<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gadget &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gadget/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 03:04:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gadget &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tingkatkan Kapasitas Kader Srikandi Biru, Ketua TP PKK Kediri Minta Jangan Sampai Anak Diasuh Gadget</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kapasitas-kader-srikandi-biru-ketua-tp-pkk-kediri-minta-jangan-sampai-anak-diasuh-gadget</link>
					<comments>https://memontum.com/tingkatkan-kapasitas-kader-srikandi-biru-ketua-tp-pkk-kediri-minta-jangan-sampai-anak-diasuh-gadget#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diasuh]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[jangan]]></category>
		<category><![CDATA[kapasitas]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[sampai]]></category>
		<category><![CDATA[Srikandi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231531</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyoroti fenomena penggunaan gadget berlebih pada anak dan Balita. Hal ini disampaikannya, saat acara peningkatan kapasitas Kader Srikandi Biru di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (08/04/2026) tadi. Mbak Cicha-sapaan Ketua TP PKK Kediri, mengingatkan agar seluruh Kader Srikandi Biru untuk aktif terjun ke masyarakat, mendampingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyoroti fenomena penggunaan gadget berlebih pada anak dan Balita. Hal ini disampaikannya, saat acara peningkatan kapasitas Kader Srikandi Biru di Pendopo Panjalu Jayati, Rabu (08/04/2026) tadi.</p>



<p>Mbak Cicha-sapaan Ketua TP PKK Kediri, mengingatkan agar seluruh Kader Srikandi Biru untuk aktif terjun ke masyarakat, mendampingi ibu hamil hingga tumbuh kembang anak. Terlebih, pemantauan terhadap fenomena penggunaan gadget pada anak.</p>



<p>Menurutnya, lanjut Mbak Cicha, saat ini masih banyak ditemukan orang tua yang cenderung memilih untuk memberikan keleluasaan berlebih penggunaan gadget kepada anaknya. Sehingga, hal ini dikhawatirkan bisa mengganggu pertumbuhan anak. “Fenomena anak yang terlalu sering diasuh oleh handphone, salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bisa menyebabkan keterlambatan berbicara,” kata Mbak Cicha.&nbsp;</p>



<p>Selain fenomena itu, dirinya juga meminta, agar seluruh tenaga kesehatan bisa berkolaborasi bersama Kader Srikandi Biru untuk menyelesaikan persoalan ibu dan anak, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta stunting. Menurutnya, tiga hal tersebut perlu digenjot untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun AKI di Kabupaten Kediri pada 2024 dan 2025, berada di angka 11 kasus, sedangkan pada 2026 hingga April ini sudah terjadi 3 kasus kematian ibu. Sedangkan AKB pada 2024 hingga April 2026, ini setiap tahunnya masing-masing 62 kasus, 62 kasus dan 12 kasus.</p>



<p>Di sisi lain, prevalensi Stunting menunjukkan penurunan yang signifikan dimana pada 2024 berada diangka 8,4 persen dan hingga April 2026 ini menurun menjadi 7,65 persen. Meski telah berada di 1 digit stunting, Mbak Cicha melihat prevalensi stunting masih berpotensi untuk terus membaik. Untuk itu diharapkan Kader Srikandi Biru bisa lebih optimal dalam mendampingi masyarakat.</p>



<p>“Mendekatkan diri kepada masyarakat, lebih sabar dalam mengedukasi dan lebih peka terhadap kondisi di sekitar kita,” jelas Mbak Cicha.</p>



