<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Film &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/film/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Mar 2023 12:19:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Film &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Persilangan Budaya Kota Tidore Jadi Bahasan Apik dalam Film Dokumenter Hula Keta Bukan Maluku Tanpa Sagu</title>
		<link>https://memontum.com/persilangan-budaya-kota-tidore-jadi-bahasan-apik-dalam-film-dokumenter-hula-keta-bukan-maluku-tanpa-sagu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=185242</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Persilangan budaya di Kota Tidore, Maluku Utara, menjadi bahasan apik dalam film dokumenter ‘Hula Keta Bukan Maluku Tanpa Sagu,’ yang ditayangkan di salah satu bioskop Kota Malang, Sabtu (18/03/2023) siang. Sebagai Produser Film, Daya Negri Wijaya, menjelaskan jika Hula Keta itu memiliki makna tersendiri. Dimana, Hula yang berarti Sagu dan Keta [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Persilangan budaya di Kota Tidore, Maluku Utara, menjadi bahasan apik dalam film dokumenter ‘Hula Keta Bukan Maluku Tanpa Sagu,’ yang ditayangkan di salah satu bioskop Kota Malang, Sabtu (18/03/2023) siang.</p>



<p>Sebagai Produser Film, Daya Negri Wijaya, menjelaskan jika Hula Keta itu memiliki makna tersendiri. Dimana, Hula yang berarti Sagu dan Keta yang berarti panggang. Jika digabungkan menjadi Sagu Panggang dan itu menjadi makanan pokok yang khas dari Kota Tidore.</p>



<p>“Hula Keta merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Tidore sebagai pengganti nasi. Makanan ini dibuat dengan bahan dasar Sagu (sari singkong) kemudian dibakar menggunakan cetakan tahan panas (forno) hingga matang. Hal itu berawal dari datangnya orang eropa ke Nusantara, yang kehabisan bahan makanan,” jelas Daya.</p>



<p>Kemudian, dijelaskannua jika dalam bahasa yang dikenakan tersebut, menggunakan konteks penyerapan dari bahasa asing ke bahasa Nusantara. Dalam hal itu, menggunakan bahasa Melayu Tidore. Seperti, dalam penyebutan cetakan pembuat roti.</p>



<p>&#8220;Orang Portugis dan spanyol menyebut cetakan pembuat roti adalah forno. Di pasaran sampai sekarang, kalau beli Keta jarang ada yang tau. Karena kalau beli ngomongnya harus forno, itu termasuk bahasa pasar,” lanjutnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Daya berharap, melalui film tersebut bukan hanya orang maluku yang dapat melestarikan budaya Indonesia. Tetapi, siapapun bisa, termasuk suku jawa, atau yang lainnya. Sehingga memunculkan kesadaran budaya.</p>



<p>&#8220;Artinya melalui film tersebut, kita bisa melestarikan budaya Indonesia yang sangat beraneka ragam,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang turut hadir dalam penayangan film tersebut, memberikan apresiasi. Sebab, menurutnya dari film tersebut mempunyai satu pandangan yang luar biasa.</p>



<p>“Bangsa Indonesia memiliki kekayaan pangan yang melimpah, seperti sagu menjadi kebutuhan pangan yang selalu ada di rumah. Disamping mereka juga makan nasi, dan itu tidak tergantung strata ekonomi, mau kaya atau miskin itu semua ada sagu. Jadi ada nasi dan sagu,” tutur Bung Edi.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, jika tiap-tiap daerah yang ada di Indonesia bisa menghargai potensi sumber pangan yang ada, maka di yakini tidak ada satu orang pun yang mengalami kelaparan. Sehingga, melalui film tersebut juga dibutuhkan penguatan budaya.</p>



<p>&#8220;Bangsa ini adalah bangsa yang kaya raya dengan potensi yang dimiliki. Kalau di Indonesia bagian timur itu sagu, nah di Jawa ada singkong, ketela rambat, jagung, dan sebagainya. Itu sebagai pengganti karbohidrat (nasi). Begitupun dengan protein yang juga melimpah, ikan laut yang luar biasa,” imbuh Bung Edi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185242</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lewat Film Dokumenter CICA, Mas Dhito Angkat Perjuangan Disabilitas Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/lewat-film-dokumenter-cica-mas-dhito-angkat-perjuangan-disabilitas-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Dhito]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab kediri]]></category>
		<category><![CDATA[video dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, menggelar lomba film dokumenter Cipta, Inspirasi, Cita dan Asa (CICA). Gelaran event ini, diikuti oleh puluhan sineas lokal yang mengisahkan perjuangan disabilitas sebagai inspirasi dalam karya. Ajang tersebut, sengaja digelar guna memperlihatkan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, menggelar lomba film dokumenter Cipta, Inspirasi, Cita dan Asa (CICA). Gelaran event ini, diikuti oleh puluhan sineas lokal yang mengisahkan perjuangan disabilitas sebagai inspirasi dalam karya.</p>



