<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Fashion &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fashion/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Fashion &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>EMBA Group, dari Fashion hingga Bangun Kesadaran Hidup Sehat sampai Perkuat Identitas Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/emba-group-dari-fashion-hingga-bangun-kesadaran-hidup-sehat-sampai-perkuat-identitas-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[group,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; EMBA Group, brand fashion Indonesia yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade, kembali memperkuat perannya sebagai bagian dari perjalanan dan perkembangan Kota Malang. Berdiri sejak tahun 1968, EMBA tumbuh dari Malang dan berkembang menjadi salah satu brand fashion yang dikenal luas di Indonesia. Melalui berbagai lini produk, mulai dari busana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; EMBA Group, brand fashion Indonesia yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade, kembali memperkuat perannya sebagai bagian dari perjalanan dan perkembangan Kota Malang. Berdiri sejak tahun 1968, EMBA tumbuh dari Malang dan berkembang menjadi salah satu brand fashion yang dikenal luas di Indonesia.</p>



<p>Melalui berbagai lini produk, mulai dari busana pria, busana wanita, hingga jeans, EMBA Group tidak hanya berfokus pada gaya, tetapi juga pada kualitas serta relevansi lintas generasi. EMBA Official membawa nilai sejarah, konsistensi dan komitmen terhadap kota tempat brand ini dilahirkan, sembari terus berinovasi untuk menemani gaya hidup masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.</p>



<p>Sebagai brand yang telah bergerak di industri fashion selama lebih dari 50 tahun, EMBA Group menilai bahwa keberlanjutan sebuah brand tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.</p>



<p>Presiden Direktur EMBA Group, Randy Kartika Yudha, menegaskan bahwa EMBA memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat Kota Malang. “Bagi kami, EMBA bukan hanya tentang produk fashion, tetapi juga tentang bagaimana kami tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sosial di sekitar kami,” katanya, Jumat (16/01/2025) tadi.</p>



<p>Atas dasar semangat tersebut, EMBA Group menyelenggarakan EMBA Run 2026 sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan aktif dalam mendorong aktivitas positif di Kota Malang, khususnya dalam mengampanyekan gaya hidup sehat. Menurut Randy, olah raga lari dipilih karena sifatnya yang inklusif.</p>



<p>“Lari adalah aktivitas yang sederhana, mudah diakses dan bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa batasan usia maupun latar belakang,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>EMBA Run 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18 Januari 2026 dengan mengambil lokasi strategis di pusat Kota Malang. Event ini, akan diikuti pelari dari Malang maupun berbagai daerah lain di Indonesia, sekaligus diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.</p>



<p>“Kami berharap kehadiran event ini bisa menggerakkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, kuliner, hingga industri kreatif di Kota Malang,” ungkap Randy.</p>



<p>Lebih dari sekadar ajang olah raga, EMBA Run 2026 juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan brand, komunitas dan pemerintah daerah. Randy menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar sebuah event memiliki dampak berkelanjutan.</p>



<p>“Kami ingin EMBA Run menjadi ruang kebersamaan, tempat komunitas olahraga, pelaku usaha lokal, dan masyarakat bisa saling terhubung dalam satu momentum positif,” jelasnya.</p>



<p>Dengan semangat tersebut, EMBA Official berharap EMBA Run 2026 dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat Kota Malang. “Harapan kami, EMBA Run tidak berhenti sebagai event sesaat, tetapi bisa tumbuh dan menjadi bagian dari kalender kegiatan Kota Malang ke depan,” kata Randy.</p>



<p>Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di industri fashion, EMBA Group terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya. Melalui EMBA Run 2026, EMBA Official ingin menegaskan bahwa brand lokal tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran hidup sehat, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat identitas Kota Malang.</p>



<p>“Inilah cara kami terus tumbuh bersama masyarakat dan menjaga hubungan emosional dengan kota kelahiran EMBA,” papar Randy. <strong>(yog/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tampil Menawan di Surabaya Fashion Parade 2025, Kota Probolinggo Hadirkan Kolaborasi 9 Desainer</title>
		<link>https://memontum.com/tampil-menawan-di-surabaya-fashion-parade-2025-kota-probolinggo-hadirkan-kolaborasi-9-desainer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[menawan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kota Probolinggo kembali menegaskan eksistensinya di panggung mode bergengsi Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025, yang digelar di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (14/11/2024) tadi. Tahun ini, untuk kedua kalinya, Dekranasda bersama desainer lokal unjuk keberanian mempromosikan batik khas Kota Probolinggo yang dikemas lebih modern, ekspresif dan berkarakter. Dalam SFP 2025 yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kota Probolinggo kembali menegaskan eksistensinya di panggung mode bergengsi Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025, yang digelar di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (14/11/2024) tadi. Tahun ini, untuk kedua kalinya, Dekranasda bersama desainer lokal unjuk keberanian mempromosikan batik khas Kota Probolinggo yang dikemas lebih modern, ekspresif dan berkarakter.</p>