<p>Sebagai informasi, Kader Srikandi Biru ini lahir dari program kerjasama antara TP PKK Kabupaten Kediri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang bertugas hingga tingkat keluarga. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tingkatkan-kapasitas-kader-srikandi-biru-ketua-tp-pkk-kediri-minta-jangan-sampai-anak-diasuh-gadget/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231531</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Batasi Penggunaan Gadget Bagi Anak di Bawah 16 Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-batasi-penggunaan-gadget-bagi-anak-di-bawah-16-tahun</link>
					<comments>https://memontum.com/pemkot-malang-batasi-penggunaan-gadget-bagi-anak-di-bawah-16-tahun#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Batasi]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai membatasi penggunaan gadget dan media sosial bagi anak usia di bawah 16 tahun. Kebijakan tersebut, ditegaskan sebagai langkah preventif untuk melindungi perkembangan psikologis dan sosial anak. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pembatasan tersebut bahkan telah lebih dahulu disiapkan melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai membatasi penggunaan gadget dan media sosial bagi anak usia di bawah 16 tahun. Kebijakan tersebut, ditegaskan sebagai langkah preventif untuk melindungi perkembangan psikologis dan sosial anak.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pembatasan tersebut bahkan telah lebih dahulu disiapkan melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota, sebelum muncul wacana regulasi serupa dari pemerintah pusat. “Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk membuat surat edaran pembatasan gadget sampai usia 16 tahun. Jadi Kota Malang sebenarnya sudah mendahului,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (03/04/2026) tadi.</p>



<p>Kebijakan itu, menurutnya menyasar seluruh peserta didik di Kota Malang, khususnya jenjang SMP yang berada di bawah kewenangan Disdikbud Kota Malang. Melalui aturan tersebut, siswa diharapkan tidak menggunakan media sosial sebelum memasuki usia 16 tahun.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Penggunaan gadget tanpa pendampingan pada usia remaja awal berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan sosial hingga paparan konten yang belum layak dikonsumsi anak,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa anak di bawah usia 16 tahun masih berada dalam fase transisi perkembangan, sehingga belum memiliki kemampuan penyaringan informasi yang matang. “Mereka belum bisa sepenuhnya membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Karena itu perlu ada pembatasan sekaligus pendampingan,” tuturnya.</p>



<p>Kebijakan tersebut, menurutnya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja, namun juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua. Dalam hal ini, Pemkot Malang akan melakukan sosialisasi secara bertahap agar orang tua memahami risiko penggunaan media sosial sejak dini.</p>



<p>“Kuncinya ada di orang tua. Mindset ini harus diubah pelan-pelan supaya anak-anak mendapat perlindungan yang tepat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/pemkot-malang-batasi-penggunaan-gadget-bagi-anak-di-bawah-16-tahun/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rubah Fenomena Generasi Muda dengan Gadget, Disporapar Jombang Gelar Olah Raga Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/rubah-fenomena-generasi-muda-dengan-gadget-disporapar-jombang-gelar-olah-raga-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka gelaran event olah raga tradisional (Oltrad) yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, di Stadion Merdeka, Minggu (20/10/2024) tadi. Hadir dalam kegiatan itu, Asisten, Kepala OPD, guru olah raga dan perwakilan siswa-siswi SMP/MTs se Kabupaten Jombang. Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, membuka gelaran event olah raga tradisional (Oltrad) yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, di Stadion Merdeka, Minggu (20/10/2024) tadi. Hadir dalam kegiatan itu, Asisten, Kepala OPD, guru olah raga dan perwakilan siswa-siswi SMP/MTs se Kabupaten Jombang.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui event ini diharapkan mampu merubah fenomena generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gadget dan teknologi modern. Karena, fenomena itu berdampak pada kekurangan gerakan fisik serta minat terhadap permainan tradisional.</p>



<p>&#8220;Melalui olah raga tradisional ini, maka dapat mengajarkan kita akan nilai-nilai kebersamaan, sportifitas dan kerja sama,” kata Pj Bupati Jombang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa event ini sangat baik untuk memperkenalkan kembali olah raga tradisional kepada generasi muda, terutama para pelajar. “Beberapa perlombaan yang diadakan hari ini antara lain, tarik tambang, terompah panjang, egrang, dan gobak sodor,” tambahnya.</p>



<p>Event ini sangat penting dalam melestarikan warisan budaya bangsa yang kini terpinggirkan, selain itu untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong-royong yang terkandung dalam setiap permainan tradisional. “Melalui partisipasi dari siswa-siswi semoga kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya lokal dapat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Jombang,” ungkapnya</p>



