<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>fountain &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/fountain/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 13:45:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>fountain &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Baru Empat Bulan Diresmikan, Playground dan Dry Fountain Alun-Alun Merdeka Kota Malang Rusak</title>
		<link>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak</link>
					<comments>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Diresmikan]]></category>
		<category><![CDATA[fountain]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[playground]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232167</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Baru empat bulan diresmikan, fasilitas playground dan dry fountain atau air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang mengalami kerusakan. Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kerusakan playground bukan terjadi pada fasilitas baru. Namun, pada modul lama yang sebelumnya hanya diperbaiki sesuai perencanaan awal. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Baru empat bulan diresmikan, fasilitas playground dan dry fountain atau air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang mengalami kerusakan.</p>



<p>Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa kerusakan playground bukan terjadi pada fasilitas baru. Namun, pada modul lama yang sebelumnya hanya diperbaiki sesuai perencanaan awal.</p>



<p>&#8220;Jadi, playground inikan ada beberapa tempat. Sebagian diganti baru, sementara sebagian lainnya hanya dilakukan perbaikan. Karena pada tahap perencanaan di tahun 2024 kondisi modul dinilai masih layak diperbaiki, namun pada tahun 2025 ternyata kerusakan modul lama itu semakin melebar,” ujar Raymond, Senin (04/05/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakan Raymond, bahwa dalam dokumen anggaran pekerjaan yang tercantum adalah perbaikan, bukan penggantian. Karena itu modul lama tetap diperbaiki, meskipun kondisinya tidak lagi optimal. Material playground berbahan resin juga membuat daya tahannya berkurang setelah mengalami kerusakan patah sebelumnya. Meski begitu, pihak kontraktor pelaksana akan melakukan perbaikan karena fasilitas masih berada dalam masa pemeliharaan.</p>



<p>“Vendor akan melakukan perbaikan. Tapi, jaminan ketahanan pasca perbaikan memang tidak bisa maksimal karena kondisi awalnya sudah rusak,” tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurutnya, kerusakan itu juga dipengaruhi karena minimnya pengawasan saat anak-anak bermain. Apalagi, sejumlah anak menggunakan fasilitas permainan tidak sesuai fungsi, seperti melompat-lompat di ujung perosotan yang seharusnya hanya digunakan untuk meluncur.</p>



<p>“Seharusnya ada pengawasan, karena ada anak-anak yang memanjat atau meloncat di bagian yang tidak semestinya,” katanya.</p>



<p>Ke depan, nantinya direncanakan menerapkan sistem pembatasan waktu bermain melalui mekanisme tiket gratis agar terjadi pergantian pengguna. “Kalau gratis pengunjung cenderung berlama-lama. Nanti kemungkinan kita buat sistem seperti di mal, ada batas waktu bermain supaya anak-anak bisa bergantian,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, fasilitas dry fountain juga belum dapat digunakan akibat gangguan teknis setelah hujan deras mengguyur kawasan alun-alun. Menurut Raymond, sistem air mancur kering seharusnya tidak terendam air. Namun, banjir menyebabkan pompa air kemasukan air, sehingga harus dikeringkan terlebih dahulu.</p>



<p>“Saat hujan lebat kemarin, area mesin kebanjiran sehingga pompanya terdampak. Sekarang sedang dikeringkan dan diperbaiki,” ucapnya.</p>



<p>Sehingga, beberapa fasilitas tersebut kini masih dalam tahap perbaikan. Untuk area playground akan ditutup selama beberapa hari ke depan, sementara dry fountain ditargetkan dapat kembali beroperasi pada pekan depan setelah proses perbaikan selesai.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan untuk dry fountain minggu depan sudah bisa,&#8221; imbuh Raymond. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/baru-empat-bulan-diresmikan-playground-dan-dry-fountain-alun-alun-merdeka-kota-malang-rusak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232167</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Rencanakan Pemasangan Pagar di Dry Fountain</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-pemasangan-pagar-di-dry-fountain</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[fountain]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230153</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tingginya antusiasme masyarakat terhadap wajah baru Alun-Alun Merdeka Kota Malang, mendorong Pemkot Malang melakukan evaluasi fasilitas publik. Salah satunya, pada area dry fountain yang belakangan ini menjadi sorotan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa euforia pasca dilakukan renovasi membuat area tersebut dipadati pengunjung, terutama anak-anak yang bermain saat air mancur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tingginya antusiasme masyarakat terhadap wajah baru Alun-Alun Merdeka Kota Malang, mendorong Pemkot Malang melakukan evaluasi fasilitas publik. Salah satunya, pada area dry fountain yang belakangan ini menjadi sorotan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa euforia pasca dilakukan renovasi membuat area tersebut dipadati pengunjung, terutama anak-anak yang bermain saat air mancur menyala. Namun, di balik tingginya minat masyarakat, muncul persoalan kedisiplinan yang berdampak pada kualitas fasilitas.</p>



<p>“Bagaimanapun ini euforia, mereka senang, iya. Maka akan kita tata lagi, akan terus kami evaluasi,” ujar Wali Kota Wahyu, Rabu (11/02/2026) tadi.</p>



<p>Salah satu langkah yang tengah disiapkan, lanjutnya, adalah pemasangan pagar di sekitar dry fountain. Pagar tersebut, dirancang fleksibel dan bisa dibuka serta ditutup sesuai kebutuhan. Terlebih, itu dilakukan menyusul adanya keluhan bahwa air dry fountain berbau tidak sedap.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hasil evaluasi sementara, bau tersebut diduga akibat penyalahgunaan fungsi fasilitas oleh sejumlah oknum pengunjung. Dry fountain memang dibuat untuk ditonton, bukan untuk mandi. Mungkin ada anak kecil main air lalu mandi di situ dan (diduga) buang air kecil di sana,” jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menegaskan, nantinya saat air mancur menyala, pagar akan ditutup agar tidak ada lagi pengunjung yang masuk dan bermain air. Namun, rencana ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup serta pihak terkait, termasuk Bank Jatim.</p>



<p>“Pada saat air mancur nyala, pagar ditutup. Jadi saat dry fountain menyala, tidak ada pemandangan orang mandi di sana,” ucapnya.</p>



<p>Sebelumnya, dry fountain memang menjadi daya tarik baru di Alun-Alun Merdeka. Banyak pengunjung memadati area tersebut untuk menonton pertunjukan air mancur, bahkan menjadikannya ruang bermain.</p>



<p>Namun, viralnya keluhan bau di media sosial, menjadi alarm bagi Pemkot untuk segera melakukan penataan ulang, agar fasilitas publik tetap nyaman dan terjaga kebersihannya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230153</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
