<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>farming &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/farming/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 13:24:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>farming &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Percepat Penurunan Stunting, Dispangtan Kota Malang Dorong Urban Farming Terintegrasi</title>
		<link>https://memontum.com/percepat-penurunan-stunting-dispangtan-kota-malang-dorong-urban-farming-terintegrasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 11:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[percepat]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[terintegrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228661</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Upaya penurunan angka stunting di Kota Malang tidak hanya bertumpu pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, dari berbagai OPD yang ada, salah satunya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan). Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa Dispangtan memiliki peran penting melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis urban farming. Strategi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Upaya penurunan angka stunting di Kota Malang tidak hanya bertumpu pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, dari berbagai OPD yang ada, salah satunya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan).</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa Dispangtan memiliki peran penting melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis urban farming. Strategi tersebut, menurutnya sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menjalankan program crosscutting lintas dinas.</p>



<p>&#8220;Fokus utamanya adalah menghadirkan sumber pangan bergizi di tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT/RW. Program kami mengarah pada pembangunan pertanian kota atau urban farming yang terintegrasi, antara budidaya tanaman, budidaya ikan dan peternakan skala perkotaan. Dari situ kita bisa mendapatkan sumber protein dan sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” jelas Slamet, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Slamet, intervensi diarahkan berdasarkan SK Wali Kota terkait daftar keluarga prioritas dan super prioritas penanganan stunting. Dalam SK tersebut tercatat alamat, nama, hingga kebutuhan spesifik setiap keluarga.</p>



<p>“Dengan SK itu, kami bisa tahu wilayah mana yang menjadi prioritas dan apa saja kebutuhannya. Sehingga intervensi bisa kami sesuaikan,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Saat ini, urban farming di Kota Malang berkembang pesat. Dispangtan mencatat ada 115 kelompok urban farming dan jumlahnya terus bertambah seiring dinamika kota.</p>



<p>“Insyaallah untuk kelompok budidaya ikan nila dan lele sudah ada di seluruh 57 kelurahan. Data pastinya saya tidak hafal, tapi setiap tahun selalu ada tambahan kelompok baru,” tambahnya.</p>



<p>Intervensi perikanan diprioritaskan pada ikan nila dan lele, karena kandungan gizinya dinilai tepat untuk mendukung pemenuhan protein keluarga berisiko stunting. Sementara, skala peternakan perkotaan diarahkan pada produksi telur sebagai sumber protein hewani.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya Dispangtan Kota Malang juga rutin memberikan pelatihan, pendampingan dan monitoring kepada seluruh kelompok. Selain itu, mereka memfasilitasi kelompok dengan berbagai pihak, seperti CSR dan pelaku perhotelan.</p>



<p>“Sekarang juga ada Ngalam Farmer Market, tempat berkumpulnya petani, peternak milenial dan pembudidaya ikan. Hasil urban farming bisa dihimpun dan dipasarkan di sana. Termasuk kemungkinan kerja sama dengan hotel melalui PHRI,” lanjutnya.</p>



<p>Meski perkembangan urban farming cukup pesat, tantangan terbesar justru terletak pada kekonsistenan pengelola. &#8220;Kendalanya itu keberlanjutan. Hasil budidaya itu bisa dikonsumsi dan bisa dijual, tapi kelompoknya harus aktif. Itu yang terus kami dorong,” imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228661</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kelompok Urban Farming di Kota Malang Bertambah, Dispangtan Dorong Pemanfaatan Lahan Sempit</title>
		<link>https://memontum.com/kelompok-urban-farming-di-kota-malang-bertambah-dispangtan-dorong-pemanfaatan-lahan-sempit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[sempit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Urban farming atau pertanian kota terus berkembang pesat di Kota Malang. Jika pada tahun 2024 tercatat hanya terdapat 112 kelompok urban farming, maka pada tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 115 kelompok. Lonjakan itu, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian. Kepala Dinas Pangan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Urban farming atau pertanian kota terus berkembang pesat di Kota Malang. Jika pada tahun 2024 tercatat hanya terdapat 112 kelompok urban farming, maka pada tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi 115 kelompok. Lonjakan itu, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian.</p>



<p>Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa urban farming sebagai jawaban atas makin menyusutnya lahan pertanian di wilayah perkotaan. Adanya program tersebut juga merupakan aspirasi warga yang muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.</p>



<p>“Kegiatan urban farming ini lahir dari hasil musrenbang di kelurahan-kelurahan. Kita hadirkan konsep urban farming yang terintegrasi, mulai dari budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan,” ujar Slamet, Kamis (17/07/2025) tadi.</p>



<p>Dengan adanya urban farming, Dispangtan mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah, gang sempit, hingga sudut taman untuk menjadi lahan produktif. Dalam konsepnya juga bukan hanya soal menanam sayur, tetapi juga memelihara ikan dan ternak dalam skala kecil.</p>



