<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Filosofi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/filosofi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2025 17:08:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Filosofi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terima WTP, Bupati Fawait Sebut Filosofi Pembangunan Bukan Penghargaan Tapi Pengentasan Kemiskinan</title>
		<link>https://memontum.com/terima-wtp-bupati-fawait-sebut-filosofi-pembangunan-bukan-penghargaan-tapi-pengentasan-kemiskinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengentasan]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222514</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Daerah LKPD TA 2024 di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (27/05/2025) tadi. Dalam momen itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, hadir bersama Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim dan para Wakil Ketua DPRD, Plt Sekretaris Daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Daerah LKPD TA 2024 di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (27/05/2025) tadi. Dalam momen itu, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, hadir bersama Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim dan para Wakil Ketua DPRD, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jupriono, Kepala Inspektorat Jember, Ratno C Sembodo dan sejumlah Kepala OPD.</p>



<p>Bupati Fawait mengatakan bahwa dari hasil laporan, Kabupaten Jember berhasil mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). &#8220;Alhamdulillah, ini kolaborasi seluruh pihak. Bukan hanya eksekutif, tetapi juga legislatif,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya berterima kasih, karena jajaran legislatif selalu menjalankan fungsinya sebagai kontrol jajaran eksekutif. Sehingga, pihaknya berharap kolaborasi itu terus ditingkatkan.</p>



<p>&#8220;Semoga catatan-catatan BPK bisa kami penuhi dan kami bisa mendapatkan predikat yang lebih baik tanpa adanya catatan. Dengan begitu, wujud nyatanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Jember. Sebab, filosofi pembangunan itu bukan soal penghargaan, melainkan soal pengentasan kemiskinan,&#8221; tegasnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batik Kinnara Kinnari Banyuwangi Usung Motif Filosofi Ajaran Buddha</title>
		<link>https://memontum.com/batik-kinnara-kinnari-banyuwangi-usung-motif-filosofi-ajaran-buddha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[kinnara]]></category>
		<category><![CDATA[kinnari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211151</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Sektor kreatif industri batik di Banyuwangi terus tumbuh dan memiliki beragam jenis dengan segala motifnya. Dengan tetap melestarikan warisan motif khas Banyuwangi, saat ini hampir setiap desa di Banyuwangi terdapat industri batik dengan ide-ide kreatif motif yang beragam. Salah satunya, Batik Kinnara Kinnari. Industri batik yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Sektor kreatif industri batik di Banyuwangi terus tumbuh dan memiliki beragam jenis dengan segala motifnya. Dengan tetap melestarikan warisan motif khas Banyuwangi, saat ini hampir setiap desa di Banyuwangi terdapat industri batik dengan ide-ide kreatif motif yang beragam.</p>



<p>Salah satunya, Batik Kinnara Kinnari. Industri batik yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, itu mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak Roda Dhamma, Daun Bodhi, Teratai dan sebagainya.</p>



<p>Batik Kinnara Kinnari ini, diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara. &#8220;Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan Pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,&#8221; ujar salah satu penggagas, Indah Yuswaningtyas, saat menerangkan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di sela kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Selasa (25/06/2024) tadi.</p>



<p>Dirinya juga menceritakan, bahwa usaha batik yang dikembangkannya itu dimulai sejak tahun 2020, dengan melibatkan banyak perempuan Buddhis dari desa setempat. Sementara mengenai nama Batik Kinnara Kinnari, diambil dari nama Dewa Dewi Keharmonisan.</p>



<p>“Harapannya, ini bisa membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya,” ujarnya.</p>



<p>Sejak berdiri, lanjutnya, mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Perlembar kain batik dibanderol dengan harga Rp 135 ribu hingga Rp 150 ribu.</p>



<p>“Jika ditotal, sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah.</p>



<p>Bupati Ipuk sendiri dalam kesempatan itu sangat mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut. Karena selain sebagai dharma, usaha Batik Buddhis menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.</p>



<p>“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memilki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” kata Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga menyerahkan surat rekomendasi untuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batiknya. Hal ini, untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.</p>



<p>“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tambahnya. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awali Hari Jadi Ke-1220, Pemkab Kediri Satukan Tujuh Sumber Mata Air yang Syarat Filosofi</title>
		<link>https://memontum.com/awali-hari-jadi-ke-1220-pemkab-kediri-satukan-tujuh-sumber-mata-air-yang-syarat-filosofi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2024 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[ke-1220,]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[satukan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205017</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kabupaten Kediri akan berusia 1220 pada 25 Maret 2024 ini. Menyongsong rangkaian ini, Pemkab Kediri melakukan penyatuan air dari tujuh sumber mata air. Pengambilan air dari tujuh sumber ini, melambangkan doa agar wilayah dengan penduduk sekitar 1,6 juta jiwa ini mendapatkan pitulungan (pertolongan) dari Tuhan. Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesenian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kabupaten Kediri akan berusia 1220 pada 25 Maret 2024 ini. Menyongsong rangkaian ini, Pemkab Kediri melakukan penyatuan air dari tujuh sumber mata air.</p>



