<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>family &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/family/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2025 12:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>family &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perluas Program Family Corner Berbasis Masjid, Pemkot Malang Target 20 Masjid di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/perluas-program-family-corner-berbasis-masjid-pemkot-malang-target-20-masjid-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[corner]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[perluas]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225837</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong penguatan kapasitas keluarga melalui program family corner berbasis masjid. Setelah diaktifkan di 15 masjid, tahun 2025 ini program tersebut ditargetkan menyebar ke 20 masjid atau pun musala di wilayah Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa family corner merupakan inovasi yang digagas sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong penguatan kapasitas keluarga melalui program family corner berbasis masjid. Setelah diaktifkan di 15 masjid, tahun 2025 ini program tersebut ditargetkan menyebar ke 20 masjid atau pun musala di wilayah Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa family corner merupakan inovasi yang digagas sejak tahun 2023 dan menjadi program pertama di Indonesia. Inisiatif tersebut hadir, untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keluarga menuju sakinah, mawaddah dan warahmah.</p>



<p>“Kami berharap semua masjid dan musala bersama takmir bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahwa masjid bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keluarga,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (09/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa respon masyarakat sejauh ini sangat positif. Pemahaman baru bahwa masjid bisa menjadi ruang pembelajaran keluarga, bukan hanya ibadah, mulai diterima dengan baik. Karena itu, Pemkot berkomitmen memperluas jangkauan program seiring banyaknya jumlah masjid dan musala di Kota Malang.</p>



<p>“Masyarakat menyambut baik. Mudah-mudahan masjid dan musala lain juga bisa bergerak dan memberikan pemahaman yang sesuai,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Wali Kota Wahyu berpesan kepada seluruh pengurus takmir, terutama yang menjadi peserta workshop untuk dapat memanfaatkan momen tersebut dengan sebaik-baiknya. Terlebih, agar dapat memperkuat jejaring diantara pengurus.</p>



<p>&#8220;Agar bisa saling berbagi dan menguatkan satu sama lain. Program ini sudah diaktifkan di 15 masjd. Tahun ini targetnya menjadi 20 masjid yang mengaktifkan family corner,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225837</post-id>	</item>
		<item>
		<title>500 Pesepeda Ramaikan M11 Family Reunion, Kota Malang Jadi Magnet Sport Tourism</title>
		<link>https://memontum.com/500-pesepeda-ramaikan-m11-family-reunion-kota-malang-jadi-magnet-sport-tourism</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[magnet]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pesepeda]]></category>
		<category><![CDATA[ramaikan]]></category>
		<category><![CDATA[reunion,]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223204</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk ketiga kalinya, event sepeda lipat (Seli) nasional bertajuk M11 Family Reunion, kembali digelar di Kota Malang, Sabtu (21/06/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar 500 peserta dari 82 komunitas dari berbagai daerah Indonesia seperti Batam, Padang, Gorontalo dan tentunya Jawa, meramaikan acara yang menjadi bagian untuk menyemarakkan peringatan HUT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk ketiga kalinya, event sepeda lipat (Seli) nasional bertajuk M11 Family Reunion, kembali digelar di Kota Malang, Sabtu (21/06/2025) tadi. Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar 500 peserta dari 82 komunitas dari berbagai daerah Indonesia seperti Batam, Padang, Gorontalo dan tentunya Jawa, meramaikan acara yang menjadi bagian untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-111 Kota Malang.</p>