<p>Ajang tersebut, sengaja digelar guna memperlihatkan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas untuk mewujudkan wilayah inklusif. &#8220;Ada beberapa orang (difabel) yang berani melawan dan mengalahkan dirinya sendiri, bahwa mereka punya kelebihan yang bisa dibanggakan,&#8221; terang Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pada malam penganugerahan di Gedung Bagawanta Bhari.</p>



<p>Hal ini, tambah Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, ditunjukkan dalam film-film dokumenter yang dilombakan. Dimana dalam film tersebut, ditampilkan puluhan difabel yang berjuang untuk bertahan hidup dan berkarya dengan kelebihannya masing-masing.</p>



<p>Dengan semangat talenta yang ada dalam film dokumenter, Mas Dhito berpesan kepada difabel untuk tidak berkecil hati dengan keterbatasan yang dimiliki. &#8220;Di setiap satu kekurangan, pasti Tuhan akan memberikan 10 kelebihan lainnya,” tutur bupati muda berkacamata tersebut, Selasa (06/12/2022) tadi.</p>



<p>Dalam ajang ini, film berjudul Pinisi Harapan, mendapatkan juara pertama dengan menokohkan Mohammad Sobirin dari Kecamatan Plosoklaten. Mohammad Sobirin merupakan seorang difabel yang berjuang dengan membuat kerajinan miniatur.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Adapun Juara II dan Juara III, dimenangkan oleh Aderay Putra Perdana dan Rizqi Taufiqi Tsani. Sedangkan Sineas Edi Irawan dan Adam Mahardika masing-masing dinobatkan sebagai sineas Favorit I dan II dalam ajang tersebut.</p>



<p>Secara terpisah, Juara III Film Dokumenter CICA, Rizqi Taufiqi Tsani, mengaku senang mendapatkan penghargaan di ajang itu. Terlebih, dalam proses pembuatannya, pria asal Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, ini dapat memetik pelajaran dengan melihat bagaimana kaum difabel berjuang bertahan hidup.</p>



<p>“Event CICA ini menarik, karena jarang mengangkat isu sosial untuk menumbuhkan ekosistem dan ruang diskusi yang bagus,” terangnya.</p>



<p>Rizqi juga berharap, dengan diawalinya lomba film semacam ini, maka dapat menumbuhkan sineas di Kabupaten Kediri untuk berkarya di Bumi Panjalu. Karena menurutnya, selama ini banyak sineas asli Kabupaten Kediri yang memilih berkarya di luar daerah.</p>



<p>“Harapannya, Mas Dhito bisa lebih memberikan film maker dan sineas di Kediri, karena banyak sineas memilih berkarya di luar Kediri,” ujarnya.<strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Gentar Pandemi, Oneng Sugiarta Entertaiment Terus Berkarya</title>
		<link>https://memontum.com/tak-gentar-pandemi-oneng-sugiarta-entertaiment-terus-berkarya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2021 09:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[film pendek]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=142738</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masa pandemi Covid-19 tak membuat Oneng Sugiarta Entertaiment berhenti berkarya. Hal itu ditunjukkan pada Sabtu (15/05) lalu, dimana mereka kembali memberikan kejutan dengan meluncurkan film berjudul Taurus. Film pendek yang akan tayang di Movimax ini mengangkat beberapa kisah persahabatan antar karakternya. &#8220;Film ini merupakan gabungan dari lima seri TAURUS yang akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Masa pandemi Covid-19 tak membuat Oneng Sugiarta Entertaiment berhenti berkarya. Hal itu ditunjukkan pada Sabtu (15/05) lalu, dimana mereka kembali memberikan kejutan dengan meluncurkan film berjudul Taurus.</p>



