<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>formal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/formal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Nov 2023 00:10:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>formal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Masuk Tahun Ke-3, Mas Dhito Berikan Bisyaroh untuk 8 Ribu Guru Agama Non Formal di Kediri</title>
		<link>https://memontum.com/masuk-tahun-ke-3-mas-dhito-berikan-bisyaroh-untuk-8-ribu-guru-agama-non-formal-di-kediri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2023 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[bisyaroh]]></category>
		<category><![CDATA[formal]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201285</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bisyaroh (insentif) bagi guru agama non formal. Pada tahun 2023 ini, bisyaroh diberikan kepada sekitar 8 ribu penerima. Beberapa penerima itu, merupakan guru-guru Madin, TPQ, Kristen, Katolik dan Hindu. Selain mendapatkan bisyaroh dengan besaran Rp 100 ribu perbulan, para guru ini juga didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bisyaroh (insentif) bagi guru agama non formal. Pada tahun 2023 ini, bisyaroh diberikan kepada sekitar 8 ribu penerima. Beberapa penerima itu, merupakan guru-guru Madin, TPQ, Kristen, Katolik dan Hindu. Selain mendapatkan bisyaroh dengan besaran Rp 100 ribu perbulan, para guru ini juga didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.</p>



<p>Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyebutkan bahwa penyaluran bisyaroh yang telah dimulai sejak 2021, itu menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk memperhatikan kesejahteraan guru keagamaan non formal. &#8220;Kita berharap jumlah penerima bisa terus bertambah,&#8221; katanya, dalam acara penyerahan bisyaroh secara simbolis di kawasan Simpang Lima Gumul, Kamis (09/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mas Dhito-sapaan akrab bupati menyebut, guru agama non formal tersebut memiliki jasa yang besar karena selain memberikan pengetahuan agama sekaligus membantu membentuk karakter budi pekerti bagi generasi penerus bangsa. Untuk itu, jumlah penerima bisyaroh ini terus ditambah dalam setiap tahunnya. Pada tahun 2023 ini jumlah penerima naik 500 guru, dari tahun 2022 yang jumlahnya 7.500 guru.</p>



<p>&#8220;Saya pastikan program ini akan terus berlanjut pada tahun depan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muksin, menambahkan bahwa pencairan bisyaroh kepada 8 ribu guru ini diberikan untuk satu tahun sekaligus dengan besaran Rp 1,2 juta untuk tiap penerima.</p>



<p>“Hitungannya setiap bulan Rp 100 ribu, itu akan diberikan selama satu tahun,” terangnya.</p>



<p>Selain pemberian bisyaroh bagi guru agama non formal, pada tahun 2023 ini Pemkab Kediri menyalurkan beasiswa GNOTA kepada 9.053 penerima. Program pemberian Beasiswa GNOTA ini, untuk menjamin keterlanjutan pendidikan anak-anak di Kabupaten Kediri.<strong> (kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201285</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lindungi Pekerja Non Formal untuk Anak, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Gandeng Disnaker dan Satpol</title>
		<link>https://memontum.com/lindungi-pekerja-non-formal-untuk-anak-dinsos-p3ap2kb-kota-malang-gandeng-disnaker-dan-satpol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[Disnaker]]></category>
		<category><![CDATA[formal]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lindungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[non]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191168</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Masih sering ditemuinya anak penjual donat atau bakpau di fasilitas umum (fasum) atau di jalan raya, menjadi perhatian Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB).  Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan jika pihaknya memiliki perhatian serius terhadap pekerja anak yang bekerja secara non [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Masih sering ditemuinya anak penjual donat atau bakpau di fasilitas umum (fasum) atau di jalan raya, menjadi perhatian Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB). </p>



<p>Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan jika pihaknya memiliki perhatian serius terhadap pekerja anak yang bekerja secara non formal tersebut. Namun, tentu harus dibutuhkan sinergitas bersama dengan dinas terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP).</p>



<p>“Yang pasti, akan bekerjasama dengan Disnaker PMTPSP untuk mensosialisasikan perlindungan anak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kemudian, juga sosialisasi ke perusahaan terkait batas usia dan pekerjaan non formal. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) yang ada didalamnya,” jelas Donny, saat dikonfirmasi Sabtu (17/06/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>Selain itu, dikatakan Donny, jika hingga saat ini, ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang melakukan razia pada anak penjual donat atau bakpau tersebut, masih belum ditemukan adanya bukti pemaksaan terhadap anak-anak tersebut. &#8220;Setiap kali Satpol PP operasi, anak-anak itu bilang kalau mereka melakukan pekerjaan tersebut secara sukarela. Kita pun juga sudah melakukan pembinaan kepada mereka. Kita juga tanya mengenai penggunaan uang yang mereka dapatkan untuk apa,” katanya.</p>



<p>Kemudian, menurutnya uang yang didapatkan itu digunakan untuk pendidikan. Namun, pihaknya memastikan bahwa pendidikan dasar di Kota Malang sudah tersedia secara gratis. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi khusus kepada lembaga pendidikan.</p>



<p>“Diharapkan pendidik dapat memantau kegiatan anak-anak di luar sekolah dan mengidentifikasi situasi tersebut. Kita Dinsos P3AP2KB siap menerima laporan dari masyarakat 24 jam terkait masalah ini,” ujar Donny.</p>



<p>Terpisah, Pembina Komunitas Anak Bangsa, Yuni Kartikasari, mengatakan jika saat ini penjual bakpau dan donat tersebut telah berkurang. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan jumlah secara riil, karena mereka berjualan tidak secara konsisten.</p>



<p>“Karena mereka kadang ada yang jualan terus menerus, tapi kadang ada juga yang jualan untuk memanfaatkan momen liburan, jadi tidak pasti. Itu yang bikin kita bingung (untuk menjaring) kira-kira paling puluhan, tidak sampai ratusan,” ucap Yuyun sapaannya.</p>



<p>Mengenai alasan mereka berjualan, ujarnya, pun juga bervariasi. Yaitu, mulai dari membantu ekonomi keluarga, hingga memperoleh uang untuk kepentingan pribadi, seperti kebutuhan akses internet.</p>



<p>“Ada yang orang tuanya sudah saya tanya terus jawabnya itu sudah dilarang berjualan, tapi mungkin juga karena mereka (anak) ini ingin internetan, dan tidak punya wifi, jadi untuk beli paketan. Tapi yang saya lihat alasannya beda-beda,” tambahnya</p>



<p>Meskipun Yuyun fokus pada anak-anak binaannya, dia tetap berupaya untuk mendorong para anak-anak tersebut, tetap bersekolah dan akan terus mengumpulkan data untuk lebih memahami situasi tersebut. Terlebih, pendampingan dan motivasi juga diberikan kepada orang tua agar lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191168</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
