<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>etnis tionghoa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/etnis-tionghoa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Mar 2018 14:41:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>etnis tionghoa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Himaprodi Sastra Cina FIB UB, Rayakan Cap Goh Meh bersama Anak Yatim Piatu</title>
		<link>https://memontum.com/himaprodi-sastra-cina-fib-ub-rayakan-cap-goh-meh-bersama-anak-yatim-piatu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2018 14:41:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cap Go Meh]]></category>
		<category><![CDATA[etnis tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29787-himaprodi-sastra-cina-fib-ub-rayakan-cap-goh-meh-bersama-anak-yatim-piatu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Cap Go Meh merupakan tradisi yang melambangkan hari ke-15, sekaligus hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Sebagai bentuk pengakuan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Sastra Cina (Long Wen Xi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) Malang, menggelar acara Cap Goh Meh di Aula [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Cap Go Meh merupakan tradisi yang melambangkan hari ke-15, sekaligus hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Sebagai bentuk pengakuan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Sastra Cina (Long Wen Xi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) Malang, menggelar acara Cap Goh  Meh di Aula Gedung A Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (3/3/2018).</p>
<p>Menurut sejarah, Cap Goh Meh merupakan hari dimana Kaisar Langit ingin membakar bumi sebagai bentuk kemarahan karena binatang peliharaannya dibunuh oleh penduduk Tiongkok. Agar bumi tak jadi dibakar, penduduk Tiongkok berinisiatif memakai baju berwarna merah, menghidupkan petasan, serta obor yang bertujuan untuk mengelabuhi Kaisar Langit. Sehingga Kaisar Langit mengira bahwa bumi sudah terbakar, padahal tidak demikian.</p>
<div id="attachment_5720" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-5720" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180303-WA0040-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Panitia bersama anak yatim piatu Panti Asuhan Siti Hajar Malang. (karel julianus)" width="500" height="300" class="size-full wp-image-29788" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180303-WA0040-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180303-WA0040-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180303-WA0040-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180303-WA0040-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-5720" class="wp-caption-text"><em>Panitia bersama anak yatim piatu Panti Asuhan Siti Hajar Malang. <strong>(karel julianus)</strong></em></p></div>
<p>Pada tahun ini, Cap Go Meh Himaprodi Sastra Cina memeriahkannya bersama anak Panti Asuhan Siti Hajar Malang, yang beralamat Jalan B. Srigading DLM No. 44, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, yang mempersembahkan penampilan terbaik mereka untuk menghibur tamu undangan.</p>
<p>Ketua Pelaksana, Salsabilla Jihan, menjelaskan jika selama ini Cap Goh Meh identik dengan gelaran festival dan pertunjukkan Barongsai. Namun tahun ini, dibuat sesuatu yang berbeda, dengan tukar menukar kado dan bakti sosial kepada anak yatim piatu.</p>
<p>&#8220;Kegiatan perayaan Gap Goh Meh di kampus UB merupakan kegiatan pertama kali. Saat ini kami tidak memungkinkan mendatangkan Barongsai. Sehingga kami ganti dengan acara bakti sosial, diantaranya membagikan angpao, alat tulis, dan sembako kepada 30 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Siti Hajar, untuk merayakan kegembiraan bersama dalam acara Cap Goh Meh tahun ini,&#8221; ungkap Mahasiswa Sastra Cina angkatan 2015, atau semester 6 ini, kepada Memo X (Grup Memontum.com).</p>
<p>Tak hanya kepada anak yatim piatu, tukar menukar antar mahasiswa Himaprodi Sastra Cina pun dilakukan sebagai bentuk kebersamaan. &#8220;Setiap mahasiswa yang datang diwajibkan membawa kado. Nantinya saling tukar kado, dengan harapan mempererat kebersamaan di antara mahasiswa Sastra Cina,&#8221; terang Bella, sapaan akrabnya.</p>
<p>Selain itu, acara ini dimeriahkan oleh talk show, game, penampilan Black Swan, makan bersama lontong Cap Goh Meh, dan ditutup dengan acara tukar kado. Harapannya, melalui berbagi kasih dengan sesama sembari memperkenalkan budaya, Himaprodi Sastra Cina termotivasi untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi dan berbudi luhur. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Cap Go Meh, SD Setia Budhi Gresik Tampilkan Atraksi Barongsai serta Bagi Kue</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-cap-go-meh-sd-setia-budhi-gresik-tampilkan-atraksi-barongsai-serta-bagi-kue</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2018 13:18:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cap Go Meh]]></category>
		<category><![CDATA[etnis tionghoa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29726-peringati-cap-go-meh-sd-setia-budhi-gresik-tampilkan-atraksi-barongsai-serta-bagi-kue</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8212; Dalam rangka memperingati perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, Guru dan murid SD Setia Budhi, Gresik membagikan kue keranjang dan bakpao kepada pedagang kaki Lima, tukang becak, dan masyarakat disekitar Sekolah. “Kami membagikan kue keranjang, bakpao dan kipas. Rasa kue yang manis sebagai simbol berbagi kegembiraan pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8212; Dalam rangka memperingati perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, Guru dan murid SD Setia Budhi, Gresik membagikan kue keranjang dan bakpao kepada pedagang kaki Lima, tukang becak, dan  masyarakat disekitar Sekolah.</p>
<p>“Kami membagikan kue keranjang, bakpao dan kipas. Rasa kue yang manis sebagai simbol berbagi kegembiraan pada sesama,” ujar Tri Desi Kusumaning Ayu, Ketua Panitia Kegiatan, Sabtu (3/3/18).kemarin.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0083-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-29727" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0083-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0083-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terlihat Kepala SD Setia Budhi, Muhammad Bakir, Guru dan siswa mendatangi warga yang ada di sekitar sekolah. Begitu bertemu mereka langsung membagikan kue khas Imlek tersebut.</p>
<p>“Pokoknya ketemu orang langsung kami kasih kue aja. Tadi juga ada tukang becak yang kami kasih,” tutur Desi.</p>
<p>Kegiatan tahunan sekolah ini, juga diisi penampilan aktraksi barongsai yang diperagakan para siswa SD Setia Budhi di halaman sekolah.</p>
<p>“Anak-anak banyak yang senang melihat aktrasi barongsai. Apalagi ada yang memberi ampau,&#8221; tambah Desi.</p>
<p> Kepala SD Setia Budhi, Muhammad Bakir, menjelaskan bahwa selain pembagian kue dan barongsai, kegiatan ini juga diisi dengan lomba fashion show bertema Imlek, lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Gresik dan wushu.</p>
<p>“Beragam kegiatan yang kami lakukan agar masyarakat umum tahu bahwa di SD Setia Budhi tidak hanya dari satu etnis dan agama saja,” terangnya.</p>
<p>Sekolah yang terletak di samping Alun-alun Gresik itu, memang muridnya multi etnis dan agama. Ada yang beragama Budha, Hindu, Islam, Kristen dan Katolik. SD Setia Budhi menjadi satu-satunya sekolah di Gresik yang memiliki kegiatan ektra barongsai.</p>
<p>“Kami berharap aktraksi barongsai sebagai bagian dari mengenal budaya dari etnis Tionghoa antar siswa. Sehingga akan tercipta sikap toleransi dan saling menghargai,” pungkasnya.<strong> (gbr/sgg)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29726</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
