<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Evakuasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/evakuasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 13:48:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Evakuasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Antisipasi Banjir, Pemkot Malang Pasang Jalur Evakuasi dan Siagakan Posko Tanggap Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-banjir-pemkot-malang-pasang-jalur-evakuasi-dan-siagakan-posko-tanggap-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[siagakan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228667</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemkot Malang memasang jalur evakuasi dan mendirikan posko tanggap bencana, di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, Kamis (11/12/2025) tadi. Dalam pemasangan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan peninjauan. Pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemkot Malang memasang jalur evakuasi dan mendirikan posko tanggap bencana, di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, Kamis (11/12/2025) tadi. Dalam pemasangan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan peninjauan.</p>



<p>Pria nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kejadian banjir pada 4 Desember 2025 lalu. Karenanya, akan diaktifkan posko siaga bencana 24 jam untuk mempercepat respons penanganan banjir.</p>



<p>“Posko ini kami dekatkan ke titik-titik rawan. Tim dari Polresta, Kodim, BPBD, PMI dan relawan semuanya siaga 24 jam,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, banjir sebelumnya dipicu intensitas hujan tinggi serta kendala sarana prasarana yang terhambat sedimentasi dan sampah. Pemkot pun telah melakukan kerja bakti massal di seluruh RT. Sementara Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru, menjadi prioritas awal karena terdampak paling parah. Namun, Kecamatan Kedungkandang akan segera menyusul menjadi posko aktif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Amprong ini ancamannya dari timur. Kalau wilayah atas hujan deras, otomatis turun ke Kota Malang. Karena itu posko Kedungkandang harus segera aktif,” tegasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu memastikan, bahwa seluruh kecamatan tetap siaga penuh karena seluruh perangkat daerah, dari lini bawah, yakni Lurah, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Linmas, sudah diperintahkan untuk bersiap. &#8220;Harapannya dengan adanya posko bencana ini, kita lebih cepat untuk menangani,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, memastikan pengamanan posko diperkuat personel berkemampuan khusus. “Ada tiga sit. Setiap sif delapan personel. Semua yang ditempatkan adalah anggota dengan latar belakang Brimob, jadi punya kemampuan SAR dan penyelamatan,” kata Kapolresta Nanang.</p>



<p>Sedangkan untuk jumlah posko, menurutnya bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan situasi lapangan. Karenanya, saat ini ada empat posko yang disiapkan. “Tinggal berapa posko yang diperlukan, kami siap menambah,” imbuh Nanang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Lumajang Minta Warga di Zona Merah untuk Mengungsi ke Lokasi Evakuasi</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-minta-warga-di-zona-merah-untuk-mengungsi-ke-lokasi-evakuasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengungsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghimbau warga agar mereka yang berada di zona merah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, seperti warga Desa Sumberwuluh, Jugosari, Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pronojiwo, untuk segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang telah disiapkan pemerintah. Himbauan itu disampaikan, seiring meningkatnya status Gunung Semeru saat ini berada pada Level [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menghimbau warga agar mereka yang berada di zona merah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, seperti warga Desa Sumberwuluh, Jugosari, Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pronojiwo, untuk segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang telah disiapkan pemerintah. Himbauan itu disampaikan, seiring meningkatnya status Gunung Semeru saat ini berada pada Level IV (Awas) per pukul 17.00 WIB.</p>



<p>“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Evakuasi ini dilakukan, agar setiap keluarga terlindungi dan prosesnya sudah dirancang dengan aman dan tertib,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Rabu (19/11/2025) tadi.</p>



<p>Pemerintah daerah dan BPBD Lumajang, pun telah menyiapkan lokasi evakuasi yang layak, serta melakukan koordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk mempermudah mobilisasi warga. Setiap keluarga, diimbau untuk membawa perlengkapan penting secara sederhana, seperti masker, air minum, obat-obatan, dan dokumen penting.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah juga menekankan, bahwa langkah ini adalah langkah pencegahan, bukan tanda kepanikan. “Dengan kesiapsiagaan yang tepat, kita menghadapi situasi ini dengan tenang. Pemerintah bersama masyarakat selalu siap mendukung dan menjaga keselamatan warga,” tambahnya.</p>



