<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Festival &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/festival/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 13:57:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Festival &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Festival Taman Bumi, Bupati Banyuwangi Tekankan Kolaborasi Pengembangan Geopark Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/festival-taman-bumi-bupati-banyuwangi-tekankan-kolaborasi-pengembangan-geopark-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, terutama Geopark Ijen. Festival Taman Bumi tersebut, menjadi wadah berbagai stakeholder untuk menguatkan kolaborasi dalam pengembangan Geopark Ijen secara berkelanjutan.</p>



<p>Pelaksanaan festival ini, diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para pemangku kebijakan, badan pengelola geopark, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai daerah. Termasuk, pengelola Geopark Raja Ampat Papua.</p>



<p>Sejumlah periset dari berbagai universitas di Indonesia yang telah melakukan riset di kawasan Geopark Ijen, juga turut hadir. Diantaranya, seperti Dr Purwanto dari Universitas Negeri Malang, Prof Hari Sulistyowati dari Universitas Jember dan Eli Jamilah Miharja PhD dari Universitas Bakrie. Serta, Dr Andy Yahya Al Hakim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir melalui sambungan virtual.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan terhadap Geopark Ijen, termasuk permasalahan yang ditemukan serta saran solusi untuk permasalahan tersebut. “Kami berharap, festival ini bisa menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dan menghasilkan inisiatif konkret bagi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan pengembangan yang tepat dan berkelanjutan, Ijen Geopark dapat mempertahankan status sebagai geopark dunia saat pelaksanaan revalidasi oleh Unesco pada 2026 mendatang. “Revalidasi ini momentum penting bagi kita semua. Bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah status, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun wilayah berbasis konservasi, edukasi dan yang paling penting berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Geopark Ijen,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, Banyuwangi telah memberikan kontribusi dalam penguatan geopark melalui berbagai program. Diantaranya, konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan seperti pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi di bantaran sungai-sungai vulkanik, hingga kolaborasi konservasi dengan TN Alas Purwo dan Balai Konservasi untuk melindungi satwa endemik dan ekosistem geobiodiversity.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga rutin turun ke sekolah dan masyarakat, untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi kebumian. Banyuwangi juga terus melakukan promosi lewat berbagai event daerah yang menggunakan nama besar Ijen. Seperti balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run dan lainnya.</p>



<p>“Semua upaya ini untuk memastikan masyarakat Banyuwangi merasakan manfaat langsung dari keberadaan Unesco Global Geopark. Kami ingin geopark hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi pendidikan, peluang ekonomi, serta kesadaran bahwa alam harus dijaga bersama,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, penguatan pengembangan Ijen Geopark juga dilakukan kolaboratif bersama Pemkab Bondowoso, mengingat kawasan Geopark Ijen terletak di dua daerah tersebut. “Kita sudah tidak bicara lagi masalah batas geografis, yang penting bagi kami bagaimana kita semua bisa menjaga kelestarian Geopark Ijen dan masyarakay mendapatkan manfaatnya dari pengelolaan yang berkelanjutan,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Berbagai program yang dilakukan tersebut, mendapatkan apresiasi dari badan pengelola Raja Ampat Unesco Global Geopark, Ana Rohma Septiana. “Edukasi ke anak sekolah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan Ijen Geopark. Ini yang akhirnya kami tiru di Raja Ampat,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Festival Taman Bumi diisi berbagai kegiatan menarik. Seperti forum diskusi, program pengembangan kapasitas pemuda, serta edukasi lapangan. Sejumlah kampus di Banyuwangi juga menampilkan pameran tentang kontribusi perguruan tinggi pada pengembangan Geopark Ijen. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fish Cooking Festival 2025, Ketua Forikan Lumajang Ingatkan Konsumsi Ikan Sejak Dini dan Variasi Olahan</title>
		<link>https://memontum.com/fish-cooking-festival-2025-ketua-forikan-lumajang-ingatkan-konsumsi-ikan-sejak-dini-dan-variasi-olahan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[cooking]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Forikan]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sekaligus membangun kesadaran pola makan sehat bagi anak-anak dan keluarga.</p>



