<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Galian C Bodong &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/galian-c-bodong/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Mar 2018 15:35:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Galian C Bodong &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warga Desa Watu Kebo Resahkan Galian C Bodong</title>
		<link>https://memontum.com/warga-desa-watu-kebo-resahkan-galian-c-bodong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2018 15:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Galian C Bodong]]></category>
		<category><![CDATA[protes warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29481-warga-desa-watu-kebo-resahkan-galian-c-bodong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8212; Tambang galian C bodong kembali meresahkan warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Pasalnya, angkutan (dump truck) yang lalu lalang yang melintas dijalan yang padat penduduk tersebut membikin polusi udara dan membikin debu-debu dari kendaraan membikin sesak nafas. Lokasi tambang pasir atau galian C tersebut, masuk wilayah Desa Watu Kebo, Kecamatan Blimbingsari, namun alat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8212; Tambang galian C bodong kembali meresahkan warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Pasalnya, angkutan (dump truck) yang lalu lalang yang melintas dijalan yang padat penduduk tersebut membikin polusi udara dan membikin debu-debu dari kendaraan membikin sesak nafas. Lokasi tambang pasir atau galian C tersebut, masuk wilayah Desa Watu Kebo, Kecamatan Blimbingsari, namun alat angkutnya melintas didesa Patoman. Seringkali warga Patoman protes adanya angkutan galian C itu melintaa diwilayahnya, sayangnya para pengemudi truk tersebut cuek saja, tidak menghiraukan keluhan warga.</p>
<p>Warga menduga, jika galian C yang berlokasi di Desa Watukebo  tersebut belum memiliki ijin, aluas bodong. Namun oleh pemerintah desa setempat dibiarkan saja. Kepala Desa (Kades) Watukebo, Supriyadi membantah kalau pihaknya membiarkan aktivitas oenambangan galian C di wilayahnya. Supriyadi mengungkapkan penambangan pasir itu masih belum memiliki ijin sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun  pemilik tambang, ketika diingatkan, seakan tutup telinga, tidak menggubris keluhan warga yang ada disekitar tambang galuan C.</p>
<div id="attachment_11601" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11601" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180301-WA0138-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Kades Watukebo, Supriyadi" width="650" height="366" class="size-full wp-image-29482" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180301-WA0138-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180301-WA0138-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180301-WA0138-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180301-WA0138-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11601" class="wp-caption-text"><strong> Kades Watukebo, Supriyadi</strong></p></div>
<p>&#8220;Waktu saya tanyakan ijin penambangan, pemilik pernah menunjukkan ijin sesuai dengan aturan yang berlaku, bahkan terkesan cuek kalau ditanya perijinan tersebut,&#8221;papar Kades Warukebo, Kamis (1/3/2018) siang. Kades Watukebo menjelaskan, saat itu pemilik lahan meminta rekomendasi domisili untuk ijin galian C, untuk mengurus perijinannya, baik dikabupaten hingga Provinsi.</p>
<p>&#8220;Dulu, pemilik lahan ini pernah meminta rekom domisili yang katanya untuk mengurus ijin galian C,&#8221;kata Supriyadi. Kades Watukebo ini, mengaku mengeluh dengan adanya tambang galuan C tersebut. Pasalnya sejak adanya tambang pasir itu, pihaknya jadi sasaran cemoohan warganya sendiri. &#8220;Pemilik tambang pasir ini namanya Kiki, warga Kecamatan Rogojampi, kalau saya tanya masalah ini, selalu mengelak dan terkesan tidak mau tau,&#8221;ucap Kades Watukebo, Supriyadi.</p>
<p>Terpisah, Kades Patoman, Suwito mengaku, jika tambang pasir tersebut sudah berjalan cukup lama, sekitar 4 tahun.  Namun pihaknya sangat tidak setuju adanya tambang pasir tersebut. Sebab,  dengan adanya tambang pasir tersebut jelas dangat berdampak yang sangat negativ, selain lingkungan jelek juga berdampak polusi.</p>
<p>&#8220;Saya sangat tidak setuju adanya tambang pasir itu, selain merusak lingkungan, juga menyebabkan polusi,&#8221;papar Kades Patoman..</p>
<p>Menurutnya, Keberadaan tambang pasir tersebut sudah ada kesepakatan dengan warga RT.03, RW 03 Dusun Patoman, yang berdekatan dengan lokasi tambang pasir. Dan warga setempat tidak masalah jalan utama itu dibuat untuk dilintasi truk bermuatan pasir.</p>
<p>Suwito mengaku, tidak bisa berbuat apa-apa karena warga tidak mempermasalahkan dengan lalu lalangnya truk pengakut hasil galuan C tersebut. &#8220;Saya tidak bisa berbuat apa-apa mas, warga tidak mempermasalahkan kok, dan mengaku ada kontribusinya,&#8221;tandas Kades Patoman. <strong>(tut/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29481</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