<p>&#8220;Salah satu teknik yang tengah difokuskan adalah hidroponik, yaitu sistem tanam tanpa tanah dengan menggunakan media air. Selain itu, juga mulai mengembangkan media tanam alternatif seperti pakis dan sekam yang ramah lingkungan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya memberikan pelatihan, Dispangtan Kota Malang juga melakukan pendampingan secara intensif. Setiap kelompok urban farming dibina melalui strategi digital, salah satunya dengan membentuk grup WhatsApp khusus sebagai sarana koordinasi dan monitoring harian.</p>



<p>“Kami bentuk grup WhatsApp khusus untuk memantau, mengevaluasi dan mendampingi setiap kelompok urban farming. Mereka aktif melaporkan kegiatan harian dan perkembangan hasil panen,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, hasil pertanian warga juga mulai diarahkan untuk menembus pasar yang lebih luas. Dalam hal ini Dispangtan Kota Malang membuka akses promosi ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta menjalin kemitraan dengan kalangan pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).</p>



<p>“Harapannya produk urban farming bisa masuk ke pasar-pasar segar, toko sayur modern, dan bahkan hotel-hotel yang ada di Malang,” lanjutnya.</p>



<p>Di akhir, menurut Slamet, urban farming bukan semata-mata menjawab kebutuhan pangan rumah tangga saja. Namun, juga bagian dari membangun kemandirian ekonomi warga dan menciptakan ruang terbuka hijau yang produktif di tengah kota.</p>



<p>“Kalau idealnya, kelompok urban farming ini terus bertambah. Ini bukan hanya soal pangan, tapi soal kemandirian dan ekologi kota yang lebih sehat dan produktif,&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224024</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dispangtan Kota Malang Targetkan Penambahan 10 Kelompok Urban Farming di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-kota-malang-targetkan-penambahan-10-kelompok-urban-farming-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216842</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, berencana akan menambah kelompok urban farming baru di tahun 2025 mendatang. Itu dilakukan, untuk mewujudkan ketahanan pangan dan memanfaatkan pekarangan yang ada. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa target penambahan nantinya bisa bertambah 10 kelompok dengan tersebar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, berencana akan menambah kelompok urban farming baru di tahun 2025 mendatang. Itu dilakukan, untuk mewujudkan ketahanan pangan dan memanfaatkan pekarangan yang ada.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa target penambahan nantinya bisa bertambah 10 kelompok dengan tersebar di masing-masing kecamatan yang ada di Kota Malang. “Kami targetkan bisa menambah 10 kelompok di tahun depan karena ini menjadi prioritas kami. Untuk di Kota Malang, saat ini sudah ada sebanyak 131 kelompok tani urban farming,” kata Slamet, Jumat (22/11/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, di tiap kelompok biasanya terdapat 10 petani hingga 20 petani. Selain menambah jumlah kelompok urban farming, nantinya juga akan dilakukan peningkatan kapasitas terhadap kelompok yang sudah ada.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi nanti penambahan kelompok baru dan kelompok lama itu kami tingkatkan. Biasanya kan urban farming memang perlu terus berkelanjutan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Disamping itu, ujarnya, juga akan diberikan edukasi terkait teknologi pertanian yang terkini kepada petani urban farming tersebut. Seperti, urban farming bioflok, budikdamber, hidroganik dan lain sebagainya.</p>



<p>&#8220;Saat ini, mayoritas hasil produk komoditas dari kelompok urban farming itu berupa sayur mayur, cabai dan sebagaunya. Biasanya, kami juga dorong untuk terintegrasi pertaniannya. Misal, ada perikanannya, ada peternakannya, ada juga yang bioflok atau terpisah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk meningkatkan jumlah kelompok urban farming sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok yang sudah ada, Dispangtan Kota Malang sudah mengalokasikan anggaran yang cukup mumpuni, yakni sekitar Rp 1 miliar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216842</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Urban Farming di Kota Malang Beri Dampak Signifikan Penurunan Angka Stunting</title>
		<link>https://memontum.com/program-urban-farming-di-kota-malang-beri-dampak-signifikan-penurunan-angka-stunting</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[signifikan,]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Program urban farming yang telah berjalan dan berkembang di masing-masing RW, yang ada di 57 kelurahan Kota Malang, ternyata telah membuahkan hasil positif. Yakni, berdampak secara signifikan pada penurunan angka stunting. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan jika program urban farming tersebut, selain mencakup usaha [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Program urban farming yang telah berjalan dan berkembang di masing-masing RW, yang ada di 57 kelurahan Kota Malang, ternyata telah membuahkan hasil positif. Yakni, berdampak secara signifikan pada penurunan angka stunting.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan jika program urban farming tersebut, selain mencakup usaha pertanian juga terintegrasi dengan peternakan dan perikanan. Di mana dua komoditi tersebut dinilai telah menghasilkan protein, yang tentunya membantu pertumbuhan bayi atau anak dalam kategori risiko stunting.</p>