<p>Kegiatan yang diinisiasi komunitas Ngalam Folding Bike, ini menempuh rute sepanjang 50 kilometer dimulai dari Hotel Shalimar dan berakhir di Balai Kota Malang. Event sport tourism, pun menjadi wujud kolaborasi Pemkot Malang dengan komunitas dalam menyukseskan program prioritas ‘1.000 Event’ serta Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang utamanya Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud dukungan terhadap visi Kota Malang sebagai destinasi sport tourism. “Peserta senang, karena atmosfer Kota Malang berbeda dengan kota lain. Udaranya sejuk, pemandangan indah dan daya tarik wisata yang lengkap. Banyak pesepeda, bahkan dari luar Jawa tertarik ikut event seperti ini,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengatakan, bahwa event ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula konsumsi makanan dan belanja. Mereka tidak hanya bersepeda, tapi juga berwisata dan menikmati kuliner Kota Malang,” sambungnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana M11, Arif Tri Sastyawan, menyebutkan tema event yang diangkat tahun ini adalah ‘Family Reunion’, yang menjadi wadah reuni peserta di event sebelumnya, yakni M109, M110 dan Jamselinas (Jambore Sepeda Lipat Nasional).</p>



<p>“Ada tiga kategori, solo rider, keluarga, dan komunitas, tapi tetap mengusung semangat fun bike dan sport tourism. Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan tiket M11 langsung sold out hanya dalam tiga hari,” ungkap Arif.</p>



<p>Tidak hanya bersepeda, peserta juga diajak mengeksplorasi dan berfoto di ikon-ikon menarik Kota Malang, seperti Kayutangan Heritage, Ijen Boulevard, Kampung Warna-Warni, Alun-Alun Tugu serta mengikuti M11 Photo Challenge.</p>



<p>Perwakilan dari salah satu komunitas Srikandi Dua Pedal, mengatakan bahwa komunitasnya senang sekali mengikuti event M111 ini. Menurut komunitas yang beranggotakan para perempuan ini, Kota Malang menjadi daerah yang sangat representatif untuk penyelenggaraan event bersepeda.</p>



<p>“Semoga ke depan ada event yang lebih besar, melibatkan pecinta berbagai jenis sepeda. Sehingga lebih banyak yang bisa eksplorasi Kota Malang. Kan, memang Kota Malang ini Kota Pendidikan, Kota Wisata, Kota Budaya, rutenya juga asyik, cocok untuk sport tourism,” ujarnya antusias. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Delegasi dari 12 Negara Ikuti Ambassador Goes to Quality Family Village di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/17-delegasi-dari-12-negara-ikuti-ambassador-goes-to-quality-family-village-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 15:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[delegasi]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[quality]]></category>
		<category><![CDATA[village]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209370</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB). Dalam pelaksanaan itu, sebanyak 17 delegasi dari 12 negara dan organisasi internasional, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian acara Ambassador Goes To Kampung KB. Sejumlah utusan dari negara dan organisasi internasional tersebut, akan meninjau program-program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB). Dalam pelaksanaan itu, sebanyak 17 delegasi dari 12 negara dan organisasi internasional, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian acara Ambassador Goes To Kampung KB.</p>



<p>Sejumlah utusan dari negara dan organisasi internasional tersebut, akan meninjau program-program kependudukan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan Banyuwangi pada 13 sampai 15 Mei 2024. Sementara pelaksanaan acara tersebut, difasilitasi oleh Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.</p>



<p>Nampak hadir dalam pelaksanaan itu, antara lain Dubes Romania, Dan Adrian Balanescu, Dubes Thailand, Prapan Disyatat, Utusan Khusus Seychelles to ASEAN, Nico Barito, Charge D&#8217;affairs of the Embassy of Zimbabwe, Viola Matongorere. Serta, perwakilan delegasi dari Kenya, Finland, United Arab Emirates, Kanada, Australia, Singapura dan Malaysia. Termasuk, dari organisasi internasional hadir Kepala Deputi WHO Indonesia, Momoe Takeuchi, Director Program Office US Agency for International Development, Monica Pons dan Representative UNFPA, Verania Andria.</p>



<p>Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Irma Ardina, mengungkapkan dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah karena sejumlah praktek baik program penguatan keluarga berkualitas yang ada di sana. Bahkan, di Banyuwangi juga telah berdiri ratusan Kampung KB.</p>



