<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gadungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gadungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Feb 2026 14:28:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gadungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan</title>
		<link>https://memontum.com/tmmd-ke-127-kediri-dansatgas-beri-khutbah-jamaah-salat-jumat-di-desa-gadungan</link>
					<comments>https://memontum.com/tmmd-ke-127-kediri-dansatgas-beri-khutbah-jamaah-salat-jumat-di-desa-gadungan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[dansatgas]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[ke-127]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230366</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, nampak sedikit berbeda, Jumat (20/02/2026) tadi. Itu karena, dalam pelaksanaan juga diisi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan langsung pimpinan satuan tugas. TMMD ke-127 ini, merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan TNI AD [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, nampak sedikit berbeda, Jumat (20/02/2026) tadi. Itu karena, dalam pelaksanaan juga diisi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan langsung pimpinan satuan tugas.</p>



<p>TMMD ke-127 ini, merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan TNI AD melalui Kodim 0809/Kediri. Program ini, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik desa, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pembinaan mental spiritual.</p>



<p>Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-127 yang juga Dandim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, mengisi khutbah Salat Jumat di Masjid Baitul Huda. Dalam khutbahnya, Letkol Inf Dhavid mengangkat tema peningkatan ketakwaan iman di Bulan Suci Ramadan.</p>



<p>Dirinya menekankan, akan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat persaudaraan antar warga. &#8220;Ketakwaan harus tercermin dalam sikap sehari-hari. Seperti menjaga persatuan, saling membantu dan membangun kebersamaan,&#8221; ujarnya di hadapan jamaah Salat Jumat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Letkol Inf Dhavid juga menyampaikan, bahwa nilai gotong royong yang menjadi semangat TMMD sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan kebersamaan dalam membangun kebaikan. Usai pelaksanaan Salat Jumat, Dansatgas TMMD ke-127 menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah kepada pengurus Masjid Baitul Huda.</p>



<p>Bantuan yang diberikan itu, berupa sarung, mukena, Al Quran, serta sejumlah perlengkapan salat lainnya.</p>



<p>Marbot Masjid Baitul Huda, Abdul, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan itu akan mendukung kegiatan ibadah jamaah, terutama menjelang Ramadan.</p>



<p>&#8220;Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi jamaah,&#8221; kata Abdul.</p>



<p>Sementara itu, salah satu jamaah, Wijaya, mengatakan kehadiran Dansatgas sebagai khatib memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat. &#8220;Beliau hadir tidak hanya memimpin pembangunan, tetapi juga memberikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TMMD ke-127 di Desa Gadungan diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang menyentuh aspek fisik sekaligus spiritual masyarakat. <strong>(pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/tmmd-ke-127-kediri-dansatgas-beri-khutbah-jamaah-salat-jumat-di-desa-gadungan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230366</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Lakukan Penipuan, Kejari Probolinggo Tangkap Pegawai Gadungan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-lakukan-penipuan-kejari-probolinggo-tangkap-pegawai-gadungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211099</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang wanita berinisial AM, berhasil ditangkap petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Wanita tersebut ditangkap, karena telah menyamar sebagai pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo dan diduga melakukan penipuan. Pegawai Kejari gadungan itu, diamankan di Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, tepatnya pada Jumat (21/06/2024) lalu. Dari hasil penyelidikan, ada tiga orang yang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang wanita berinisial AM, berhasil ditangkap petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. Wanita tersebut ditangkap, karena telah menyamar sebagai pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo dan diduga melakukan penipuan.</p>



<p>Pegawai Kejari gadungan itu, diamankan di Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, tepatnya pada Jumat (21/06/2024) lalu. Dari hasil penyelidikan, ada tiga orang yang telah menjadi korban.</p>



<p>Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo, I Made Deadi Permana Putra, mengatakan bahwa untuk mengelabui korbannya, pelaku berinisial AM tersebut menyamar sebagai pegawai Kejari. Bahkan, mengaku sejak tahun 2021, berdinas di Kabupaten Pasuruan dan mengaku pindah tugas di Kabupaten Probolinggo, tahun 2024.</p>



