<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Fenomena Alam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fenomena-alam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2022 12:54:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Fenomena Alam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penggeblok Padi Meregang Nyawa Usia Tersambar Petir di Persawahan Kagrengan Ngijo Malang</title>
		<link>https://memontum.com/penggeblok-padi-meregang-nyawa-usia-tersambar-petir-di-persawahan-kagrengan-ngijo-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2022 12:54:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Alam]]></category>
		<category><![CDATA[persawahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tersambar Petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=165289</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Hujan deras disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang bagian Utara, Rabu (09/03/2022) sore. Fenomena alam tersebut, mengakibatkan seorang penggeblok Padi (perontok bulir Padi, red) bernama Andik Winarko, menghembuskan nafas terakhirnya setelah tersambar petir di area Persawahan Kagrengan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penggeblok Padi tersebut merupakan warga RT 12/RW 04, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Hujan deras disertai petir terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Malang bagian Utara, Rabu (09/03/2022) sore. Fenomena alam tersebut, mengakibatkan seorang penggeblok Padi (perontok bulir Padi, red) bernama Andik Winarko, menghembuskan nafas terakhirnya setelah tersambar petir di area Persawahan Kagrengan Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.</p>



<p>Penggeblok Padi tersebut merupakan warga RT 12/RW 04, Dusun Langlang 4, Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kepala Dusun Langlang 4, Sri Istikharoh, mengatakan bahwa sekitar pukul 14.30, di wilayahnya terjadi hujan disertai petir yang menggelegar.</p>



<p>&#8220;Beberapa waktu kemudian ada kabar di grub WhatsApp jika ada warga yang tersambar petir. Setelah ditelusuri ternyata, korban merupakan warga saya, di RT 12 RW 4,&#8221; kata Sri Istikharoh saat dihubungi Memontum.com, Rabu (09/03/2022) malam.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Ia juga menjelaskan berdasarkan keterangan beberapa saksi, bahwa korban sedang menggunakan headset dikala nggeblok padi. &#8220;Penyebab dari kejadian tersebut karena korban sedang menggunakan headset, kemudian petir menyambar hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Saat menggunakan headset, korban sedang panen atau istilahnya nggeblok Pari,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Istikharoh juga menjelaskan bahwa dalam kesehariannya korban bekerja memanen Padi atau nggeblok Padi. Dirinya juga menambahkan, bahwa korban sudah diantar pulang ke rumah duka oleh pihak dari Polsek Karangploso. &#8220;Pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Saat ini jenazah akan dimakamkan pada malam ini. Mengingat korban yang tersambar petir, jadi tidak bisa dimakamkan esok hari,&#8221; ujar Istikharoh.<strong> (cw1/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jutaan Ikan Loncat Terdampar di Pantai Tanjungsari Jember</title>
		<link>https://memontum.com/jutaan-ikan-loncat-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:29:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Tanjungsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118509-jutaan-ikan-loncat-terdampar-di-pantai-tanjungsari-jember</guid>