<p>Dalam SFP 2025 yang mengusung tema &#8216;Rebellion&#8217;, Kota Probolinggo menampilkan koleksi kolaboratif dari 9 desainer lokal dengan total 10 busana, ditambah partisipasi dari 9 desainer lainnya. Karya utama yang diangkat oleh Ketua Dekranasda, dr Evariani Aminuddin, adalah Larasing Rupo. Sebuah koleksi yang mengangkat filosofi harmoni dalam rupa, wujud dan makna, sekaligus menantang perspektif konvensional mengenai keindahan.</p>



<p>“Dengan bangga Kota Probolinggo kembali tampil di Surabaya Fashion Parade. Tahun ini kami mempersembahkan ‘Larasing Rupo’, sebuah karya yang tidak hanya memamerkan keindahan batik khas Probolinggo, tetapi juga membawa filosofi tentang harmoni,” ujar Evariani.</p>



<p>Secara makna, Larasing Rupo menggambarkan keselarasan antara wujud, bentuk dan pesan yang terkandung di dalamnya. Motif Asmara Dhana diterjemahkan ulang dengan memasukkan unsur biota laut Probolinggo, seperti ubur-ubur, kerang dan ganggang laut.</p>



<p>Sebuah simbol harmoni dalam kehidupan bawah laut. Fenomena kemunculan ribuan ubur-ubur di perairan Probolinggo, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi titik inspirasi utama.</p>



<p>“Kami ingin menunjukkan bahwa keindahan bisa lahir dari mana saja, termasuk dari laut Probolinggo yang kaya akan kehidupan. Ini selaras dengan tema Rebellion, karena kami ingin menantang persepsi konvensional tentang cantik, bahwa keindahan tidak harus sempurna, tetapi harus selaras,” imbuh istri Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dokter Evariani yang juga tampil dengan busana batik khas Kota Probolinggo, merasa bangga bisa ikut mewadahi para desainer lokal tersebut. Harapannya, untuk bisa membawa nama Kota Probolinggo agar semakin dikenal khalayak luas.</p>



<p>Para desainer lokal menghadirkan ragam karya dengan interpretasi masing-masing terhadap tema besar SFP tahun ini. Diantaranya, Endik Suwandi menghadirkan 2 busana pria berjudul &#8216;Mangga Sukur Jayasena&#8217; dan &#8216;Suluran Tinjang Wirotama&#8217;, yang menonjolkan karakter maskulin melalui garis tegas dan motif khas Probolinggo.</p>



<p>Ada Vivin Nur Fithria tampil sebagai desainer utama koleksi Larasing Rupo, memadukan motif batik Asmara Dhana dengan elemen biota laut seperti ubur-ubur, kerang dan ganggang laut. Sedangkan Muchlis Ansori yang akrab dengan Aan Famous membawa karya &#8216;Harsa Bodhag&#8217;, menampilkan gaya kuat, energik dan penuh dinamika.</p>



<p>Sedangkan Dyas Famous membawa karya &#8216;Phala Probolinggo&#8217;, yang menonjolkan kekayaan visual dan karakter budaya lokal. Lina Mardiana dengan karya &#8216;Segara Sundari&#8217;, terinspirasi dari nuansa pesisir Probolinggo yang feminin namun berdaya. Inggita Safitri menghadirkan &#8216;Fiora Lituhayu&#8217;, koleksi yang menggabungkan kelembutan siluet dengan detail ornamen yang anggun.</p>



<p>Lalu ada Mardiya melalui karyanya &#8216;Padma Jaladri&#8217;, menghadirkan interpretasi busana bernuansa laut dengan sentuhan elegan. Aisha Alva menampilkan &#8216;Samira Manjari&#8217;, karya yang memadukan kesegaran warna dan motif untuk menghadirkan suasana penuh energi. Desainer lainnya, Anita Eka ikut melengkapi jajaran karya dengan &#8216;Sekar Arum&#8217;, menghadirkan visual yang lembut namun tetap berkarakter.</p>