<p>&#8220;Pelaku mengaku merupakan pegawai Kejari yang awalnya bertugas di Pasuruan dan pindah ke Kabupaten Probolinggo,&#8221; terangnya, Selasa (25/06/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Beberapa korban dari aksi AM, diantaranya berinisial DAU yang dihubungi pelaku untuk dijadikan pegawai Kejari tanpa tes. DAU dijanjikan oleh pelaku bisa menjadi pegawai Kejari, dengan hanya cukup membayar sejumlah uang.</p>



<p>&#8220;Korban mengaku diminta biaya sebesar Rp 12 juta dan telah membayar kepada pelaku sebanyak Rp 7,3 juta. Korban diberikan seragam dinas dan dua seragam batik lengkap dengan badge nya,&#8221; ceritanya.</p>



<p>Korban selanjutnya berinisial AS yang merupakan saudara dari DAU. Korban AS telah membayar Rp 12 juta dengan iming-iming akan menjadi pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo. Selain itu, MW juga tertipu oleh pelaku dan mengaku telah membayar sebesar Rp 5.600 ribu.</p>



<p>&#8220;Pelaku saat mengelabuhi korban ini mengenakan seragam dinas lengkap beserta atributnya. Pelaku mengaku sebagai pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo, yang baru pindah dari Kejari Kabupaten Pasuruan,&#8221; tambahnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211099</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tipu hingga Setubuhi Korban, Anggota BSSN Gadungan Asal Bantul Dibekuk Polres Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/tipu-hingga-setubuhi-korban-anggota-bssn-gadungan-asal-bantul-dibekuk-polres-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[bantul,]]></category>
		<category><![CDATA[dibekuk]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[setubuhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204024</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Seorang intel gadungan yang mengaku dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Adalah Dhimas Febri Anandi (25), asal Pleret Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang harus dibekuk petugas. Pelaku ditangkap, karena dilaporkan usai melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan warga Trenggalek hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Seorang intel gadungan yang mengaku dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Adalah Dhimas Febri Anandi (25), asal Pleret Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang harus dibekuk petugas.</p>



<p>Pelaku ditangkap, karena dilaporkan usai melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan warga Trenggalek hingga puluhan juta rupiah. Parahnya lagi, pelaku juga dilaporkan telah menyetubuhi korbannya hingga beberapa kali.</p>



<p>Kapolres Trenggalek, AKBP Gatut Bowo Supriyono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal pada Juli 2023. &#8220;Kejadiannya berawal pada Juli 2023. Korban berkenalan dengan pelaku melalui sebuah aplikasi perjodohan. Di situ, pelaku mengaku sebagai anggota dari Badan siber dan Sandi Negara (BSSN). Dan, pelaku juga memasang foto profil memakai baju loreng dan baret warna hitam,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (03/01/2024) tadi.</p>



<p>Hubungan antara korban dan pelaku, pun berlanjut hingga mengarah ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan. Setelah beberapa kali bertemu, tepatnya di Oktober, korban memperkenalkan calonnya (pelaku, red) ke pihak keluarga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena tidak curiga, keluarga korban pun segera meminta pelaku untuk melakukan lamaran. Hingga tanggal lamaran, disepakati pada 1 Januari 2024. &#8220;Karena pada waktu yang ditentukan, pelaku tidak kunjung datang, kecurigaan pun mulai muncul. Hingga akhirnya, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian,&#8221; kata AKBP Gatut.</p>



<p>Diketahui, dalam rentang waktu berkenalan, paparnya, pelaku meminta sejumlah uang sebanyak 8 kali dengan alasan membiayai anak angkatnya berobat mencapai Rp 25 juta. Menurut pengakuan pelaku, dirinya berpura-pura menjadi anggota BSSN, guna mengelabui korbannya. Pelaku juga memperoleh seragamnya dengan membeli secara online.</p>



