<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>festival layang-layang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/festival-layang-layang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2020 06:08:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>festival layang-layang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Batu Buka Lomba Layang-layang Hias</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-batu-buka-lomba-layang-layang-hias</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 06:08:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[festival layang-layang]]></category>
		<category><![CDATA[hut ke 19 kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot batu]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127170</guid>

					<description><![CDATA[Diikuti 100 Peserta Hingga Asal Wilayah Bali Memontum Kota Batu &#8211; Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, hadir dan membuka secara langsung lomba layang-layang hias yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Batu. Lomba yang baru kali pertama digelar dan dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT ke 19 Kota Batu itu, dikonsentrasikan di Lapangan Sendratari Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Diikuti 100 Peserta Hingga Asal Wilayah Bali</strong></h3>
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, hadir dan membuka secara langsung lomba layang-layang hias yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Batu. Lomba yang baru kali pertama digelar dan dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT ke 19 Kota Batu itu, dikonsentrasikan di Lapangan Sendratari Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.</p>
<p>Selama pelaksanaan berlangsung, sambutan antusias terlihat dari sejumlah peserta. Bahkan, banyak diantaranya adalah peserta dari luar Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Dewanti Rumpoko dalam keterangannya, sangat menyambut baik langkah yang dilakukan Dinas Pariwisata, dalam menggelorakan wisata di Kota Batu. Salah satunya, dengan mengoptimalkan segala potensi wisata yang ada. Meski pun, dalam kondisi new normal ini Dinas Pariwisata harus terus mampu membuat terobosan atau inovasi untuk mengundang lebih banyak lagi wisatawan datang ke Kota Batu.</p>
<p>&#8220;Melalui lomba layang -layang hias ini, diharapkan pemulihan sektor wisata bisa terjadi. Meski lomba seperti ini biasa digelar di pantai, namun ternyata saat digelar di daerah pegunungan juga tak kalah bagusnya,&#8221; jelas orang nomor satu di Pemerintah Kota Batu, Minggu (8/11).</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batu yang menghadiri kegiatan bersama Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, pun diberikan kesempatan untuk menerbangkan layang-layang.</p>
<p>Pelaksanaan itu, sekaligus menandai pembukaan acara, yang juga dihadiri oleh tamu undangan seperti dari Bank Jatim, Selecta serta tamu undangan lain. &#8220;Ternyata asyik juga ya, bermain layangan. Sensasinya berbeda beda di setiap layangan hias itu,&#8221; ujar Dewanti takjub.</p>
<div id="attachment_127172" style="width: 860px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-127172" decoding="async" class="size-full wp-image-127172" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq." width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/Dinas-Pariwisata.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-127172" class="wp-caption-text">Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.</p></div>
<p>Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq, menjelaskan bahwa lomba layang-layang hias ini diikuti sekitar 100 peserta. Selain dari Malang Raya, juga ada peserta dari Mojokerto, Lamongan, Jogjakarta hingga Bali.</p>
<p>&#8220;Event ini baru pertama di Kota Batu. Namun dengan antusias peserta yang terlibat, bukan tidak mungkin ini bisa menjadi event tahunan. Walau pun, dikali pertama ini pula, untuk pelaksanaan juga hanya dilakukan selama sehari. Namun, selain lomba layangan hias, juga ada lomba layang-layang aduan di hari yang berbeda,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Salah satu peserta asal Mojokerto, Kamdi, memanfaatkan plastik bekas untuk dijadikan ekor layangan dengan karakter kepala naga. Layangan dengan ekor sepanjang 90 meter itu, ia juluki dengan nama Naga Mas.</p>
<p>Pria asal Kampung Rejo, Puri, Kabupaten Mojokerto ini, mengaku menghabiskan uang senilai Rp 3 juta, untuk menyelesaikan pembuatan layangan hias. Sementara pengerjaannya, membutuhkan waktu hingga tiga bulan. Layangan tersebut, telah diterbangkan di Lamongan dan Mojokerto. &#8220;Pernah juara dua saat ikut lomba layang-layang hias se Jatim di Brondong, Lamongan,&#8221; ucap Kamdi.</p>