<p>BPBD Lumajang dan pemerintah daerah terus memantau kondisi Semeru secara real time dan akan memberikan informasi terbaru melalui kanal resmi. Masyarakat diingatkan untuk mengutamakan informasi resmi dan menghindari rumor yang belum terverifikasi, sehingga rasa aman dan tenang tetap terjaga. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Evakuasi Tiga Jenazah Diduga Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-gabungan-evakuasi-tiga-jenazah-diduga-korban-tenggelamnya-kmp-tunu-pratama-jaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pratama]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelamnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223833</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Memasuki hari kesembilan operasi SAR terhadap musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi sebanyak tiga jenazah yang diduga korban dari musibah tersebut, Kamis (10/07/2025) tadi. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R Eko Suyatno selaku SMC, dalam konferensi pers pagi dengan sejumlah media menyampaikan, korban ke 43 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Memasuki hari kesembilan operasi SAR terhadap musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi sebanyak tiga jenazah yang diduga korban dari musibah tersebut, Kamis (10/07/2025) tadi.</p>



<p>Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R Eko Suyatno selaku SMC, dalam konferensi pers pagi dengan sejumlah media menyampaikan, korban ke 43 ditemukan pada Rabu (09/07/2025) pukul 16.23. Yakni ditemukan di sekitar perairan pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.</p>



<p>Eko Suyatno menjelaskan, proses evakuasi berjalan cukup lama, sebab Tim SAR gabungan menghadapi kondisi cuaca perairan Selat Bali yang tidak bersahabat. Sekitar pukul 22.30, akhirnya jenazah berhasil dievakuasi ke Pantai Satelit Muncar.</p>



<p>&#8220;Kemudian Tim SAR gabungan menerima informasi adanya satu jenazah di sekitar pantai Plengkung, Kamis (10/07/2025) sekitar pukul 04.00 WIB. SRU darat dari pihak Kepolisian setempat yang dibantu warga sekitar kemudian menuju ke lokasi untuk mengevakuasinya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, Tim SAR gabungan juga mendapatkan informasi bahwa ada nelayan yang melihat satu jenazah di perairan Pantai Perancak sekitar pukul 03.00 WITA. Dalam proses evakuasinya, Tim SAR gabungan kembali menghadapi kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Jenazah ketiga baru berhasil dievakuasi ke darat melalui Pantai Pebuahan sekitar pukul 08.55 WITA.</p>



<p>&#8220;Semua jenazah yang ditemukan ini, selanjutnya dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Sidokkes Polresta Banyuwangi &#8211; Biddokkes Polda Jatim,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya pencarian di permukaan air pada hari kesembilan dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi. SRU laut kembali memfokuskan upaya pencarian di sektor selatan. Ada 11 sektor yang disisir oleh SRU laut dengan mengerahkan sejumlah kapal-kapal besar.</p>



<p>Kondisi cuaca di perairan selat Bali pada hari kesembilan pencarian ini dominan berawan tebal, angin bertiup kencang dengan kecepatan 6 – 25 knots, ketinggian gelombang maksimal berkisar antara 2,5 – 4 meter, serta kecepatan arus permukaan 3 m/s.</p>



<p>Upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur darat di sepanjang pesisir pantai di Selat Bali, baik di sisi Banyuwangi maupun Bali. Upaya penyisiran darat ini melibatkan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, relawan dan masyarakat sekitar.</p>



<p>Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 45 orang korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Putra telah ditemukan, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat dan 15 orang dalam kondisi meninggal.</p>



<p>Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR hari keenam pencarian ini, diantaranya dari Kantor Pusat Basarnas, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 Puspenerbal, Pushudrosal, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Baharkam Polri, Ditpolairud Polda Jatim, Polres Banyuwangi, Satpolairud Polres Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Satbrimob.</p>



<p>Selain itu juga KPLP, BSG, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, Kodim 0825 Banyuwangi, Koramil Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA Unej, Besromben Indonesia, nelayan sekitar dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Evakuasi Jenazah Korban Jatuh di Jurang Gunung Saeng Bondowoso Berhasil</title>
		<link>https://memontum.com/evakuasi-jenazah-korban-jatuh-di-jurang-gunung-saeng-bondowoso-berhasil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2025 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[jurang]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221747</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Fahrul Hidayatullah (18) dari jurang sedalam 150 meter di kawasan Gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso, Minggu (04/05/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu selama tiga hari. “Proses evakuasi jenazah korban berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu tiga hari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Fahrul Hidayatullah (18) dari jurang sedalam 150 meter di kawasan Gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso, Minggu (04/05/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu selama tiga hari. “Proses evakuasi jenazah korban berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu tiga hari karena kondisi tebing jurang yang berbatu dan cukup ektrim,” ujar Nanang Sigit.</p>