<p>Sementara itu, Kepala Disporapar Jombang, Bambang Nurwijanto, menjelaskan event olah raga tradisional juga untuk memperingati Hari Jadi ke- 114 Kabupaten Jombang dan memperingati Hari Santri tahun 2024. “Peserta yang mengikuti event olah raga tradisional sebanyak 500 pelajar tingkat SMP/MTS se Kabupaten Jombang,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Pemakaian Gadget, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-pemakaian-gadget-pemkab-banyuwangi-gelar-festival-memengan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[memengan]]></category>
		<category><![CDATA[pemakaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212344</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Mengusung tema &#8216;Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo (Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar)&#8217;, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak dengan menggelar Festival Memengan (permainan, red) Tradisional, di Lapangan Lugjak, Rogojampi, Sabtu (27/07/2024) tadi. Dalam kesempatan itu, ratusan anak-anak yang terlibat nampak terlihat ceria saat memainkan berbagai permainan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Mengusung tema &#8216;Tinggalen Gadget Iro, Ayo Memengan Nang Njobo (Tinggalkan Gadgetmu, Ayo Main di Luar)&#8217;, Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengurangi pemakaian gadget pada anak dengan menggelar Festival Memengan (permainan, red) Tradisional, di Lapangan Lugjak, Rogojampi, Sabtu (27/07/2024) tadi.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, ratusan anak-anak yang terlibat nampak terlihat ceria saat memainkan berbagai permainan tradisional seperti egrang bambu, terompah, egrang batok, gobak sodor, dan lainnya. Termasuk, sejumlah orang tua juga tidak kalah antusias, dalam memberikan semangat dan arahan di euforia permainan.</p>



<p>&#8220;Seru banget! Aku baru pertama kali main Egrang Bambu. Susah tapi asyik,&#8221; kata siswi SDN 1 Lemahbangdewo, Rani (10) dengan napas tersengal-sengal.</p>



<p>Kemeriahan acara semakin terasa, dengan adanya defile yang menampilkan aksi permainan tradisional lain. Seperti Bedhil-Bedhilan, Kucing Tikus, Barong, Balap Karung, Hoola Hoop, Terompet, Jaranan, Pesawat Kertas, Pal-palan dan masih banyak lagi.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa festival ini rutin digelar sebagai upaya mengajak anak-anak untuk memilih permainan tradisional yang banyak gerak, dibanding gadget. Mereka dikenalkan aneka permainan tradisional dengan harapan agar anak-anak tidak hanya terpaku pada gadget dan lebih banyak interaksi dengan sesama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Yang tidak kalah penting, permainan tradisional juga sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh gadget. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai positif mengajak anak-anak saling bekerjasama, meningkatkan empati, menghormati aturan main dan bisa menghadapi tantangan,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya juga menekankan pentingnya melestarikan dan menghidupkan kembali permainan tradisional, yang mungkin sudah mulai dilupakan oleh generasi saat ini. &#8220;Ini adalah warisan budaya. Bukan hanya soal permainan, tetapi juga tentang menjaga keakraban, sportivitas dan kreativitas,&#8221; terangnya.</p>



<p>Pada kesempatan itu, Bupati Ipuk juga mengingatkan kepada para orang tua untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari bullying. &#8220;Kebijakan dan regulasi kami optimalkan penuh untuk melindungi anak. Mari kita samakan tekad, bergandengan tangan bersama lindungi anak-anak kita,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menambahkan bahwa festival yang digelar ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Karenanya, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mendukung gerakan sekolah sehat dengan mengurangi permainan anak berbasis gawai dan lebih ke permainan fisik.</p>



