<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>fetish mukena &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fetish-mukena/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2021 12:46:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>fetish mukena &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tiga Model di Kota Malang Telah Mengadu Dugaan Fetish Mukena, Polisi Masih Lakukan Pendalaman</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-model-di-kota-malang-telah-mengadu-dugaan-fetish-mukena-polisi-masih-lakukan-pendalaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 12:46:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[fetish mukena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151484</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dugaan fetish mukena dengan korban model-model hijab di Kota Malang, masih dalam penyelidikan petugas Sat Reskrim Polresta Malang Kota. Saat dikonfirmasi Memontum.com pada Minggu (22/8) sore, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yidha Riambodo SH SIK mengatakan bahwa sudah ada tiga korban yang telah membuat pengaduan terkait dugaan fetish mukena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Memontum Kota Malang &#8211; Dugaan fetish mukena dengan korban model-model hijab di Kota Malang, masih dalam penyelidikan petugas Sat Reskrim Polresta Malang Kota. Saat dikonfirmasi Memontum.com pada Minggu (22/8) sore, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yidha Riambodo SH SIK mengatakan bahwa sudah ada tiga korban yang telah membuat pengaduan terkait dugaan fetish mukena ini.</p>



<p>&#8220;Saat ini sudah ada tiga korban yang telah membuat pengaduan. Kami masih lakukan pemeriksaan dan pendalaman. Kita perlu dalami dulu apakah ini masuk ke dalam sebuah tindak pidana terkait Undang-undang ITE atau tidak. Jadi ini perlu kita dalami, beberapa alat bukti, pemeriksaan-pemeriksan ,&#8221; ujar Kompol Tinton.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Pihaknya juga mengimbau kepada para korban untuk untuk membuat pengaduan ke Polresta Malang Kota. &#8220;Silakan untuk korban yang merasa dirugikan bisa membuat pengaduan di Polresta Malang Kota,&#8221; ujar Kompol Tinton.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu korban fetish mukena berinisial AZ (22) mahasiswi di Kota Malang, Jumat (20/8), mendatangi Polresta Malang Kota. Kedatangannya tak lain untuk melapor ke Polresta Malang Kota karena foto-foto nya telah disalah gunakan oleh owner online shop GM.</p>



<p>Bagaimana tidak, pemotretan bermukena yang seharusnya untuk katalog Olshop GM, namun oleh pelaku berinisial D malah diposting di akun fetish di twitter @pencinta_mukena. Bahkan tweet dan retweet bertulisakan kata-kata yang tidak pantas yang cenderung ke arah cabul .</p>



<p>Dijelaskan oleh AZ, bahwa pada September 2020, dihubungi oleh Mbak R, mengaku pemilik Olshop GM. Yakni hanya melalui pesan untuk foto medel katalog mukena Olshop GM. &#8221; Saya tidak curiga, saat itu saya ketemu dengan Mas D. Saat bertemu Mas D mengaku adiknya R. Saat itu dia mengatakan kalau R sedang hamil dan ikut suaminya keluar kota,&#8221; ujar AZ. Pemotretan pun berlangsung dengan memakai mukena.</p>



<p>Pada awal Tahun 2021, kembali dilakukan foto mukena untuk katalog Olshop GM. Lagi-lagi R tidak hadir, malahan yang terlihat adalah D. &#8221; Saya kemudian menjadi make up model-modelnya saja. Intensitas ketemu Mas D pun semakin sering, namun tidak pernah bertemu dengan Mbak R,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Keanehan terjadi pada bulan Juni 2021, ada beberapa model yang mengaku tidak nyaman karena setiap pengambil foto mukenanya terlihat lusuh dan tidak di strika. &#8221; Lusuh, tidak distrika dan bahkan ada yang mukenanya sudah bau. Kami semakin curiga. Beberapa waktu lalu ternyata ada teman model yang mengetahui kakau foto-foto kami digunakan untuk fetish mukena oleh Mas D. Bahkan dalam postingan itu tertera juga nama lengkap model-modelnya . Di akun itu banyak tweet yang tidak pantaa di pos. Dengan komentar komentar yang tidak pantas,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Setelah dilakukan pencarkan ternyata owner Olshop GM bukanlah R melainkan adalah Mas D sendiri. &#8221; Mas D kemudian blok akun kita semua. Foto saya disana ada dua. Namun foto dari model-model Olshop GM lainnya banyak yang diposting. Tweet dan retweet tidak pantas, banyak pelecehannya. Bahkan ada tweet yang menyebut bahwa dirinya fetish mukena,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Setelahnkasua ini mencuat, D Sempat menbuat video prrmintaan maaf . Namun kendati demikian, para korban tetap tidak terima dan memilih menempuh jalur hukum. &#8221; Kami sebagai korban merasa belum puas. Apa buktinya dia sudah menghapus foto-foto kami atau belum,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Dirinya datang ke Polresta Malang Kota untuk melaporkan D supaya ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. &#8221; Kami mau melapor penyalagunaan foto. Bahwa D juga berbohong ternyata pemilik Olshop GM bukanlah perempuan melainkan laki-laki yang menayalah gunakan akun tersebut untuk memuaskan fetish mukena nya. Saat ini sudah ada 10 korban yang terkumpul. Kami berharap petugas kepolisian segera menemukan Mas D supaya dia mendapatkan hukuman setimpal agar jera,&#8221; ujar AZ, sebelum masuk ke ruang Perlindungan Perempuan Anak Polresta Malang Kota. (gie)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Fetish Mukena Mengadu ke PPA Polresta Malang Kota</title>
		<link>https://memontum.com/korban-fetish-mukena-mengadu-ke-ppa-polresta-malang-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2021 12:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[asusila]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[fetish mukena]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah satu korban fetish mukena berinisial AZ (22) mahasiswi di Kota Malang, Jumat (20/8), mendatangi Polresta Malang Kota. Kedatangannya tak lain untuk melapor ke Polresta Malang Kota karena foto-foto nya telah disalahgunakan oleh owner online shop GM. Bagaimana tidak, pemotretan bermukena yang seharusnya untuk katalog Olshop GM, namun oleh pelaku berinisial [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah satu korban fetish mukena berinisial AZ (22) mahasiswi di Kota Malang, Jumat (20/8), mendatangi Polresta Malang Kota. Kedatangannya tak lain untuk melapor ke Polresta Malang Kota karena foto-foto nya telah disalahgunakan oleh owner online shop GM.</p>