<p>Dewi Natalia menjelaskan, bahwa festival ini merupakan bagian dari Program Makan Bergizi untuk anak dan keluarga yang bertujuan menurunkan risiko stunting, anemia dan masalah gizi lain yang kerap terjadi pada anak-anak. Dirinya menekankan, bahwa edukasi gizi harus dilakukan sejak dini agar kebiasaan makan sehat tertanam secara berkelanjutan.</p>



<p>“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan pemahaman tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang. Melalui festival ini, mereka belajar mengenal berbagai jenis ikan, kandungan gizinya dan cara mengolahnya menjadi menu yang sehat, variatif, dan menarik,” kata Ketua Forikan Lumajang.</p>



<p>Serangkaian festival ini, menghadirkan lomba mewarnai dan demo masak ikan sebagai metode pembelajaran interaktif. Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam praktik memasak. Melalui pendekatan ini, diharapkan mampu membuat edukasi gizi lebih menyenangkan, membangun rasa percaya diri, sekaligus menanamkan keterampilan hidup yang bermanfaat sejak usia dini.</p>



<p>Dewi Natalia menekankan, pentingnya variasi olahan ikan agar konsumsi gizi menjadi menarik dan tidak monoton. Menu yang kreatif dan bergizi tinggi diyakini dapat diterapkan di rumah, mendorong keluarga untuk mengadopsi pola makan sehat secara rutin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Festival ini bukan sekadar kegiatan hiburan. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Anak-anak yang belajar sejak dini akan tumbuh dengan tubuh sehat, energi cukup dan kemampuan belajar yang optimal,” jelasnya.</p>



<p>Selain fokus pada edukasi anak, Dewi Natalia juga menyoroti potensi pemberdayaan ekonomi lokal melalui kreativitas kuliner. Dirinya berharap, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi keluarga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM untuk mengembangkan olahan ikan sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.</p>



<p>“Dengan memahami cara mengolah ikan yang sehat, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat gizi, tetapi juga bisa berinovasi menciptakan produk kuliner yang diminati pasar. Ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” imbuhnya.</p>



<p>Melalui perannya sebagai Ketua Forikan, Dewi Natalia menegaskan bahwa strategi edukasi gizi berbasis kegiatan nyata seperti festival ini memiliki efek jangka panjang. Anak-anak dan keluarga yang memahami pentingnya protein hewani berkualitas tinggi akan menjadi masyarakat yang lebih sadar gizi, produktif dan tangguh secara kesehatan.</p>



<p>“Peningkatan konsumsi ikan sejak dini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Anak-anak yang sehat, cerdas dan kreatif akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjadi contoh keluarga yang mengutamakan pola makan bergizi,” imbuhnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Sportiva Festival 2025 Perdana Digelar, Satukan Ekosistem Olah Raga Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/malang-sportiva-festival-2025-perdana-digelar-satukan-ekosistem-olah-raga-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[satukan]]></category>
		<category><![CDATA[sportiva]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227978</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang menggelar Malang Sportiva Festival (Masfest) 2025 untuk pertama kalinya pada 22 hingga 23 November 2025. Kegiatan ini, menjadi ajang konsolidasi dan sosialisasi ekosistem olah raga masyarakat yang melibatkan berbagai induk organisasi olah raga di Kota Malang. Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang menggelar Malang Sportiva Festival (Masfest) 2025 untuk pertama kalinya pada 22 hingga 23 November 2025. Kegiatan ini, menjadi ajang konsolidasi dan sosialisasi ekosistem olah raga masyarakat yang melibatkan berbagai induk organisasi olah raga di Kota Malang.</p>



<p>Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan Malang Sportiva Festival bertujuan memperkenalkan dan menguatkan peran olah raga masyarakat melalui sosialisasi tempat latihan, manfaat olah raga, serta eksistensi induk organisasi olahraga yang berada di bawah naungan Kormi. “Masfest ini merupakan momentum berkumpulnya ekosistem olah raga masyarakat. Dari total 58 Induk Organisasi Olah Raga (Inorga), lebih dari 70 persen terlibat aktif dalam kegiatan ini,” kata Sofyan, Minggu (23/11/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan olahraga, tetapi juga ruang dialog dan tukar gagasan melalui seminar serta forum diskusi. Para pelaku olah raga menyampaikan ide, aspirasi, hingga unek-unek terkait pengembangan olah raga masyarakat ke depan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami ingin olah raga masyarakat bisa lebih berprestasi dan berkelanjutan. Di sini kami menyatukan sport industry, sport science, dan sport tourism agar semua berjalan berkesinambungan,” jelasnya.</p>