<p>&#8220;Adapun barang bukti yang kita amankan dari tangan pelaku, diantaranya kaos, jaket dan aksesoris bergambar logo BSSN. Selain itu, ada pula barang bukti berupa satu lembar bukti transfer bank dan Gopay,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari hasil pemeriksaan, uang hasil penipuan digunakan pelaku bermain trading online. Namun untuk membeli barang maupun seragam anggota BSSN, pelaku mengunakan dana pribadi. Hingga berita ini ditulis, pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Pelaku dijerat dengan Pasal 378 atau Pasal 372 KUHPidana tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun,&#8221; tegas AKBP Gatut. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204024</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tipu Puluhan Korban, Dua BIN Gadungan Diringkus Polresta Sidoarjo</title>
		<link>https://memontum.com/tipu-puluhan-korban-dua-bin-gadungan-diringkus-polresta-sidoarjo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2019 12:21:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 378]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89116-tipu-puluhan-korban-dua-bin-gadungan-diringkus-polresta-sidoarjo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya dua anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan diamankan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo, Selasa (23/07/2019). Keduanya tersangka itu melakukan berbagai penipuan bermodus rekruitmen anggota BIN maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga kini, korbannya sudah ada 42 orang dari berbagai TKP, baik itu di Sidoarjo maupun di wilayah lainnya. &#8220;Salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya dua anggota Badan Intelijen Negara (BIN) gadungan diamankan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo, Selasa (23/07/2019). Keduanya tersangka itu melakukan berbagai penipuan bermodus rekruitmen anggota BIN maupun Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga kini, korbannya sudah ada 42 orang dari berbagai TKP, baik itu di Sidoarjo maupun di wilayah lainnya.</p>
<p>&#8220;Salah satu tersangka ini pecatan anggota Polri pangkat terakhir Bripka. Tapi dia mengaku berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) serta memiliki pistol revolver air soft gun,&#8221; terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada Memo X, Sabtu (27/07/2019).</p>
<p><div id="attachment_89118" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-89118" decoding="async" class="size-full wp-image-89118" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0068-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="DIRINGKUS - Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menunjukkan dua anggota BIN Gadungan yang menipu puluhan korbannya yang diringkus Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo beserta barang buktinya, Sabtu (27/07/2019)" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0068-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0068-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0068-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0068-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-89118" class="wp-caption-text"><strong>DIRINGKUS &#8211; Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menunjukkan dua anggota BIN Gadungan yang menipu puluhan korbannya yang diringkus Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo beserta barang buktinya, Sabtu (27/07/2019)</strong></p></div></p>
<p>Kedua pelaku itu, lanjut Zain adalah Sunarto (43) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo dan Imam Dhofir alias Bambang Supeno (54), warga JL Bhayangkara Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Bandar Lampung. Menurutnya, Sunarto, sebenarnya juga korban. Dia direkrut Bambang Supeno yang mengaku anggota BIN dengan membayar Rp 11 juta. Kemudian Sunarto dibekali surat tugas palsu oleh Bambang untuk mencari korban yang mau dibujuk dijadikan anggota BIN maupun jadi ASN di Pemerintahan.</p>