<p>&#8220;Melalui permainan tradisional, anak-anak diajak untuk aktif bergerak, bersosialisasi dan mengeksplorasi dunia luar dengan cara yang menyenangkan,&#8221; tambah Suratno. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Perda KLA Kota Malang, Dinsos P3AP2KB Sampaikan Pembatasan Gadget Jadi Fokus</title>
		<link>https://memontum.com/respon-perda-kla-kota-malang-dinsos-p3ap2kb-sampaikan-pembatasan-gadget-jadi-fokus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[P3AP2KB]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210212</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak (KLA) baru-baru ini telah disahkan oleh DPRD dan Pemerintah Kota Malang. Beberapa komponen di dalamnya yang diatur, salah satunya terkait dengan pembatasan gadget pada anak.&#160;&#160; Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan bahwa hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak (KLA) baru-baru ini telah disahkan oleh DPRD dan Pemerintah Kota Malang. Beberapa komponen di dalamnya yang diatur, salah satunya terkait dengan pembatasan gadget pada anak.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, mengatakan bahwa hal itu memang menjadi salah satu usulan dari beberapa fraksi DPRD Kota Malang untuk dimasukkan di dalam Perda KLA. “Kalau tidak salah, pembatasan pada gadget ini ada di Bab 6 dan 7. Kemudian nanti, ada juga tindaklanjutnya di Rencana Aksi Daerah (RAD),” kata Donny, Senin (03/06/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya jika setelah Perda KLA diterbitkan, maka RAD akan melekat di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Dirinya mencontohkan, seperti pengaturan penggunaan gadget maka akan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).</p>



<p>“Entah bagaimana sistemnya, itu akan membatasi penggunaan gadget. Nah nanti, juga bisa bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) atau bagaimana, pasti nanti akan diatur. Detailnya masih dalam proses pembahasan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, di dalam KLA nantinya juga akan diatur mengenai hak-hak dasar anak. Seperti tumbuh kembang, kebebasan, pendidikan dan kesehatan. Tentu semuanya akan dibreakdown dalam pasal-pasal yang mengacu pada penyelenggaraan KLA.</p>



<p>“Pembangunan di Kota Malang, termasuk taman dan tempat hiburan, harus berorientasi pada KLA dan mencantumkan larangan terkait pembelian rokok, minuman keras, serta larangan bagi anak di bawah 18 tahun untuk masuk,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Donny juga menuturkan bahwa RAD nantinya akan berlaku selama tiga tahun dan akan dievaluasi oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebelum diperbarui. Selama ini, Pemerintah Kota Malang telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi hak-hak anak, meskipun belum memiliki dasar hukum yang kuat.</p>



