<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Forkom Pokdarwis &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/forkom-pokdarwis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2020 03:55:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Forkom Pokdarwis &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ciptakan Kampung Berdaya Melalui Festival Urban Farming Purwantoro</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-kampung-berdaya-melalui-festival-urban-farming-purwantoro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2020 12:21:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Blimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Urban Farming Purwantoro]]></category>
		<category><![CDATA[Forkom Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Glintung Water Street]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=127144</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) mengadakan festival urban farming di Balai Pertemuan RW 05 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (8/11) tadi. Dalam festival tersebut, berbagai kegiatan ditampilkan. Seperti, kontes perikanan, pertanian dan bunga bias, hidroponik, kuliner by GWS (Glintung Water Street) serta terdapat lomba mewarnai untuk anak-anak. Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) mengadakan festival <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_urban" target="_blank" rel="noopener noreferrer">urban farming</a> di Balai Pertemuan RW 05 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (8/11) tadi. Dalam festival tersebut, berbagai kegiatan ditampilkan. Seperti, kontes perikanan, pertanian dan bunga bias, hidroponik, kuliner by GWS (Glintung Water Street) serta terdapat lomba mewarnai untuk anak-anak.</p>
<p>Ketua RW 05 Purwantoro, Ageng Wijaya Kusuma, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan event terakhir di Tahun 2020. Dengan tujuan, untuk menciptakan kampung yang mandiri dan berdaya.</p>
<p>&#8220;Kita ingin nantinya bisa menciptakan masyarakat yang berdaya. Yaitu, bagaimana masyarakat bisa berdaya kalau kampungnya sendiri belum berdaya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, tambah Ageng, kegiatan tersebut juga untuk mengenalkan kepada anak-anak terhadap lingkungan sekitar. Agar kedepannya, mereka lebih mencintai lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kita giatkan menanam, kita ajak mereka. Jadi, mereka senang tetapi juga mendapat ilmu baru. Itu yang ingin kami ajarkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dirinya mengatakan, bahwa saat ini kegiatan urban farming di RW 05 berjalan cukup baik. Karena, mulai banyak yang belajar menanam dan sudah sekitar 30 persen warga yang melakukan urban farming. Kemudian, hasilnya akan dijual dan digunakan untuk pembangunan kampung.</p>
<p>&#8220;Sementara hasilnya paling banyak adalah dari sayuran hijau dan lombok. Hasil dari pada penanaman atau panen, dipakai untuk pembenahan, pembangunan dan perbaikan jalan,&#8221; imbuh pria yang juga sebagai ketua Pokdarwis.</p>
<p>Masih menurut Ageng, dengan langkah tersebut, harapannya RW 05 bisa terus berkembang dan menjadi kampung yang mandiri. &#8220;Sebenarnya, di sini sudah sejak 2016, mulai ada urban farming. Ada pelatihan dari Pokja 3 Kota Malang, yang mana pelatihan itu terus berkembang ke peternakan dan perikanan. Jadi harapannya, nanti bisa semua dan mengembangkan juga dari hidroponiknya,&#8221; paparnya. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127144</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Polowijen Gelar Festival Dolanan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-polowijen-gelar-festival-dolanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2020 08:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakiak]]></category>
		<category><![CDATA[Egrang]]></category>
		<category><![CDATA[festival dolanan]]></category>
		<category><![CDATA[Forkom Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[lempar kaleng]]></category>
		<category><![CDATA[lompat tali]]></category>
		<category><![CDATA[permainan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[srampangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126655</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bertempat di Gang Sumur Windu di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, warga setempat menggelar festival dolanan, Kamis (29/10) tadi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional itu, diharapkan tidak pernah lekang termakan waktu. Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) KotaMalang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa dengan mengangkat tema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bertempat di Gang Sumur Windu di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, warga setempat menggelar festival dolanan, Kamis (29/10) tadi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional itu, diharapkan tidak pernah lekang termakan waktu.</p>
<p>Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) KotaMalang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa dengan mengangkat tema dolanan, maka akan mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan di tengah masyarakat. Khususnya, bagi generasi muda dan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Dolanan merupakan salah satu objek pemacu kemajuan kebudayaan. Sehingga, dengan tetap mengenalkan dolanan tradisional, maka akan turut membantu dalam melestarikan permainan kepada generasi muda,&#8221; katanya.</p>
<p>Ditambahkan, dengan terus mengenalkan permainan tradisional, diharapkan anak-anak menjadi lupa dengan gadget (smartphone). Karena, banyak anak-anak sekarang yang lebih tertarik menggunakan handphone untuk bermain.</p>
<p>&#8220;Apalagi sekarang pandemi, semuanya menggunakan handphone. Mereka seharian pegang HP, sekarang kita ajak mereka istirahat. Kita kenalkan permainan-permainan tradisional,&#8221; imbuh Ki Demang, sapaan akrabnya.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan, permainan dolanan sekaligus sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Baik itu pembelajaran nilai-nilai karakter, gotong royong hingga kebersamaan, yang terdapat dalam setiap permainan tradisional tersebut.</p>
<p>&#8220;Bisa untuk melatih kesabaran, kekompakan, kreativitas mereka juga pasti akan lebih berkembang dengan permainan tradisional seperti ini. Artinya, satu sama lain akan berinteraksi dan komunikasi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dalam festival itu, tersedia beragam permainan sudah disiapkan. Mulai egrang, lompat tali, bakiak, srampangan, lempar kaleng dan lain-lain. Selain itu juga terdapat jajanan yang dijual dengan mengusung tema kuno (tradisional). <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126655</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
