<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gajayana &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gajayana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2026 12:40:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gajayana &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ribuan Jamaah Muhammadiyah Rayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Stadion Gajayana</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana</link>
					<comments>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 01:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[hijriah,]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[rayakan]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231157</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan jamaah sejak pukul 05.30 WIB, mulai berdatangan memadati Stadion Gajayana untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Jumat (20/03/2026) tadi. Mereka tampak mengenakan pakaian terbaik, dengan didominasi berwarna putih, serta membawa sajadah dan perlengkapan ibadah. Suasana khidmat langsung terasa menyelimuti kawasan stadion, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan jamaah sejak pukul 05.30 WIB, mulai berdatangan memadati Stadion Gajayana untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, pada Jumat (20/03/2026) tadi. Mereka tampak mengenakan pakaian terbaik, dengan didominasi berwarna putih, serta membawa sajadah dan perlengkapan ibadah.</p>



<p>Suasana khidmat langsung terasa menyelimuti kawasan stadion, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Id bagi warga Muhammadiyah. Tepat pukul 06.10 WIB, salat dimulai dengan Syawaludin Usman bertindak sebagai imam.</p>



<p>Bertindak sebagai khatib, Prof Dr Ahsan, S Kp M Kes, yang juga Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang. Dalam khutbahnya, menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri sebagai bagian dari perjalanan spiritual manusia. Dirinya mengingatkan, setiap individu perlu merenungkan asal-usul kehidupan, posisi saat ini, serta tujuan akhir yang akan dituju.</p>



<p>“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan muhasabah. Dari mana kita berasal, saat ini berada di mana, dan ke mana kita akan menuju,” ujar Ahsan, di hadapan jamaah.</p>



<p>Menurutnya, tanpa proses introspeksi, manusia berpotensi kehilangan arah di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Ahsan juga menyoroti pentingnya memaknai ilmu dan profesi sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. Dirinya menegaskan, setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar dan memberikan manfaat bagi sesama.</p>



<p>“Setiap profesi yang dijalankan dengan niat yang benar dan memberikan manfaat bagi orang lain, sejatinya adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.</p>



<p>Momentum Idul Fitri tahun ini juga diwarnai perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah. Menanggapi hal tersebut, Ahsan menilai perbedaan itu tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.</p>



<p>“Tidak masalah. Itu tergantung metode yang digunakan dan sudah jelas. Muhammadiyah menggunakan hisab, sedangkan pemerintah dan Nahdlatul Ulama menggunakan rukyat atau hilal,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkannya, bahwa masing-masing metode memiliki dasar dan standar yang telah disepakati. Karena itu, perbedaan tersebut harus disikapi dengan saling menghormati.</p>



<p>“Kita harus saling menghargai. Masing-masing sudah punya standar nilai,” imbuhnya.</p>



<p>Usai pelaksanaan salat, suasana hangat silaturahmi terlihat di antara para jemaah. Mereka saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan mempererat kebersamaan di hari kemenangan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/ribuan-jamaah-muhammadiyah-rayakan-idul-fitri-1447-hijriah-di-stadion-gajayana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harlah 1 Abad NU, Presiden Prabowo Hadir di Kota Malang dan Stadion Gajayana Jadi Saksi Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/harlah-1-abad-nu-presiden-prabowo-hadir-di-kota-malang-dan-stadion-gajayana-jadi-saksi-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 04:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230062</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi. Prabowo tiba di Stadion Gajayana sekitar pukul 06.46 WIB, menggunakan kendaraan MV3 Garuda Limousine. Kedatangannya, pun disambut antusias oleh ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi.</p>



<p>Prabowo tiba di Stadion Gajayana sekitar pukul 06.46 WIB, menggunakan kendaraan MV3 Garuda Limousine. Kedatangannya, pun disambut antusias oleh ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah di Jawa Timur yang sejak Sabtu (07/02/2026) malam kemarin, memadati stadion bersejarah itu.</p>



<p>Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah, Indar Parawansa, Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfud, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menyapa para Nahdliyin yang memadati tribun dan lapangan stadion. Dalam sambutannya, Presiden mengaku merasa terhormat dapat hadir di tengah keluarga besar NU pada momentum bersejarah 1 abad berdirinya NU. Dirinya menyebut, setiap pertemuannya dengan warga NU selalu memberikan energi dan semangat persatuan.</p>