<p>&#8220;Rata-rata korban oleh tersangka dimintai setoran uang tunai sekitar Rp 25 juta sampai dengan Rp 45 juta,&#8221; imbuh lulusan Akpol 1997 ini.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-89117" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190727-WA0069-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, kata mantan Sekpri Kapolri ini, sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka diantaranya selain tanda pengenal BIN palsu, juga kartu pemegang senjata api, pistol revolver air soft gun, KTP, surat tugas, dan tanda pengenal BIN atas nama Samsul Bahri.</p>
<p>&#8220;Sekarang kedua tersangka diamakan dan ditahan di Polresta Sidoarjo untuk diperiksa lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat pasal penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89116</post-id>	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Anggota Dishub Jatim&#8221; Disergap Petugas Dishub Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/anggota-dishub-jatim-disergap-petugas-dishub-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 13:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dishub kota probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/63487-anggota-dishub-jatim-disergap-petugas-dishub-kota-probolinggo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Mengaku bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim di Probolinggo, seorang lelaki ditangkap, Kamis (8/11/2018). Anggota Dishub gadungan tersebut diketahui sering melakukan penargetan kepada para pemilik warung. Anggota gadungan tersebut bernama Agus (33) warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, langsung ditangkap setelah mendapat laporan dari warga. &#8220;Gadungan ini memang sering [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Mengaku bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim di Probolinggo, seorang lelaki ditangkap, Kamis (8/11/2018). Anggota Dishub gadungan tersebut diketahui sering melakukan penargetan kepada para pemilik warung.</p>
<p>Anggota gadungan tersebut bernama Agus (33) warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, langsung ditangkap setelah mendapat laporan dari warga. &#8220;Gadungan ini memang sering meminta rokok kepada para pemilik warung,&#8221;erang Kabag Operasional Dishub Kota Probolinggo, Budi Djatmiko.</p>
<p><div id="attachment_63488" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-63488" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181108-WA0015-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Anggota Dishub Kota Probolinggo saat mengamankan seorang gadungan dengan memakai pakaian Dishub Jatim (istimewa)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-63488" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181108-WA0015-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181108-WA0015-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG-20181108-WA0015-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-63488" class="wp-caption-text"><em><strong>Anggota Dishub Kota Probolinggo saat mengamankan seorang gadungan dengan memakai pakaian Dishub Jatim (istimewa)</strong></em></p></div></p>
<p>Budi juga menjelaskan bahwa proses penangkapan Agus, dilakukan di depan museum Kota Probolinggo di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, pada Kamis (8/11/2018).</p>
<p>&#8220;Kami memang sering mendapatkan laporan warga, lengkap dengan ciri-cirinya, kebetulan pas dia datang untuk melakukan aksinya, akhirnya saya amankan dan saya serahkan kepada pihak kepolisian. Ini bisa membuat naman dan citra dinas kami rusak,  Karena dia mengaku sebagai anggota dishub,&#8221;Jelas nya lagi kepada memontum.com</p>
<p>Agus tersebut Untuk melakukan aksinya selalu memakai baju seragam Dishub Provinsi Jatim lengkap dengan pangkat golongan III A. &#8220;Jadi kami serahkan sama barang buktinya kepada pihak polisi. Selain baju, juga motor Yamaha Mio Nopol N 4746 RT yang dipakainya,&#8221; ujar Budi.</p>
