<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>fashion on the street &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fashion-on-the-street/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Dec 2018 15:02:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>fashion on the street &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati Hari Ibu, Puluhan ASN Wanita Ramaikan Mother&#8217;s Day Fashion On The Street</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-ibu-puluhan-asn-wanita-ramaikan-mothers-day-fashion-on-the-street</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2018 15:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[fashion on the street]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=69645</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita dari tiga dinas di lingkungan pemerintah daerah Bondowoso jadi model sehari. Mereka berlenggak lenggok di atas karpet merah, pamerkan keanggunan kebaya, dalam pagelaran Mother&#8217;s Day Fashion On The Street versi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kamis pagi (20/12/2018). Pantauan di lapangan, karpet merah digelar di depan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso </strong>&#8211; Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita dari tiga dinas di lingkungan pemerintah daerah Bondowoso jadi model sehari. Mereka berlenggak lenggok di atas karpet merah, pamerkan keanggunan kebaya, dalam pagelaran Mother&#8217;s Day Fashion On The Street versi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kamis pagi (20/12/2018).</p>
<p>Pantauan di lapangan, karpet merah digelar di depan kantor Disparpora, Jl. Ahmad Yani, hingga depan kantor Kecamatan Bondowoso atau sekitar  500 meter. Setiap peserta yang telah mengenakam pakaian kebaya, berjalan di atas karpet merah tersebut. Tak pelak, aksi modeling dadakan ini menarik perhatian para pengendara motor yang melintas. Tak sedikit yang memotret tingkah anggun para peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu itu.</p>
<p>Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, mengatakan, peserta merupakan pegawai dari Disparpora, Kecamatan Bondowoso, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bondowoso.</p>
<p>&#8220;Ada 51 peserta, dari tiga dinas. Kita kan lokasi kantornya dekat, tetanggaan juga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia mengaku kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Ibu ke 90. Sekaligus, mengajak masyarakat, khususnya di lingkungan tiga dinas ini, untuk kembali mencintai penggunaan kebaya yang merupakan baju tardisional yang sudah jarang dikenakan.</p>
<p>&#8220;Kita mengangkat tema kebaya. Karena kebaya sekarang sudah jarang dipakai, dalam rangka hari ibu ini, kami kembali kepada tradisi yang harus kita hargai,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia mengaku dalam event tersebut pihaknya tidak mencari juara. Melainkan kebersamaan, dan semangat ibu-ibu dalam memperingati hari Ibu ke 90. Fashion on the street 2018 ini merupakan pelaksanaan kali kedua. Setelah pada tahun sebelumnya dilaksanakan di salah satu objek wisata. <strong>(cw1/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69645</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Model Kenalkan Tenun Ikat Khas Kota Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-model-kenalkan-tenun-ikat-khas-kota-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2017 14:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[fashion on the street]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/13533-puluhan-model-kenalkan-tenun-ikat-khas-kota-kediri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8212; Untuk memperkenalkan produk tenun khas Kediri, puluhan model mengenalkan tenun ikat Kota Kediri yang dirancang desainer cilik dari SMKN 3 Kediri. Agenda tersebut dikemas dalam Dhoho Street Fashion 3rd digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri dengan tema Mengikat Kediri, yang muda yang menenun. Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Sylviana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8212; Untuk memperkenalkan produk tenun khas Kediri, puluhan model mengenalkan tenun ikat Kota Kediri yang dirancang desainer cilik dari SMKN 3 Kediri. Agenda tersebut dikemas dalam Dhoho Street Fashion 3rd digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri dengan tema Mengikat Kediri, yang muda yang menenun.</p>
<p>Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Sylviana Abu Bakar mengatakan, ia berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kain tenun khas Kota Kediri bisa dikenal dan digunakan masyarakat luas untuk pakaian sehari-hari.“Semoga acara tersebut bisa dinikmati masyarakat dan tahun depan, di Dhoho Street Fashion 4 akan menjadi lebih meriah lagi,” katanya</p>
<p>Semenntara itu Siti Rukayah salah satu penggiat tenun ikat Kota Kediri  menceritakan, bahwa Tenun Ikat Bandar Kidul awalnya hanya tenun berupa sarung goyor dengan motif lurik saja. Namun mulai tahun 70 an dengan adanya mesin penenun motifnya semakin beragam.</p>
<p>“Kita coba cari ide dan mulai berkreasi membuat tenun yang tidak bisa dibuat dengan mesin dan tenun ikat Bandar Kidul inilah hasilnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut Rukayah mengaku bersyukur karena Pemerintah Kota Kediri selalu memfasilitasi berbagai pameran. “Kami diberikan fasilitas pameran dimana saja sampai tenun ikat Bandar Kidul saat ini dikenal hingga luar negri,” jelasnya.</p>
<p>Bahkan pada Februari 2018 mendatang, tenun ikat Bandar Kidul akan dibawa pameran di Amerika, dan saat ini  negara Jepang juga tengah melirik kreatifitas dari tenun ikat khas Kota Kediri ini.“Kita ditawari untuk ke Jepang dan mencoba membuat desain pakaian kimono menggunakan kain tenun ikat Bandar Kidul,” tegas Siti Rukayah.</p>
<p>Pagelaran busana yang digelar di taman Sekartaji kemarin dihadiri oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Kapolresta Kediri Anthon Haryadi, Kajari Kota Kediri Martini, Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Sylviana Abu Bakar, OPD terkait, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri dan Trenggalek, Penggiat Tenun Ikat dan masyarakat Kota Kediri. <strong>(aji/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13533</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
