<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gandrung Sewu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gandrung-sewu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Feb 2021 07:22:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gandrung Sewu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Banyuwangi Tahun Ini Gelar B-Fest dengan Menggunakan Hybrid Konsep</title>
		<link>https://memontum.com/banyuwangi-tahun-ini-gelar-b-fest-dengan-menggunakan-hybrid-konsep</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 19:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agenda Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrung Sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134918</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kabupaten paling timur Pulau Jawa. Pada tahun ini, Pemkab kembali menggelar ratusan event yang terangkai dalam kalender wisata yang sudah tidak asing di telinga publik nasional. Cikal bakal B-Fest, diawali dari ide seorang Abdullah Azwar Anas. Pada tahun 2011, Anas menggelar tiga atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Banyuwangi Festival (B-Fest) telah menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kabupaten paling timur Pulau Jawa. Pada tahun ini, Pemkab kembali menggelar ratusan event yang terangkai dalam kalender wisata yang sudah tidak asing di telinga publik nasional.</p>



<p>Cikal bakal B-Fest, diawali dari ide seorang Abdullah Azwar Anas. Pada tahun 2011, Anas menggelar tiga atraksi wisata besar dalam rangkaian Hari Jadi Banyuwangi di tahun tersebut. Event tersebut adalah Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival dan Banyuwangi Jazz Festival.</p>



<p>&#8220;Rupanya tiga event tersebut mendapat sambutan hangat dari wisatawan. Maka, kami tercetus membuat sebuah kalender wisata, yang lalu kami kemas dalam sebuah Banyuwangi Festival,&#8221; jelas Anas, saat usai meluncurkan Banyuwangi Festival 2021, Rabu (17/02) tadi.</p>



<p>Selanjutnya, digelarlah Banyuwangi Festival untuk kali pertama pada 2012. Sejak itu, pelaksanaannya terus dievaluasi dan mengalami peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dari tahun ke tahun. Banyuwangi Festival menjadi kalender wisata tahunan pertama yang disusun kabupaten dan kota se-Indonesia secara terperinci dan terintegrasi.</p>



<p>&#8220;Konsep calendar of event ini kemudian menjadi tren di berbagai kabupaten dan kota,&#8221; ucap Anas.</p>



<p>Setahun kemudian, pada 2013 B-Fest meningkat menjadi 15 event. Pada 2014 menjadi 23 event. 2015 menjadi 38 event, hingga pada 2019 terdapat 99 event.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132000-kunjungi-dinas-dinas-bupati-anas-minta-agar-berinovasi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Kunjungi Dinas-dinas, Bupati Anas Minta Agar Berinovasi</a></strong></p>



<p>&#8220;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun telah menetapkan Banyuwangi sebagai kota festival terbaik di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut lantaran konsistensi dan keragaman event agenda wisata yang digelar Banyuwangi,&#8221; kata Anas.</p>



<p>Pada 2020, Banyuwangi sebenarnya telah menyiapkan 123 event. Namun, terpaksa harus dibatalkan karena pandemi Covid-19, yang memberikan dampak pada semua lini.</p>



<p>Kini memasuki tahun 2021, meski masih dalam nuansa pandemi, Banyuwangi kembali menggelar B-Fest dengan total 102 event sepanjang tahun. Menurut Anas, meski di masa pandemi, B-Fest tetap harus digelar. Karena selama ini, Banyuwangi Festival mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Dengan penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita Banyuwangi secara sangat signifikan.</p>



<p>&#8220;B-Fest ini menjadi instrumen pemulihan ekonomi. Banyuwangi Festival akan menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, dengan tiga tujuan utama. Yakni, membangun optimisme rakyat, memperkuat solidaritas sosial dan membuka kembali banyak lapangan kerja,&#8221; jelas Anas.</p>