<p>Kegiatan Masfest 2025 digelar di tiga titik berbeda di Kota Malang dan melibatkan berbagai komunitas olah raga, pelaku industri olah raga, serta pemerhati olahraga masyarakat. Sofyan berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah penguatan sinergi antar pelaku olah raga.</p>



<p>“Ini pertama kali dilakukan dan semoga bisa terus diadakan setiap tahun agar ekosistem olah raga masyarakat semakin kuat dan berkembang,” terangnya.</p>



<p>Dengan terselenggaranya Malang Sportiva Festival 2025, Kormi Kota Malang menegaskan komitmennya dalam membangun budaya olahraga berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berorientasi pada prestasi. <strong>(fat/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227978</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Mbois X Resmi Dibuka, Rayakan Satu Dekade Ekonomi Kreatif dan Status Kota Kreatif Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/festival-mbois-x-resmi-dibuka-rayakan-satu-dekade-ekonomi-kreatif-dan-status-kota-kreatif-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dekade]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Festival Mbois ke X resmi telah dimulai, sejak Kamis (06/11/2025) hingga Minggu (09/11/2025) di Malang Creative Center (MCC). Gelaran tahunan yang kini memasuki satu dekade ini, menjadi momentum besar bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kota Malang, sekaligus merayakan pencapaian Kota Malang yang telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts oleh UNESCO.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Mbois X sejalan dengan program Seribu Event untuk Kota Malang, yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. “Ini sangat luar biasa. Festival Mbois ke-10 ini mengusung tema Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya. Melalui ekonomi kreatif, kita bisa melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terus membaik, tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional,” ujar Eko.</p>



<p>Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang semakin nyata, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelaku usaha dan pengakuan dunia internasional terhadap kreativitas masyarakatnya. “Sampai hari ini, Malang sudah ditetapkan sebagai kota teraktif di dunia. Malang semakin terbuka dan diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional, bahwa Kota Malang layak sebagai Kota Kreatif,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Mbois X (FMX), Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, mengatakan bahwa festival tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas dari lantai 1 hingga lantai 7 MCC. “Kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 November ini menghadirkan banyak tenant dari berbagai subsektor Ekraf. Kami berharap masyarakat bisa datang dan memberikan dukungan kepada pelaku ekraf, agar ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang terus berkembang,” ucap Gedeon.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa pelaksanaan Festival Mbois X tahun ini juga bersamaan dengan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang dihelat di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Tentunya, sangat lebih meriah lagi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut, Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran kreativitas, tetapi juga forum besar bagi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia.</p>



<p>“Festival Mbois ini sudah berusia satu dekade, dan tahun ini kami laksanakan bersama ICCF 2025. Akan ada berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, hingga konferensi internasional yang dihadiri beberapa negara,” tuturnya.</p>



<p>Puncak acara ICCF dan Festival Mbois X akan diadakan pada Sabtu (08/11/2025) besok dan dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tengku Rifti, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta Wamen HAM dan Gubernur Jawa Timur. Dalam momen tersebut, nantinya Provinsi Jawa Timur juga akan menerima apresiasi sebagai Provinsi Kreatif dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN).</p>



<p>Vicky menegaskan bahwa Festival Mbois bukan sekadar ajang tahunan, tetapi telah menjadi lebaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Malang Raya. “Festival ini menjadi ruang silaturahmi dan perayaan bagi para pelaku ekraf lintas generasi, dari TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga profesional. Ada 17 subsektor ekraf yang terlibat. Dampaknya besar, tidak hanya ekonomi, tetapi juga pemberdayaan kreatif di masyarakat,” katanya.</p>



<p>Kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan tersebut, menurutnya mencerminkan konsep Hexa Helix, yang melibatkan pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, media, lembaga keuangan dan agregator. Dukungan dari seluruh pihak dinilai memperkuat posisi Malang sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.</p>