<p>Budi menambahkan bahwa Agus mendapat baju seragam Dishub dari  pemberian temannya. Dan semua warung yang di didatanginya pasti ketakutan dan selalu memberikan apa yang Agus minta. <strong>(Pix/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">63487</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TNI Gadungan Palak Sopir Truk di Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/tni-gadungan-palak-sopir-truk-di-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2018 14:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemalakan]]></category>
		<category><![CDATA[polres mojokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45697-tni-gadungan-palak-sopir-truk-di-mojokerto</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Telah terjadi pemalakan yang dilakukan oleh TNI Gadungan dengan alasan Distribusi keamanan kejadian pada hari Kamis tanggal 28 Juni 2018 sekitar pukul 09.45 Wib di depan Mess PT Pakerin Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, tersangka berpakaian Dinas PDL Loreng meminta Distribusi keamanan kepada Sopir Truck. Menurut info yang dihimpun sekitar pukul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Telah terjadi pemalakan yang dilakukan oleh TNI Gadungan dengan alasan Distribusi keamanan kejadian pada hari Kamis tanggal 28 Juni 2018 sekitar pukul 09.45 Wib di  depan Mess PT Pakerin  Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, tersangka  berpakaian Dinas PDL Loreng meminta Distribusi keamanan  kepada Sopir Truck. </p>
<p>Menurut info yang dihimpun sekitar pukul 09 45 wib Truck Nopol (xxxx)  perjalanan dari arah Ngoro  menuju ke Prambon Sidoarjo kemudian tepat  di  depan Mess PT Pakerin  Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto di hentikan oleh tersangka berpakaian Dinas Pdl loreng. korban (sopir)  tersebut di mintai uang dengan alasan untuk Distribusi keamanan. kebetulan saat itu Sertu Adi Kusuma W. Anggota Kodim 0815/11 Koramil Pungging dan Brigadir Irfan Hari Cahyono anggota Polsek Mojosari ketika perjalanan pulang,  melihat ada truk yang di berhentikan oleh mobil avanza silver  Nopol S 1850 NG  kemudian menanyai supir truk tersebut dengan nopol (xxxx), sopir tersebut menjelaskan bahwa dia dimintai tentara uang sebesar 100.000 untuk distribusi keamanan. </p>
<p>Setelah mendengar keterangan dari sopir truck Sertu Adi Kusuma W. Anggota Kodim 0815/11 Koramil Pungging dan Brigadir Irfan Hari Cahyono anggota Polsek Mojosari melakukan pengejaran menggunakan mobil ke arah Desa Cangkring Turi Kecamatan Prambon tepat di belok&#8217;an warung Nasi Mina Mobil tersangka langsung di potong dan  kemudian Sertu Adi Kusuma menghubungi  Batuud Koramil Prambon Pelda Supriyono guna meminta bantuan kemudian  2 Anggota Koramil Prambon Serma  Suhartono dan Sertu Achmad Dede datang untuk membantu penangkapan.</p>
<p>Tersangka di tangkap kemudian  di amankan menuju  Koramil Prambon,  setelah di lakukan interogasi dan penyelidikan kemudian di ketahui tersangka merupakan pecatan TNI th 2012 ( Arhanudse Gedangan Sda) lebih lanjut lagi tersangka di serahkan ke polsek prambon.</p>
<p>Diketahui identitas tersangka bernama Heri Pahlawan (40) warga Desa Gunung gedangan Kecamata Magersari Kota Mojokerto. Untuk saat ini barang Bukti yang di amankan di Polsek  Prambon. 1 unit Mobil Avansa Silver Nopol   S 1850 NG. beserta 4 plat palsu  di temukan di dalam mobil Nopol ( S 1536 SD)  ( AG 1907 VK) &#8211;  merubah bulan dan tahun  ( S  1536 SD)  ( AG 1907), 1 Stel Seragam PDL loreng Malvines, Uang Sebesar Rp 100, 000,- </p>
<p>Namun karena TKP memasuki wilayah hukum Mojokerto selanjutnya Polsek prambon menyerahkan proses hukum ke Polres Mojokerto. <strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wartawan Gadungan Obok-Obok Ampelgading</title>
		<link>https://memontum.com/wartawan-gadungan-obok-obok-ampelgading</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 May 2018 15:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[oknum]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=42129</guid>