<p>“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia dan merasa sejuk. Saya merasakan semangat persatuan dan harapan bagi bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.</p>



<p>Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung peran Jawa Timur dalam sejarah bangsa. Menurutnya, meski Proklamasi Kemerdekaan dibacakan di Jakarta, ujian sesungguhnya kemerdekaan Indonesia terjadi di Jawa Timur, khususnya Surabaya, dengan peran besar para kiai dan ulama NU.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak mau tunduk kepada siapa pun yang ingin menjajah,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Dirinya menekankan, bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun persatuan tetap menjadi kunci kekuatan bangsa.</p>



<p>Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfud, menyampaikan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam puncak Harlah NU menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga NU dan masyarakat Jawa Timur. Dirinya menilai, kehadiran presiden bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata kedekatan ulama dan umara.</p>



<p>“Stadion Gajayana hari ini menjadi saksi sejarah persatuan umat dan bangsa, sebagaimana pesan para pendiri Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Stadion Gajayana yang menjadi lokasi Mujahadah Kubro juga memiliki nilai historis tersendiri. Stadion tertua di Indonesia itu, tahun ini juga genap berusia satu abad. Sehingga, menjadikannya saksi dua momentum besar sekaligus, yakni 1 Abad Nahdlatul Ulama dan 1 abad Stadion Gajayana. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230062</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Toleransi, Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Tunda Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang.</p>



<p>Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menyampaikan bahwa pihak gereja menutup sementara sebagian besar jadwal ibadah, demi memberikan ruang dan kenyamanan bagi para peserta Mujahadah Kubro. “Biasanya kami ada ibadah Sekolah Minggu, lalu ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00 dan 17.00 WIB. Namun selama kegiatan Harlah NU ini, kami hanya membuka dua kali ibadah, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. Tiga ibadah lainnya, kami tutup sementara,” ujar Melva, saat ditemui Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Tidak hanya meniadakan ibadah, HKBP Malang juga membuka gereja sebagai tempat istirahat bagi jamaah NU. Gereja menyediakan ruang duduk, kamar mandi, hingga konsumsi ringan berupa snack dan air mineral.</p>



<p>“Kami membuka gereja sebagai tempat istirahat sementara bagi saudara-saudara kami dari NU. Kursi kami siapkan sekitar 300, jika kurang kami masih bisa membuka tempat lain yang lebih luas,” katanya.</p>



<p>Gerbang gereja akan dibuka mulai Sabtu sore dan ditutup sementara pada pukul 20.00 WIB, kemudian dibuka kembali Minggu pagi pukul 07.30 WIB. Melva menegaskan, bahwa hal itu dilakukan didasari semangat persaudaraan dan kebangsaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita ini saudara, satu NKRI. Boleh berbeda agama dan suku, tetapi kita hidup bersama. Kami juga pendatang di Kota Malang dan sudah diberi tempat, maka sudah sepatutnya kami juga membantu,” tuturnya.</p>



<p>Hal serupa juga dilakukan oleh Gereja Katolik Roma di bawah Keuskupan Malang. Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, mengatakan sejumlah gereja Katolik di sekitar Stadion Gajayana turut meniadakan sebagian ibadah.</p>



<p>“Kami meniadakan dua kali ibadah Sabtu sore dan dua kali ibadah Minggu pagi. Ibadah hanya dilaksanakan Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB atau menyesuaikan kondisi,” ucap Mgr Henricus.</p>



<p>Dirinya menyadari konsekuensi dari pengurangan jadwal ibadah tersebut, namun menilai hal itu sebagai bagian dari komitmen toleransi antar umat beragama di Kota Malang. “Ini event besar. Kami memahami dan dengan senang hati bekerja sama. Kerukunan umat beragama di Kota Malang selama ini terjaga dengan baik, dan ini salah satu wujudnya,” katanya.</p>