<p>Pengambilan air dari tujuh sumber ini, melambangkan doa agar wilayah dengan penduduk sekitar 1,6 juta jiwa ini mendapatkan pitulungan (pertolongan) dari Tuhan. Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Nurvika Maharani, seusai mengambil air dari Sumber Sugih Waras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kamis (07/03/2024) tadi.</p>



<p>“(Diambil) tujuh sumber itu, karena mengingat tujuh itu (melambangkan) pitulungan. Jadi ada tujuh sumber yang akan kita ambil dalam setiap tahun,” jelasnya.</p>



<p>Dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri, kata Nurvika, diawali dengan prosesi sesuci tirta tersebut. Kemudian air-air tersebut nantinya akan disatukan dalam sebuah wadah tertentu yang digunakan dalam prosesi basuhan Forkopimda di acara inti hari jadi.</p>



<p>Menurutnya, kekayaan sumber mata air di Bumi Panjalu sangat melimpah yang memungkinkan setiap tahunnya air yang diambil berasal dari sumber yang berda.</p>



<p>Hal ini sekaligus bertujuan untuk mengenalkan berbagai potensi sumber mata air di Kabupaten Kediri.</p>



<p>“Setelah (air) terkumpul semua akan kita jadikan satu, untuk prosesi wijikan Mas Bup (sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) dan Forkopimda pada acara prosesi hari jadi,” urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nurvika menambahkan, di tahun ini pengambilan enam sumber mata air dilakukan selama tiga hari, yakni pada 6 hingga 8 Maret 2024. Sementara satu sumber air dari Desa Siman rencananya dilaksanakan menjelang prosesi inti.</p>



<p>Setiap proses pengambilan air tersebut, lanjutnya, biasanya diikuti dengan doa bersama dan kenduri yang disediakan sayuran, ingkung, hingga tumpeng yang difilosofikan sebagai bentuk gemah ripahnya Kabupaten Kediri.</p>



<p>Adapun air tujuh sumber yang diambil prosesi di tahun ini, yakni Sumber Adipati Panjer, Sumber Ubalan Polosoklaten, Sumber Sugihwaras Dukuh Ngadiluwih, Sumber dari lingkungan Makam Gus Miek Ngadi Mojo. Kemudian, Sumber Kembangan Paron Ngasem, Sendang Tirto Kamandanu Pamenang Pagu serta sumber dari Desa Siman.</p>



<p>Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Imam Mubarok, menambahkan bahwa prosesi ini tidak hanya sebagai wujud penyatuan elemen. Namun, juga sebagai wasilah untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kediri.</p>



<p>Pasalnya, dari setiap sumber yang diambil dipercaya memiliki sejarah hingga kearifan lokal yang dapat membawa keberkahan. Salah satunya Sendang Tirto Kamandanu yang sudah banyak dikenal oleh berbagai kalangan sebagai peninggalan Prabu Jayabaya.</p>



<p>Pihaknya berharap, tradisi pengambilan air dari tujuh sumber ini bisa terus dilakukan mengingat hal ini merupakan akar budaya Kabupaten Kediri yang harus dijaga kelestariannya. “Semoga di Hari Jadi ke-1220 menjadikan Kabupaten Kediri gemah ripah loh jinawi, ayem tentrem, bahagia semuanya, dan semakin maju dengan Kediri Berbudaya,” tegasnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205017</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Filosofi Bilung dan Harian Pagi Memo X, Pencerahan Bagi Rakyat dan Penguasa</title>
		<link>https://memontum.com/filosofi-bilung-dan-harian-pagi-memo-x-pencerahan-bagi-rakyat-dan-penguasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2019 09:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ngopi pagi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi]]></category>
		<category><![CDATA[bilung]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[memo]]></category>
		<category><![CDATA[ngopi]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=98492</guid>

