<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>FTP UB &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ftp-ub/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jul 2019 09:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>FTP UB &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Mahasiswa Asing-FTP UB Sharing Pengalaman Inovasi Produk</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-asing-ftp-ub-sharing-pengalaman-inovasi-produk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2019 09:09:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FTP UB]]></category>
		<category><![CDATA[IYSSE]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Asing]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87593-mahasiswa-asing-ftp-ub-sharing-pengalaman-inovasi-produk</guid>

					<description><![CDATA[International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019 Memontum Kota Malang &#8211; Puluhan mahasiswa dari berbagai negara berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam ajang International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019, di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Senin (8/7/2019). Tak hanya sekedar inovasi baru, nantinya juga dapat menyelesaikan permasalahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019</strong></h2>
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Puluhan mahasiswa dari berbagai negara berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam ajang International Youth Scientific Seminar and Expo (IYSSE) 2019, di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Senin (8/7/2019). Tak hanya sekedar inovasi baru, nantinya juga dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan menjadikan produk yang siap dikomersilkan.</p>
<p>Wakil Dekan III FTP UB, Yusuf Hendrawan, menjelaskan, IYSSE merupakan sebuah kegiatan yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa inovator dari Amerika, Thailand, Jepang, Malaysia, dan Indonesia, dalam hal ini mahasiswa FTP UB.</p>
<div id="attachment_87594" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87594" decoding="async" class="size-full wp-image-87594" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Beberapa stand pameran yang menampilkan produk inovasi karya mahasiswa FTP UB. (rhd)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG_20190708_152254-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87594" class="wp-caption-text"><strong>Beberapa stand pameran yang menampilkan produk inovasi karya mahasiswa FTP UB. (rhd)</strong></p></div>
<p>&#8220;Mahasiswa asing dan mahasiswa FTP UB saling bertukar pengetahuan dengan mempresentasikan hasil penelitian dari negaranya masing-masing. Tak hanya menjadi pembelajaran bagi mahasiswa FTP UB, namun juga mahasiswa asing, agar mereka paham dan peka pada realitas di masyarakat akan kebutuhan inovasi,&#8221; ungkap Yusuf, disela pembukaan IYSSE.</p>
<p>Tujuan IYSSE sendiri adalah saling berkolaborasi dengan institusi di luar negeri untuk bisa saling berbagi pengetahuan tentang inovasi produk.</p>
<p>Mahasiswa asing mendatangi expo hasil inovasi mahasiwa FTP. Selanjutnya, mahasiswa asing ini memberikan masukan apa kekurangan dan kelebihan inovasi mahasiswa FTP.</p>
<p>&#8220;Sekitar 19 produk hasil inovasi mahasiswa FTP yang diikutkan dalam gelaran expo kali ini. Nantinya, dari masukkan tersebut, mahasiswa akan menyaring dan menyempurnakan inovasi produk agar standarnya mampu menarik pasar luar negeri,&#8221; tambah Yusuf.</p>
<p>Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan teknologi pertanian merupakan ilmu terapan, sehingga semua inovasi hasil penelitian mahasiswa harus bisa menjadi produk yang siap untuk dikomersilkan.</p>
<p>&#8220;Istilahnya, angka Technology Readiness Level (TRL) harus angka sembilan. Artinya siap dikomersilkan. Jadi tidak ada penelitian yang selesai hanya sampai di buku dan disimpan di perpustakaan saja. Tapi harus bisa diwujudkan dalam bentuk produk yang bisa di komersilkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selain itu, beberapa inovasi mahasiswa FTP UB yang masuk dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) akan didanai oleh DIKTI sebesar 200 juta. Selain itu, inovasi yang masuk Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) nantinya akan didanai oleh Dikti sebesar 400 juta untuk siap dikomersilkan secara masal.</p>
<p>&#8220;Dalam acara ini kami juga melaunching buku yang isinya berkaitan dengan inovasi-inovasi mahasiswa. Baik dari hibah program kreativitas mahasiswa maupun dari riset grup yang hasilnya berupa produk yang bisa dipasarkan dan dikomersilkan,&#8221; tandasnya.<strong> (adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>FTP UB Kembangkan Kue Bawang Merah</title>
		<link>https://memontum.com/ftp-ub-kembangkan-kue-bawang-merah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2019 15:18:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[FTP UB]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83376-ftp-ub-kembangkan-kue-bawang-merah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah wanita anggota kelompok tani bawang merah Pacet Mojokerto mengunjungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB). Kedatangan kedua belas anggota kelompok tani tersebut dalam rangka mengikuti pelatihan pembuatan aneka kue bawang merah bersama Chef Hendro, dari Unit Food Production Training Centre (FPTC) FTP. “Untuk pelatihan kali ini, kami mencoba mengolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah wanita anggota kelompok tani bawang merah Pacet Mojokerto mengunjungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB). Kedatangan kedua belas anggota kelompok tani tersebut dalam rangka mengikuti pelatihan pembuatan aneka kue bawang merah bersama Chef Hendro, dari Unit Food Production Training Centre (FPTC) FTP.</p>
<p>“Untuk pelatihan kali ini, kami mencoba mengolah bawang merah menjadi aneka kue lebaran, ataupun teman minum teh, seperti roll cake, bagellen, hingga soes kering. Sebenarnya proses pembuatannya sama saja, seperti pada umumnya. Hanya bedanya kali ini, kami juga menggunakan bawang merah sebagai variasi. Sehingga jika biasanya rollcake terasa manis, kali ini lebih gurih namun tetap lezat,&#8221; papar Chef Hendro.</p>
<p>Pembuatan rollcake bawang merah, lanjut Chef Hendro, menggunakan campuran krim dan abon sebagai topping, dan bawang merah pada kulit cake untuk menghasilkan cita rasa yang unik sejak gigitan pertama.</p>
<p>&#8220;Bawang merah juga kami gunakan sebagai topping pada produk bagellen dan soes kering. Adanya variasi bawang merah ini, membuat aneka kue yang dipelajari hari ini menjadi lebih crunchy dan gurih, dibanding kue-kue lain yang sejenis,” tambah Hendro.</p>
<p>Ketua kegiatan, Dr. Widya Dwi Rukmi Putri, STP.MP., menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan pengolahan bawang merah dari program Doktor Mengabdi LPPM UB 2018 lalu.</p>
<p>&#8220;Kali ini, kami sengaja mengolahnya menjadi aneka kue untuk meningkatkan nilai ekonominya. Melalui kegiatan ini, kami harap para ibu peserta pelatihan dapat lebih mengoptimalkan nilai ekomonis bawang, terutama bawang merah ukuran kecil yang berharga rendah ketika dipasarkan segar. Artinya, bawang merah tidak langsung dijual begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi aneka panganan modern yang unik dan bernilai jual tinggi,&#8221; tandas Widya. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83376</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
