<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>galungan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/galungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 06:32:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>galungan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>FKUB Pasang Baliho Raksasa Ucapan Nyepi di Beberapa Titik Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/fkub-pasang-baliho-raksasa-ucapan-nyepi-di-beberapa-titik-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 06:32:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banner]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[galungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan umat beragama]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Slogan]]></category>
		<category><![CDATA[spanduk]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136778</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Baliho besar ukuran 4&#215;6 meter terpasang di area Stadion Gajayana. Baliho raksasa bertuliskan &#8216;Kita Berbeda, Kita Indonesia&#8217; dan &#8216;Selamat Hari Raya Nyepi&#8217; itu terpasang sejak minggu kedua Bulan Maret, tepatnya jelang Hari Raya Nyepi. Usut punya usut baliho tersebut dipasang oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Terpasang dalam rangka untuk menghormati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Baliho besar ukuran 4&#215;6 meter terpasang di area Stadion Gajayana. Baliho raksasa bertuliskan &#8216;Kita Berbeda, Kita Indonesia&#8217; dan &#8216;Selamat Hari Raya Nyepi&#8217; itu terpasang sejak minggu kedua Bulan Maret, tepatnya jelang Hari Raya Nyepi.</p>



<p><br>Usut punya usut baliho tersebut dipasang oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Terpasang dalam rangka untuk menghormati umat yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi.</p>



<p>&#8220;Kami mengusung konsep kerukunan yang berbeda. Ada 5 titik yang dipasang baliho, yaitu di Pura Luhur Dwijawarsa, di daerah Klojen, Celaket, Dieng, dan Gajayana. Tapi yang ikonik di Gajayana, soalnya paling besar 4&#215;6 meter, &#8221; ungkap Sekjen FKUB, David Tobing, Sabtu (13/03).</p>



<p>Pihaknya konsisten memasang baliho ditiap perayaan hari besar keagamaan. Hal itu dilakukan sebagai respon peristiwa penolakan spanduk natal beberapa waktu lalu.</p>



<p>Melalui kejadian itu, saat pihaknya mengadakan pertemuan bulanan antar anggota FKUB, muncul ide pemasangan banner di beberapa titik.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136734-jelang-hari-raya-nyepi-fkub-semprot-disinfektan-pura-luhur-dwijawarsa#ixzz6oyF9a7uB" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Jelang Hari Raya Nyepi, FKUB Semprot Disinfektan Pura Luhur Dwijawarsa</a></strong></p>



<p>&#8220;Kami ada pertemuan lintas agama, lintas organisasi, yang diadakan tiap bulan. Dari sini kami muncul ide selain pasang banner juga membantu penyemprotan rumah ibadah yang akan melakukan perayaan hari besar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Agar tidak terjadi benturan, lanjut David, pihaknya membuat slogan, &#8216;Kita Berbeda Kita Indonesia&#8217;.</p>



<p>&#8220;Dan tahun ini kami selalu membuat ucapan baik Nyepi, Galungan, Waisak, dan sebagainya,&#8221; imbuh David.</p>



<p>Tak hanya itu, dalam pertemuan yang rutin mereka gelar itu juga sering mendiskusikan keadaan umat beragama di Kota Malang. Salah satunya adalah menjadi mediator dalam permasalahan sulitnya akses Sekolah Tinggi Agama Hindu di Kawasan Buring. <strong>(mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136778</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Umat Hindu Se-Jember Sembahyang Galungan di Pura Swastidharma</title>
		<link>https://memontum.com/umat-hindu-se-jember-sembahyang-galungan-di-pura-swastidharma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2019 13:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[galungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89161-umat-hindu-se-jember-sembahyang-galungan-di-pura-swastidharma</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Minggu, 28 Juli 2019, dilaksanakan Persembahyangan sentral hari raya galungan merupakan tradisi umat hindu di kabupaten jember yaitu perayaan atau persembahyangan bersama umat hindu sekabupaten jember yang dilaksanakan pada hari minggu setelah hari raya. Perayaan Hari Raya Galungan merupakan sebuah perayaan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yaitu kemenangan kebenaran lewat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Minggu, 28 Juli 2019, dilaksanakan Persembahyangan sentral hari raya galungan merupakan tradisi umat hindu di kabupaten jember yaitu perayaan atau persembahyangan bersama umat hindu sekabupaten jember yang dilaksanakan pada hari minggu setelah hari raya.</p>
<p>Perayaan Hari Raya Galungan merupakan sebuah perayaan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yaitu kemenangan kebenaran lewat restu dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa bagi Umat Hindu yang setiap tahun dilaksanakan.</p>
<p>Seperti halnya yang di lakukan Umat Hindu se kabupaten Jember, di ketahui perhimpunan umat Hindu se Kabupaten jember melakukan tradisi turun temurun (persembahyangan) Sentral hari raya galungan di pura Swastidharma dusun krajan kidul desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, Minggu (28/7/2019) malam.</p>
<p>Hadir dalam acara Persembahyangan tersebut kurang lebih 500 umat Hindu, juga hadir Ketua Parisada Hindu Dharma ( PHDI ) Kabupaten Jember, Ketua PHDI kecamatan Umbulsari, PHDI Kecamatan Jombang , PHDI Kecamatan Jombang.</p>
<p>Menurut Wahyu widodo S.A.g , pengawas guru agama hindu kabupaten jember &#8211; lumajang Hari raya galungan sendiri menggunakan perhitungan jawa dan jatuh pada hari rabu kliwon wuku dungulan dan pada hari itu umat hindu akan merayakan atau melaksanakan persembahyangan di pura sekitar tempat tinggal.</p>
<p>“Setelah itu pada hari Minggunya kami laksanakan persembahyangan sentral galungan, &#8221; ujar pria yang akrab disapa Widodo.</p>
<p>Dalam wawancaranya Widodo sedikit menjelaskan bahwa hari raya galungan waktu turunnya Bhuta Kala Tiga atau tiga kekuatan yang datang ke dunia untuk mengganggu umat manusia yakni Kala Dungulan, Kala Amangkurat dan Kala Galungan.</p>
<p>“Galungan ini menjadi perlambang dan momentum bahwa manusia bisa melawan musuh-musuhnya, baik musuh dalam diri dan di luar diri, dalam diri itu diantaranya hawa nafsu, kebencian, kemabukan dan kebingungan, sedangkan musuh luar diri adalah kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya, ” pungkasnya.<strong> (yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89161</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