<p>Film pendek yang akan tayang di Movimax ini mengangkat beberapa kisah persahabatan antar karakternya. &#8220;Film ini merupakan gabungan dari lima seri TAURUS yang akan bergantian tayang di youtube. Dengan beberapa karakter seperti Taurus, Lia, Orlena,&#8221; kata Produser film, Oneng Sugiarta, Senin (17/05).</p>



<p><span style="text-decoration: underline">Baca juga:</span></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/di-10-merchant-ini-kau-bisa-pakai-ultra-voucher-gift-card-sebagai-alat-pembayaran">Di 10 Merchant Ini Kamu Bisa Pakai Ultra Voucher Gift Card Sebagai Alat Pembayaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ajang-top-bumd-award-2021-bupati-trenggalek-dinobatkan-jadi-top-pembina">Ajang Top BUMD Award 2021, Bupati Trenggalek Dinobatkan jadi Top Pembina</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diguyur-hujan-lebih-dari-10-jam-gedung-balai-rw-pandanwangi-ambruk">Diguyur Hujan Lebih Dari 10 Jam, Gedung Balai RW Pandanwangi Ambruk</a></li>
</ul>


<p>Taurus 1 menceritakan kisah Taurus yang seorang transgender harus berjuang dan tampil maksimal saat diputuskan pacarnya beberapa menit sebelum konser.<br>Taurus 2 menggambarkan kehidupan Lia sebagai seniman yang sukses membuat pameran dengan beragam masalah yang mendera.</p>



<p>Taurus 3, kisah Orlena (sahabat Taurus dan Lia) yang hamil sembilan bulan menanti suaminya bertugas sebagai satgas Covid-19 yang terpapar. &#8220;Lalu kemudian Taurus 4, yaitu kisah hidup orang tua Lia di masa lalu yang kelam dan meninggalkan keluarga demi selingkuhannya. Sedangkan Taurus 5 membawa kisah kenyataan hidup Taurus dan Lia bahwa mereka sebenarnya ditukar sedari bayi dengan sengaja,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tanggal 15 Mei diputuskan menjadi tanggal launching film ini karena bertepatan dengan ulang tahun almarhum ayah dari Oneng. Dimana, disampaikan Oneng, sang ayah mempunyai kisah hidup hampir mirip dengan salah satu karakter lainnya bernama Bima di film ini.</p>



<p>Dalam film tersebut, juga terdapat 22 lagu soundtrack, yang dinyanyikan dan diproduksi oleh 100 persen Arek Malang. &#8220;Dalam project album dan film Taurus Keras kepala ini melibatkan musisi berbakat se-Malang Raya. Serta, videographer, pemilik studio rekaman, desainer, makeup artist, model, pengusaha hiburan, makanan dan lain-lain. Maturnuwun semua sinergi baik ini,&#8221; kata Oneng.<strong> (mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Destinasi Wisata di Indonesia Layak Dijadikan Lokasi Syuting Film Bertaraf Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/destinasi-wisata-di-indonesia-layak-dijadikan-lokasi-syuting-film-bertaraf-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2021 14:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Marketeer Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional Day]]></category>
		<category><![CDATA[Lokasi Syuting]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=141503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan kekuatan alam sebagai lokasi syuting. Baca Juga: Hal ini disampaikan Dalam pembukaan acara &#8220;Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021&#8221; yang digelar secara daring, Rabu (28/04), Sandiaga mengungkapkan, bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan kekuatan alam sebagai lokasi syuting.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-pekalongan-dua-periode-terjaring-ott-kpk">Bupati Pekalongan Dua Periode Terjaring OTT KPK</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-progres-pembangunan-knmp-lateng-banyuwangi-menteri-kkp-beri-bantuan-dan-janjikan-kapal">Tinjau Progres Pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi, Menteri KKP Beri Bantuan dan Janjikan Kapal</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/menko-zulhas-tinjau-pelaksanaan-kdkmp-candirenggo-kabupaten-malang">Menko Zulhas Tinjau Pelaksanaan KDKMP Candirenggo Kabupaten Malang</a></li>
</ul>


<p>Hal ini disampaikan Dalam pembukaan acara &#8220;Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021&#8221; yang digelar secara daring, Rabu (28/04), Sandiaga mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah kembali mengingatkan masyarakat dunia akan destinasi-destinasi wisata yang ada di Tanah Air ke kancah internasional. Khususnya di lima destinasi super prioritas.</p>



<p>&#8220;Di Borobudur misalnya, ada banyak desa wisata yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi syuting. Seperti di &#8216;Nepal Van Java&#8217; atau Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang di Jawa Tengah,&#8221; kata Sandiaga.</p>



