Diantaranya, juga ditampilkan oleh perwakilan dari sekolah serta perguruan tinggi.</p>



<p>&#8220;Juga ada penampilan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, STKW Surabaya dan Universitas Negeri Malang dan perwakilan dari daerah dari Sumatera hingga Bali,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan jika SEF 2024 merupakan inovasi terbaru pemerintah daerah Kabupaten Situbondo. &#8220;Semoga dengan adanya SEF 3 ini, Kabupaten Situbondo bisa dikenal baik di tingkat regional maupun internasional,&#8221; paparnya.</p>



<p>Event tersebut, tambah Bupati Karna, bukan hanya mempersembahan seni semata. Namun, juga merupakan wujud dari semangat gotong royong dan kebersamaan dalam melestarikan warisan budaya yang begitu kaya.</p>



<p>&#8220;Tarian tradisional dan gerakannya yang mempesona, mengajarkan kita tentang nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang tak ternilai. Saya berharap kesenian di Kabupaten Situbondo, khususnya bisa terjaga dan dilestarikan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kegiatan SEF 2024 ini, lanjut Karna Suswandi, juga berdampak baik untuk perputaran ekonomi di kabupaten Situbondo. &#8220;Sejak tadi malam, semua hotel dan penginapan di Kabupaten Situbondo penuh diisi oleh peserta SEF dari berbagai kota. Selain itu, UMKM dan warung juga merasakan dampaknya sebab selain peserta masyarakat yang menonton juga ikut membelanjakan uangnya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Bung Karna juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan SEF 2024 itu. &#8220;Kepada masyarakat Kabupaten Situbondo dan semua pihak yang terlibat, kami sampaikan terima kasih atas dedikasinya. Khususnya, untuk Dinas Pendidikan sebagai leading sektor,&#8221; paparnya. <strong>(her/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213346</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemdes Juglangan Gelar D&#8217;Jugja Ethnic Carnival 2024</title>
		<link>https://memontum.com/pemdes-juglangan-gelar-djugja-ethnic-carnival-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[d’jugja]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[juglangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212855</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Event D’Jugja Ethnic Carnival 2024 di Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, suguhkan kemeriahan, Minggu (11/08/2024) tadi. Event tahunan ini, berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat dari empat dusun, dengan masing-masing dusun mengirimkan 100 peserta terbaiknya. Parade ini, dimulai dengan start di SMP Negeri 3 Panji dan finish di Selatan Kantor Desa Kapongan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Event D’Jugja Ethnic Carnival 2024 di Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, suguhkan kemeriahan, Minggu (11/08/2024) tadi. Event tahunan ini, berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat dari empat dusun, dengan masing-masing dusun mengirimkan 100 peserta terbaiknya. Parade ini, dimulai dengan start di SMP Negeri 3 Panji dan finish di Selatan Kantor Desa Kapongan.</p>



<p>Berbagai atraksi budaya yang memukau dipamerkan oleh para peserta, mulai dari tarian tradisional hingga parade kostum unik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Selain itu, turut hadir jajaran Forkopimcam, seperti Camat Panji, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Juglangan dan perangkat pemerintahan desa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karnaval ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan melestarikan budaya leluhur,&#8221; kata Kepala Desa Juglangan, Subagyo.</p>



<p>Sementara itu, Camat Panji, Andy Jaka Setiawan, dalam kesempatan itu mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Juglangan, karena Bupati Situbondo tidak bisa hadir dalam kegiatan karnaval dikarenakan ada kegiatan lain. &#8220;Kami mewakili Bupati Situbondo, mengucapkan permohonan maaf karena Bupati Karna tidak bisa hadir di tengah-tengah kita. Itu dikarenakan, ada kegiatan lain dan semoga acara D’Jugja Ethnic Carnival 2024 di Desa Juglangan ini berjalan dengan baik,&#8221; jelas Jaka. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212855</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Ribu Penari Meriahkan Gelaran Situbondo Ethnic Festival 2023</title>
		<link>https://memontum.com/2-ribu-penari-meriahkan-gelaran-situbondo-ethnic-festival-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak 2 ribu penari dari berbagai daerah turut meramaikan event Situbondo Ethnic Festival (SEF) 2023, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Ribuan penari tersebut, hadir dengan menyuguhkan sejumlah tarian budaya daerah dengan tema &#8216;Situbondo Legend&#8217;. Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa selain menampilkan atraksi tarian lokal Situbondo, juga menampilkan tarian lokal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak 2 ribu penari dari berbagai daerah turut meramaikan event Situbondo Ethnic Festival (SEF) 2023, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Ribuan penari tersebut, hadir dengan menyuguhkan sejumlah tarian budaya daerah dengan tema &#8216;Situbondo Legend&#8217;.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa selain menampilkan atraksi tarian lokal Situbondo, juga menampilkan tarian lokal dari berbagai daerah di Indonesia.Tarian dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, tersebut juga ditampilkan untuk dikenalkan kepada warga Situbondo.</p>