<p>“Festival Mbois ini adalah wujud kolaborasi nyata. Kita juga merayakan pengakuan UNESCO terhadap Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media art. Harapannya, dampaknya segera terasa oleh masyarakat, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru berbasis kreativitas,” imbuh Vicky. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapi Sapu Jagat Pecahkan Rekor Nasional Kelas Ekstrem Bebas di Festival dan Expo Sapi Jember</title>
		<link>https://memontum.com/sapi-sapu-jagat-pecahkan-rekor-nasional-kelas-ekstrem-bebas-di-festival-dan-expo-sapi-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 13:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227358</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam penutupan Festival dan Expo Sapi Season 2, di Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Minggu (02/11/2025) tadi. Dalam even yang berlangsung selama dua hari ini, sapi kontes bernama Sapu Jagat milik Faisal dari Mojokerto, telah berhasil memecahkan rekor nasional. Sapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Jupriono, hadir mewakili Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam penutupan Festival dan Expo Sapi Season 2, di Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Minggu (02/11/2025) tadi. Dalam even yang berlangsung selama dua hari ini, sapi kontes bernama Sapu Jagat milik Faisal dari Mojokerto, telah berhasil memecahkan rekor nasional.</p>



<p>Sapi Sapu Jagat itu, menjadi Juara Kelas Ekstrem Bebas dengan bobot 1.405 kilogram. Sapi tersebut, tercatat sebagai sapi ketiga terberat di dunia dan mencetak rekor nasional baru. Piala bergilir dan hadiah untuk Raihan itu, diserahkan langsung oleh Sekda Jupriono kepada Faisal.</p>



<p>Sebelumnya, kontes ini dibuka oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani bersama Menteri Pertanian, Amran dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Sabtu (01/11/2025) kemarin. Kegiatan ini, adalah bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor peternakan. Selain itu, juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong peternak lokal agar mampu berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Usai menyerahkan piala kepada para juara, Sekda Jupriono menegaskan Pemerintahan Bupati Jember, Muhammad Fawait, berkomitmen untuk mendukung kegiatan peternakan secara berkelanjutan. &#8220;Kami sangat mengapresiasi, pagelaran ini (festival dan Expo sapi) mendorong peternak muda kita Indonesia menuju ketahanan pangan khususnya daging,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sekda Jupriono juga menyebutkan, bahwa ada pemecahan rekor nasional dan catatan rekor dunia baru terjadi dalam kontes tersebut. &#8220;Mudah-mudahan tahun depan lebih semarak lagi. Kontes tahun ini tembus rekor nasional 1,405 ton. Artinya, peternak kita memiliki potensi yang luar biasa, untuk kelas dunia nomor 3 ini diraih Sapi Sapu Jagat,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Ke depan, Bupati Jember menurut Sekda Jupriono, berjanji akan menyelenggarakan kontes berikutnya dengan lebih semarak. &#8220;Bupati Gus Fawait mensuport penuh, tahun depan dengan acara yang lebih besar,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Acara diselenggarakan oleh PPSI dengan dukungan penuh dari Pemkab Jember, APPSI dan TPD Jawa Timur. Event ini menjadi wadah edukasi dan motivasi bagi peternak muda dalam mengembangkan potensi sapi lokal unggulan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Pasuruan Gelar Pasuruan Youth Festival 2025</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hari-sumpah-pemuda-pemkab-pasuruan-gelar-pasuruan-youth-festival-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga menggelar Pasuruan Youth Festival 2025 di di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Minggu (26/10/2025) tadi. Ajang adu kreasi para pemuda se-Kabupaten Pasuruan, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97. Ada tiga lomba yang diselenggarakan selama Pasuruan Youth Festival, yakni Lomba Kreasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga menggelar Pasuruan Youth Festival 2025 di di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Minggu (26/10/2025) tadi. Ajang adu kreasi para pemuda se-Kabupaten Pasuruan, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97.</p>



<p>Ada tiga lomba yang diselenggarakan selama Pasuruan Youth Festival, yakni Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB), Lomba Vlog serta Festival Band. Untuk LKBB diikuti oleh tim dari perwakilan SMA/SMK/MA dengan total 23 peserta. Sedangkan lomba vlog, diikuti 27 peserta dan festival band 10 peserta.</p>