<p>Menurut Sandiaga sendiri, Dusun Kaliangkrik memiliki pemandangan yang sangat indah. Sehingga cocok untuk dijadikan sebagai lokasi syuting film-film karya sineas internasional.</p>



<p>Sebelumnya, sudah ada beberapa garapan film internasional yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting. Salah satunya &#8220;Eat, Pray, Love&#8221;, film produksi tahun 2010 yang dibintangi Julia Roberts.</p>



<p>Film itu mengambil lokasi syuting di beberapa lokasi di Bali. Yakni monkey forest, teras sawah Tegalalang, Pantai Padang-Padang dan lainnya. Film tersebut terbukti menjadi sarana promosi yang efektif bagi pariwisata Bali.</p>



<p>Selain itu, Sandiaga juga menuturkan, promosi ini dilakukan dengan tujuan mendongkrak sektor ekonomi kreatif nasional, membangkitkan semangat untuk memulihkan perekonomian nasional dan mempromosikan pariwisata Tanah Air. &#8220;Film banyak menciptakan lapangan kerja,&#8221; katanya.</p>



<p>‘Pameran UMKM Gayeng Bank Indonesia 2021’ digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dengan tajuk ‘UMKM Gayeng Monco Negoro 2021: Artisan Jawa Tengah Go Internasional’. Pameran ini diikuti 52 UMKM asal Jawa Tengah yang memamerkan berbagai produk ekonomi kreatif.</p>



<p>Pameran tersebut dilaksanakan secara hybrid dari dua lokasi yang berbeda. Yaitu di Mal Paragon Semarang, Jawa Tengah yang diikuti oleh 28 pelaku UMKM dan di Suntec City Mall, Singapura yang diikuti oleh 24 pelaku UMKM.</p>



<p>Selain Sandiaga, acara tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, dan Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi. <strong>(hms/kpe/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Probolinggo Saksikan Pemutaran Film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-saksikan-pemutaran-film-jejak-langkah-2-ulama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2021 09:10:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=138947</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo – Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, Ikut menyaksikan pemutaran film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ dalam Peringatan Hari Film Nasional 2021, di Gedung Graha Ahmad Dahlan, Sabtu (03/04). Hadir pula Wakapolres Probolinggo Kota M. Khoiril, Ketua FKUB Kota Probolinggo Ali Muhtar, tokoh lintas agama dari Musyawarah Antar Gereja, Maria Bunda Karamel Paroki, Parisada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> – Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, Ikut menyaksikan pemutaran film ‘Jejak Langkah 2 Ulama’ dalam Peringatan Hari Film Nasional 2021, di Gedung Graha Ahmad Dahlan, Sabtu (03/04).</p>



<p>Hadir pula Wakapolres Probolinggo Kota M. Khoiril, Ketua FKUB Kota Probolinggo Ali Muhtar, tokoh lintas agama dari Musyawarah Antar Gereja, Maria Bunda Karamel Paroki, Parisada Hindu Dharma, dan Tempat Ibadat Tri Dharma. Juga Rektor UMM Doktor Fauzan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Masfuk, Ketua Umum PD Nasyi&#8217;ah, Ketua Umum PD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ketua Umum PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Probolinggo.</p>



<ul><li><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://memontum.com/138576-rakor-penanganan-konflik-sosial-wali-kota-probolinggo-juga-bahas-covid-19-hingga-bom-makasar">Rakor Penanganan Konflik Sosial, Wali Kota Probolinggo juga Bahas Covid-19 hingga Bom Makasar</a></li></ul>



<p>Film Jejak Langkah 2 Ulama ini diinisiasi oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pondok Pesantren Tebuireng.</p>



<p>Film berdurasi kurang lebih 3 jam itu menceritakan kisah nyata tentang perjuangan dua ulama besar di Nusantara, yakni pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy&#8217;ari dalam memperjuangkan tegaknya agama Islam di Indonesia.</p>



<p>Selain pemutaran film juga dilakukan penandatanganan plakat gerakan bersama mendukung film berkualitas sebagai rangkaian Hari Film Nasional 2021.</p>



<p>Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Masfuk mengucapkan, terima kasih pada Rektor UMM Doktor Fauzan. Masfuk menyatakan, siap mendukung dan berkolaborasi terkait program-program yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).</p>