<p>Selain meniadakan ibadah, gereja-gereja Katolik juga menyiapkan dukungan logistik seperti air mineral, snack, toilet, tempat istirahat, hingga videotron. Petugas gereja pun disiagakan untuk membantu kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Kami memberikan apa yang kami punya. Ini bentuk partisipasi dan toleransi kami kepada warga NU yang merayakan 1 abad berdirinya NU. Kami ikut bergembira dan berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” imbuh Mgr Henricus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Ribu Personel Gabungan Amankan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/5-ribu-personel-gabungan-amankan-harlah-1-abad-nu-di-stadion-gajayana-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[personel]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekitar 5 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Kota Malang, pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Hal itu disampaikan langsung Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, usai apel gelar pasukan, Sabtu (07/02/2026) tadi. Menurutnya, ribuan personel tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekitar 5 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian kegiatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Kota Malang, pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Hal itu disampaikan langsung Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, usai apel gelar pasukan, Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, ribuan personel tersebut tidak hanya difokuskan pada pengamanan lokasi utama di Stadion Gajayana Kota Malang saja. Namun, juga mencakup seluruh rangkaian kegiatan VVIP, termasuk pergerakan tamu negara.</p>



<p>“Untuk kekuatan personel, kurang lebih sekitar 5.000-an personel. Jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan eskalasi situasi yang berkembang. Personel itu bertugas mulai dari pengamanan di bandara, perjalanan menuju hotel, hotel ke lokasi kegiatan, hingga seluruh titik yang berkaitan dengan agenda Presiden dan rangkaian Harlah NU,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta panitia pelaksana. Seluruh pembagian tugas dan penempatan personel telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) bersama Wali Kota Malang, Forkopimda dan panitia, serta Rapat Koordinasi Pengamanan (Rakorpam) unsur pengamanan.</p>



<p>“Siapa berbuat apa, di mana dan jumlahnya berapa, semuanya sudah ditentukan. Prinsip pengamanan kami adalah zero failure, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun,” katanya.</p>



<p>Terkait potensi gangguan, termasuk isu rombongan liar, Kolonel Kohir menegaskan bahwa seluruh bentuk ancaman menjadi prioritas pengamanan. “Kami tidak fokus pada satu jenis ancaman saja. Baik gangguan perorangan, kelompok, maupun potensi lainnya, semuanya kami antisipasi. Pengamanan VVIP itu all out,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Beri Dukungan Positif Pelaksanaan 1 Abad NU</title>
		<link>https://memontum.com/gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-beri-dukungan-positif-pelaksanaan-1-abad-nu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang. Atas dukungan itu, Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang.</p>



<p>Atas dukungan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak gereja yang telah membuka fasilitasnya untuk membantu para jemaah. “Saya bersama Pak Kapolresta menyampaikan terima kasih. Beberapa gereja, termasuk di Katedral ini, telah menyiapkan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, tempat salat, bahkan menyediakan makanan dan minuman seperti snack dan kopi,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan kunjungan ke Gereja Katedral Jalan Ijen, Jumat (06/02/2026) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa fasilitas yang disediakan gereja sangat membantu pemerintah daerah. Terlebih, lokasi gereja-gereja tersebut berdekatan langsung dengan Stadion Gajayana, pusat kegiatan Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Ini bantuan yang sangat membantu kami. Gereja-gereja ini posisinya dekat stadion, sehingga jemaah bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, sejumlah gereja juga mengizinkan pemanfaatan videotron untuk menyiarkan secara langsung Mujahadah Kubro dari Stadion Gajayana. Hal ini dilakukan, untuk memfasilitasi jamaah yang berada di luar stadion atau di ruas jalan yang ditutup sementara, seperti Jalan Basuki Rahmat.</p>



<p>“Kami menyiapkan videotron, termasuk yang ada di Katedral ini nanti juga bisa dikoneksikan untuk streaming langsung dari Stadion Gajayana,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan gereja-gereja di sekitar stadion juga menjadi solusi alternatif bagi jemaah apabila kapasitas stadion sudah tidak memungkinkan menampung seluruh peserta. Disebutkannya, bahwa ada sekitar tujuh hingga delapan gereja di sekitar Stadion Gajayana yang telah menyatakan kesiapan membantu jemaah Mujahadah Kubro. &#8220;Beberapa gereja tersebut juga menyiapkan fasilitas dengan pengaturan yang rapi, termasuk tempat wudu laki-laki dan perempuan dibedakan, tempat salatnya juga sudah disiapkan, bahkan arah kiblatnya sudah ditentukan. Ini luar biasa,” jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga memastikan, jamaah sudah dapat memanfaatkan fasilitas gereja mulai Sabtu malam, seiring kedatangan rombongan-rombongan dari berbagai daerah. Pengaturan jam masuk dan keluar jamaah juga telah dikoordinasikan dengan kepolisian untuk menghindari penumpukan.</p>



