<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>fatalitas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fatalitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2025 11:59:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>fatalitas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Operasi Keselamatan Semeru 2025 Usai, Polres Trenggalek Sukses Tekan Fatalitas Laka Lantas</title>
		<link>https://memontum.com/operasi-keselamatan-semeru-2025-usai-polres-trenggalek-sukses-tekan-fatalitas-laka-lantas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[fatalitas]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lantas]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219612</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025 selesai digelar. Operasi yang berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 10 Februari 2025 ini resmi berakhir terhitung hari Minggu tanggal 23 Februari 2025 kemarin. Dari hasil analisa dan evaluasi, diketahui bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2025 sukses menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas mencapai 63 persen. Pada Operasi Keselamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025 selesai digelar. Operasi yang berlangsung selama 14 hari sejak tanggal 10 Februari 2025 ini resmi berakhir terhitung hari Minggu tanggal 23 Februari 2025 kemarin.</p>



<p>Dari hasil analisa dan evaluasi, diketahui bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2025 sukses menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas mencapai 63 persen. Pada Operasi Keselamatan Semeru Tahun 2024 yang lalu, tercatat ada 19 peristiwa kecelakaan dengan 30 orang korban luka ringan. Sedangkan pada tahun 2025 ini terdapat 7 kali kecelakaan dengan jumlah korban luka ringan 12 orang.</p>



<p>“Korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh usia pelajar atau mahasiswa sebanyak 6 orang dan karyawan atau swasta sebanyak 3 orang. Kendaraan yang terlibat kebanyakan sepeda motor dan sisanya adalah mobil penumpang dan mobil barang,&#8221; kata Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>Sementara untuk angka pelanggaran lalu lintas, tambahnya, jika dibandingkan dengan operasi yang sama tahun lalu cenderung mengalami peningkatan cukup signifikan. &#8220;Tahun 2024 yang lalu, tercatat sebanyak 85 pelanggar yang ditindak tegas berupa Tilang dan meningkat tajam menjadi 584 pelanggar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya menuturkan, selama operasi keselamatan 2025 berlangsung, pelanggaran tertinggi adalah berkendara dibawah umur yang mencapai 377 kali. Kemudian disusul tidak menggunakan helm sebanyak 182 kali, melebihi batas muatan 17 kali, tidak menggunakan safe belt 7 kali dan kendaraan tidak sesuai spektek 1 kali.</p>



<p>Jika ditinjau dari aspek profesi, lanjutnya, pelanggaran masih didominasi oleh kalangan pelajar atau mahasiswa sebanyak 375 kali, tempat kedua diduduki oleh profesi karyawan atau swasta 195 kali dan pengemudi atau sopir sebanyak 14 kali. “Tingginya pelajar yang melakukan pelanggaran selayaknya menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya dari petugas Kepolisian tetapi juga orang tua, jajaran pemerintah, lembaga pendidikan dan stakeholder terkait lainnya,&#8221; terang AKP Agus.</p>



<p>Menurutnya, fenomena ini harusnya menjadi warning sekaligus alarm untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dan menjadikannya sebagai budaya anak-anak sejak usia dini.</p>



<p>AKP Agus juga menegaskan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan jajarannya untuk menekan angka laka lantas. Di antaranya rutin menggelar sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pelajar di sekolah-sekolah.</p>



<p>“Bagaimanapun juga mereka adalah generasi yang nantinya akan memegang estafet bangsa dan negara. Sudah sepatutnya kita lindungi dengan tidak melakukan pelanggaran maupun menjadi korban kecelakaan lalu lintas,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219612</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah dan Penanganan Fatalitas Kecelakaan, Polres Malang Gelar Rakor bersama Dinkes dan Puskesmas</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-dan-penanganan-fatalitas-kecelakaan-polres-malang-gelar-rakor-bersama-dinkes-dan-puskesmas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[fatalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196279</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Polres Malang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait di Gedung Sanika Satyawada, Mapolres Malang, Jumat (18/08/2023) tadi. Kegiatan yang bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret dalam pencegahan serta penanganan fatalitas akibat kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang, diikuti Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, Ketua PSSC [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Polres Malang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait di Gedung Sanika Satyawada, Mapolres Malang, Jumat (18/08/2023) tadi. Kegiatan yang bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret dalam pencegahan serta penanganan fatalitas akibat kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang, diikuti Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, Ketua PSSC 119 Kabupaten Malang, Bobby Prabowo, perwakilan dari rumah sakit swasta, kepala Puskesmas se-Kabupaten Malang dan Kapolsek jajaran.</p>



<p>Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, dalam sambutannya mengatakan mengenai fakta-fakta mengkhawatirkan tentang kecelakaan di tahun 2023. Data yang disampaikan, tercatat lebih dari 560 kejadian kecelakaan dengan 101 orang tewas dan 762 orang mengalami luka.</p>



<p>Angka ini, paparnya, bukan hanya sekadar statistik. Tetapi juga, menggambarkan betapa pentingnya upaya bersama dalam melindungi nyawa masyarakat. Apalagi, korban kecelakaan adalah usia produktif. Sehingga, berdampak serius pada aspek sosial dan ekonomi.</p>



<p>&#8220;Hasil dari penelitian, kejadian Laka Lantas juga didominasi oleh pengendara yang tidak terampil, tidak tertib dan kecepatan tinggi,” kata Kapolres Malang.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Dari fakta-fakta itu, Kapolres pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bergandengan tangan dalam menurunkan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang. Melalui Rakor ini, diharapkan dapat meningkatkan manajemen keselamatan berlalu lintas, sinergi lintas sektoral, serta mengembangkan kapasitas petugas dan komunitas pendukung.</p>



<p>“Marilah kita bekerjasama untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Wilayah Kabupaten Malang,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, menyambut baik upaya yang diambil oleh Polres Malang. Dirinya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiatif Rakor ini.</p>



<p>“Terima kasih kepada Kapolres Malang yang sudah membuat forum ini. Semoga dengan adanya forum ini kita bisa melakukan evaluasi program,” kata Wijanto.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa Rakor ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Malang. Dengan upaya bersama dan sinergi lintas sektoral, diharapkan angka fatalitas akibat kecelakaan dapat ditekan dan memberi manfaat bagi masyarakat. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196279</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