<p>Tujuannya, tentu untuk memperkaya khazanah budaya bahwa di negara ini kaya budaya. &#8220;Tari budaya lokal ini harus kita lestarikan dan kita kenalkan. Jadi, tidak hanya di tingkat regional tapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,&#8221; kata Bupati Karna Suswandi, Minggu (26/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini menambahkan, tari kolosal dari berbagai daerah itu, punya makna sejarah. Misal Tari Landhung asal Situbondo, yang menggambarkan panjang garis pantai di Situbondo yang mencapai 150 kilometer, dengan mata pencaharian masyarakat yang didominasi oleh nelayan dan petani.</p>



<p>&#8220;Setiap tari yang ditampilkan oleh 17 kecamatan di Situbondo, punya kisah sejarah masing-masing. Demikian pula tarian lokal dari berbagai daerah,&#8221; bebernya.</p>



<p>Adapun jenis tari yang tampil pada acara SEF, diantaranya tari dari Aceh, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, IKJ Jakarta, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, Universitas Negeri Malang, Lamongan, Lumajang, Sumenep, Banyuwangi dan Bondowoso. Tema Situbondo Legend ini mengandung makna bahwa Situbondo merupakan daerah yang punya banyak legenda.</p>



<p>Daerah yang melahirkan banyak budaya, tidak hanya tarian, namun juga beberapa lainnya seperti pertunjukan Ojung. &#8220;Kita ingin dikenal sebagai kabupaten yang kaya akan budaya. Itu akan menambah pola pikir masyarakat bahwa Situbondo, serta Indonesia kaya budaya,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Madura Ethnic Carnival 2023 di Mata Budayawan</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-madura-ethnic-carnival-2023-di-mata-budayawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 18:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198368</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Even Madura Ethnic Carnival (MEC) mendapat apresiasi dari budayawan Madura, Ibnu Hajar. Even bergengsi ini, tentu berpotensi melahirkan kreator-kreator dalam hal bagaimana mendesain fashion ataupun bagaimana memunculkan ide-ide inspiratif bagi para penontonnya. Jadi, kata Ibnu, masyarakat Sumenep juga harus realistis melihat even yang digelar Pemkab Sumenep. &#8220;Ya jangan bandingkan dengan kota-kota lain, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Even Madura Ethnic Carnival (MEC) mendapat apresiasi dari budayawan Madura, Ibnu Hajar. Even bergengsi ini, tentu berpotensi melahirkan kreator-kreator dalam hal bagaimana mendesain fashion ataupun bagaimana memunculkan ide-ide inspiratif bagi para penontonnya.</p>



<p>Jadi, kata Ibnu, masyarakat Sumenep juga harus realistis melihat even yang digelar Pemkab Sumenep. &#8220;Ya jangan bandingkan dengan kota-kota lain, yang sudah memulai lebih dulu. Kita baru dua tahun memulai even karnaval seperti ini. Proses itukan tidak semuanya sempurna, ada nada minor, ada tanggapan miring dari masyarakat misalnya,&#8221; kata Ibnu, Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p>Tapi, paparnya, dirinya melihat even ini dalam perspektif positif. Karena berawal dari sinilah, akan menggugah kreator-kreator muda lokal untuk berkarya. Artinya, ruang ini sudah dibuka oleh pihak Pemkab Sumenep yang kolaborasi dengan teman-teman komunitas jurnalis.</p>



<p>Pemkab Sumenep sudah membuka ruang kreasi, sehingga masyarakat menilai persoalan-persoalan karya, persoalan seni, tampilan-tampilan di pentas. Jadi, pihaknya berharap kreativitas ini lebih hebat lagi kedepannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya melihatnya bagaimana bahan-bahan dasar busana atau fashion,.berbahan lontar atau daun siwalan. Inikan memperkenalkan Madura betul. Tinggal bagaimana mengkreasikan. Dari yang ditampilkan banyak fashion bermotif sapi, pecut dan model-model kesenian kerapan sapi lainnya,&#8221; kata Ibnu bangga.</p>



