<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gajahmada &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gajahmada/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Aug 2024 12:13:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gajahmada &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tambah RTH di Simpang Gajahmada, DLH Kota Malang Bakal Lengkapi dengan Monumen Bola</title>
		<link>https://memontum.com/tambah-rth-di-simpang-gajahmada-dlh-kota-malang-bakal-lengkapi-dengan-monumen-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<category><![CDATA[tambah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212490</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, akan terus menambah dan memperindah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Salah satunya, seperti yang berada di simpang Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa dengan penambahan RTH tersebut nantinya tidak hanya memperindah saja, akan tetapi juga mencerminkan identitas Kota Malang sebagai kota olahraga. Karena akan dilengkapi dengan monumen bola.</p>



<p>“Jadi di simpang Jalan Gajahmada akan ada taman berbentuk segitiga yang ditanami berbagai jenis tanaman. Di tengah taman, akan ada monumen bola dengan dikeliling pagar berkonsep kolonial atau heritage,” ujar Laode, saat dihubungi Memontum.com, Kamis (01/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, jika pagar berkonsep kolonial tersebut akan semakin menguatkan karakter heritage Kota Malang. Pagar tersebut akan mengitari taman yang seluas 36,61 meter persegi dan monumen bola dengan lebar sekitar dua meter, serta tinggi 2,48 meter.</p>



<p>“Pengerjaannya sudah dimulai awal Juli dan diprediksi selesai akhir Agustus. Harapannya dengan adanya monumen yang kita bangun ini dapat menambah keindahan Kota Malang dan mengingatkan pada identitas kota yang terkenal dengan klub sepak bolanya, Arema,” jelasnya.</p>



<p>Diakhir, Laode juga mengatakan bahwa penambahan RTH tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, karena keterbatasan anggaran maka pelaksanaannya ditunda hingga tahun ini.</p>



<p>“Sebenarnya ini ikut program di tahun lalu, tapi berhubung ada sedikit perubahan, masuknya di program tahun ini,” imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212490</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KPU Kota Batu Gelar Pelantikan Anggota KPPS Kelurahan Sisir di GOR Gajahmada</title>
		<link>https://memontum.com/kpu-kota-batu-gelar-pelantikan-anggota-kpps-kelurahan-sisir-di-gor-gajahmada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205205</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Sisir digelar di Gedung Olahraga (GOR) Gajahmada, di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, Kamis (25/01/2024) tadi. Pelantikan yang dilakukan ini, juga serentak dilakukan di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu, yakni sebanyak 4.277 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Sisir digelar di Gedung Olahraga (GOR) Gajahmada, di Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, Kamis (25/01/2024) tadi. Pelantikan yang dilakukan ini, juga serentak dilakukan di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu, yakni sebanyak 4.277 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024.</p>



<p>Komisioner KPU Kota Batu, Tomy Widiantoro, yang juga hadir dalam momen pelantikan KPPS Kelurahan Sisir, menjelaskan bahwa pelantikan serentak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, ini berlangsung di 24 desa dan kelurahan di 611 TPS. &#8220;Jadi ini adalah sesuai dengan program dan jadwal terkait dengan pembentukan KPPS. Dimana tujuannya, untuk pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkannya, dalam kegiatan acara pelantikan untuk mengawal Pemilu 2024 ini, KPU dibantu KPPS sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Dimana selanjutnya, setelah pelantikan ini, anggota KPPS akan diberikan pembekalan semacam bimbingan teknis.</p>



<p>&#8220;Ya, itu bagaimana rekan-rekan dari KPPS ini untuk kompetensinya dalam pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di KPPS. Itu bisa sesuai dengan aturan dan prosedur dalam pelaksanaannya. Sehingga, dalam pelaksanaanya nanti memiliki bekal ketika ditanya oleh masyarakat,&#8221; terangnya.</p>



