<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gagal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gagal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Sep 2023 14:42:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gagal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jambret Tas Tetangga Desa Gagal, Warga Klakah Malah Nyaris Dimassa</title>
		<link>https://memontum.com/jambret-tas-tetangga-desa-gagal-warga-klakah-malah-nyaris-dimassa</link>
					<comments>https://memontum.com/jambret-tas-tetangga-desa-gagal-warga-klakah-malah-nyaris-dimassa#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 14:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[Klakah]]></category>
		<category><![CDATA[nyaris]]></category>
		<category><![CDATA[tetangga,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197500</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Seorang pelaku jambret berinisial IA (27), warga Dusun Duren Kidul, Desa Duren, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, benar-benar bernasib apes, Minggu (03/09/2023) malam. Selain aksinya gagal total saat berusaha merampas tas milik tetangga desa, pelakupun juga nyaris dihajar massa dan harus berurusan dengan pihak kepolisian. Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini bermula saat IA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Seorang pelaku jambret berinisial IA (27), warga Dusun Duren Kidul, Desa Duren, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, benar-benar bernasib apes, Minggu (03/09/2023) malam. Selain aksinya gagal total saat berusaha merampas tas milik tetangga desa, pelakupun juga nyaris dihajar massa dan harus berurusan dengan pihak kepolisian.</p>



<p>Informasi Memontum.com bahwa kejadian ini bermula saat IA bersama DK, warga Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, mencoba melakukan aksi penjambretan. Dengan mengendarai motor secara berboncengan, keduanya pun mencari sasaran di&nbsp; Jalan Raya Grobogan Kedungjajang.</p>



<p>Mereka kemudian membuntuti korbannya, yang diketahui bernama Ningsih Setyowati, warga Desa Klakah, Kecamatan Klakah. Pelaku AI yang saat itu menjadi joki, pun kemudian membuntuti korbannya yang dibonceng oleh anaknya dengan mengendarai motor.</p>



<p>&#8220;Jadi, dua orang ini berboncengan menggunakan sepeda motor dari arah SPBU Klakah ke Selatan. Mereka mengincar tas slempang milik korban,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Dhedi Ardi Putra, ketika dikonfirmasi Senin (04/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kedua pelaku kemudian berusaha memepet korban dan saat jaraknya cukup dekat, pelaku dengan cepat menarik tas slempang yang saat itu dikenakan korban. &#8220;Terjadi tarik menarik. Namun, akhirnya pelaku tidak berhasil menguasai barang milik korban. Karena tidak berhasil, pelakupun akhirnya berusaha kabur. Mengetahui kejadian itu, anak korban justru tancap gas dengan melakukan pengejaran,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Selama melakukan pengejaran, tambahnya, anak korban sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar. Sehingga, bersama warga dan petugas yang kebetulan di sekitar lokasi, berusaha mengejar pelaku.</p>



<p>&#8220;Akhirnya pelaku yang menjadi joki berhasil ditangkap, sementara yang dibonceng berhasil kabur,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti&nbsp; sarana yang digunakan pelaku. Termasuk, tas yang jadi sasaran pelaku namun gagal. <strong>(adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jambret-tas-tetangga-desa-gagal-warga-klakah-malah-nyaris-dimassa/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Uji Lab Air Berwarna Merah di Pamekasan, DLH Sebut Bisa Sebabkan Kangker dan Gagal Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-uji-lab-air-berwarna-merah-di-pamekasan-dlh-sebut-bisa-sebabkan-kangker-dan-gagal-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kangker]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. &#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Itu artinya, temperatur melebihi baku mutu, sehingga ada reaksi kimia dari air itu,&#8221; kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Farhatin, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Farhatin, ada beberapa kandungan yang didapat usai uji lab. Seperti, sulfida, yang bisa sebabkan racun pada ikan dan berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi. Kemudian, mengandung ecoli yang bisa menyebabkan diare apabila dikonsumsi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Di sini ada kandungan zat besi, yakni mangan, kadnium serta tembaga (Cu). Zat-zat ini merupakan logam berat yang ada pada pewarna tekstil dna kalau dikonsumsi akan menyebabkan gagal ginjal. Sementara untuk angka panjangnya, bisa sebabkan kangker,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya mengatakan, ada tiga lagi dari uji laboratorium yang belum keluar. Itu karena, harus menunggu selama lima hari. Akan tetapi, air itu memang ada zat pencemarnya.</p>



<p>&#8220;Saat ini memang sudah normal airnya. Kalau pada saat itu dikonsumsi, itu akan merusak dan berbahaya. Jadi, memang ada zat pencemar tapi tidak tercemar berat,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193132</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