<p>&#8220;Ini merupakan motivasi tersendiri bagi kami adanya kebersamaan terus bersinergi membawa manfaat organisasi pemuda Muhammadiyah di Kota Probolinggo,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi mengapresiasi film ini. Dirinya berharap generasi muda dapat meneruskan perjuangan kedua tokoh besar yang ada di film ini.</p>



<p>&#8220;Sangat luar biasa pada nilai atau karakter kedua tokoh ini. Mudah-mudahan dengan adanya penayangan film ini bisa memetik karakter keistiqomahan, ketekunan, persatuan, gotong royong, kebersamaan yang mulai luntur di era saat ini,&#8221; harapnya.<strong> (geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan Perfilman di Malang, Segera Produksi Film Layar Lebar Misteri Gunung Arjuno</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-perfilman-di-malang-segera-produksi-film-layar-lebar-misteri-gunung-arjuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2020 13:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Gunung Arjuno]]></category>
		<category><![CDATA[Sinema Budaya Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=130203</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Membangkitkan perfilman di Malang Raya, Sinema Budaya Nusantara mengelar diskusi film pendek di RM Kartangera, Kamis (17/12/2020) siang. Dalam diskusi ini mendorong penggarapan film-film pendek yang bisa diterima oleh masyarakat tidak hanya di Malang Raya saja namun juga dapat diterima di seluruh Indonesia. Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Membangkitkan perfilman di Malang Raya, Sinema Budaya Nusantara mengelar diskusi film pendek di RM Kartangera, Kamis (17/12/2020) siang.</p>
<p>Dalam diskusi ini mendorong penggarapan film-film pendek yang bisa diterima oleh masyarakat tidak hanya di Malang Raya saja namun juga dapat diterima di seluruh Indonesia.</p>
<p>Lembaga sosial Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang saat ini sedang menggarap film pendek berjudul &#8216;Koncoku Dulurku&#8217; yang sudah memasuki proses pembuatan episode 4.</p>
<p>Produksi film digarap langsung oleh anak jalanan binaan mereka, mulai dari produser, sutradara, hingga kru film.</p>
<p>Film pendek ini mengambil tema sosial yang terjadi saat ini seperti imbas dari pandemi Covid-19 di kehidupan masyarakat.</p>
<p>Seperti halnya dalam episode 1 mengajarkan untuk saling berbagi. Dimana sosok gadis kecil yang diperankan oleh Vita, membelikan ponsel kepada temannya.</p>
<p>Dimana temannya itu tidak memiliki ponsel untuk belajar daring sehingga tidak bisa mengerjakan tugas dari sekolah.</p>
<p>Menghadirkan narasumber pegiat film nasional ternama. Mulai Ade Sabana (Senior Kaifang), Achmad Syaiful (DOP), Harry Soeharyadi (Sutradara).</p>
<p>Lalu, ada Budhi Wibawa (Dosen Perfilman IKJ), Kelvin Nugroho (Editor) hingga Yussy Poerwati (Pemeran Film Cut Nyak Dhien).</p>
<p>Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana mengatakan langkah ini untuk menyemangati anak jalanan. “Agar mereka tetap semangat dan produktif dalam berkarya, khususnya dalam dunia seni peran dan film,” ujar AG Tedja.</p>
<p>Pihaknya yang saat ini sedang menggeluti film pendek akan mengarah ke film layar lebar. &#8220;Saya tidak main-main, untuk menyemangati anak-anak yang nantinya akan didukung oleh artis-artis. Mewadahi semangat rekan-rekan dalam mengeluti seni peran,&#8221; ujar Tedja.</p>
<p>Pihaknya bertekad membangkitkan perfilman di Kota Malang. &#8220;Memunculkan karya-karya diawali dengan keberanian untuk Go Up. Melatih anak-anak untuk menekuni perfilman. Film pendek Koncoku Dulurku semua episodenya kita angkat dari kasus sosial di masyarakat di fase pandemi. Seperti mengangkat pendidikan dan dampak sosial. Nantinya harus ditangani secara profesional,&#8221; ujar Tedja.</p>
<p>Sementara itu sesepuh budayawan Kota Malang, Ki Jati Kusumo dalam waktu dekat pihaknya akan mengarap film layar lebar.</p>
<p>&#8220;Malang ini adalah fundamen start peradaban dunia. Kita sebut peradaban dunia karena di Malang ini banyak hal yang patut ditawarkan ke dunia. Skenario yang saat ini sedang kita garap adalah Misteris Gunung Arjuno. Target kita manusia di dunia ini jangan cepat mati sebelum datang ke wilayah Malang. Target kita layar lebar. Disini mas Ipunk sudah merapat dan mas Tedja mondorong semangat yang luar biasa,&#8221; ujar Ki Jati. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130203</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viu Shorts Hadir di Kota Batu, dan Ajak Anak-Anak Terlibat dalam Project Film</title>