<p>&#8220;Kami berharap good practice di Banyuwangi ini akan menjadi contoh pengelolaan program kampung KB lainnya. Dan para delegasi negara ini bisa berbagi success story apa yang dilakukan negara mereka dengan praktek di Banyuwangi,&#8221; kata Irma, dalam sambutan acara pembukaan Ambassador Goes to Quality Family Village (Kampung KB) di Banyuwangi, Senin (13/05/2024) malam.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut dengan ramah kehadiran sejumlah delegasi tersebut. Sebab, hal ini akan membawa manfaat yang besar bagi Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selamat datang di Banyuwangi. Kami sangat antusias ketika kami dipilih BKKBN menjadi tuan rumah kegiatan Ambassador Goes To Kampung KB pada tahun ini. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk sharing dan memperkaya program-progam kependudukan,&#8221; kata Bupati Banyuwangi.</p>



<p>Bupati Ipuk juga mengatakan, dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan terkait demografi dan kependudukan di tengah kemajuan teknologi. Tidak terkecuali Banyuwangi.</p>



<p>Untuk itu, lanjut Bupati Ipuk, Banyuwangi melakukan sejumlah langkah menghadapi tantangan tersebut. Seperti di bidang kesehatan fokus pada kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit degeneratif yang kini jumlahnya semakin bertambah.</p>



<p>Pada pembangunan ekonomi, ujarnya, Pemkab Banyuwangi fokus pada ekonomi arus bawah dan membuka peluang seluas luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan potensinya. Juga dengan memfasilitasi UMKM naik kelas dan berbagai program inkubasi bagi anak muda lewat Jagoan Banyuwangi, yang berisi peningkatan skill bidang pertanian hingga digital.</p>



<p>&#8220;Dan atas bimbingan BKKBN, kami juga terus menguatkan program kebijakan Keluarga Berencana untuk menciptakan keluarga berkualitas. Yang tampak pada Program Kampung KB,&#8221; lanjut Bupati Ipuk.</p>



<p>Banyuwangi telah membentuk Kampung KB mulai tahun 2016 dan sekarang sudah memiliki 188 Kampung KB. &#8220;Bahkan salah satu desa, yaitu Desa Jambesari sudah terpilih sebagai Kampung KB percontohan kedua tingkat nasional di tahun 2019,&#8221; jelas Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209370</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang Dukung Ketahanan Ekonomi Keluarga Berbasis Masjid melalui Family Corner</title>
		<link>https://memontum.com/pj-wali-kota-malang-dukung-ketahanan-ekonomi-keluarga-berbasis-masjid-melalui-family-corner</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2023 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[corner]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199998</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di dapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga berbasis Masjid, di salah satu hotel, Rabu (18/10/2023) tadi. Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota menyampaikan jika penguatan tersebut penting untuk diberikan dan dilakukan. Terlebih, saat ini beberapa fenomena terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di dapuk menjadi keynote speaker dalam gelaran Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Ketahanan Ekonomi Keluarga berbasis Masjid, di salah satu hotel, Rabu (18/10/2023) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota menyampaikan jika penguatan tersebut penting untuk diberikan dan dilakukan. Terlebih, saat ini beberapa fenomena terkait dengan perekonomian yang terjadi di masyarakat cukup kompleks.</p>



<p>“Sekarang kita banyak dihadapkan pada kompleksitas masalah, bila bandingkan 20 atau 30 tahun yang lalu. Sudah barang tentu ini sangat berbeda karena belum semaju seperti sekarang,&#8221; kata Pj Wali Kota Wahyu Hidayat.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa jika perubahan pola hidup menjadi faktor utama yang memiliki andil dalam menurunkan ketahanan ekonomi suatu keluarga. Apalagi saat ini, marak soal rentenir dan pinjaman online. Karena itu, pihaknya ingin memanfaatkan peran masjid agar bisa membuat satu keuntungan yang positif.</p>