<p>“Dengan adanya Perda KLA, dasar hukum untuk pengawasan tentunya akan semakin kuat. Termasuk menjadi dasar dari pihak berwenang seperti Satpol PP untuk memeriksa itu,” imbuh Donny. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210212</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Pelanggan, Oppo Store Malang Hadir Dilengkapi Service Center</title>
		<link>https://memontum.com/apresiasi-pelanggan-oppo-store-malang-hadir-dilengkapi-service-center</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2018 13:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Oppo Store]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22518-apresiasi-pelanggan-oppo-store-malang-hadir-dilengkapi-service-center</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Guna meningkatkan layanan purna jual dan memberikan rasa nyaman kepada pelanggan, Oppo meresmikan Oppo Store ke-226 di Indonesia, tepatnya di Apartment Soekarno Hatta, Malang, Jum&#8217;at (26/1/2018). Sekaligus menempatkan Oppo Store Malang menjadi Oppo Store terbesar kedua di Indonesia, setelah Karawaci. Uniknya, Oppo Store kedua di Malang ini memiliki layanan Service Center [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; Guna meningkatkan layanan purna jual dan memberikan rasa nyaman kepada pelanggan, Oppo meresmikan Oppo Store ke-226 di Indonesia, tepatnya di Apartment Soekarno Hatta, Malang, Jum&#8217;at (26/1/2018). Sekaligus menempatkan Oppo Store Malang menjadi Oppo Store terbesar kedua di Indonesia, setelah Karawaci.</p>
<p>Uniknya, Oppo Store kedua di Malang ini memiliki layanan Service Center di lantai 2, sekaligus menandaskan Service Center ke-115 di Indonesia, sebagai bentuk perhatian Oppo dalam layanan purna jual.</p>
<p><div id="attachment_4373" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-4373" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54b-1.jpg?resize=500%2C350&#038;ssl=1" alt="Pemotongan pita, penanda peresmian Oppo Store Malang. (rhd)" width="500" height="350" class="size-full wp-image-22519" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54b-1.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54b-1.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54b-1.jpg?resize=200%2C140&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-4373" class="wp-caption-text"><em>Pemotongan pita, penanda peresmian Oppo Store Malang. <strong>(rhd)</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Alasan dipilihnya Malang untuk mendirikan Oppo Store terbesar kedua yang dilengkapi Service Center termegah, karena untuk mengapresiasi pelanggan kami yang cukup memiliki kontribusi besar dengan penguasaan marketshare gadget di Indonesia. Contohnya, posisi penjualan perangkat Oppo F5 series di Malang cukup bagus. Sejak diluncurkan Desember 2017 hingga bulan Januari 2018, sudah berkontribusi tercapai 35 persen,&#8221; jelas Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.</p>
<p>Oppo Store Malang ini memiliki luas 254 meter persegi, di lantai 1, konsumen dimanjakan secara leluasa untuk merasakan perangkat-perangkat terbaru Oppo secara lebih nyaman. Konsumen akan dipandu oleh tenaga penjual profesional yang dapat memberikan saran dalam memberikan panduan perangkat yang tepat untuk konsumen.</p>
<p><div id="attachment_4371" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-4371" decoding="async" class="size-full wp-image-22521" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54.26-PM-1a.jpg?resize=500%2C350&#038;ssl=1" alt="Pemotongan pita, penanda peresmian Oppo Store Malang. (rhd)" width="500" height="350" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54.26-PM-1a.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54.26-PM-1a.jpg?resize=300%2C210&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-26-at-7.54.26-PM-1a.jpg?resize=200%2C140&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-4371" class="wp-caption-text"><em>Potong tumpeng oleh Mr. Boom kepada Mr. Ronan, didampingi Aryo Meidianto dan Julia. <strong>(rhd)</strong></em></p></div></p>
<p>Sementara di lantai 2, pelayanan purna jual yang diberikan sedikit berbeda. Dimana mengusung konsep Service Center 2.0 yang memiliki keunggulan pada layanan One Hour Service, artinya permasalahan konsumen dijanjikan selesai dalam waktu 1 jam, mulai ambil tiket antrian, checking hp, pergantian sparepart atau solusi lain, hingga hp selesai diperbaiki sempurna.</p>
<p>&#8220;Kami menyediakan layanan face to face, dimana konsumen dapat bertahap muka dan menyaksikan langsung hp yang diperbaiki oleh teknisi yang tersedia dalam 3 meja. Selain itu, ada 3 meja Service Center yang membantu konsultasi permasalahan perangkat, serta VIP Room untuk konsultasi dan edukasi bagaimana penggunaan hp dengan baik, apa yang menyebabkan hp konsumen rusak, dan lainnya,&#8221; papar Ferdinand Dian Warudu, Leader Service Center Jatim, mendampingi Aryo.</p>