<p>Nanang menambahkan, jenazah korban berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan ke atas jurang pada pukul 12.00. Selanjutnya, proses evakuasi jenazah korban ke Posko SAR gabungan secara estafet.</p>



<p>Pada pukul 16.50, tambahnya, jenazah korban tiba di Puskemas Pembantu Sumberwaru. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangara Bondowoso guna mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumya, puluhan orang dari berbagai instansi atau organisasi, ikut terlibat dalam upaya pencarian hingga evakuasi korban. Selain mengerahkan tim dari Pos SAR Jember, Kantor SAR Kelas A Surabaya juga mengirimkan satu tim lagi dari Surabaya guna perkuatan dan membantu proses evakuasi. Perkuatan personel ini dilakukan, karena dalam upaya evakuasi sebelumnya, ada dua orang personel Tim SAR gabungan yang cidera saat berupaya mengevakuasi korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Koordinator Pos SAR Jember, Andi Irawan, yang juga selaku Koordinator Tim SAR gabungan mengatakan, cidera yang dialami dua orang personel tersebut karena jalur evakuasi dan kondisi cuaca yang ekstrim, yaitu hujan dan berkabut tebal. Saat ditemukan, korban berada di koordinat 7° 56&#8242; 07.111&#8243; S 113° 43&#8242; 36.919&#8243; E atau berjarak sekitar 54 meter dari lokasi awal kejadian terjatuhnya korban.</p>



<p>Lokasi ini berhasil diketahui, setelah personel Pos SAR Jember melakukan pencarian udara dengan menggunakan drone dan kemudian dilakukan pengecekan secara langsung oleh tim darat. Proses pencarian hingga evakuasi korban ini melibatkan sejumlah pihak, diantaranya Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Bondowoso, Satgas Gunung Saeng, Kodim 0822 Situbondo, Koramil Binakal, Polres Bondowoso, Satbrimob Bondowoso, Polsek Binakal, Siluman Rescue, SAR OPA Jember, WANADRI, Gema Mahapeta, Pemdes Sumberwaru, BPBD Kabupaten Jember, Tagana Damkar, Dinkes, APGI Bondowoso, relawan Makelar Akherat, Orari, BP13 Bondowoso, Vapor Rescue Probolinggo, Relawan Besromben dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.</p>



<p>Adapun peralatan SAR yang digunakan dalam proses pencarian hingga evakuasi jenazah korban ini, diantaranya drone, peralatan vertical rescue, peralatan navigasi darat, peralatan medis dan komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya. Pihak SAR gabungan mengimbau kepada para pendaki agar lebih berhati-hati dan tidak memaksakan perjalanan saat kondisi fisik atau cuaca tidak mendukung.</p>



<p>Sebelumnya, Fahrul Hidayatullah, diketahui pendaki asal Jember yang terjatuh di jurang gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso. Diketahui, bahwa kejadian yang dialami korban ini berawal saat korban dan empat orang temannya turun mendaki Gunung Saeng, melalui jalur Desa Sumberwaru, Kamis (01/05/2025) pukul 07.28.</p>



<p>Saat dalam perjalanan turun, sekitar pukul 13.30, korban terjatuh ke jurang karena kondisi hujan badai. Teman-teman korban kemudian turun untuk mencari pertolongan di posko. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221747</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satpolairud Polres Situbondo Bantu Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Sapudi Madura</title>
		<link>https://memontum.com/satpolairud-polres-situbondo-bantu-evakuasi-nelayan-tenggelam-di-perairan-sapudi-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 04:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[sapudi]]></category>
		<category><![CDATA[Satpolairud]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219161</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tiga nelayan asal Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan tenggelam saat menangkap ikan di Perairan Sapudi Madura. Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, melalui Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan dari informasi tersebut kemudian anggota Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan Pos TNI AL Jangkar bergegas mendatangi TKP ke Perairan Dusun Mimbo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Tiga nelayan asal Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dilaporkan tenggelam saat menangkap ikan di Perairan Sapudi Madura.</p>