<p>Ditambahkannya, untuk membuat kreator yang melahirkan karya fashion berbahan daun siwalan, itukan mengambil dari simbol-simbol Madura. Hanya saja, persoalannya bagaimana memberkan ruh pada karya budaya itu pada akhirnya. Sehingga, akan lebih baik lagi kedepannya.</p>



<p>Jadi, paparnya, kalau ada sebagian masyarakat yang berpandangan bahwa ini menghabiskan anggaran, maka dirinya malah merespon positif. &#8220;Persoalan melahirkan karya seni budaya itukan bukan persoalan instans. Membuat karya itukan tidak segampang bikin pisang goreng, yang langsung jadi. Itu semua butuh proses. Maka penikmat-penikmat seni budaya juga perlu memahami tentang ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Initnya sebagai budayawan, dirinya menyambut baik agenda atau even yang digelar oleh Pemkab Sumenep. Kedepannya, ini perlu dikembangkan. &#8220;Saya berharap, bagaimana kreator-kreator muda Sumenep, anak-anak muda Sumenep mampu melahirkan karya. Bukan diam tanpa karya. Ini bentuk proses kebudyaaan yang perlu diapresiasi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Harapan sekaligus PR bagi teman-teman panitia penyelenggara even, lanjutnya, banyak berkonsultasilah dengan seniman, budayawan dan lain-lain. Jangan hanya studi banding ke luar kota. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sukses Angkat Kebudayaan Lokal via Even Madura Ethnic Carnival 2023, Bupati Sumenep Banjir Pujian</title>
		<link>https://memontum.com/sukses-angkat-kebudayaan-lokal-via-even-madura-ethnic-carnival-2023-bupati-sumenep-banjir-pujian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 17:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198363</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Masyarakat Sumenep disuguhi tontonan dan hiburan yang memukau oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam Madura Ethnic Carnival (MEC). Beragam suguhan dari Bupati Sumenep, itu tentunya bukan hanya ingin memanjakan masyarakat dengan hiburan karnaval ataupun festival. Namun, memiliki target yakni mengenalkan potensi lokal baik berupa karya seni, kebudayaan maupun destinasi wisata Sumenep. Salah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Masyarakat Sumenep disuguhi tontonan dan hiburan yang memukau oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam Madura Ethnic Carnival (MEC). Beragam suguhan dari Bupati Sumenep, itu tentunya bukan hanya ingin memanjakan masyarakat dengan hiburan karnaval ataupun festival. Namun, memiliki target yakni mengenalkan potensi lokal baik berupa karya seni, kebudayaan maupun destinasi wisata Sumenep.</p>



<p>Salah satu pengunjung asal Kecamagan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Ilung, mengaku bangga dengan acara yang digelar oleh Pemkab Sumenep. Dirinyapum mengaku terpukau dengan parade budaya fashion yang diperagakan oleh model-model. Apalagi, juga melibatkan ratusan pelajar Sumenep, yang tentunya makin membuat Sumenep makin dicintai masyarakat.</p>



<p>&#8220;Acara seperti ini harus terus digalakkan. Masyarakat tentu mendukung, karena lewat acara atau kontestasi akan membuat masyarakat ikut tertarik untuk memeriahkan. Syukur banyak generasi muda yang cinta budaya nenek moyang kita. Sehingga, bukan hanya mewarisi budaya tapi bisa melahirkan pencipta fashion yang hebat di masa depan,&#8221; terang Ilung, Minggu (17/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pengunjung lainnya asal Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Wiwid, mengaku ikut merasakan hawa kegembiraan sekaligus kebanggaan sebagai warga Sumenep. Hal itu, karena ternyata Sumenep punya potensi luar biasa, untuk bisa tampil di pentas-pentas seni budaya seperti fashion berskala nasional.</p>



<p>&#8220;Ini buktinya, karya fashion yang diperagakan para model Sumenep, tidak kalah bersaing dengan model-model kota lain di Jawa Timur. Ini potensi yang perlu terus digali dan dibina. Mungkin target jangka pendek, ini hiburan sekaligus kuliner dan UMKM bisa merasakan untung,&#8221; kata Wiwid, yang ikut hadir dalam acara MEC ini.</p>