					<description><![CDATA[Mbilung, salah satu tokoh pewayangan yang unik karakternya. Dia juga disebut Punakawan sabrang, memiliki postur tubuh yang lucu dan nyentrik. Memiliki kekhususan suara seperti suara burung betet. Bilung tak bisa lepas dari Togog, ibarat sebuah mata uang logam yaitu salah satu sisi kepingnya, maka Bilung adalah sisi lainnya. Mereka adalah pasangan yang abadi, tak ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mbilung, salah satu tokoh pewayangan yang unik karakternya. Dia juga disebut Punakawan sabrang, memiliki postur tubuh yang lucu dan nyentrik. Memiliki kekhususan suara seperti suara burung betet. Bilung tak bisa lepas dari Togog, ibarat sebuah mata uang logam yaitu salah satu sisi kepingnya, maka Bilung adalah sisi lainnya. Mereka adalah pasangan yang abadi, tak ada lakon wayang yang menyebutkan kedua wayang senior bisa mati.</p>
<p>Dia juga berasal dari kahyangan, bersaudara dengan Togog, Semar, Bilung dan Bathara Guru. Punakawan kurus kerempeng ini, bergelar Bathara Sarawita, ketika masih bermukim di kahyangan. Takdir menggariskan Bathara Guru bertahta di kerajaan para dewa. Semar, bersama anak-anaknya, menjadi pengasuh para raja golongan kanan dan keturunannya. Togog dan Bilung menjalani tugas sebagai pendamping para raja negeri seberang. Resiko yang dijalani Bilung dan Togog selalu dianggap menjadi tokoh antagonis karena menjadi bagian dari rezim tiran.</p>
<p>Selalu disebut wayang golongan kiri karena ia mendampingi para Ratu Sabrang yang berwatak otoriter, arogan, serakah dan takabur. Dalam lingkar kekuasaan tirani itulah, peran Bilung hadir sebagai penyeimbang. Peran yang sama juga dijalankan oleh Semar dan tiga anakknya. Namun tanggung jawab Bilung lebih berat dan lebih beresiko. Karena Bilung menghadapi penguasa lalim yang sulit dinasehati. Bilung representasi suara rakyat jelata, menasehati akan hal-hal yang baik, namun ucapannya cenderung diabaikan. Menasehati penguasa lalim adalah sebuah ibadah yang mulia. Bilung menjalani itu bukan semata statusnya, namun dengan etika, loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Menghadapi raja paling arogan sekalipun, Bilung selalu menasehati dengan cara yang baik. Ia mengkritik dalam dialog yang formal, bukan dengan cara demonstrasi membuka aib penguasa.</p>
<p>Pada sebuah lakon wayang “Antareja Mbalela”, Bilung menunjukkan cara santun, elegan dan bermartabat untuk menolak perintah majikan yang tidak sesuai hati nuraninya. Bilung mengajarkan loyalitas dan dedikasi seorang rakyat kepada penguasa. Bilung memiliki kekuatan yang sangat mungkin bisa mengalahkan siapapun termasuk majikannya. Namun itu tak menjadi alasan bagi Bilung untuk tidak taat atau tidak hormat. Meski sakti, sepanjang penguasa tak mengajak kepada maksiat, mbilung tak akan menolak. Namun ketika penguasa menyeleweng dari norma kebenaran, maka itu tugas Bilung untuk menasihati secara terhormat.</p>
<p>Dalam konteks masa kini, Bilung dan Togog adalah sosok purba dan mungkin dianggap ortodok yang sudah tak populer di mata semua orang. Mungkin itu juga yang membuat masyarakat dijangkiti penyakit lupa berjamaah pada keluhuran etika kerakyatan yang diajarkan oleh Bilung.</p>
<p>Ketika Bilung mengajarkan loyalitas, masyarakat dengan mudah mengkhianati koalisi yang dibangun dengan rasa saling percaya. Ketika Bilung mengajarkan etika penguasa, masyarakat lebih suka dengan cara arogan, saling cela, membuka aib dan saling memfitnah. Bilung hanyalah rakyat, tetapi ia juga mengajarkan etika menjadi elite yang bermartabat. Ia tak akan melakukan kudeta hanya karena merasa lebih kuat. Ia tak akan korupsi meskipun ada kesempatan, Bilung tak akan berkhianat ketika beda pendapat. Ia tak akan oportunis hanya karena ambisi. Tak lantas menjadi kutu loncat hanya karena sebuah kepentingan.</p>
<p>Bilung adalah pelajaran berharga bagi kita untuk mengerti makna menghormati dari banyak hal. Bilung adalah rakyat, dan rakyat adalah kita yang suaranya seharusnya terwakili, sebab suara rakyat adalah suara Tuhan. Rakyat tak pernah punya kuasa untuk menagih janji, apalagi meminta bukti. Bilung hanya selalu berharap wakil-wakilnya menjaga komitmen janji yang sering diucapkan mereka.</p>
<p>Kehadiran memo x juga seperti Bilung. Hadir sebagi harian pagi yang memberikan pencerahan bagi rakyat dan pemimpin dari sisi yang beda, gaya yang nyentrik. Diwujudjan dalam huruf kecil dengan ukuran besar, karena memo x berasal dari rakyat jelata, tapi memiliki kebesaran jiwa bagi bangsa dan negara. Memiliki simbol huruf &#8216;X&#8217; yang kokoh, tegas dan tajam seperti sikap Bilung yang berani memberikan nasehat yang berbeda dengan para penjilat penguasa. Harian pagi memo x mengukuhkan diri sebagai koran regional Jatim, karena bekerja dari Jawa Timur untuk Indonesia. Bravo harian pagi memo x, dirgahayu yang keempat tahun. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis:</strong></p>
<p><em>Januar Triwahyudi<br />
Redaktur Memontum.com</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98492</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