<p>Ruangan service center didesain nyaman dengan disediakannya sofa, fasilitas charging table, TV cable, 3 komputer untuk backup data, internet unlimited, dan Game. Selain itu, menyediakan fasilitas pickup delivery melalui JNT melalui Call Center sesuai provider. Pelanggan akan dikonfirmasi by phone tentang kerusakannya, dan dikirimkan kembali gratis ongkir usai perbaikan.</p>
<p>Hadir dalam kesempatan tersebut, Julia (Perwakilan Oppo Store Indonesia), Ronan (Adviser Service Centre Indonesia), Bobom (RGM Oppo Malang), dan Eric Alvian (RM Malang Kota). &#8220;Sebagai awal promosi, kami berikan diskon hingga 20 persen, dan gift bagi pengunjung,&#8221; tandas Ronan, dari China. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22518</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selfie Tour with OPPO F5 Hadirkan F5 Series</title>
		<link>https://memontum.com/selfie-tour-oppo-f5-hadirkan-f5-series</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2017 15:12:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12406-selfie-tour-oppo-f5-hadirkan-f5-series</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Kembali OPPO Indonesia menggelar Selfie Tour with OPPO F5 untuk memperkenalkan lini perangkat terbarunya, OPPO F5, yang dilengkapi dengan AI Beauty Recognition Technology yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil selfle lebih nyata dan fotografi smartphone era baru. Tujuan Selfie Tour with OPPO F5, untuk memperkenalkan perangkat F5 kepada media, influences, fans, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Kembali OPPO Indonesia menggelar Selfie Tour with OPPO F5 untuk memperkenalkan lini perangkat terbarunya, OPPO F5, yang dilengkapi dengan AI Beauty Recognition Technology yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil selfle lebih nyata dan fotografi smartphone era baru. Tujuan Selfie Tour with OPPO F5, untuk memperkenalkan perangkat F5 kepada media, influences, fans, dan konsumen di kota-kota selain Jakarta. Dimulai dari Kota Malang, selanjutnya awal 2018 ke Lampung, Manado, Banjarmasin, dan Bali sebagai penutup rangkaian. </p>
<p>“Seperti pengalaman sebelumnya, Oppo Selfie Tour, Take F5 to travel, diharapkan bisa memberikan kesempatan untuk merasakan langsung keunggulan-keunggulan F5 hingga Februari 2018. F5 series terdiri dari F5 6GB, F5, dan F5 Youth. Kami tetap mengusung dan mempertahankan perangkat selfie expert sejak 2012, sebab dengan konsep tersebut kami mampu menduduki posisi kedua nasional dengan marketshare 25 persen nasional,&#8221; jelas Aryo Meidianto Aji, Public Relations Engagement OPPO Indonesia. </p>
<p>Menurut Aryo, Oppo tidak memiliki target penjualan pada angka tertentu, sebab Oppo mengutamakan kepuasan konsumen akan hasil foto. Selain itu, Oppo konsentrasi pada produk yang diluncurkan dengan menjaga kestabilan harga dan purna jual. &#8220;Kami paling sedikit melaunching tipe dalam setahun, dibandingkan kompetitor. Tak sampai 6 unit tipe dengan kisaran 3-5 juta. Untuk warna yang paling diminati, yaitu merah, menjadi warna favorit user wanita sejak diluncurkan F3 series. Disusul hitam,&#8221; terang Aryo. </p>
<p>OPPO F5 dijual dengan harga Rp 3.999.000, OPPO F5 6GB dengan harga Rp 5.199.000, dan OPPO F5 Youth dengan harga Rp 3.599.000. OPPO F5 dan F5 Youth hadir dalam varian warna Black dan Gold. Sementara untuk F5 6GB hadir dalam varian warna Black dan Red. </p>
<p>Fitur andalan F5 menggunakan AI Beauty Technology yang mampu mendeskripsikan warna kulit, jenis kulit, gender, dan usia. Selain AI Beauty Recognition Technology, juga dilengkapi dengan layar Full Screen FHD+ dengan rasio 18:9 yang memberikan pengalaman visual yang menyenangkan. Kamera belakang 16 MP, dan kamera depan 20 MP dengan resolusi 2160x1080p 401 ppi menggunakan layar 6 inch FHD+. </p>
<p>Dari segi prosesor, layar, baterai dan 0S, ketiga perangkat memiliki spesifikasi yang sama, tetapi yang membedakan adalah konfigurasi RAM, memori internal, serta konfigurasi kamera pada seri F5 Youth. F5 6GB memiliki konfigurasi RAM 6GB dan internal memory 64 GB, sedangkan F5 Youth memiliki RAM 3GB dan kamera depan 16MP dan kamera utama 13MP. </p>
<p>Selain dilengkapi sensor sidik jari di bagian belakang perangkat, OPPO F5 juga mengusung fitur Facial Unlock yang dapat membuka perangkat dengan melakukan pemindaian wajah pada 128 titik wajah untuk membuka perangkat dalam waktu kurang dari 1 detik. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12406</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