<p>Anas menyebut, B-Fest tahun ini menggunakan hybrid konsep. Karena penyelenggaraannya harus mematuhi protokol kesehatan. Konsep hybrid yang diusung bukan sekadar menyiarkan aktivitas luring ke media daring seperti Youtube maupun live media sosial, tapi sudah lebih jauh dari itu, yaitu mengintegrasikan konsep daring dan luring. Mulai dari aktivitas pariwisata hingga transaksi UMKM. &#8220;Di masa pandemi Covid-19, Banyuwangi harus terus bersiasat agar para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata bisa tetap menggeliat. Maka, muncullah Banyuwangi Festival dengan konsep hybrid. Dari sini kita juga banyak belajar, bagaimana teknologi memandu kebangkitan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Mungkin kita belum terbiasa dengan hybrid concept, masih terus belajar memperbaiki kekurangan, tapi tidak ada pilihan lain. Kita harus hadapi, pelajari, dan berjuang bangkit,” pungkasnya. <strong>(kom/ras/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134918</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Pelajar Ikuti Seleksi Tari Gandrung Sewu</title>
		<link>https://memontum.com/ratusan-pelajar-ikuti-seleksi-tari-gandrung-sewu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2019 10:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrung Sewu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/89463-ratusan-pelajar-ikuti-seleksi-tari-gandrung-sewu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi mulai melakukan seleksi tari Gandrung Sewu, yang akan diikut sertakan dalam Festival Gandrung Sewu pada 12 Oktober 2019. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maroon, Kecamatan Genteng, Kamis (1/8/2019) siang. Ratusan pelajar SD hingga Pelajar SMA tampak bersemangat mengikuti seleksi tersebut. Mereka datang ke RTH Maroon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi mulai melakukan seleksi tari Gandrung Sewu, yang akan diikut sertakan dalam Festival Gandrung Sewu pada 12 Oktober 2019. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maroon, Kecamatan Genteng, Kamis (1/8/2019) siang.</p>
<p>Ratusan pelajar SD hingga Pelajar SMA tampak bersemangat mengikuti seleksi tersebut. Mereka datang ke RTH Maroon sambil perlengkapan menari seperti selendang (Sampit) dan kipas untuk mengikuti seleksi sambil didampingi gurunya.</p>
<p>Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Nurhamin mengatakan untuk peserta festival Gandrung Sewu ini tidak ada batasan. Namun para peserta harus mempunyai kemampuan dan yang menyeleksi dari panitia.</p>
<p>&#8220;Seleksi ini hanya sehari. Panitia akan memilih para penari untuk diikutkan dalam festival Gandrung Sewu,&#8221; kata Nurhamin disela-sela seleksi penari Gandrung Sewu.</p>
<p>Untuk seleksi di Kecamatan Genteng ini, seleksi yang terakhir, untuk kecamatan lain, seperti Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Rogojampi dan kecamatan lainnya sudah dilakukan beberapa hari lalu.</p>
<p>&#8220;Sebelum melakukan seleksi di Kecamatan Genteng ini, kami sudah melakukan seleksi di beberapa kecamatan, seperti seleksi untuk Kecamatan Muncar dan Purwoharjo, ditempatkan di kantor Camat Muncar, dan seleksi peserta dari Kecamatan Banyuwangi ditempatkan di taman Blambangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nurhamin mengaku sangat bangga banyak pelajar Banyuwangi yang mencintai budaya Banyuwangi. Mereka datang ke RTH Maroon ini untuk mengikuti seleksi untuk perhelatan Akbar festival Gandrung Sewu.</p>
<p>&#8220;Saya sangat bangga, melihat ratusan pelajar yang mengikuti seleksi ini, mereka menunjukkan kemampuan menarinya hadapan panitia,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ratusan pelajar yang ikut seleksi ini, tidak hanya didampingi oleh gurunya saja. Para orang tuanya juga turut hadir melihat anaknya menari Gandrung.</p>
<p>Agus Wahyudi warga Desa Genteng Kulon tampak serius melihat anaknya menari. Pria berperawakan tinggi besar ini mengaku tidak tahu kalau anaknya bisa menari Gandrung, sebuah tarian khas Banyuwangi ini.</p>
<p>&#8220;Jujur, kalau saya tidak diajak sama istri saya. Saya tidak tahu kalau anak saya bisa menari,&#8221; ungkap Agus Wahyudi sambil melihat anaknya menari.</p>
<p>Sementara pelajar kembar yang lolos seleksi mengaku sangat gembira bisa terpilih menjadi salah satu peserta festival Gandrung Sewu.</p>
<p>&#8220;Ya bangga dong, saya bisa tampil di festival Gandrung Sewu, yang akan ditonton ribuan orang,&#8221; ujar Lina Afifatur Rahma dan Leni Afifatur Rahma, siswa SMPN 3 Genteng.</p>
<p>Seleksi peserta festival Gandrung Sewu bertempat di RTH Maroon juga menjadi tontonan masyarakat Genteng. Mereka tampak berbondong-bondong menyaksikan pelajar menari gandrung dengan luwes dan enerjik.<strong> (tut/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">89463</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