					<description><![CDATA[Janji Jalin Kerjasama, Kades dan Kepala SMPN Tertipu &#160; Memontum Malang &#8212; Oknum wartawan gadungan alias Bodrek (Bondo Orek-Orek) mulai bergerilya di wilayah Kecamatan Ampelgading,Dampit dan Sumbermanjing Wetan(Sumawe) Moh.Munif Mpd,Kepala SMPN 1 Ampelgading Kabupaten Malang mengaku,pihak pernah jadi korban penipuan oknum wartawan abal-abal ini. &#8220;Dia mengaku dari salah satu media terbitan JawaTimur.Kami dimintai uang sebesar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Janji Jalin Kerjasama, Kades dan Kepala SMPN Tertipu</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Oknum wartawan gadungan alias Bodrek (Bondo Orek-Orek) mulai bergerilya di wilayah Kecamatan Ampelgading,Dampit dan Sumbermanjing Wetan(Sumawe) Moh.Munif Mpd,Kepala SMPN 1 Ampelgading Kabupaten Malang mengaku,pihak pernah jadi korban penipuan oknum wartawan abal-abal ini.</p>
<p>&#8220;Dia mengaku dari salah satu media terbitan JawaTimur.Kami dimintai uang sebesar Rp 1,5 juta.Uang sebesar itu katanya untuk biaya penerbitan berita selama 10 hari.Tetapi,setelah saya tunggu-tunggu berita itu tak kunjung terbit.Bahkan tidak ada komunikasi sampai sekarang&#8221;,ujar Munif Rabu (8/5/2018)kemaren. Korban berikutnya, Ngriptanto Kepala Desa Tawang Agung Ampelgading.</p>
<p><a href="https://memontum.com/42129-wartawan-gadungan-obok-obok-ampelgading/img-20180508-wa0227-copy1" rel="attachment wp-att-42132"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180508-WA0227-copy1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-42132" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180508-WA0227-copy1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180508-WA0227-copy1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180508-WA0227-copy1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180508-WA0227-copy1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Ngarip mengaku, pihaknya juga korban oknum wartawan yang sama  &#8220;Dia juga minta uang sebesar Rp1,5 juta untuk biaya penerbitan selama 1 tahun.Saya diminta untuk menghubunginya manakala ada kegiatan di desa.Ketika di desa kami ada acara,ternyata dia juga tak muncul.Kejadian ini sudah cukup lama,sekitar 4 bulan yang lalu&#8221;,beber Ngariptanto dengan nada kecewa. </p>
<p>Terlepas di Kecamatan Ampelgading,Kecamatan Dampit juga jadi sasaran empuk oknum wartawan gadungan.Seperti halnya yang terjadi di Puskesmas Kecamatan Dampit beberapa waktu lalu.&#8221;Pertama datang,diaMinta transport untuk bensin.Begitu halnya kedua dan ketiga.Selnjutnya dia datang lagi,tetapi justru menakut -nakuti,tanya ini dan itu.Ketika saya tanya I-cardnya,dia mengaku dari salah satu koran harian terbitan kota Malang.Begitu saya telpon alamat yang dia kasih,ternyata nama itu tidak ada.</p>
<p>Akhirnya, kami sepakat laporkan dia ke polisi.Setelah kami telpon polisi,dia menangis dan minta maaf&#8221;,tutur salah seorang petugas  Puskesmas Dampit Rabu (8/5/2018) sore.  Menyikapi kejadian ini, Harnowo salah seorang guru SMPN Ampelgading minta kepada seluruh lembaga agar waspada dengan kedatangan oknum wartawan abal-abal.&#8221;Jika terjadi sekali lagi,baik jajaran lembaga pendidikan maupun kantor Pemerintahan desa,kami sepakat lapor polisi,untuk diproses sesuai hukum&#8221;;tegas Harnowo <strong>(Sur/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petugas PLN Gadungan Satroni Jl Sumpil, Jarah Emas Batangan dan Uang Tunai</title>
		<link>https://memontum.com/petugas-pln-gadungan-satroni-jl-sumpil-jarah-emas-batangan-dan-uang-tunai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 12:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=39264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Pelaku kejahatan dengan menyamar sebagai petugas PLN, kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 09.30, pelaku berjumlah 4 orang menyatroni rumah pasangan suami istri Yoppy (70) dan Ripka (70) warga Jl Sumpil Gang IIIA, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam aksinya itu, 1 orang pelaku berpura-pura mengalihkan perhatian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Pelaku kejahatan dengan menyamar sebagai petugas PLN, kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 09.30, pelaku berjumlah 4 orang menyatroni rumah pasangan suami istri Yoppy (70) dan Ripka (70) warga Jl Sumpil Gang IIIA, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.</p>