<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Pasuruan, Mujiono, mengatakan bahwa seluruh pesertanya adalah para pemuda-pemudi yang berasal dari sekolah setingkat SMA sederajat. &#8220;Semua hari ini. LKBB dan vlog pagi sampai siang, tapi yang lomba band kita gelar sore hari,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari seluruh peserta yang berpartisipasi, panitia akan mengambil juara di masing-masing kategori lomba. Yakni mulai Juara I,II dan III serta Harapan I,II dan Harapan III. &#8220;Ada juga juara favorit yang diberikan sebagai apresiasi kepada peserta yang tidak menjadi juara satu sampai harapan tiga,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dengan digelarnya Pasuruan Youth Festival 2025, Mujiono menegaskan kreativitas dari para pemuda di Kabupaten Pasuruan menjadi terfasilitasi. Dalam artian, ada wadah untuk para pemuda bisa menyalurkan hobi menjadi sebuah skill yang patut diadu.</p>



<p>&#8220;Agar dari sini mereka tahu bahwa hasilnya bagus atau tidak. Kalau bagus berarti jadi juara. Kalau belum ya terus berlatih. Ini yang sebenarnya mereka harus tahu,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 Beri Dampak Karambol Pelaku UMKM hingga Penginapan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-festival-gandrung-sewu-2025-beri-dampak-karambol-pelaku-umkm-hingga-penginapan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karambol]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi. Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, pun mendulang rezeki. Dagangannya laris manis diserbu warga dan wisatawan, yang menyaksikan Gandrung Sewu.</p>



<p>Bahkan, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli. Antusiasme penonton yang hadir dari penjuru Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia, membuat omzet mereka melonjak tajam.</p>



<p>“Alhamdulilah, omzet kami meningkat. Hari ini saja bisa tembus Rp 2 juta. Kalau hari biasanya, ya mentok sampai Rp 1 juta,” ujar Pedagang Bakpao Panda, Selvi, yang biasa berjualan di Jalan Kepiting, Banyuwangi.</p>



<p>Para pedagang ini, sudah mengisi stand-stand UMKM sejak Kamis (23/10/2035) lalu. Mereka difasilitasi berjualan selama tiga hari hingga pagelaran Gandrung Sewu selesai.</p>



<p>Pedagang lainnya, Mas Ulah yang berjualan es teler alpukat kocok dan manisan buah kering, juga meraup omzet jutaan rupiah selama tiga hari berjualan. “Alhamdulilah, laris manis jualan saya. Terima kasih Ibu Bupati yang telah konsisten menggelar berbagai event di Banyuwangi, seperti saat ini Gandrung Sewu. Membuat UMKM seperti kami terbantu menambah pendapatan,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Begitupun yang dirasakan Nanang, penjual es asongan. Dirinya mengaku selalu berjualan minuman keliling setiap ada event yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>“Saya mulai berjualan jam 9 pagi, hingga sore omzet yang saya hasilkan sudah sekitar Rp500 ribu. Alhamdulilah bisa menambah penghasilan. Semoga Gandrung Sewu terus digelar kedepannya,” harapnya.</p>



<p>Tidak hanya pelaku UMKM, sektor penginapan juga ikut menikmati dampaknya. Sejumlah hotel dan homestay mencatat tingkat hunian hampir penuh menjelang hari pelaksanaan festival.</p>



<p>“Alhamdulilah sampai tadi malam tingkat hunian tamu hotel kami mencapai 90 persen. Mudah-mudahan event-event selanjutnya juga terus memberikan dampak positif,” kata General Manager Aston Banyuwangi Hotel &amp; Conference Center, Catur Rahmadi.</p>



<p>Bahkan, festival yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut juga mendongkrak pendapatan jasa rias penari Gandrung dan penyedia kostum. Begitupun sektor transportasi, semua merasakan manfaatnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa berbagai event yang diselenggarakan Banyuwangi, termasuk Gandrung Sewu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Banyuwangi. “Tujuan utama kita tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi. Tapi menggerakkan semua sektor, agar semuanya berdampak, dan semuanya bisa merasakan multiplier effect pariwisata yang tumbuh di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) bekerja sama dengan PT Indaco Warna Dunia serta Komunitas Pelukis Sumenep (Klops), selenggarakan Festival Seni Lukis Madura. Festival ini, berlangsung meriah dan diikuti puluhan pelukis dari berbagai daerah di Nusantara.</p>



<p>Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan ini sejatinya merupakan wujud nyata kepedulian dan partisipasi aktif mulai pemerintah, dunia usaha, seniman serta masyarakat Madura dalam melestarikan seni budaya melalui media seni rupa. “Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bagian dari wadah ekspresi dan pelestarian seni lukis, untuk menciptakan karya terbaik dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai kearifan lokal,” kata Bupati Achmad Fauzi, di Pendopo Agung Keraton, Sabtu (25/10/2025) tadi.</p>