<p>“Kami belajar dari evaluasi kegiatan serupa di daerah lain. Jam masuk dan keluar jemaah sudah diatur supaya tidak bersamaan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapan Pelaksanaan</title>
		<link>https://memontum.com/harlah-1-abad-nu-di-stadion-gajayana-gubernur-khofifah-tinjau-kesiapan-pelaksanaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Mujahadah Kubro yang diselenggarakan di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari 2026, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau kesiapannya, Rabu (04/02/2026) malam. Dalam peninjauan itu, ada sejumlah catatan penting yang diberikan untuk memastikan kesuksesan acara. Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU, Maskuri Bakri, menyampaikan bahwa Gubernur Khofifah secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Mujahadah Kubro yang diselenggarakan di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari 2026, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau kesiapannya, Rabu (04/02/2026) malam. Dalam peninjauan itu, ada sejumlah catatan penting yang diberikan untuk memastikan kesuksesan acara.</p>



<p>Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU, Maskuri Bakri, menyampaikan bahwa Gubernur Khofifah secara khusus menyoroti aspek visual dan estetika, agar gebyar Mujahadah sangat terasa sekali. Termasuk, juga pemasangan bendera Merah Putih yang harus lebih ditonjolkan.</p>



<p>&#8220;Jadi simbol-simbolnya juga perlu dilengkapi, karena itu adalah suatu hal yang menurut saya sangat positif sekali dalam rangka untuk gebyar Mujahadah lahir dan batin ini,&#8221; kata Maskuri.</p>



<p>Hingga H-3 pelaksanaan, menurutnya persiapan teknis telah mencapai 95 persen. Kekurangan 5 persen sisanya merupakan tahap finalisasi, seperti kedatangan dan pemasangan tenda.</p>



<p>&#8220;Insyaallah mulai masuk ke area stadion pada Kamis (05/02/2026) besok,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa koordinasi lintas sektor telah berjalan sangat baik, melibatkan OPD dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, serta dukungan pengamanan dari Polda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya. Termasuk juga, mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi keagamaan lain, seperti Muhammadiyah dan gereja-gereja di sekitar lokasi.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa fokus utama panitia lokal saat ini adalah pengaturan lalu lintas. Mengingat, adanya potensi penambahan jemaah dari angka estimasi 100 ribu orang.</p>



<p>&#8220;Suksesnya acara ini 80 persen apabila kita bisa mengatur terkait dengan pergerakan lalu lintas jemaah. Kami sudah menyiapkan zonasi maktab dan titik-titik kemacetan agar tidak terjadi penumpukan di dalam kota,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, panitia juga tengah mematangkan protokol keamanan VVIP mengingat adanya rencana kehadiran Presiden RI. Koordinasi intensif dilakukan bersama Sekretariat Presiden dan Danrem untuk menyesuaikan agenda pergerakan selama acara berlangsung.</p>



<p>&#8220;Kita tinggal mengantisipasi menyesuaikan, kita terus koordinasi juga dengan Forkopimda terkait dengan kedatangan Bapak Presiden. Kita persiapkan keamanan, penetapan maktab dan bagaimana nanti aktivitas warga yang ada di sini, kami sudah siapkan semua,&#8221; imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambut Mujahadah Kubro, Kesiapan Stadion Gajayana Kota Malang Terus Dimatangkan</title>
		<link>https://memontum.com/sambut-mujahadah-kubro-kesiapan-stadion-gajayana-kota-malang-terus-dimatangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dimatangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapan]]></category>
		<category><![CDATA[kubro,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229972</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tiga hari menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026, saat ini terus bersolek. Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, mengaku telah memastikan persiapan teknis tersebut. Bahkan, pria yang akrab disapa Gus Is, mengatakan bahwa panggung utama, sistem pencahayaan (lighting), tata suara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tiga hari menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026, saat ini terus bersolek.</p>