<p>Untuk menerbangkan layang-layang besar dengan panjang 90 meter itu, dibutuhkan tenaga hingga 15 orang. 10 orang di bagian depan atau kepala dan 5 orang memegang bagian ekor. &#8220;Anginnya bagus, cukup kencang. Kalau anginnya pelan, tidak mungkin bisa terbang,&#8221; terang pria yang bekerja sebagai tukang bakso ini.</p>
<p>Kamdi mengaku, ia mengetahui Festival Lomba Layang-layang Hias yang digelar Dinas Pariwisata Kota Batu ini dari informasi yang beredar di media sosial. Lantas, dirinya pun melakukan pendaftaran secara online agar bisa memeriahkan event ini. Mengikuti event seperti ini, bagi dirinya menjadi sarana rekreatif untuk menghibur diri di waktu luang. &#8220;Ya iseng-iseng saja sambil mengisi waktu senggang. Kalau masalah hadiah, nanti aja dipikir belakangan,&#8221; kata Kamdi. <strong>(bir/adv/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127170</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiri Festival Layang-layang, Bupati Arifin Harap Ekonomi di Trenggalek Segera Pulih</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-festival-layang-layang-bupati-arifin-harap-ekonomi-di-trenggalek-segera-pulih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2020 03:41:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bupati trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tumpuk]]></category>
		<category><![CDATA[festival layang-layang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tugu]]></category>
		<category><![CDATA[Mochamad Nur Arifin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123404</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Di era new normal yang mulai diterapkan Pemerintah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan adanya pemulihan ekonomi masyarakat seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri festival layang-layang di Desa Tumpuk Kecamatan Tugu. Pemulihan sektor ekonomi masyarakat di Kota Keripik Tempe ini bisa segera dilakukan dengan mengandalkan pariwisata yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Di era new normal yang mulai diterapkan Pemerintah, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menekankan adanya pemulihan ekonomi masyarakat seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri festival layang-layang di Desa Tumpuk Kecamatan Tugu.</p>
<p>Pemulihan sektor ekonomi masyarakat di Kota Keripik Tempe ini bisa segera dilakukan dengan mengandalkan pariwisata yang ada. Tentu pasti, Kabupaten Trenggalek banyak memiliki potensi wisata baik yang dikelola Pemerintah maupun mandiri.</p>
<p>&#8220;Ya seperti salah satunya dengan adanya festival layang-layang ini. Membuktikan bahwa meskipun di tengah masa pandemi tidak mengurangi kreativitas masyarakat,&#8221; ucap Gus Ipin, panggilan akrab Mochamad Nur Arifin, Minggu (06/09/2020) pagi.</p>
<p>Jika biasanya festival layang-layang identik digelar di pantai, namun di Desa Tumpuk festival digelar di ruang terbuka hijau (RTH).</p>
<p>Sehingga nantinya diharapkan dapat dikembangkan sebagai potensi wisata. Dengan menjadi potensi wisata tentu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Karena kalau ada wisata itu akan ada orang datang, kalau ada orang datang akan ada orang belanja, nah sekarang bisa produksi apapun bingung jualnya ke mana, mau perjalanan khawatir atau tidak diperbolehkan karena Covid-19,&#8221; katanya.</p>
<p>Masih terang suami Novita Hardiny ini, meskipun di Tumpuk daerahnya belum dikenal sebagai kawasan wisata, namun dengan event seperti ini dan dilengkapi dengan fasilitas yang ada di RTH. Ia meyakini nantinya akan ada festival layang-layang berskala nasional bahkan internasional.</p>
<p>&#8220;Saya yakin Desa Tumpuk Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek ini khususnya akan pulih sektor ekonominya dengan cepat dari pandemi,&#8221; tegas Bupati Arifin.</p>
<p>Untuk itu, Bupati Nur Arifin meminta kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan seperti festival tersebut. Karena, menurut Bupati, Pemerintah tentu memiliki kemampuan terbatas untuk membantu perekonomian seluruh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Yang bisa dilakukan adalah menciptakan peluang ekonomi, salah satunya ya seperti ini, dan saya pesan kepada masyarakat, ke mana-mana jangan lupa memakai masker,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Perlu diketahui, festival layang-layang di Desa Tumpuk ini digelar terbatas dengan peserta hanya dari masyarakat sekitar. Namun demikian, diharapkan dapat memicu pergerakan ekonomi di masyarakat. <strong>(mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123404</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