<p>Pihaknya mengapresiasi, para pelukis dan komunitas seni yang tetap produktif di era modern. Ini membuktikan, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak menjadi penghalang bagi kreativitas dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.</p>



<p>“Para pelukis dan seniman di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tetap mampu menghadirkan karya yang sarat makna, serta menggambarkan keindahan budaya daerah. Ini bukti, bahwa seni dan budaya tetap relevan di setiap zaman,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Fauzi menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan kesenian dan kebudayaan, sebagai bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kesenian bukan hanya sarana hiburan, tetapi instrumen pembangunan yang mampu menumbuhkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Sehingga, pemerintah daerah memberikan ruang bagi para pelaku seni lukis untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan,” tegas Bupati.</p>



<p>Festival Seni Lukis Madura sendiri, dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, Kepala DPUTR, Erik Susanto, dan Perwakilan PT Indaco Warna, Andika, yang ditandai dengan sebuah goresan.</p>



<p>Di tempat yang sama, Kepala DPUTR, Erik Susanto, menjelaskan peserta Festival Seni Lukis Madura sebanyak 61 pelukis. Tidak hanya dari 4 Kabupaten di Pulau Madura, tetapi dari daerah lain seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Probolinggo, Magelang dan Yogyakarta.</p>



<p>“Kami tidak hanya menyelenggarakan festival seni lukis semata, tetapi mengadakan lelang 10 lukisan terbaik sebagai penghargaan terhadap karya seni dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif,” imbuhnya. <strong>(kom/sum/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227096</post-id>	</item>
		<item>
		<title>1.417 Peserta Meriahkan Gelaran Festival Santri 2025 Pemkab Jember</title>
		<link>https://memontum.com/1-417-peserta-meriahkan-gelaran-festival-santri-2025-pemkab-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226750</guid>

					<description><![CDATA[Memontun Jember &#8211; Asisten III Bidang Administrasi Umum, Isnaini Dwi Susanti dan Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, membuka pelaksanaan Festival Santri 2025 di Gedung Jember Nusantara, Selasa (14/10/2025) tadi. Gelaran ini, dihadiri beberapa perwakilan pondok pesantren (Ponpes), sekolah Islam dan lembaga pendidikan keagamaan se-Kabupaten Jember. Diketahui, bahwa momen Peringatan Hari Santri 2025 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontun Jember</strong> &#8211; Asisten III Bidang Administrasi Umum, Isnaini Dwi Susanti dan Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, membuka pelaksanaan Festival Santri 2025 di Gedung Jember Nusantara, Selasa (14/10/2025) tadi. Gelaran ini, dihadiri beberapa perwakilan pondok pesantren (Ponpes), sekolah Islam dan lembaga pendidikan keagamaan se-Kabupaten Jember.</p>



<p>Diketahui, bahwa momen Peringatan Hari Santri 2025 di Kabupaten Jember, akan diramaikan dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya diisi dengan kegiatan religius, namun akan disatukan dalam satu tajuk yakni Festival Santri 2025.</p>



<p>Festival tersebut, akan menjadi sarana penguatan nilai keislaman, kebangsaan dan pembinaan karakter religius di kalangan santri Jember. &#8220;Kegiatan semacam ini dapat memperkuat nilai keislaman, kebangsaan dan pembinaan karakter para santri di Kabupaten Jember,&#8221; kata Isnaini Dwi Susanti, dalam sambutannya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sesuai rencana, rangkaian kegiatan akan diikuti 1.417 peserta dari pondok pesantren dan lembaga keagamaan se-Kabupaten Jember. Berbagai lomba seperti Da’i Cilik, Da’i Remaja, Da’i Dewasa, Adzan, Tilawah dan MQK, bisa diikuti oleh para santri. Sementara pelaksanaan acara, direncanakan berlangsung dari 14 hingga 22 Oktober 2025.</p>



<p>Sementara itu, Nurul Hafid Yasin menjelaskan jika untuk acara penutupan festival akan menampilkan kolaborasi santri dari berbagai pesantren sebagai simbol persatuan dakwah Islam. &#8220;Kegiatan ini diharapkan mampu mengekplorasi kemampuan para santri,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226750</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