<p>“Sehingga, masjid ini memiliki peran yang luar biasa untuk bisa diberdayakan dan memberikan penguatan kepada umat. Selain fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan dakwah, masjid juga sebagai tempat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi umat,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena itu, Wahyu berharap sinergitas Pemerintah Kota Malang dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) nantinya mampu menjadi senjata ampuh mengembalikan ketahanan ekonomi keluarga pada jalur yang semestinya. &#8220;Saya harapkan sinergitas ini nanti mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Langkah yang dilakukan perlu sistematis dengan pendekatan yang tepat kepada masyarakat. Saya yakin langkah ini efektif karena dengan diperkuat DMI harapan saya penguatan yang diberikan mampu menciptakan ketahanan ekonomi keluarga di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua DMI Kota Malang, Kasuwi Syaiban, menyampaikan jika di dalam mengentaskan persoalan tersebut pihaknya telah menyediakan family corner yang berada di 10 masjid Kota Malang. Di mana di dalamnya menampung persoalan masyarakat, mulai dari masalah keluarga, kekerasan dalam keluarga, masalah perkawinan, hingga masalah ekonomi.</p>



<p>“Karena di keluarga yang paling banyak adalah masalah ekonomi. Kita lihat data perceraian, mereka salah satunya masalah ekonomi yang besar. Karena ekonomi sulit, tidak menyadari hakikat kehidupan yang akhirnya mereka pisah. Kami ingin nanti berbasis masjid, mereka bisa paham itu,” jelas Kasuwi.</p>



<p>Selain dari peran DMI Kota Malang, menurutnya Baznas juga memiliki peran yang penting. Karena bisa membantu masyarakat yang terjerat pinjaman online, kemiskinan bahkan stunting.</p>



<p>“Dari Baznas tentu nanti akan support dan hadir di tengah masyarakat, karena sekarang masih banyak jamaah yang terjerat pinjol, kan kasihan. Melalui family corner yang masih pilot project di 10 masjid, insyaallah di tahun 2025 sudah 1000 masjid. Dari sini kita bisa membenahi umat terutama di sektor ekonomi,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199998</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Keluarga Harmonis, Wali Kota Malang Resmikan Program Family Corner Berbasis Masjid</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-keluarga-harmonis-wali-kota-malang-resmikan-program-family-corner-berbasis-masjid</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[corner]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[harmonis,]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196912</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, Kemenag Kota Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, melaunching pilot program family corner berbasis masjid, di Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Senin (28/08/2023) tadi. Family corner tersebut, merupakan unit pelayanan keluarga yang berfungsi memberikan bantuan kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, Kemenag Kota Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, melaunching pilot program family corner berbasis masjid, di Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Senin (28/08/2023) tadi. Family corner tersebut, merupakan unit pelayanan keluarga yang berfungsi memberikan bantuan kepada masyarakat dalam mewujudkan atau mempertahakan keluarga menuju keluarga sakinah, mawadah, rahmah dan maslahah.</p>



<p>“Jadi di family corner ini ada banyak hal yang sifatnya membantu. Apalagi di Kota Malang, ini banyak warganya, maka kami berkewajiban untuk terus menggelorakan itu. Negara itu terdiri dari beberapa komponen. Termasuk yang paling kecil adalah lingkup keluarga. Kalau keluarga kecil bagus maka insyaallah itu kumpulan orang-orang yang bagus, mengerti ngerti akan tugas dan tanggung jawab,” jelas Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir melaunching kegiatan itu.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, bahwa Pemkot Malang memiliki tugas untuk menghimpun kekuatan dan mengkolaborasikan dengan berbagai pihak, termasuk dengan akademisi. Apalagi itu menjadi kewenangan dari Pemkot Malang.</p>