<p>Melalui karya ini dan keberanian para desainer lokal, dirinya ingin menegaskan bahwa Kota Probolinggo memiliki kreativitas, keterampilan dan karakter kuat untuk bersaing di panggung mode nasional.</p>



<p>Surabaya Fashion Parade tahun ini memasuki usia 18 tahun, menjadikannya salah satu gelaran mode paling konsisten di Indonesia. Pendiri SFP, Dian Apriliana Dewi, menegaskan bahwa tema Rebellion merupakan simbol keberanian berkarya tanpa batas.</p>



<p>Dengan dukungan tata panggung teatrikal, koreografi model yang terarah, serta pencahayaan dramatis, SFP 2025 kembali menjadi ruang bagi para kreator untuk mengekspresikan ide segar dan progresif. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi AI, UMKM dan Desainer Warnai Malang Fashion Week 2025</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-ai-umkm-dan-desainer-warnai-malang-fashion-week-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227478</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut sejalan dengan semangat Kota Malang yang kini telah mendapat pengakuan dunia.</p>



<p>&#8220;MFW ini kelasnya sudah go international. Apalagi, Kota Malang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Kota Kreatif Dunia Unesco di bidang Media Arts. Ini sangat berkaitan dengan ekraf, dan MFW menjadi bagian penting untuk memperkuat UMKM kriya dan fesyen agar terus naik kelas,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa gelaran MFW juga mendukung Pemkot Malang dalam mewujudkan seribu event untuk Kota Malang. Dengan semangat kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, desainer muda dan profesional, ajang tersebut menjadi etalase kreativitas sekaligus penggerak ekonomi fesyen di tingkat lokal hingga internasional.</p>



<p>“Di sini tampil desainer dari SMK, pelaku muda, dan profesional yang membawa karya terbaiknya. Semoga event ini bisa membangkitkan semangat ekonomi kreatif, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga internasional,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menuturkan bahwa dukungan BI dalam ajang MFW 2025 menjadi bagian dari sinergi memperkuat ekonomi kreatif dan keberlanjutan ekonomi hijau. “Penerapan AI dan teknologi digital dalam fesyen bukan hanya bentuk kreativitas baru, tapi juga strategi penguatan ekonomi daerah. BI mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui kurasi, pendampingan, literasi digital, dan kolaborasi dengan desainer profesional,” jelasnya.</p>



<p>Febrina menambahkan, pihaknya terus memperkuat ekosistem digital dengan mendorong penggunaan QRIS di sektor UMKM fesyen. “MFW ini menjadi ajang strategis bertemunya dunia usaha, perbankan, dan perancang mode nasional maupun internasional. Harapannya, potensi lokal semakin meningkat dan menjadi sumber ekonomi baru dari sektor kriya, kain, dan kuliner,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Baschin, yang juga turut hadir, memuji konsep MFW 2025 yang menggabungkan kreativitas dan teknologi. “Saya senang MFW ke-8 ini mengintegrasikan AI integrated dalam produksinya. Ini langkah maju. Karena kita tidak bisa menghentikan kemajuan teknologi, maka lebih baik kita fasilitasi dan manfaatkan,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Arumi, keberadaan MFW menjadi ruang penting bagi desainer muda untuk mendapatkan panggung dan kesempatan. “Soal skill mereka hebat, tapi tidak semua punya wadah. MFW menyediakan itu. Saya bangga dan berharap kegiatan seperti ini terus disupport oleh semua pihak, baik Pemkot, BI, maupun komunitas kreatif,” imbuh Arumi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227478</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wakil Bupati Lumajang Sebut Kraton Fashion Carnival Contoh Desa Mandiri Penggerak Perekonomian Daerah</title>
		<link>https://memontum.com/wakil-bupati-lumajang-sebut-kraton-fashion-carnival-contoh-desa-mandiri-penggerak-perekonomian-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[contoh]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[kraton]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[penggerak]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225674</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengapresiasi gelaran Kraton Fashion Carnival di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Selasa (02/09/2025) tadi. Gelaran ini, membuktikan bahwa kreativitas desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tidak hanya menampilkan parade busana unik, acara ini juga memicu perputaran uang di tingkat lokal dan memberi manfaat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengapresiasi gelaran Kraton Fashion Carnival di Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Selasa (02/09/2025) tadi.</p>



<p>Gelaran ini, membuktikan bahwa kreativitas desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Tidak hanya menampilkan parade busana unik, acara ini juga memicu perputaran uang di tingkat lokal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.</p>