<p>Tapi dalam jangka panjang, kata Wiwid, jika Sumenep akan terus dikenal masyarakat luar lota atau bahkan dunia internasional. Desainer fashion akan lahir, investor akan masuk ke Sumenep, untuk menanamkan modal bangun infrastruktur. Pada akhirnya, ekonomi masyarakat akan menggeliat. &#8220;Saya bangga dengan Pak Bupati Fauzi,&#8221; ujarnya. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Madura Ethnic Carnival Buat Labeng Mesem Keraton hingga Taman Potre Koning Jadi Lautan Manusia</title>
		<link>https://memontum.com/madura-ethnic-carnival-buat-labeng-mesem-keraton-hingga-taman-potre-koning-jadi-lautan-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 16:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[keraton]]></category>
		<category><![CDATA[koning]]></category>
		<category><![CDATA[labeng]]></category>
		<category><![CDATA[lautan ]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Keheningan malam di Jantung Kota Sumenep, berubah pecah. Itu karena, di malam itu atau Sabtu (16/09/2023) malam, jantung kota mulai dari Depan Labeng Mesem Pendopo Keraton Sumenep hingga Taman Potre Koning (Taman Bunga), dibanjiri ribuan penonton. Bahkan, tidak sedikit pengunjung dari luar kota yang turut berjubel. Pantauan media Memontum.com di lokasi, ribuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Keheningan malam di Jantung Kota Sumenep, berubah pecah. Itu karena, di malam itu atau Sabtu (16/09/2023) malam, jantung kota mulai dari Depan Labeng Mesem Pendopo Keraton Sumenep hingga Taman Potre Koning (Taman Bunga), dibanjiri ribuan penonton. Bahkan, tidak sedikit pengunjung dari luar kota yang turut berjubel.</p>



<p>Pantauan media Memontum.com di lokasi, ribuan pengunjung memadati area lokasi even Madura Ethnic Carnival. Pengunjung terus berdatangan hingga sejumlah lahan parkir full kendaraan.</p>



<p>Antusias yang terlihat itu, tidak terlepas dari kepercayaan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang menunjuk salah satu Komunitas Wartawan di Sumenep sebagai penyelenggara even akbar itu. Terbukti, even spektakuler itu mampu menyedot ribuan pengunjung dan tidak terkecuali dari luar kota Madura.</p>



<p>&#8220;Karnaval kostum atau busana lokal yang harus berbahan dasar daun siwalan dengan memasang atribut kerapan sapi, telah mampu mencuri perhatian pengunjung. Desainer-desainer busana lokal, pun ternyata juga bisa unjuk gigi dalam even bergengsi tersebut,&#8221; terang Ketua Komunitas Wartawan Sumenep, Achmad Sa&#8217;i.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ribuan pasang mata, pun dibuat terbelalak takjub dengan penampilan para model atau peragawan dan peragawati di sepanjang catwalk dari Labang Mesem hingga Taman Potre Koning. Melalui tampilan dan aksi itu, diharapkan generasi muda ikut cinta dan mampu melahirkan karya-karya kebudayaan lokal.</p>



<p>&#8220;Pesertanya sangat kreatif membuat busana karnaval. Sangat meriah MEC ini dan semoga ini terus diagendakan setiap tahun,&#8221; kata salah seorang penonton, Ifan.</p>



<p>Sementara itu, Pemkab Sumenep melalui Kadisbudporapar, Moh Iksan, mengaku ingin mengenalkan kekayaan budaya dan fashion Sumenep. Selain itu, pemerintah ingin menggali bakat generasi muda Sumenep, agar mampu menjadi desainer handal.</p>



<p>&#8220;Targetnya ke depan, memang Madura Ethnic Carnival (MEC) masuk kharisma Even Nasional. MEC yang merupakan kalender even Sumenep, diharapkan bisa masuk even nasional dan bisa lolos di Provinsi Jatim. Karena Provinsi Jatim, punya jatah usulan 10 kalender even&nbsp; seperti Gandrung Sewu Banyuwangi dan Jember Fashion Carnival,&#8221; paparnya. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>90 Model di Jawa Timur Dilibatkan Dalam Gelaran Madura Ethnic Carnival di Keraton Sumenep</title>
		<link>https://memontum.com/90-model-di-jawa-timur-dilibatkan-dalam-gelaran-madura-ethnic-carnival-di-keraton-sumenep</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2023 15:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[dilibatkan]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[keraton]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198357</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Kabupaten Sumenep makin mengkokohkan dirinya sebagai kabupaten atau kota yang konsisten memperkenalkan kekayaan seni dan budaya. Seakan ingin terus menunjukkan pada dunia, bahwa Sumenep adalah &#8216;The Soul Of Madura&#8217; Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mewujudkan kemajuan Sumenep di segala sektor, tentunya lewat berbagai skenario kebijakan. Dari sektor kebudayaan pariwisata, Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Sumenep</strong> &#8211; Kabupaten Sumenep makin mengkokohkan dirinya sebagai kabupaten atau kota yang konsisten memperkenalkan kekayaan seni dan budaya. Seakan ingin terus menunjukkan pada dunia, bahwa Sumenep adalah &#8216;The Soul Of Madura&#8217;</p>