		<link>https://memontum.com/viu-shorts-hadir-di-kota-batu-dan-ajak-anak-anak-terlibat-dalam-project-film</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2020 11:12:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106185-viu-shorts-hadir-di-kota-batu-dan-ajak-anak-anak-terlibat-dalam-project-film</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Ada sekitar 25 anak dari Kota Batu berpotensi terlibat dalam pembuatan film yang berjudul &#8220;Mantra Hujan&#8221; setelah salah satu aplikasi film yang memiliki pengunduh terbanyak dan tengah menggarap program Viu Shorts. Tak tanggung-tanggung, anak-anak tersebut nantinya akan diajarkan untuk menjadi pelaku perfilman sehingga project film tersebut murni menjadi karya dari anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Ada sekitar 25 anak dari Kota Batu berpotensi terlibat dalam pembuatan film yang berjudul &#8220;Mantra Hujan&#8221; setelah salah satu aplikasi film yang memiliki pengunduh terbanyak dan tengah menggarap program Viu Shorts. Tak tanggung-tanggung, anak-anak tersebut nantinya akan diajarkan untuk menjadi pelaku perfilman sehingga project film tersebut murni menjadi karya dari anak pribumi sendiri.</p>
<p>&#8220;Kami sengaja mengangkat tema salah satu mitologi di Indonesia yang bertema pawang hujan. Skrip, latar, pemain, dan crew dikerjakan dari anak-anak pribumi,&#8221; beber Dirmawan Hatta Penulis Skenario kawakan.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan anak-anak ini nantinya akan syuting hingga hari Jumat depan (14/2/2020) di Pura Luhur Giri Arjuna. Sementara itu Dewanti Rumpoko Walikota Batu mengaku sangat senang dan berterima kasih karena mau menggandeng pihak Pemkot Batu melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dalam project filmnya. Ia berharap dengan adanya hal ini maka bisa menggugah pemuda yang notabene menjadi penikmat film beralih menjadi pembuat film.</p>
<p>&#8220;Kami tentu merasa bangga karena Kota Batu diikut sertakan dalam hal ini. Apalagi banyak yang bilang kalau Kota Batu indah dari segala sisi,&#8221; tutur Bude sapaan akrab Walikota Batu.</p>
<p>Ia juga berharap kedepannya bisa menggugah Kota Batu untuk berkecimpung di dunia perfilman.</p>
<p>Sementara itu Myra Suraryo Senior Vice President Marketing Viu mengungkapkan bahwa project Viu Shorts ini diikuti oleh 20 Kota se Indonesia termasuk Kota Batu.</p>
<p>&#8220;Kami ingin mencari bibit-bibit unggul yang nantinya dalam tiap kota akan kami ambil satu yang terbaik dan berhak mendapatkan beasiswa kuliah di Institut Kesenian Jakarta cinematogravi selama 4 tahun dan bekerja dengan sutradara-sutradara kawakan sehingga nantinya bisa mengembangkan industri perfilman di Kota Batu,&#8221; pungkasnya. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106185</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menolak Lupa, HMI Sampang Nobar Film G30S PKI</title>
		<link>https://memontum.com/menolak-lupa-hmi-sampang-nobar-film-g30s-pki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 16:13:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[Nobar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95079-menolak-lupa-hmi-sampang-nobar-film-g30s-pki</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Tanggal 30 September menjadi momen kelam bagi bangsa Indonesia atas gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yang dikenal dengan G30S PKI. Untuk mengingat sejarah kelam tersebut dibuatlah film Pengkhianatan G30S/PKI. Sempat dilarang dalam kurun waktu 13 tahun kini film tersebut dapat ditonton secara bebas oleh masyarakat. Kegiatan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Tanggal 30 September menjadi momen kelam bagi bangsa Indonesia atas gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau yang dikenal dengan G30S PKI.</p>
<p>Untuk mengingat sejarah kelam tersebut dibuatlah film Pengkhianatan G30S/PKI. Sempat dilarang dalam kurun waktu 13 tahun kini film tersebut dapat ditonton secara bebas oleh masyarakat.</p>