<p>Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, melalui Kasatpolairud, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan dari informasi tersebut kemudian anggota Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan Pos TNI AL Jangkar bergegas mendatangi TKP ke Perairan Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar. Bersama petugas BPBD serta anggota Polsek Banyuputih dan instansi terkait, selanjutnya bersama-sama membantu untuk proses evakuasi korban serta koordinasi dengan aparat di Pulau Sapudi Madura.</p>



<p>“Senin (10/02/2025) sekitar pukul 03.30, ketiga korban tenggelam yaitu Amsa, Hamim dan Nursalim, akhirnya dapat diselamatkan oleh dua perahu nelayan dan dibawa ke Perairan Dusun Mimbo. Ketiganya, dievakuasi dalam keadaan selamat dan selanjutnya dilakukan perawatan kesehatan di Puskesmas Banyuputih,” terang AKP Gede Sukarmadiyasa, Selasa (11/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan, bahwa diketahui jika sebelumnya ketiga korban menggunakan perahu jenis Fiber dengan nama &#8216;Daeng&#8217; berangkat dari Mimbo untuk mencari ikan di perairan Sapudi, Minggu (09/02/2025) sekitar pukul 15.00. Harusnya, Senin mereka sudah pulang, namun belum juga pulang hingga kejadian ini dilaporkan ke petugas kepolisian.</p>



<p>Ketiga korban akhirnya dapat diselamatkan oleh dua perahu nelayan, yaitu Perahu Karunia dengan nahkoda Amir Hariyono dan Perahu Selerek Berkat dengan nahkoda Amir Hamzah selanjutnya dievakuasi ke daratan Dusun Mimbo. “Penyebab tenggelamnya ketiga nelayan itu disebabkan oleh hantaman ombak dengan tinggi sekitar 3 meter, yang mana saat itu korban perjalanan pulang ke Perairan Mimbo dengan membawa ikan hasil tangkapan sekitar 8 kwintal,” terang AKP Gede</p>



<p>Pada kesempatan itu, Gede Sukarmadiyasa juga menginformasikan kembali prakiraan BMKG bahwa kondisi cuaca masih ekstreme untuk melaut, karena ketinggian gelombang di Kepulauan Madura, Selat Madura dan Banyuwangi masih tinggi dan dapat mencapai 4 meter. “Kami mengimbau kepada para nelayan untuk tidak melaut sementara waktu dan apabila terpaksa wajib menggunakan atau membawa alat keselamatan sehingga saat terjadi sesuatu dapat tertolong dan selamat,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Bupati Pasuruan Salurkan Logistik dan Evakuasi Warga Terdampak Tanah Gerak</title>
		<link>https://memontum.com/pj-bupati-pasuruan-salurkan-logistik-dan-evakuasi-warga-terdampak-tanah-gerak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Logistik]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<category><![CDATA[terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218811</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Kepala BPBD, Sugeng Hariyadi, bergerak cepat pasca terjadinya tanah gerak yang mengakibatkan puluhan rumah rusak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kamis (30/01/2025) tadi. Rombongan, selain meninjau juga sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Baik makanan siap saji, obat-obatan maupun perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan. &#8220;Pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Kepala BPBD, Sugeng Hariyadi, bergerak cepat pasca terjadinya tanah gerak yang mengakibatkan puluhan rumah rusak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kamis (30/01/2025) tadi. Rombongan, selain meninjau juga sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Baik makanan siap saji, obat-obatan maupun perlengkapan rumah tangga yang dibutuhkan.</p>



<p>&#8220;Pertama kita akan cek lagi kira-kira penyebabnya apa. Apakah di bawah rumah warga itu ada sumber air atau apa. Sehingga, ini bisa berdampak kepada retakan. Nanti akan ada tim dari Pemprov Jatim, nanti ada ahlinya kira-kira ini bahaya apa tidak,&#8221; jelas Pj Bupati Pasuruan.</p>



<p>Terhadap warga terdampak, disampaikan bahwa sesaat setelah kejadian, puluhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan langsung diungsikan ke SDN Cowek 2. Total ada 57 orang dari 47 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang saat ini masih di sana.</p>