<p>Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, menegaskan bahwa Kraton Fashion Carnival adalah contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dengan mengolah potensi kreatif yang dimiliki. “Carnival ini bukan sekadar hiburan. Namun, wadah ekonomi rakyat yang menghidupkan pedagang kecil, mengangkat UMKM dan memberi harapan baru bagi desa. Jika model seperti ini diperkuat, desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang menggerakkan perekonomian daerah,” tegasnya.</p>



<p>Mas Yudha menambahkan, multiplier effect dari acara tersebut terlihat jelas. UMKM mendapat ruang promosi, pedagang menikmati lonjakan omzet dan semangat gotong royong warga melahirkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kraton bisa menjadi ikon. Dari desa, kita membangun Lumajang yang berdaya saing dan siap bersaing di level nasional,” ujarnya.</p>



<p>Salah seorang pelaku UMKM, Rizal, mengatakan bahwa carnival ini membuka pasar baru bagi produknya. “Alhamdulillah, banyak pengunjung membeli jajanan dan camilan yang saya bawa. Bahkan ada yang minta nomor kontak untuk pesan lagi. Bagi kami, ini kesempatan besar untuk memperluas usaha,” ujarnya.</p>



<p>Fakta ini, menunjukkan bahwa event budaya yang digarap serius mampu menjadi mesin ekonomi desa. Carnival tidak hanya menghibur, tetapi juga mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas, sekaligus membangun kesadaran bahwa kreativitas memiliki nilai jual tinggi.</p>



<p>Bagi Pemkab Lumajang, kesuksesan Kraton Fashion Carnival adalah cerminan arah pembangunan daerah, menggerakkan ekonomi dari bawah, memanfaatkan kearifan lokal, dan menjadikan masyarakat desa sebagai pelaku utama. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225674</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aksi Rossa dan Firework Jepang Semarakkan Jember Fashion Carnival Artwear 2025</title>
		<link>https://memontum.com/aksi-rossa-dan-firework-jepang-semarakkan-jember-fashion-carnival-artwear-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artwear]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[firework]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[semarakkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Panggung Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, berlangsung semarak dan spektakuler, Sabtu (09/08/2025) malam. Penampilan para peragawan dan peragawati, pun berhasil tampil memukau ribuan pasang mata yang memadati Jalan Sudarman-Jember. Keindahan karya busana, permainan cahaya dan suasana, menjadi sajian istimewa di malam penuh warna ini. Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Panggung Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, berlangsung semarak dan spektakuler, Sabtu (09/08/2025) malam. Penampilan para peragawan dan peragawati, pun berhasil tampil memukau ribuan pasang mata yang memadati Jalan Sudarman-Jember. Keindahan karya busana, permainan cahaya dan suasana, menjadi sajian istimewa di malam penuh warna ini.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, dalam momen itu turut hadir dan menyaksikan langsung kemegahan JFC Artwear. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu.</p>



<p>Dalam sambutannya, Deputi Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa JFC Artwear adalah panggung kreatif di mana seni dan fashion bersatu membentuk ekspresi yang unik, penuh warna dan sarat makna.</p>



<p>&#8220;Busana yang ditampilkan para talent JFC membawa pesan budaya, alam, sejarah, hingga isu-isu kontemporer, disampaikan dengan cara yang indah dan menawan,” kata Deputi Yuke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak masyarakat, untuk berperan aktif mendukung ekosistem kreatif lokal. “Mari kita dukung desainer muda untuk terus berinovasi secara berkelanjutan, agar karya mereka mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tambahnya.</p>



<p>Pagelaran JFC Artwear 2025, menampilkan deretan karya busana dari para desainer lokal Indonesia, khususnya perancang asal Kabupaten Jember, yang kualitasnya tak kalah dengan desainer mancanegara. Setiap rancangan hadir sebagai karya seni berjalan (wearable art) yang memadukan nilai estetika, kekayaan budaya dan kreativitas tanpa batas.</p>



<p>Salah satu momen yang paling memikat penonton, adalah penampilan Diva Pop Indonesia, Rossa atau yang akrab disapa Teteh Ocha. Suaranya yang khas, turut memeriahkan suasana malam, membuat penonton larut dalam euforia.</p>



<p>Puncak kemegahan malam ini ditandai dengan pertunjukan kembang api (fireworks) spektakuler yang didatangkan langsung dari Jepang.</p>