<p>Langkah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam mewujudkan kemajuan Sumenep di segala sektor, tentunya lewat berbagai skenario kebijakan. Dari sektor kebudayaan pariwisata, Bupati Fauzi terus menancapkan kekayaan budaya lokal sebagai &#8216;City Branding&#8217; bahwa Sumenep kaya budaya dan pariwisata.</p>



<p>Tidak main-main, berbagai kota di Jawa Timur, pun dilibatkan dalam even &#8216;Madura Ethnic Carnival (MEC)&#8217; di depan Keraton Sumenep, Sabtu (16/09/2023) malam. Acara sendiri, bertemakan &#8216;The Magnificent of Kerapan Sapi&#8217;.</p>



<p>Menurut Bupati Fauzi, City branding di sektor budaya, Pemkab Sumenep gencar menggelar even-even spektakuler seperti Madura Ethnic Carnival (Karnaval Etnis Madura). Sebanyak 90 model dari berbagai kota di Jawa Timur, diantaranya seperti Malang, Blitar, Jember, Surabaya, Gresik, Madura dan lainnya, turut dilibatkan.</p>



<p>&#8220;Sengaja kami tunjuk komunitas wartawan sebagai EO (Even Organizer), karena kami bwrharap even karnaval dan festival kebudayaan serta pariwisata ini terus digelar. Harapannya, tentu kebangkitan ekonomi menuju masa kejayaan Sumenep, bakal tercapai. Ekonomi UMKM bergerak, ekonomi PKL dan warung-warung kuliner makin menggeliat,&#8221; ujar Bupati Sumenep.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Ketua Panitia MEC, Nur Khalis, mengatakan target even ini mengangkat kebudayaan lokal melalui para generasi muda Madura cinta budaya. Selain itu, dapat melahirkan karya budaya yang kreatif dan marketebel.</p>



<p>Untuk itu, pihaknya melibatkan peserta ratusan pelajar dan kalangan umum se-Kabupaten Sumenep dari berbagai kota di Jawa Timur. &#8220;Alhamdulillah, even MEC ini sangat meriah karena ada peserta dari luar Madura. Ya ada dari Malang, Blitar, Jember, Surabaya, Gresik dan kota-kota lainnya,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Even MEC ini, ujarnya, dengan branding kerapan sapi sebagai kebudayaan Madura dapat lebih dikenal di masyarakat luas. &#8220;Karena even ini mengangkat kekayaan budaya lokal, maka ada syarat khusus setiap peserta menggunakan bahan siwalan dalam fashion yang mereka konsep. Salah satu yang juga wajib dipasang, adalah atribut kerapan sapi. Boleh pakai replika kepala sapi, kayu tunggangan atau perlengkapan lain,&#8221; paparnya.</p>



<p>Penilaian kategori fashion terbaik dilakukan oleh dua juri, yakni Agus Sunandar yang juga sebagai CEO Malang Flower Carnival dan Febry Alvan Santana, Juri Jember Fashion Carnival .</p>



<p>Karena ini acara karnaval, tentu juga dimeriahkan oleh penampilan sejumlah grup musik tradisional Tong Tong yang khas yang akan mengisi panggung MEC 2023. Diantaranya, Pangeran Girpapas, Pangeran Songenep, Putra Sinding Puri, Lanceng Kermata, dan Tingkerbell. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan sentuhan magis dari musik tradisional Madura yang menggugah jiwa.</p>



<p>Salah seorang ibu peserta, Arum, mengaku bangga bisa mendaftarkan anaknya di gelaran ini. &#8220;Saya buat kostumnya seminggu. Alhamdulillah, anak saya berani. Yang terpenting, saya bisa ikut mengenalkan budaya kerapan sapi melalui fashion yang dipakai anak saya,&#8221; terang Arum. <strong>(edo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198357</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