<p>&#8220;Kedua, ini tadi sudah dilakukan assestment berapa jumlah rumah warga yang rusak parah dan rusak ringan. Sehingga, akan diinventarisir dahulu. Mungkin kebijakan yang cepat adalah untuk sementara mengungsikan warga yang posisi rumahnya agak bahaya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Dijumpai di sela-sela visitasi ke rumah warga yang rumah, Pj Bupati Nurkholis berharap agar BPBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan kajian terhadap penyebab tanah gerak. Hal itu, sebagai pijakan langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan, yang selanjutnya dalam melakukan penanganan pasca bencana selanjutnya.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya harap bantuan dari Pemprov Jatim akan segera datang. Sehingga, bisa diambil langkah-langkah lanjutan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara untuk warga yang ada dalam pengungsian, lanjutanya, seluruhnya tidak perlu khawatir akan logistik. Sebab, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sudah menyediakan bantuan kedaruratan, mulai makanan siap saji, nasi kotak, selimut, matras untuk tempat tidur dan bantuan lain.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami jamin logistik untuk warga terdampak aman. Makanan siap saji, nasi kotak, selimut, matras dan lainnya semuanya telah kami distribusikan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pantauan di lapangan, setidaknya ada 5 hingga 6 rumah warga terdampak yang dikunjungi Pj Bupati Nurkholis. Menurutnya, seluruh rumah tersebut dalam kondisi cukup parah, sehingga tidak layak untuk dihuni.</p>



<p>Dirinya pun meminta warga agar segera mengemas seluruh perabotan rumah dan segera dipindah ke tempat yang lebih aman. &#8220;Dengan catatan tetap waspada, karena tadi pagi retakannya tidak terlalu besar dan sekarang kata warga semakin melebar. Selamatkan barang berharga dan perabotan rumah yang dirasa penting untuk dibawa dan dipindah ke tempat yang lebih aman,&#8221; harapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Pj Bupati Nurkholis menegaskan hari ini Tim Terpadu dari Pemprov Jatim akan turun ke lokasi. Tujuannya, tidak lain untuk memastikan penyebab fenomena tanah gerak sekaligus langkah yang harus diambil setelah ada kesimpulan dari tim tersebut.</p>



<p>&#8220;Siang ini ada Tim Terpadu dar Pemprov akan asesment tentang penyebabnya apa? Bahaya atau bagaimana? Seberapa bahaya untuk ke depannya? semuanya akan kita ketahui siang sampai sore nanti,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Diketahui, kejadian tanah gerak dirasakan warga sejak dua hari lalu, atau tepatnya Selasa (28/1/2025) sore. Selain tanah gerak, permukiman warga hingga akses jalan utama di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan sehingga membahayakan jika dilintasi.</p>



<p>Dari catatan BPBD Kabupaten Pasuruan, dilaporkan ada 47 rumah warga terdampak tanah gerak. Dari jumlah tersebut, 16 rumah diantaranya mengalami kerusakan paling parah, sisanya rusak sedang dan ringan. Sedangkan jumlah warga yang menghuni 47 rumah tersebut mencapai 176 orang. <strong>(pro/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218811</post-id>	</item>
		<item>
		<title>20 Korban Longsor Pekalongan Berhasil Evakuasi Petugas, Usaha Pencairan Terus Berlanjut</title>
		<link>https://memontum.com/20-korban-longsor-pekalongan-berhasil-evakuasi-petugas-usaha-pencairan-terus-berlanjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[berlanjut,]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[pencairan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218610</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pekalongan &#8211; Petugas gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Kesimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Bahkan, ratusan petugas gabungan terus dikerahkan, termasuk juga mengerahkan anjing pelacak dan drone thermal. Dalam pencarian di hari ke 2 ini, sebanyak 3 korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (22/01/2025) tadi. Dengan ditemukannya 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pekalongan</strong> &#8211; Petugas gabungan terus melakukan pencarian korban longsor di Desa Kesimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Bahkan, ratusan petugas gabungan terus dikerahkan, termasuk juga mengerahkan anjing pelacak dan drone thermal.</p>



<p>Dalam pencarian di hari ke 2 ini, sebanyak 3 korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (22/01/2025) tadi. Dengan ditemukannya 3 jenazah ini, total sudah ada 20 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan beberapa rincian, sebanyak 7 korban diantaranya merupakan warga setempat, sedangkan lainnya adalah masyarakat yang sedang melintas di jalan atau berteduh saat bencana terjadi.</p>