<p>Ketua PCNU Kota Malang, Isroqunnajah, mengaku telah memastikan persiapan teknis tersebut. Bahkan, pria yang akrab disapa Gus Is, mengatakan bahwa panggung utama, sistem pencahayaan (lighting), tata suara (sound system), hingga videotron sedang dalam tahap instalasi akhir. Estimasi terselesainya kesiapan-kesiapan itu, yakni Kamis (05/02/2026) besok.</p>



<p>&#8220;Estimasinya besok (Kamis, red), insyaallah sudah ready semua. Mengingat kapasitas stadion yang terbatas sekitar 25.000 orang, panitia menyiapkan videotron di luar area stadion seperti kawasan Jalan Semeru dan Kawi untuk memfasilitasi jemaah yang meluber,&#8221; kata Gus Is, Rabu (04/02/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk mengantisipasi kedatangan sekitar 1.000 bus, panitia membagi 45 PCNU se-Jawa Timur ke dalam 9 zona kedatangan. Untuk drop zone, jemaah akan diturunkan di kawasan Tugu Balai Kota, Jalan Veteran dan Ijen Utara. Kemudian, transit dan maktab para jemaah diarahkan ke titik transit seperti SMA Tugu, Masjid Jami, hingga Masjid Khadijah.</p>



<p>&#8220;Untuk akses medis, seluruh ambulans Puskesmas di Kabupaten Malang disiagakan. Jalur Kahuripan akan diberlakukan contraflow guna menjamin akses cepat menuju RS Hermina dan RS Melati Husada,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, sebanyak 1.800 personel Banser Malang Raya juga akan diterjunkan, dibantu oleh Pagar Nusa, Ansor dan Fatayat. Untuk banser nantinya akan berjaga di setiap persimpangan, agar para jemaah tidak tersesat.</p>



<p>&#8220;Untuk di dalam Stadion Gajayana nanti juga akan lebih kita maksimalkan karena untuk mewanti-wanti larangan merokok itu, tetapi hanya untuk teman-teman Fatayat sama Ansor,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229972</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siap Gelar Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siap-gelar-mujahadah-kubro-di-stadion-gajayana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mujahadah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229316</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan kesiapannya menjadi tuan rumah Mujahadah Kubro, yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (08/02/2026) mendatang. Kegiatan akbar warga Nahdlatul Ulama tersebut, diperkirakan akan diikuti puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa seluruh persiapan terus dimatangkan. Mulai dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan kesiapannya menjadi tuan rumah Mujahadah Kubro, yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (08/02/2026) mendatang. Kegiatan akbar warga Nahdlatul Ulama tersebut, diperkirakan akan diikuti puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa seluruh persiapan terus dimatangkan. Mulai dari hal teknis, pengamanan, hingga pengaturan lalu lintas. Bahkan, dirinya pun ditunjuk langsung sebagai ketua panitia lokal untuk memastikan kelancaran acara.</p>



<p>“Kami sudah siap. Saya dengan Mas Wakil Wali Kota, kemudian dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) sudah audiensi. Saya ditunjuk sebagai ketua panitia lokal. Mujahadah Kubro direncanakan berlangsung Minggu, 8 Februari, pukul 04.00 sampai 05.00 pagi di Stadion Gajayana,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (07/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa Pemkot Malang juga belajar dari pelaksanaan Harlah Satu Abad NU, yang sebelumnya di gelar di Sidoarjo yang dinilai sukses menggelar kegiatan serupa. Selain itu, koordinasi lintas daerah terus dilakukan, termasuk dengan Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kabupaten Malang.</p>



<p>“Kami koordinasi dengan Malang Raya, termasuk pengaturan stadion. Kalau memang kapasitas di dalam tidak cukup, kami siapkan tenda di area luar stadion,” katanya.</p>



<p>Berkaca dari pengalaman di Sidoarjo, Wali Kota Wahyu menilai jamaah tidak perlu mendapatkan penempatan khusus. Stadion akan menjadi titik sentral kegiatan, sementara jamaah lainnya bisa mengikuti rangkaian acara dari area sekitarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Persiapan besarnya sudah kami bicarakan semua. Tinggal teknisnya saja yang akan kami bahas lebih detail,” tambahnya.</p>



<p>Terkait pengaturan parkir dan lalu lintas, menurutnya telah menyiapkan skema khusus agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Pengaturan kedatangan jamaah akan dibagi berdasarkan daerah asal, termasuk sistem drop-off dan lokasi parkir.</p>