<p>Dalam aksinya itu, 1 orang pelaku berpura-pura mengalihkan perhatian dengan mengecek meteran listrik. Sedangkan 3 pelaku lainnya masuk menjarah uang dan perhiasan milik korban. Adapun barang yang hilang berupa 1 kotak berisi berisi perhiasan emas gelang, cincin, kalung dan emas batangan. Serta uang Rp 5 juta dalam almari. Selain itu perhiasan emas titipan keluarga korban juga hilang hingga kerugian diperkirakan hingga ratusan juta.</p>
<p>Informasi Memontum.com, menyebutkan bahwa saat kejadian Yoppy sedang berada di Trawas, Pasuruan. Sedangkan di rumah hanya ada ada Ripka, istrinya serta 1 orang wanita kerabat. &#8221; Di rumah hanya ada istri dan kerabat yang menjaga istri saya di rumah,&#8221; ujar Yoppy.</p>
<p>Pelaku berjumlah 4 orang yang mengendarai 2 motor. Mereka membuka pintu pagar dan mencoba masuk melalui garasi. Namun saat itu garasi terkunci rapat hingga mereka terlihat oleh penghuni rumah. Saat itulah para pelaku mengaku petugas PLN yang disuruh untuk melakuian pengecekan meteran. </p>
<p>Pelaku sok akrab seolah-olah akan memeriksa meteran atas perintah pemilik rumah. &#8220;Kami disuruh bapak untuk mengecek meteran&#8221; ujar salah seorang pelaku saat mengelabui Ripka dan kerabatnya yang di rumah. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngaku Polisi Peras Keluarga Bermasalah</title>
		<link>https://memontum.com/ngaku-polisi-peras-keluarga-bermasalah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Feb 2018 16:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[gadungan]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[polres banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/24716-ngaku-polisi-peras-keluarga-bermasalah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Ngaku anggota Polisi, Paul Leonardo G (47) warga jalan Pedati Timur Dalam, Jakarta Timur di bekuk Satreskrim Polres Banyuwangi, Senin (5/2/) kemarin. Mengaku menjadi anggota Polisi ini, dibuat untuk aksi tipu menipu. Sebelum dikeler oleh aparat Satreskrim Polres Banyuwangi, ternyata, polisi gadungan ini sudah memperdayai korban, yang saat itu mempunyai masalah dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8212; Ngaku anggota Polisi, Paul Leonardo G (47) warga jalan Pedati Timur Dalam, Jakarta Timur di bekuk Satreskrim Polres Banyuwangi, Senin (5/2/) kemarin. Mengaku menjadi anggota Polisi ini, dibuat untuk aksi tipu menipu. </p>
<p>Sebelum dikeler oleh aparat Satreskrim Polres Banyuwangi, ternyata, polisi gadungan ini sudah memperdayai korban, yang saat itu mempunyai masalah dan berhasil mengantongi uang sebesar Rp 5,6 juta dari Hartatik warga Dusun Sidomulyo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180205-WA0153-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-24717" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180205-WA0153-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180205-WA0153-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180205-WA0153-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180205-WA0153-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dulunya, korban (Hartatik) ini pernah bertenggaan dengan tersangka Paul Leonardo, saat itu korban sedang mempunyai masalah, suaminya di Penjara di Polres Manado. dengan trik dan intriknya. Akhirnya korbanpun mempercayai omongan tersangka.</p>
<p>&#8220;Saat di Manado, suami Hartatik tersandung masalah, dan tersangka ini memgaku menjadi anggota polisi, yang katanya bisa menyelesaikan masalah suaminya, dan  meminta uang sebesar Rp.5,6 juta,&#8221;papar Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP. Sodiq Efendi.</p>
<p>Ternyata, kasus ini diulangi lagi, dan mendatangi korban di kediamannya. Modusnya juga masih sama, mengaku meminta uang, untuk membayar bill belanjaan tersangka dan di bill itu ada LogoSemeru-nya.</p>
<p>&#8220;Dia meminta uang Rp 571 ribu untuk membayar bill, dan bill yang di serahkan ke korban itu, ada logo Semeru, yang identik logonya Polisi,&#8221;terang Kasatreskrim.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, dan dikirim ke redaksi Memontum.com, pemeriksaan Paul Leonardo masih berlangsung. <strong>(ras/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24716</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