<p>Kegiatan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI turut dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sampang di Taman Wijaya Kusuma Sampang Madura, Senin (30/9/2019) malam.</p>
<p>Ketua panitia nobar film Pengkhianatan G30S/PKI Darus Salam mengatakan alasan dilaksanakannya nobar tersebut untuk mengingat sejarah mengenai pengkhianatan yang dilakukan oleh PKI terhadap bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami mengambil tema menolak lupa sejarah G30S PKI, jadi kami berharap pemutaran film ini dilakukan setiap tahunnya,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo yang ikut menyaksikan ditengah-tengah masyarakat Sampang mengapresiasi kegiatan nobar film Pengkhianatan G30S PKI, karena dengan kegiatan tersebut pemuda Sampang tidak melupakan sejarah.</p>
<p>&#8220;PKI ini bisa masuk ke mana-mana, seperti halnya ke sekolah, pondok pesantren dan elemen lainnya,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Untuk itu, Aji Waluyo akan selalu memberikan pembinaan terhadap pemuda Sampang ke arah yang positif.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan tugas Disporbudpar untuk memberikan pembinaan terhadap pemuda,&#8221; imbuhnya.<strong> (zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>477 Film Meriahkan MAFI Fest 2019</title>
		<link>https://memontum.com/477-film-meriahkan-mafi-fest-2019</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2019 12:53:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[MAFI Fest]]></category>
		<category><![CDATA[UMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/82754-477-film-meriahkan-mafi-fest-2019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kali ke-15 Malang Film Festival (MAFI Fest) terselenggara sebagai kompetisi film bagi para sineas muda berbakat Indonesia. MAFI Fest merupakan festival film mahasiswa tertua di Indonesia, sekaligus acara tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub UMM, yang berawal dari program kerja divisi DEFA. Di tahun 2019, Mafi Fest [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Kali ke-15 Malang Film Festival (MAFI Fest) terselenggara sebagai kompetisi film bagi para sineas muda berbakat Indonesia. MAFI Fest merupakan festival film mahasiswa tertua di Indonesia, sekaligus acara tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub UMM, yang berawal dari program kerja divisi DEFA.</p>
<p>Di tahun 2019, Mafi Fest dilaksanakan selama 4 hari, Rabu-Sabtu (10-13/4/2019), dengan mengusung tema “Sintesa”, yang berarti gabungan dari beberapa elemen sehingga membentuk suatu yang selaras.</p>
<p>&#8220;Artinya hal tersebut bisa diinterpretasikan di dunia perfilman dalam bentuk program -program yang sifatnya kolaboratif, seperti roadshow pertama berkolaborasi dengan TBM (Teras Baca Masyarakat) Teras Literasi, dan roadshow kedua berkolaborasi dengan Parade Film Malang dalam memperingati Hari Film Nasional,&#8221; ungkap Direktur MAFI Fest Alya Dwi Citra.</p>
<p>MAFI Fest bertepatan dengan suasana pemilu. Untuk itu, MAFI Fest mengundang salah satu film tamu “Nyanyian Akar Rumput”, yang berkisah tentang seorang istri dan kedua anak dari aktifis Widji Thukul dalam menjalani hidup setelah suami dan atau ayah mereka dinyatakan hilang, disertai dengan footage peristiwa kerusuhan Mei 1998.</p>
<p><div id="attachment_82755" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-82755" decoding="async" class="size-full wp-image-82755" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Foto bersama tim MAFI Fest 2019. (rhd) " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190410_172340-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-82755" class="wp-caption-text"><strong>Foto bersama tim MAFI Fest 2019. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Tidak membawa kepentingan politik apapun, hanya ingin turut andil dalam perayaan pesta demokrasi,&#8221; tambah Alya, didampingi Programmer MAFI, Agnina Rahmaddinia, dalam sesi preskon, Rabu (10/4/2019) siang.</p>
<p>Persiapan MAFI Fest 2019 dilakukan sejak terbentuknya panitia inti pada Agustus 2018 lalu, dengan menyusun rangkaian program, tema, pengisi acara, hingga film apa saja yang akan ditayangkan. Hingga pada November 2018, terbentuklah panitia besar usai Open Recruitment Panitia MAFI Fest 2019.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82754</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