<p>“Karena kami punya otoritas. Sehingga mengajak perguruan tinggi dan komunitas lain, ke depan bisa jadi ada pembiayaan dari perbankan dan seterusnya, yang sekiranya bisa menguatkan yang ada di family corner,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Ketua DMI Kota Malang, Kasuwi Syaiban, menjelaskan jika tujuan dari family corner berbasis masjid diantaranya yakni, terwujudnya tingkat pemahaman yang baik di masyarakat tentang keluarga Sakinah, kemudian terwujudnya ruang konsultasi dan konseling keluarga mencakup ketahanan fisik, psikis, ekonomi, sosial dan spiritual, serta meningkatnya sumber daya yang berkualitas melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentu family corner tersebut juga sesuai dengan visi dan misi kami yaitu menjadi unit terdepan dalam layanan keluarga sakinah menuju ketahanan keluarga dan bangsa,” kata Kasuwi.</p>



<p>Lebih lanjut menurut Kasuwi, untuk saat ini ada 10 masjid yang percontohan dari family corner berbasis masjid pada tahap pertama. Selain itu, juga dijadikan model dan selanjutnya akan didesiminasikan pada masjid-masjid lain yang berada di wilayah Kota Malang pada tahun berikutnya.</p>



<p>“Diantaranya yakni Masjid Darul Istiqomah Polowijen, Jalan Polowijen I/ 69A RW 04, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing. Kedua, Masjid Roisiyah Jalan Ir. Juanda No 18 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, ketiga yakni Masjid Nasruddin Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang, kemudian Masjid Al Halal Bumiayu JI. Kyai Parseh Jaya Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang, kelima yaitu Masjid Al Ikhsan Jalan Klayatan Gg 2 RT 4 RW I, Kelurahan Bandungrejosari,” tambahnya.</p>



<p>Selanjutnya yakni, Masjid Darusslam Jalan Derkuku Selatan No. 01, Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun, ketujuh Masjid Al Ikhlas Jalan Raya Langsep Kecamatan Klojen, Masjid Nurul Jihad Perum Vila Bukit Tidar Blok A4, Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru, selanjutnya yakni Masjid Al Ghozali Jalan Kecubung No. 10B Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru, dan Masjid Ainul Yagin Unisma Jalan Tata Surya, Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>Senada dengan itu, perwakilan akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mufida, menyampaikan jika di tahun ini akan menyelesaikan family corner tersebut secara bertahap. “Tahun ini 10 dan insyaallah akan kami rencanakan di tahun yang akan datang kita nambah 15 sampai 20 masjid. Sehingga, pada 5 tahun ke depan diharapkan separuh dari masjid yang ada di Kota Malang memiliki family corner,” imbuh Mufida. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anang Family Karaoke Hadir Kembali bersama Hi5five dengan Konsep Hak Cipta Lagu Pertama di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/anang-family-karaoke-hadir-kembali-bersama-hi5five-dengan-konsep-hak-cipta-lagu-pertama-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[anang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[cipta]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[hadir]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[hi5five]]></category>
		<category><![CDATA[Karaoke]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=188074</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sempat vakum di tahun 2020, Anang Family Karaoke hadir kembali di Kota Malang. Tentunya, dengan lounge terbaru, yakni Anang Family Karaoke and Hi5five. Dengan konsep yang patut diacungi jempol dan bakal jadi pilot projects, yaitu terkait hak cipta penggunaan lagu dan pengembangan karya lagu di karaoke miliknya. Hal tersebut, disampaikan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a></strong> &#8211; Sempat vakum di tahun 2020, Anang Family Karaoke hadir kembali di <a href="https://kotamalang.memontum.com">Kota Malang</a>. Tentunya, dengan lounge terbaru, yakni Anang Family Karaoke and Hi5five.</p>