<p>Menariknya, seluruh biaya pertunjukan kembang api ini tidak menggunakan APBD Pemerintah Kabupaten Jember. Sehingga, menjadi bentuk kolaborasi kreatif yang murni dari dukungan mitra dan sponsor. Gelaran JFC Artwear 2025 sekali lagi membuktikan bahwa Jember adalah rumah bagi kreativitas, inovasi dan perayaan seni budaya yang mendunia. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deputi Bidang Kreativitas Kemenparekraf Dibuat Terpesona Parade Jember Fashion Carnival Artwear 2025</title>
		<link>https://memontum.com/deputi-bidang-kreativitas-kemenparekraf-dibuat-terpesona-parade-jember-fashion-carnival-artwear-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artwear]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[terpesona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224834</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Yuke Sri Rahayu.</p>



<p>“Busana yang ditampilkan para talent JFC ini membawa pesan budaya, alam, sejarah hingga isu-isu kontemporer, yang kesemuanya disampaikan dengan cara yang indah dan menawan,” kata Kemenparekraf Yuke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak masyarakat, untuk terlibat dalam menguatkan ekosistem kreatif lokal. Menurutnya, dukungan terhadap desainer muda adalah investasi masa depan, agar karya-karya mereka mampu menembus pasar nasional hingga internasional.</p>



<p>Karya-karya yang dipamerkan malam itu, imbuhnya, didominasi oleh rancangan desainer lokal Jember, yang kualitasnya bersaing dengan karya internasional. Setiap busana, hadir sebagai &#8216;wearable art&#8217; yang memadukan estetika tinggi, warisan budaya dan ide-ide segar yang penuh imajinasi.</p>



<p>Gelaran JFC Artwear 2025 sendiri, kembali menegaskan posisi Jember sebagai pusat kreativitas dan inovasi seni yang berkelas dunia. Perpaduan busana, musik dan cahaya malam itu bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan identitas dan semangat kreatif yang terus hidup di Bumi Pandhalungan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembukaan Jember Fashion Carnaval, Bupati Fawait Sebut JFC 2025 Jadi Sorotan Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/pembukaan-jember-fashion-carnaval-bupati-fawait-sebut-jfc-2025-jadi-sorotan-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[carnaval,]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[pembukaan]]></category>
		<category><![CDATA[sorotan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224828</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Malam pembukaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 di Alun-alun Jember, tampil luar biasa, Jumat (08/08/2025) tadi. Gelaran JFC tahun ini, akan berlangsung hingga Minggu (10/08/2025) lusa. Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang hadir langsung di tengah pelaksanaan, mengibaratkan JFC 2025 sebagai panggung dunia yang membuat Kabupaten Jember menjadi sorotan internasional. “Dimulai hari ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Malam pembukaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 di Alun-alun Jember, tampil luar biasa, Jumat (08/08/2025) tadi. Gelaran JFC tahun ini, akan berlangsung hingga Minggu (10/08/2025) lusa.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang hadir langsung di tengah pelaksanaan, mengibaratkan JFC 2025 sebagai panggung dunia yang membuat Kabupaten Jember menjadi sorotan internasional. “Dimulai hari ini, JFC akan digelar hingga Minggu (lusa, red). Dunia akan menyoroti Jember, karena di sini terdapat salah satu karnaval terbesar di seluruh dunia,” kata Bupati Fawait.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa ajang ini dihadiri pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Salah satu tamu istimewa yang datang pada perhelatan kali ini, berasal dari Jepang, yang menjadi bukti bahwa magnet JFC telah menembus batas negara.</p>



<p>Tahun ini, ujarnya, panitia juga menyiapkan pertunjukan kembang api yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Bupati Fawait juga menegaskan, bahwa momen tersebut bukan sekadar pesta kostum, tetapi juga ajang promosi wisata daerah yang memadukan kekayaan alam dan budaya Jember.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kabupaten Jember adalah tempat yang terindah di bagian timur Pulau Jawa. Kota ini luar biasa,” tambah Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Sembari memaparkan potensi wisata dari pantai di selatan, kebun-kebun asri di utara, hingga pusat kota yang menjadi lokasi JFC, Bupati Fawait tidak lupa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, yang berperan dalam suksesnya acara tahun ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menjadikan JFC kali ini sebagai yang terbesar dalam sejarah pelaksanaannya,” paparnya.</p>



<p>Bupati Fawait juga menambahkan, bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan JFC tahun depan lebih semarak lagi. “Saya harap tahun depan dapat lebih besar lagi. Pemerintah Kabupaten Jember juga siap memberikan dukungan yang lebih signifikan,” tegasnya.</p>