<p>Bagaimana tidak, pemotretan bermukena yang seharusnya untuk katalog Olshop GM, namun oleh pelaku berinisial D malah diposting di akun fetish di twitter @pencinta_mukena. Bahkan tweet dan retweet bertulisakan kata-kata yang tidak pantas yang cenderung ke arah cabul .</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskan oleh AZ, bahwa pada September 2020, dihubungi oleh Mbak R, mengaku pemilik Olshop GM. Yakni hanya melalui pesan untuk foto medel katalog mukena Olshop GM. &#8220;Saya tidak curiga, saat itu saya ketemu dengan Mas D. Saat bertemu Mas D mengaku adiknya R. Saat itu dia mengatakan kalau R sedang hamil dan ikut suaminya keluar kota,&#8221; ujar AZ. Pemotretan pun berlangsung dengan memakai mukena.</p>



<p>Pada awal Tahun 2021, kembali dilakukan foto mukena untuk katalog Olshop GM. Lagi-lagi R tidak hadir, malahan yang terlihat adalah D. &#8220;Saya kemudian menjadi make up model-modelnya saja. Intensitas ketemu Mas D pun semakin sering, namun tidak pernah bertemu dengan Mbak R,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Keanehan terjadi pada bukan Juni 2021, ada beberapa model yang mengaku tidak nyaman karena setiap pengambil foto mukenanya terlihat lusuh dan tidak di setrika. &#8220;Lusuh, tidak disetrika dan bahkan ada yang mukenanya sudah bau. Kami semakin curiga. Beberapa waktu lalu ternyata ada teman model yang mengetahui kakau foto-foto kami digunakan untuk fetish mukena oleh Mas D. Bahkan dalam postingan itu tertera juga nama lengkap model-modelnya. Di akun itu banyak tweet yang tidak pantas di pos. Dengan komentar-komentar yang tidak pantas,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Setelah dilakukan pencarian ternyata owner Olshop GM bukanlah R melaikan adalah Mas D sendiri. &#8221; Mas D kemudian blok akun kita semua. Foto saya disana ada dua. Namun foto dari model-model Olshop GM lainnya banyak yang diposting. Tweet dan retweet tidak pantas, banyak pelecehannya. Bahkan ada tweet yang menyebut bahwa dirinya fetish mukena,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Setelah kasus ini mencuat, D Sempat membuat video prrmintaan maaf. Namun kendati demikian, para korban tetap tidak terima dan memilih menempuh jalur hukum. &#8220;Kami sebagai korban merasa belum puas. Apa buktinya dia sudah menghapus foto-foto kami atau belum,&#8221; ujar AZ.</p>



<p>Dirinya datang ke Polresta Malang Kota untuk melaporkan D suoaya ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. &#8220;Kami mau melapor penyalagunaan foto. Bahwa D juga berbohong ternyata pemilik Olshop GM bukanlah perempuan melainkan laki-laki yang menayalahgunakan akun tersebut untuk memuaskan fetiah mukena nya. Saat ini sudah ada 10 korban yang terkumpul. Kami berharap petugas kepolisian segera menemukan Mas D suoaya dia mendapatkan jjkuman setimpal agar jera,&#8221; ujar AZ, sebelum masuk ke ruang Perlindungan Perempuan Anak Polresta Malang Kota.</p>