<p>Dengan konsep yang patut diacungi jempol dan bakal jadi pilot projects, yaitu terkait hak cipta penggunaan lagu dan pengembangan karya lagu di karaoke miliknya.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikan oleh Anang Hermansyah, saat melangsungkan launching bersama dengan media, di Anang Family Karaoke and Hi5five, di Jalan Gatot Subroto 94-96, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (06/05/2023) siang.</p>



<p>&#8220;Konsep ini sudah pernah diterapkan di Anang Family Karaoke sebelumnya. Kemudian, karena ada Pandemi Covid-19, jadi terhenti. Dengan penerapan konsep ini, maka musisi atau pencipta lagu dapat royalti, pemerintah dapat pemasukan pajak dan pebisnis jalan aman&#8221; terang Anang saat bersama dengan media.</p>



<p>Anang juga menyampaikan, jika kehadirannya di Kota Malang, tentu untuk mengajak para punggawa musik Indonesia. Sehingga, pihaknya memperbolehkan para musisi Malang untuk mengembangkan karya lagu di karaoke miliknya. Namun, dengan sejumlah regulasi yang telah disepakati bersama.</p>



<p>“Makanya saya ingin bersinergi dengan teman-teman di Malang. Waktunya, untuk menyiapkan etalase baru, silahkan bikin lagu dan musik sesuai yang kalian suka. Kirim kesini nanti akan kita siapkan. Cuma saya mensyaratkan harus tersertifikasi. Karena ini pekerjaan profesional,” katanya.</p>



<p>Kemudian, untuk Hi5five Lounge sendiri memiliki 13 ruangan. Tentunya, dengan ruangan yang lebih besar dan nyaman untuk digunakan bersama dengan keluarga. Selain itu, dilengkapi dengan sistem yang lebih canggih, kualitas Full HD quick search dan tampilan yang berbeda.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tentunya servis dan pelayanan yang kami berikan kepada para pelanggan lebih unggul dan lebih kuat dari lainnya. Seperti kami mempunyai tim Customer Relationship Management (CRM) yang bagus. Sehingga, sebelum pelanggan datang, kami sudah bisa mempersiapkan apa saja keinginannya,” ujarnya.</p>



<p>Secara presisi, Hi5five Lounge akan menerapkan penarikan royalti terhadap setiap lagu yang dinyanyikan di tempat karaoke tersebut dan secara otomatis akan terhubung dengan sistem penarikan royalti bagi pencipta lagu. &#8220;Itu sebagaimana amanat di UU Nomor 28 tahun 2014, mengenai Hak Cipta. Tentu saya berkomitmen agar usaha karaoke ini turut berkontribusi, baik royalti setiap lagu maupun pajak hiburan bagi pemerintah daerah,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asirindo), Yusak Irwan Sutiono, mengatakan jika di dalam Undang-undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 telah mengatur lebih rinci hak-hak para seniman untuk lebih dihargai sebagai pekerja kreatif. Sehingga, rumah bernyanyi wajib membayar hak atas lagu-lagu yang digunakannya.</p>



<p>&#8220;UU Hak Cipta terdahulu hanya mengatur royalti bagi pencipta lagu. Namun kini undang-undang juga mengatur hak bagi pihak terkait yakni produser rekaman serta pelaku pertunjukan alias penyanyi dan pemusik,&#8221; jelas Yusak.</p>



<p>Untuk perhitungannya sendiri, menurutnya bisa memakai dua sistem. Yakni, blanket system atau pay per play. Untuk blanket system, dihitung berdasarkan jumlah kunjungan, jumlah room dan lain-lain. Sementara sistem pay per play, penghitungan sesuai lagu yang dinyanyikan pengunjung sebesar Rp1.000 per lagu.</p>



<p>&#8220;Ada plus minusnya dari kedua sistem tersebut. Tergantung mana yang mau dipakai. Kalau mas Anang ini memakai sistem blanket, dengan membayar puluhan juta per bulan, atau fluktuatif,&#8221; imbuh Yusak. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188074</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