<p>Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, JFC diharapkan terus menjadi ikon budaya Jember, yang memikat wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Termasuk, mengangkat citra daerah sebagai salah satu pusat kreativitas di Indonesia. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Desainer Busana dan Perancang dari Dekranasda Kota Malang Meriahkan Malang Fashion Runway</title>
		<link>https://memontum.com/10-desainer-busana-dan-perancang-dari-dekranasda-kota-malang-meriahkan-malang-fashion-runway</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perancang]]></category>
		<category><![CDATA[runway]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya. Berbagai busana yang diperagakan para model, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya.</p>



<p>Berbagai busana yang diperagakan para model, pun berhasil memukau para hadirin dan tamu undangan. Termasuk, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir menyaksikan MFR.</p>



<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu mengungkapkan event yang tidak hanya didominasi para perancang busana muda ini juga menyuguhkan banyak hasil rancang busana berkualitas tinggi. &#8220;Di sini juga menampilkan karya-karya dari para pelaku UMKM dan hal ini sangat luar biasa,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika busana rancangan desainer Kota Malang, tidak kalah dengan desainer dari daerah lain di Indonesia dan bahkan dengan luar negeri. “Kota Malang merupakan kota dengan segudang desainer mode dan bahkan salah satu kiblat dunia mode. Kami yakin, ke depan akan terus bermunculan banyak perancang busana muda bertalenta di Kota Malang, dengan berbagai karya-karyanya yang berkelas nasional serta internasional,” tambahnya.</p>



<p>Dengan sering diadakannya acara seperti ini, ujar Wali Kota Wahyu, maka akan menjadi pemacu untuk melahirkan perancang busana yang lebih banyak lagi nantinya. “Tidak kalah penting, kegiatan seperti ini sejalan dengan program unggulan yaitu program seribu event,” paparnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Malang Fashion Week 2024 Dorong Kota Malang Jadi Pusat Kreativitas Fesyen</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-malang-fashion-week-2024-dorong-kota-malang-jadi-pusat-kreativitas-fesyen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[fesyen]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang kembali membuktikan potensinya sebagai kota kreatif dengan digelarnya Malang Fashion Week (MFW) 2024. Event tersebut, mengumpulkan 387 desainer dari berbagai daerah untuk menampilkan karya-karya mereka, yang berlangsung di Malang City Point, mulai Kamis (07/11/2024) hingga Minggu (10/11/2024) mendatang. Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang membuka gelaran tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang kembali membuktikan potensinya sebagai kota kreatif dengan digelarnya Malang Fashion Week (MFW) 2024. Event tersebut, mengumpulkan 387 desainer dari berbagai daerah untuk menampilkan karya-karya mereka, yang berlangsung di Malang City Point, mulai Kamis (07/11/2024) hingga Minggu (10/11/2024) mendatang.</p>



<p>Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang membuka gelaran tersebut menyampaikan bahwa fesyen kini menjadi pilar ekonomi kreatif di Kota Malang. Sehingga tidak hanya menjadi sekedar tren saja, tetapi juga identitas kota.</p>



<p>“Dengan mengusung tema Infinite, MFW 2024 menggambarkan semangat dan kreativitas tanpa batas, menunjukkan bahwa potensi industri fesyen Malang tak pernah habis. Kota Malang juga tidak hanya menawarkan keindahan dalam pariwisata dan kuliner, tapi juga memiliki kekayaan dalam seni dan fashion yang kaya dan beragam,” kata Sekda Erik, Jumat (08/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Sekda Erik juga mengapresiasi kiprah para desainer, pengrajin dan pelaku industri kreatif yang telah menjadikan Kota Malang sebagai kota mode yang terus berkembang. Menurutnya, acara tahunan seperti MFW ini menciptakan ruang bagi kreator lokal untuk menampilkan karya-karya luar biasa, yang tidak hanya unik tetapi juga inspiratif.</p>



<p>“Mari kita dukung terus perkembangan industri fashion mupun industri kreatif lainnya di kota kita. Dengan membeli produk-produk lokal, kita tidak hanya mendukung para pelaku industri kreatif, tetapi juga ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, juga mengapresiasi event MFW 2024 tersebut. Menurutnya, itu semakin memperkuat branding Kota Malang sebagai kota kreatif.</p>



<p>“Potensi acara ini luar biasa. Ini juga jadi stimulus positif bagi industri kreatif di Malang dan saya harap bisa terus menjadi event tahunan,” imbuh Iwan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216301</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