					<description><![CDATA[Nelayan Panen, Ratusan Kilogram Memontum Jember &#8211; Usai digegerkan kemunculan hiu tutul berukuran besar yang terdampar di pinggir pantai karena tersangkut jaring nelayan, Senin (6/7/2020) siang, kini warga nelayan desa Kepanjen kembali dihebohkan dengan munculnya jutaan ikan siak-siak (anakan lenguru dan tongkol) berloncatan naik ke daratan. Tidak terhitung ikan kecil tersebut terdampar di Pantai Tanjungsari, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Nelayan Panen, Ratusan Kilogram</h2>
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Usai digegerkan kemunculan hiu tutul berukuran besar yang terdampar di pinggir pantai karena tersangkut jaring nelayan, Senin (6/7/2020) siang, kini warga nelayan desa Kepanjen kembali dihebohkan dengan munculnya jutaan ikan siak-siak (anakan lenguru dan tongkol) berloncatan naik ke daratan.</p>
<p>Tidak terhitung ikan kecil tersebut terdampar di Pantai Tanjungsari, masuk wilayah Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.</p>
<p>Dengan kejadian itu, sontak warga pun berhamburan menuju ke pantai, mereka saling berebut ikan ikan yang tergeletak dan berserakan di sepanjang pesisir pantai Tanjungsari. Ibarat rejeki yang turun langsung dari langit. Peristiwa langka ini bagi warga nelayan adalah sebuah keberkahan dari yang Maha Kuasa.</p>
<p>Menurut Kasim Ashari, seorang tokoh nelayan setempat menyebutkan, kemunculan jutaan ikan siak-siak melompat kedaratan pantai Tanjungsari terjadi sejak 3 hari yang lalu.</p>
<p>&#8220;Mulai hari Sabtu ikan itu terdampar semua, malam ini tambah banyak.Kemarin ada yang dapat 3 teripung, perkiraan beratnya 300 kg,&#8221; ujar Kasim.</p>
<p>Lanjut Ashari, kejadian alam seperti ini bagi nelayan setempat, merupakan hal yang biasa dan sering terjadi setiap tahunnya, terutama memasuki bulan 7 hingga 9.Namun peristiwa kali ini, memang jumlahnya lebih banyak dibanding kejadian sebelum-sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Hal ini terjadi, disebabkan ikan-ikan kecil dikejar oleh ikan besar, sehingga berlarian menyelamatkan diri hingga meloncat ke pesisir pantai,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Yang sering di pantai Tanjungsari, karena itu kawasan teluk, jadi gerombolan ikan ya di situ tempatnya, &#8221; pungkasnya.<strong> (bud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118509</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Alam, Matahari Tanpa Bayangan</title>
		<link>https://memontum.com/fenomena-alam-matahari-tanpa-bayangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 12:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Fokalis Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[observasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97834-fenomena-alam-matahari-tanpa-bayangan</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Hairlinda bersama 3 orang temannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Astronomi Amatir Lintas Jatim (Fokalis Jatim) Siswa SMP Nuris yang berada di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, melakukan observasi terhadap fenomena alam tentang matahari tanpa bayangan, Senin (14/10/2019) siang. &#8220;Jadi pada hari ini, tepat pada saat matahari sedang berada di titik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Hairlinda bersama 3 orang temannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Astronomi Amatir Lintas Jatim (Fokalis Jatim) Siswa SMP Nuris yang berada di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, melakukan observasi terhadap fenomena alam tentang matahari tanpa bayangan, Senin (14/10/2019) siang.</p>
<p>&#8220;Jadi pada hari ini, tepat pada saat matahari sedang berada di titik kota Jember, sehingga bayang-bayang jatuh tepat pada dibawah benda. Jadi ini terjadi fenomena, yang terjadi ialah Jember tanpa bayang-bayang,&#8221; kata Hairlinda usai melakukan observasi di tempatnya mengajar di SMP Nuris Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-97835" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191014-WA0083-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Perempuan alumni dari Devisi Keilmuan Astronomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember Pendidikan Fisika tepat pada pukul 11.1 benda yang diberdirikan seakan-akan tidak nampak ada bayang-bayangnya.</p>
<p>&#8220;Fenomena ini tepat terjadi hampir pada bagian bumi, dan khususnya pada bagian Indonesia itu terjadi dua kali, yakni pada bulan Maret dan September,&#8221; terangnya.</p>
<p>Secara kebetulan, lintang dari kota jember sekitar 7 derajat dan itu melebihi dari tanggal 23 september, dan tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2019 atau hari ini.</p>
<p>&#8220;Fenomena ini untuk daerah Jawa Timur berlangsung selama 5 hari, dari berbagai kota yang berbeda, dan termasuk tanggalnya juga berbeda,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kalau untuk di indonesia, berlangsungnya periode ini 21 September hingga akhir Oktober nanti. Sedangkan yang menjadi menarik disini adalah bahwa bayangan yang terbentuk, itu tiba-tiba seakan menghilang, padahal tidak.</p>
<p>&#8220;Fungsi kami melakukan observasi ini ialah bahwa pernyataan hilangnya bayangan itu bukan menghilang, tapi dia tegak lurus dengan benda. Sehingga bayangan seakan-akan menghilang,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk daerah Jember, Harilinda menyatakan kejadian ini hanya terjadi pada hari ini saja (14/10/2019) tepat pada pukul 11.11. Setelah itu, nanti kembali seperti biasanya dan tidak tegak seperti fenomena kali ini. Sedangkan untuk daerah lain, akan ada tanggalnya sendiri-sendiri dan ini bisa langsung di cek di info BMKG.</p>
<p>&#8220;Memang setiap tahun ada, dua kali periode dalam setahun. Fenomena ini terjadi karena, garis khatulistiwa lurus dengan matahari dan terjadi dua kali dalam setahun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hairlinda mengaku, sebenarnya ingin melakukan observasi diluar tempatnya mengajar, namun karena ada kewajiban terpaksa harus melaksanakan di tempatnya mengajar dan sekaligus menjadi edukasi para siswa-siswinya.</p>
<p>&#8220;Peristiwa ini biasanya di pakai untuk meluruskan arah kiblat, dimana matahari tepat diatas kiblat, kita bisa melihat bayangan kearah mana, maka kita bisa meluruskan kemanakah arah kiblat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Guru yang mengajar mata pelajaran Fisika dan Astronomi itu juga menyampaikan jika beberapa hari kedepan bumi akan terjadi suhu panas. Karena sinar matahari semakin panjang jaraknya, semakin dipanasi maka semakin panas.</p>
<p>&#8220;Bagian Indonesia, tahun ini akan gerhana Matahari cincin pada bulan Desember mendatang, tepatnya berada di wilayah Riau,&#8221; bebernya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97834</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