<p>Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo SIK SH mengatakan bahwa dari pengaduan ini pihaknya masih melakukan pendalaman. &#8221; Kami masih lakukan pendalaman. Akan kita teliti dan pelajari apa yang menjadi tindak pidana dari perbuatan tersebut,&#8221; ujar Kompol Tinton. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berkedok Pemotretan Untuk Katalog Olshop, Mahasiswi Kota Malang Jadi Korban &#8216;Fetish Mukena&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/berkedok-pemotretan-untuk-katalog-olshop-mahasiswi-kota-malang-jadi-korban-fetish-mukena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 13:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[fetish mukena]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=151244</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang model hijab berinisial JT (20), mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Kota Malang, telah menjadi korban &#8216;Fetish Mukena&#8217;. Foto-fotonya bermukena hasil pemotretan untuk katalog online shop malah dijadikan oleh sang sang pemilik olshop berinisial D menjadi bahan untuk Fetish Mukena. Cerita JT ini sempat viral di media sosial twiternya pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang model hijab berinisial JT (20), mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Kota Malang, telah menjadi korban &#8216;Fetish Mukena&#8217;. Foto-fotonya bermukena hasil pemotretan untuk katalog online shop malah dijadikan oleh sang sang pemilik olshop berinisial D menjadi bahan untuk Fetish Mukena.</p>



<p>Cerita JT ini sempat viral di media sosial twiternya pada Senin (16/8). Hal itu setelah JT menceritakan kisahnya hingga menjadi korban Fatish Mukena oleh D yang mengaku sebagai owner olshop mukena di Malang.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>JT menjelaskan Berawal saat meniti karir di dunia model tahun 2021, dengan mengikuti kontes duta hijab digelar di Malang. Masuk sebagai 7 finalis, dia kemudian mendapat tawaran foto katalog dan endorse. Salah satu tawaran yang diterima itu disebut GM dalam utasnya.</p>



<p>Pembicaraan melalui pesan langsung di Instagram dan berpindah ke WhatsApp. &#8220;Awalnya pelaku mengaku Mbak R mengajak sesi foto untuk produk mukena, sekitar Maret 2021,&#8221; ujar JT.</p>



<p>Pengambilan foto pun di lakukan namun ternyata sosok yang mengaku Mbak R tidak datang. Malahan yang datang adalah sosok laki-laki yang mengaku bernama D.</p>



<p>JT dalam utasnya menceritakan, saat sesi foto pertama untuk job katalog. Di situ, JT penasaran di mana Mbak R yang menyebut dirinya owner GM. Karena saat itu, hanya datang satu pria dan dua perempuan. Kemudian seorang pria berinisial D, mengaku sebagai adik Mbak R dan menyampaikan bahwa kakaknya tidak bisa datang, karena mengurus anaknya masih bayi.</p>



<p>JT juga mengungkapkan, dalam sesi foto itu, dirinya sempat berbincang dengan D. Terungkap bahwa D alumni jurusan psikologi salah satu universitas di Malang. Dari gaya bicaranya, Mas D dinilai sangat berpengalaman dan bisa menggiring percakapan. Sampai kemudian mengetahui, jika JT adalah mahasiswi HI.</p>



<p>Pada Bulan Juni 2021, pelaku kembali mengajak saya sesi foto kedua, dengan tempat yang berbeda. &#8220;Saat itu saya juga tidak bisa bertemu dengan R yang mengaku pemilik online shop mukena tersebut, dan hanya bertemu sama D lagi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Beberapa hari lalu, JT akhirnya mengetahui foto dirinya diposting di akun fetish dari seorang fotografer yang dulunya memiliki kerjasama dengan owner olshop tersebut. Sang fotografer merasa menyesal, hasil karyanya justru dimanfaatkan pelaku menjadi korban orientasi seksual menyimpang.</p>



<p>&#8220;Saya kemudian cek, memang benar. Ada akun fetish di twitter @pencinta_mukena, dan di situ ada foto-foto saya dipost tanpa izin. Saya kemudian protes ke oknum itu, tapi malah diblock,&#8221; ujarnya.</p>



<p>JT juga berusaha komplain langsung dengan menghubungi owner, tempat dirinya menerima job pemotretan katalog olshop. &#8220;Saya langsung komplain, hubungi lewat WhatsApp. Tapi gak direspon, justru diblock,&#8221; ujar JT.</p>



<p>Bahkan akun media sosial olshop mukena tersebut juga mendadak nonaktif. &#8220;Jadi selama ini, Mas D mengaku sebagai Mbak R, owner olshop GM. Dan Mas D, selama ini menjadi admin OA GM. Yang seolah-olah dia perempuan bernama Riya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo SH SIK, mengatakan bahwa hingga Kamis (19/8) malam, belum ada pihak korban yang melapor ke Polresta Malang Kota. &#8220;Sampai saat ini belum ada yang melapor,&#8221; ujar Kompol Tinton.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">151244</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