<p>Salah seorang relawan Muhammadiyah Banjarnegara, Jaka Prasetyo, yang ikut dalam pencarian korban, menjelaskan bahwa pencarian di hari kedua ini diwarnai dengan cuaca gerimis. Dijelaskan pula, bahwa 3 korban itu ditemukan di lokasi berbeda. Satu jenazah ditemukan di sekitar sungai, bawah bambu sekira pukul 10.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sedangkan dua jenazah tersebut, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ditemukan sekitar pukul 11.00. &#8220;Korban asli dari penduduk lokal itu hanya 7 orang, mereka meninggal dunia semua. Selebihnya orang yang berlalu lintas atau berteduh di rumah pak carik,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya, mengatakan bahwa petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban longsor lain di Desa Kesimpar. Bahkan titik pencarian difokuskan pada lokasi yang lebih sulit karena diduga masih ada korban yang tertimbun.</p>



<p>Letkol Inf Rizky menjelaskan bahwa 3 korban meninggal berhasil dievakuasi, dua diantaranya berhasil diidentifikasi yakni Nur Aisyah, warga Singgodadi dan Ta&#8217;ari, warga Yosorejo, Pekalongan. Sedangkan satu orang lagi, masih dilakukan pemeriksaan tim medis di Puskesmas Petungkriyono, yang membangun tenda darurat di dekat lokasi bencana longsor.</p>



<p>&#8220;Meskipun kondisi cuaca masih buruk dan berkabut, pencarian dengan cara menyisir di sejumlah titik terus dilakukan dengan harapan korban lain dapat segera ditemukan dan dievakuasi,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218610</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kementerian Luar Negeri Evakuasi 40 WNI dan 1 WNA dari Lebanon</title>
		<link>https://memontum.com/kementerian-luar-negeri-evakuasi-40-wni-dan-1-wna-dari-lebanon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[Lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215076</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Sebanyak 40 WNI (warga negara Indonesia) dan 1 WNA (pasangan salah satu WNI) berhasil dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dari Lebanon, yang keamanannya semakin memburuk akibat peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ke 41 orang ini, dievakuasi dengan aman dan selamat dari Lebanon ke Amman, Yordania. Direktur Pelindungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Sebanyak 40 WNI (warga negara Indonesia) dan 1 WNA (pasangan salah satu WNI) berhasil dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dari Lebanon, yang keamanannya semakin memburuk akibat peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ke 41 orang ini, dievakuasi dengan aman dan selamat dari Lebanon ke Amman, Yordania.</p>



<p>Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, melalui keterangan tertulis kepada media, membenarkan proses evakuasi tersebut. &#8220;Saat ini total 40 WNI dan 1 WNA (pasangan WNI) sudah berada dengan aman dan selamat di Amman, Yordania,&#8221; ujarnya, Minggu (06/10/2024) tadi.</p>



<p>Ke 41 orang yang dievakuasi ke Amman itu, melalui dua gelombang. Yakni jalur darat dari Beirut di Lebanon, Damaskus di Suriah, selanjutnya ke Amman di Yordania. Menurut rencana, ke 41 orang yang dievakuasi tersebut akan dipulangkan ke Indonesia melalui dua penerbangan komersial dan akan tiba di Jakarta, pada 7 Oktober 2024.</p>



<p>Terkait proses pemulangan tersebut, dirinya menyebutkan bahwa gelombang keempat evakuasi, yang membawa 20 dari 40 WNI dan 1 WNA tersebut, akan berangkat pada 6 Oktober pukul 18.10 waktu setempat (atau pukul 22.10 WIB). Diperkirakan, akan tiba di Jakarta pada 7 Oktober pukul 15.40, dengan menggunakan Pesawat Emirates EK 356.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian gelombang kelima, ujarnya, yang terdiri dari 20 WNI dan 1 WNA, akan lepas landas pada 6 Oktober pukul 14.00 waktu setempat (atau pukul 18.00 WIB) dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada 7 Oktober 2024 pukul 07.40, dengan menggunakan pesawat bernomor penerbangan QR 958.</p>



<p>&#8220;Gelombang kelima Evacuee Beirut tiba terlebih dahulu dari gelombang keempat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (04/10/2024) kemarin, Judha mengatakan bahwa 65 WNI di Lebanon telah berhasil dievakuasi dalam beberapa gelombang keberangkatan hingga Oktober 2024, setelah situasi keamanan di Lebanon kian memburuk akibat peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.</p>