<p>Tomy juga menambahkan, bahwa sebelum merekrut KPPS, dalam persyaratan administrasinya itu juga melampirkan surat kesehatan. &#8220;Jadi untuk teman-teman yang memiliki akomobrit, itu sudah diseleksi dari awal dari surat kesehatan yang mereka berikan sudah banyak yang melalui screening kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Pemkot Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman Pemilu 2019, lanjutnya, untuk KPPS pihaknya juga sudah membatasi usia atau umur. &#8220;Jadi untuk usia atau umur, kita maksimalkan di umur 55 tahun. Terkait kesehatan ini, yang menjadi titik lemah kita di tahun 2019 adalah kelelahan dan dari kelelahan. Sehingga, berefek pada akromodit. Karenanya, untuk keseluruhan 4.277 anggota KPPS yang direkrut di bawah 55 tahun. Sehingga, masih fresh karena berusia muda jadi dalam kondisi-kondisi tertentu masih bisa untuk melaksanakannya meskipun dalam tekanan-tekanan. Dalam kondisi akromobit, teman-teman KPPS ini masih bisa fokus untuk menuntaskan tugas sebagai penyelenggara pemilu di tingkat KPPS,&#8221; paparnya.<strong> (cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205205</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sterilisasi Halaman Balai Kota, Pj Wali Kota Malang Tinjau Parkir Kendaraan di Jalan Gajahmada</title>
		<link>https://memontum.com/sterilisasi-halaman-balai-kota-pj-wali-kota-malang-tinjau-parkir-kendaraan-di-jalan-gajahmada</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmada]]></category>
		<category><![CDATA[halaman]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[sterilisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204540</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait melakukan tinjauan parkir kendaraan para ASN di Jalan Gajahmada, Kota Malang, Selasa (16/01/2024) tadi. Hal itu dilakukan, karena Halaman Balai Kota saat ini sudah mulai steril dari kendaraan. Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa sterilisasi itu dilakukan karena permintaan masyarakat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait melakukan tinjauan parkir kendaraan para ASN di Jalan Gajahmada, Kota Malang, Selasa (16/01/2024) tadi. Hal itu dilakukan, karena Halaman Balai Kota saat ini sudah mulai steril dari kendaraan.</p>



<p>Disampaikan Pj Wali Kota, bahwa sterilisasi itu dilakukan karena permintaan masyarakat. Kemudian, juga karena beberapa kepala daerah yang saat melakukan kunjungan kerja, juga merasa kesulitan untuk berfoto di depan Balai Kota Malang karena terhalang kendaraan.</p>



<p>“Kita hanya mengatur kendaraan saja. Karena banyak permintaan, terutama orang-orang yang dari luar ingin melihat Balai Kota Malang, dengan tidak ada kendaraan di depannya. Karena, ini juga menjadi satu kesatuan dengan Alun-Alun Tugu,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sterilisasi kendaraan, ujar Pj Wali Kota, akan dicoba selama sebulan ke depan. Dari ASN sendiri, juga sudah siap dengan diberlakukan kebijakan tersebut.</p>



<p>“Yang jelas, dalam sebulan ini akan dicoba dan kalau dari ASN, sudah siap. Karena mereka tinggal masuk saja dan ini jalannyakan juga tidak jauh. Parkir kendaraannyakan di sini (Jalan Gajahmada), jadi tidak di depan Balai Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Apalagi menurut Wahyu, pelayanan untuk masyarakat itu berada di samping dan belakang gedung Balai Kota Malang, serta di Gedung Mini Block Office. Sehingga, parkir tamu dan masyarakat umum juga bisa dilakukan di Halaman Mini Block Office serta Jalan Gajahmada.</p>



<p>“Tetapi saya nanti akan coba cari alternatif lain. Saya akan coba bicara. Sebetulnya, memang jumlah kendaraan yang parkir di depan Halaman Balai Kota, itu tidak banyak. Karena di sanakan mesti panas, jadi kalau dipakai parkir seharian itu menurut saya juga akan mempengaruhi. Karenakan tidak ada tanaman sama sekali,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya di Jalan Gajahmada itu juga steril dari kendaraan yang lalu-lalang. Apalagi di sekitarnya, juga hanya daerah perkantoran bukan daerah pemukiman. “Insyaallah dengan memakai jalan ini tidak ada gangguan yang lain. Karena pergerakan yang melalui inikan akses menuju ke Balai Kota Malang saja,” lanjut Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa selama ini di Jalan Gajahmada itu hanya berlaku untuk satu arah. Terlebih, juga terdapat tiga tanda dilarang masuk, namun banyak yang melanggar.</p>



<p>“Apalagi kalau hari libur, sudah itu lawan arus. Tetapi pada prinsipnya, parkir tepi jalan itu diperbolehkan, coba lihat di Surabaya itu menggunakan badan jalan, tepi jalan, tidak ada yang menggunakan parkir bertingkat. Dengan keterbatasan ini, kita terpaksa menggunakan parkir tepi jalan. Tetapi kita menjaga kenyamanan pula,” ujar Jaya-sapaannya.</p>



<p>Selama ini, lanjutnya, jika parkir secara teknis 0 derajat, kini dibuat 45 derajat. Sehingga, mampu menampung sekitar 20 kendaraan roda empat. Ditegaskannya jika dalam hal ini, menurutnya perlu pembiasaan dan penataan.</p>



<p>“Kita terus menerus melakukan penataan, karena sesuatu hal itukan tidak bisa serta merta langsung jadi. Sehingga, perlu kita pelajari. Tetapi sekali lagi, di sini ada keterbatasan space, ruang dan silahkan dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. Kita optimalkan infrastruktur yang ada,” imbuh Jaya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204540</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
