<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>FMIPA &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fmipa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2019 01:50:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>FMIPA &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sinergi Dekan MIPA se-Asia Tingkatkan Kualitas Pendidikan Sains</title>
		<link>https://memontum.com/sinergi-dekan-mipa-se-asia-tingkatkan-kualitas-pendidikan-sains</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2019 01:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ASDS]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87851-sinergi-dekan-mipa-se-asia-tingkatkan-kualitas-pendidikan-sains</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah pertemuan dekan-dekan sains se-Asia ke-5 atau The 5th Asian Science Deans Summit (ASDS), di Santika Premiere Malang dan Universitas Negeri Malang, selama 3 hari, Rabu (9-11/7/2019). ASDS 2019 yang diikuti oleh 61 orang dekan se-Asia ini, bertemakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah pertemuan dekan-dekan sains se-Asia ke-5 atau The 5th Asian Science Deans Summit (ASDS), di Santika Premiere Malang dan Universitas Negeri Malang, selama 3 hari, Rabu (9-11/7/2019).</p>
<p>ASDS 2019 yang diikuti oleh 61 orang dekan se-Asia ini, bertemakan “Penguatan Mobilitas dan Kerjasama terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat” (Reinforce Mobility and Networking Activity on Teaching, Research and Community Services). ASDS merupakan pertemuan tahunan dekan-dekan sains di Asia sejak 2015. ASDS ke-1, 2, 3 dan 4 yang berturut-turut dilaksanakan di Korea, Phillipines, Indonesia, dan Thailand.</p>
<div id="attachment_87853" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87853" decoding="async" class="size-full wp-image-87853" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin M.Pd, membuka ASDS. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_085241-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87853" class="wp-caption-text"><strong>Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin M.Pd, membuka ASDS. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Tujuannya, mempromosikan dan menyediakan platform untuk jaringan dan kolaborasi antara fakultas sains di negara-negara anggota ASDS. Melalui diskusi dan pertukaran pengetahuan, pengalaman dan wawasan, maka anggota ASDS dapat bersama-sama meningkatkan standar pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, untuk kepentingan dunia, khususnya Asia,&#8221; jelas Dekan FMIPA UM, Assoc. Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ASDS meliputi Pleno terkait beberapa topik penting yaitu Akreditasi Internasional, Penguatan Kerjasama dan Kolaborasi, Pengabdian kepada Masyrakat, dan Peningkatan Kegiatan Pertukaran Mahasiswa; Penandatangan MoU di antara fakultas sains; dan diskusi kelompok dikemas dalam wisata alam dan budaya, yaitu tour kota Malang, Gunung Bromo dan Museum Angkot yang bertujuan untuk mempromosikan Jawa Timur, khususnya Kota Malang dan sekitarnya.</p>
<div id="attachment_87852" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87852" decoding="async" class="size-full wp-image-87852" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Dekan FMIPA UM, Assoc. Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190710_092844_HDR-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87852" class="wp-caption-text"><strong>Dekan FMIPA UM, Assoc. Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si, menjawab pertanyaan awak media. (rhd)</strong></p></div>
<p>Acara yang dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. AH. Rofi’uddin M.Pd. untuk membuka acara. 2019, turut dihadiri Dekan FMIPA UM, Assoc. Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. Ketua Pelaksana Husni Wahyu Wijaya, Ph.D, para dekan sains se-Asia dan wakilnya, founders ASDS, Sekjen MIPAnet, Ketua Majelis Science Dean Malaysia (MSDS), Rapim UM, para dekan UM, Pejabat FMIPA, ketua LP2M UM, ketua LP3 UM, direktur HI UM, Ka Biro UM, Kepala pusat bisnis UM dan tim kerjasama FMIPA UM.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87851</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Sensor QCM Serbaguna, Prof Dr Ing Setyawan Purnomo Sakti M.Eng Jadi Guru Besar</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-sensor-qcm-serbaguna-prof-dr-ing-setyawan-purnomo-sakti-m-eng-jadi-guru-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 12:54:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FMIPA]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73484-ciptakan-sensor-qcm-serbaguna-prof-dr-ing-setyawan-purnomo-sakti-m-eng-jadi-guru-besar</guid>

					<description><![CDATA[* UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA &#160; Memontum Kota Malang &#8211; Seiring tuntutan dari Kemenristekdikti dalam percepatan, Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar baru ke-242 dan 243 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), di Gedung Widyaloka, Rabu (16/1/2019). Pertama, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar di Bidang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>* UB Kukuhkan Dua Guru Besar FMIPA</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Seiring tuntutan dari Kemenristekdikti dalam percepatan, Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar baru ke-242 dan 243 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), di Gedung Widyaloka, Rabu (16/1/2019). Pertama, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Instrumentasi dan Sensor, dan kedua, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Biologi Reproduksi Molekuler.</p>
<p>Dalam pidatonya, Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng menyampaikan kajian berjudul &#8220;Quartz Crystal Microbalance dengan Sistem Instrumentasinya untuk Teknologi Sensor Kimia dan Biosensor&#8221;. Prof. Setyawan mengatakan, sensor merupakan aspek utama sebagai titik awal pengubahan fakta atau keadaan menjadi suatu bentuk data. Untuk itu, pengembangan sensor dengan berbagai ragamnya merupakan hal yang pokok dalam revolusi industri 4.0. </p>
<p>Dari beragam sensor yang dikembangkan, sensor yang mampu mendeteksi perubahan sifat mekanik pada saat terjadi reaksi kimia maupun ikatan antar molekul yang disebut Quartz Crystal Microbalance (QCM). </p>
<p>&#8220;QCM yaitu suatu sensor yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi adanya perubahan massa, perubahan sifat lapisan yang menempel pada permukaannya atau pada perubahan sifat cairan yang bersentuhan dengan permukaan sensor,&#8221; jelas pria kelahiran Wonogiri, 25 Agustus 1965.</p>
<p>Menurutnya, sensor QCM menarik untuk dikembangkan karena dapat dimodifikasi dengan bermacam-macam bahan untuk berbagai macam aplikasi seperti untuk kedokteran, industri, pertanian, pangan, maupun keamanan. Karakteristik seperti ini cocok untuk dikembangkan di Indonesia dengan keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pengembangan teknologi.</p>
<p>&#8220;Pengembangan sistem instrumentasi berteknologi tinggi dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Hal ini meyakinkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengembangkan suatu teknologi tinggi,&#8221; ungkap bapak tiga anak, buah kasih sayangnya bersama Thin Soedarti.</p>
<p>Kelebihan dari Sensor QCM ini, yaitu memiliki sensitivitas yang sangat tinggi dalam mendeteksi jumlah molekul tertentu seperti gas, bau, rasa, sampai pada konsentrasi massa nanogram. Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2012 ini akan terus menerus dikembangkan karena di Indonesia masih sangat jarang. </p>
<p>&#8220;Ke depannya, Sensor QCM dapat dipakai untuk diagnostik kesehatan dengan mendeteksi kadar antibodi dan antigen, mengetahui kualitas bahan makanan dan minuman, melihat tingkat kemasakan buah, dan berbagai keperluan lainnya,&#8221; tandas Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73484</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