<p>“Nanti kita atur jam kedatangan dari kabupaten atau kota supaya tidak bentrok. Drop-off di mana, parkir di mana, semua akan diatur secara teknis,” tegasnya.</p>



<p>Dengan memanfaatkan area dalam dan luar stadion, Pemkot Malang memperkirakan Mujahadah Kubro dapat menampung hingga 40 ribu jamaah. Bahkan, wali kota mengakui potensi kepadatan lalu lintas tak bisa dihindari, namun diyakini masih terkendali.</p>



<p>“Ya pasti macet. Tapi kita atur. Kegiatannya juga dimulai sebelum subuh, sekitar jam 03.00 pagi, dan selesai sekitar jam 08.00 pagi,” ucapnya.</p>



<p>Disinggung soal kemungkinan kehadiran Presiden RI, Wali Kota Wahyu menyebut hal tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak PWNU. Jika ada kehadiran pejabat nasional, menurutnya pengaturan pengamanan dan lalu lintas akan disesuaikan.</p>



<p>“Kalau memang ada kehadiran tokoh nasional, tentu skemanya akan berbeda lagi. Itu nanti tergantung dari PWNU,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229316</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolri Pimpin Apel Ojol Kamtibmas Jogo Jatim bersama Polda Jawa Timur di Stadion Gajayana</title>
		<link>https://memontum.com/kapolri-pimpin-apel-ojol-kamtibmas-jogo-jatim-bersama-polda-jawa-timur-di-stadion-gajayana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Kamtibmas]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227280</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ribuan ojek online (Ojol) perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur, mengikuti Apel Ojol Kamtibmas &#8216;Jogo Jatim bersama Polda Jawa Timur&#8217; di Stadion Gajayana, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (31/10/2025) tadi. Kemitraan ini, sebagai komitmen bersama antara Polri dan para driver daring, untuk menjaga situasi tetap kondusif. Apel Ojol Kamtibmas ini, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ribuan ojek online (Ojol) perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur, mengikuti Apel Ojol Kamtibmas &#8216;Jogo Jatim bersama Polda Jawa Timur&#8217; di Stadion Gajayana, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (31/10/2025) tadi. Kemitraan ini, sebagai komitmen bersama antara Polri dan para driver daring, untuk menjaga situasi tetap kondusif.</p>



<p>Apel Ojol Kamtibmas ini, dipimpin langsung oleh Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan dihadiri para perwira jajaran Polda Jatim, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, serta pejabat lain. &#8220;Baru saja telah dilaksanakan apel sekaligus deklarasi Ojol Kamtibmas. Bentuk kemitraan antara Polri, komunitas Ojol, pemerintah daerah, teman-teman TNI dan elemen lain. Ojol menjadi penghubung antara pelaku ekonomi, pelaku UMKM dengan masyarakat atau konsumen. Ini tentunya sangat mendorong pertumbuhan ekonomi,&#8221; kata Kapolri.</p>



<p>Selain itu, Ojol yang setiap hari keberadaanya di jalanan diharapkan mampu melihat banyak hal berkaitan dengan keselamatan di jalan. Seperti apabila melihat kecelakaan atau tindak kriminal di jalan, bisa segera melapor ke pihak kepolisian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami Polri tentunya ingin bermitra dan berkontribusi. Saya harapkan teman-teman ojol juga bisa ikut berkontribusi bersama-sama menjaga dan menginformasikan apabila ada permasalahan-permasalahan yang tentunya harus direspons cepat oleh Polri,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa Polri juga telah membangun beberapa gerai yang bisa dimanfaatkan oleh para driver. &#8220;Beberapa gerai seperti bengkel bagi rekan-rekan Ojol. Adapula, tempat yang bisa dipakai sebagai tempat istirahat apabila kelelahan saat bekerja. Saya harapkan, ini ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran, khususnya di Jatim untuk terus dikembangkan kemitraan ini,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kapolri mengajak bersama-sama menjaga dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. &#8220;Kita tahu bahwa agar pertumbuhan ekonomi berjalan dan seluruh masyarakat bisa menjalankan usaha dengan baik, tentunya dibutuhkan kondisi Kamtibmas yang kondusif. Tentunya sinergitas dan kemitraan ini akan terus kita kembangkan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227280</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