<p>“Sehingga di sini sudah tergambar, selain tanaman ada juga produk ikan, baik nila atau pun lele. Jadi salah satunya selain untuk ketahanan pangan, ini berdampak untuk menekan angka stunting,” ujar Slamet-sapaannya, Sabtu (07/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, ditambahkannya jika program urban farming tersebut telah berkembang di Kota Malang, sejak tahun 2016 lalu. Di mana dalam program tersebut, memanfaatkan pekarangan atau lahan yang masih ada di sekitar tempat tinggal masyarakat.</p>



<p>“Karena perkembangan Kota Malang itu luar biasa. Jumlah penduduk ada 800 ribu sekian, belum lagi kalau ada kunjungan warga dari luar kota atau pun mahasiswa yang masuk Kota Malang. Sehingga konsep pertanian perkotaan ini menjadi pilihan. Di sana mulai mengelola tanaman, perikanan, dan peternakan,” katanya.</p>



<p>Pihaknya berharap, melalui konsep urban farming yang telah berjalan tersebut nantinya bisa mencapai target zero stunting di tahun 2030 mendatang. Tentunya, dalam hal juga dibutuhkan peran dari stakeholder terkait dan kerjasama dengan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam penurunan angka stunting tersebut Pemkot Malang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 miliar yang tersebar di beberapa OPD, yaitu Dispangtan, Disdikbud, Dinsos-P3AP2KB, Dinkes, Diskominfo serta DPUPRPKP Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199404</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Malang Resmikan Ekosistem Urban Farming di Kelurahan Samaan</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ketahanan-pangan-pj-wali-kota-malang-resmikan-ekosistem-urban-farming-di-kelurahan-samaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[farming]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sama'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199379</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan ekosistem urban farming di Kampung Palm RW 01, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (07/10/2023) tadi. Program urban farming tersebut, didapat melalui Corporate Social Responbility (CSR) dari Bank BRI Kota Malang. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika program tersebut menjadi daya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan ekosistem urban farming di Kampung Palm RW 01, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (07/10/2023) tadi. Program urban farming tersebut, didapat melalui Corporate Social Responbility (CSR) dari Bank BRI Kota Malang.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan jika program tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, kebermanfaatannya juga diperuntukkan bagi warga sekitar kelurahan tersebut.</p>



<p>“Tadi sudah kita lihat, dengan adanya urban farming ini hasilnya memang ada before dan afternya (sebelum dan sesudah, red). Di mana pada saat kita turun tadi, awalnya itukan tempat pembuangan sampah. Nah sekarang, sudah dimanfaatkan menjadi lahan hijau-hijauan,” jelas Pj Wali Kota Wahyu Hidayat, seusai meninjau lokasi.</p>



<p>Hasil dari program urban farming tersebut, lanjutnya, juga beragam. Mulai dari sayur mayur, yaitu terong, pare, jamur, kemudian juga terdapat keripik bayam, jus buah, hingga ikan nila dan ikan lele. Semua itu, didapat melalui program CSR dari BRInita</p>



<p>(BRI Bertani di Kota).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Tadi sudah kita makan sama-sama dan saya juga mencoba mencicipi pare. Sehingga, selain mendapatkan hasil tersebut, yang terpenting polusi udara dan cuaca di tengah kepadatan kota ini bisa dinetralisir, karena ada hijau-hijauan ini,” katanya.</p>



<p>Selain itu, menurutnya melalui program urban farming tersebut juga untuk menguatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut dan juga menekan angka stunting di Kota Malang. Sehingga, pihaknya berharap kedepan dukungan yang telah diberikan dari CSR bisa terus berkelanjutan.</p>



<p>“Jadi setelah dilakukan peresmian seperti ini, memang yang harus diperhatikan bagaimana pascanya nanti. Tadi BRI juga siap untuk pasca, agar program tersebut bisa berkelanjutan,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, CEO BRI Regional Kota Malang, Suratin, menyampaikan jika program tersebut telah disalurkan sejak bulan Februari 2023 lalu. Pemilihan di lokasi tersebut, juga menjadi tempat yang cocok karena padat penduduk di tengah Kota Malang dan memenuhi persyaratan CSR urban farming.</p>



<p>“Jadi program ini juga dikhususkan untuk ibu-ibu PKK. Kita salurkan kegiatan yang positif, dengan menghasilkan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Programnya ini juga kita serahterima pada&nbsp; pemerintah daerah (Pemkot Malang, jadi itu sebagai bukti,” ucap Suratin.</p>



<p>Ke depan, menurutnya selain pembangunan fisik, juga akan dilakukan pemberdayaan kepada masyarakat, hingga membantu memasarkan produk yang telah dihasilkan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199379</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