<p>Sebanyak 25 WNI yang berangkat di tiga gelombang pertama pada Agustus 2024, telah tiba dengan selamat di Indonesia. Sementara 40 WNI lain yang dievakuasi dalam dua gelombang pada bulan ini, telah dipastikan keluar dari Lebanon. Setelah evakuasi 25 WNI pada Agustus, Judha mengatakan masih ada 116 WNI di Lebanon, yang sebagian besar atau sebanyak 83 orang, berada di Beirut. &#8220;Kemlu RI dan KBRI Beirut semakin mengintensifkan komunikasi dengan simpul-simpul WNI yang masih bertahan di Lebanon untuk meminta mereka segera ikut evakuasi ke Tanah Air demi keselamatan diri sendiri, &#8220;kata Judha.</p>



<p>Setelah komunikasi tersebut, jumlah WNI yang bersedia ikut evakuasi meningkat dari yang sebelumnya hanya 6 orang menjadi 40 orang. &#8220;Merekalah yang kemudian dievakuasi Oktober ini,&#8221; kata Judha. <strong>(ant/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215076</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Jember Lepas Peserta Susur Jalur Evakuasi Bencana Tsunami</title>
		<link>https://memontum.com/apel-kesiapsiagaan-bencana-bupati-jember-lepas-peserta-susur-jalur-evakuasi-bencana-tsunami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 10:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapsiagaan,]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209919</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan jajaran Forkopimda serta para pimpinan OPD, menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Jember di Lapangan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Apel ini digelar, sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Bupati Hendy Siswanto menyampaikan, bahwa kegiatan Apel Kesiapsiagaan 2024 ini adalah amanah dari pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto dan jajaran Forkopimda serta para pimpinan OPD, menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Jember di Lapangan Puger, Selasa (28/05/2024) tadi. Apel ini digelar, sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.</p>



<p>Bupati Hendy Siswanto menyampaikan, bahwa kegiatan Apel Kesiapsiagaan 2024 ini adalah amanah dari pemerintah melalui undang-undang yang sudah ada sejak 2017. &#8220;Jadi, masyarakat harus mempunyai kemampuan serta membangun kembali kehidupan pasca bencana yang bertujuan untuk mengurangi dampak bencana yang diterima,&#8221; ujar Bupati Hendy.</p>



<p>Dirinya berharap, melalui kegiatan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Jember, maka berikutnya rutin dilakukan. &#8220;Bukan hanya di tahun 2024 saja kegiatan kesiapsiagaan ini, tapi setiap saat kita harus siap. Karena di pesisir pantai kita ini potensi gempa dan tsunaminya sangat besar sekali,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kendati demikian, Bupati Hendy juga mengatakan kesiapsiagaan bencana bukan hanya tugas petugas. Tetapi juga tugas seluruh masyarakat. &#8220;Maka sudah selayaknya bencana ini adalah tanggung jawab kita bersama. Maka kita harus melakukan satu kegiatan yang namanya Pentahelix. Mulai dari masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, instansi terkait semua harus terlibat di dalamnya, dari anak-anak maupun dewasa,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkan, dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember juga memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan bencana. &#8220;Seperti pada pagi hari ini, teman-teman dari BPBD memberikan edukasi kepada masyarakat. Mereka diberi edukasi tentang bagaimana bersikap jika ada bencana. Kalau ada gempa, apa yang harus mereka lakukan. Jika ada tsunami, mereka harus lari ke tempat yang lebih tinggi dan tidak boleh panik. Hal-hal seperti itu, yang dilakukan,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Tidak hanya Apel Kesiapsiagaan, Bupati Jember juga melepas peserta susur jalur evakuasi bencana tsunami. Sebab, di sepanjang di pesisir pantai ini, potensi gempa dan tsunami sangat tinggi. Harapannya, Tagana lebih waspada dalam menanggulangi bencana.</p>



<p>&#8220;Saya harap ini tidak hanya dilakukan setahun sekali. Tetapi bisa rutin dilakukan. Ini adalah sikap kita dan bukan untuk berharap ada bencana. Tetapi ini adalah ikhtiar kita sebagai manusia dan jika bencana itu terjadi, kita sudah siap serta kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kita juga tetap berdoa, semoga di Kabupaten Jember dan negeri kita ini tidak ada bencana lagi,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209919</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
