<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gandrung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gandrung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 09:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gandrung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 Beri Dampak Karambol Pelaku UMKM hingga Penginapan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-festival-gandrung-sewu-2025-beri-dampak-karambol-pelaku-umkm-hingga-penginapan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karambol]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi. Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, pun mendulang rezeki. Dagangannya laris manis diserbu warga dan wisatawan, yang menyaksikan Gandrung Sewu.</p>



<p>Bahkan, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli. Antusiasme penonton yang hadir dari penjuru Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia, membuat omzet mereka melonjak tajam.</p>



<p>“Alhamdulilah, omzet kami meningkat. Hari ini saja bisa tembus Rp 2 juta. Kalau hari biasanya, ya mentok sampai Rp 1 juta,” ujar Pedagang Bakpao Panda, Selvi, yang biasa berjualan di Jalan Kepiting, Banyuwangi.</p>



<p>Para pedagang ini, sudah mengisi stand-stand UMKM sejak Kamis (23/10/2035) lalu. Mereka difasilitasi berjualan selama tiga hari hingga pagelaran Gandrung Sewu selesai.</p>



<p>Pedagang lainnya, Mas Ulah yang berjualan es teler alpukat kocok dan manisan buah kering, juga meraup omzet jutaan rupiah selama tiga hari berjualan. “Alhamdulilah, laris manis jualan saya. Terima kasih Ibu Bupati yang telah konsisten menggelar berbagai event di Banyuwangi, seperti saat ini Gandrung Sewu. Membuat UMKM seperti kami terbantu menambah pendapatan,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Begitupun yang dirasakan Nanang, penjual es asongan. Dirinya mengaku selalu berjualan minuman keliling setiap ada event yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>“Saya mulai berjualan jam 9 pagi, hingga sore omzet yang saya hasilkan sudah sekitar Rp500 ribu. Alhamdulilah bisa menambah penghasilan. Semoga Gandrung Sewu terus digelar kedepannya,” harapnya.</p>



<p>Tidak hanya pelaku UMKM, sektor penginapan juga ikut menikmati dampaknya. Sejumlah hotel dan homestay mencatat tingkat hunian hampir penuh menjelang hari pelaksanaan festival.</p>



<p>“Alhamdulilah sampai tadi malam tingkat hunian tamu hotel kami mencapai 90 persen. Mudah-mudahan event-event selanjutnya juga terus memberikan dampak positif,” kata General Manager Aston Banyuwangi Hotel &amp; Conference Center, Catur Rahmadi.</p>



<p>Bahkan, festival yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut juga mendongkrak pendapatan jasa rias penari Gandrung dan penyedia kostum. Begitupun sektor transportasi, semua merasakan manfaatnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa berbagai event yang diselenggarakan Banyuwangi, termasuk Gandrung Sewu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Banyuwangi. “Tujuan utama kita tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi. Tapi menggerakkan semua sektor, agar semuanya berdampak, dan semuanya bisa merasakan multiplier effect pariwisata yang tumbuh di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Gandrung Sewu Payung Agung Sukses Hipnotis Ribuan Penonton di Pantai Marina Boom Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/festival-gandrung-sewu-payung-agung-sukses-hipnotis-ribuan-penonton-di-pantai-marina-boom-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[payung]]></category>
		<category><![CDATA[penonton]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215872</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Festival Gandrung Sewu kembali berhasil memukau dan menghipnotis ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024) tadi. Tidak kurang sebanyak 1350 Penari Gandrung, sukses menyajikan pertunjukkan seni kolosal yang berkelas dunia. Mengusung tema &#8216;Payung Agung&#8217; The Diversity of Culture, Gandrung Sewu kali ini menjadi jendela beragamnya kekayaan budaya nusantara yang hidup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Festival Gandrung Sewu kembali berhasil memukau dan menghipnotis ribuan penonton yang memadati Pantai Marina Boom, Sabtu (26/10/2024) tadi. Tidak kurang sebanyak 1350 Penari Gandrung, sukses menyajikan pertunjukkan seni kolosal yang berkelas dunia.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Payung Agung&#8217; The Diversity of Culture, Gandrung Sewu kali ini menjadi jendela beragamnya kekayaan budaya nusantara yang hidup secara harmonis di Banyuwangi. &#8220;Gandrung Sewu Payung Agung adalah cerminan keelokan dari keragaman budaya yang ada di Banyuwangi, tempat dimana tradisi dan nilai hidup saling berinteraksi. Meskipun berbeda, kita menghargai menghormati mendukung satu sama lain,&#8221; kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah.</p>



<p>Plt Bupati Sugirah mengatakan, Gandrung Sewu yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak 2023, ini bukan hanya merayakan kekayaan budaya. Tetapi juga mengajak semua pihak berperan aktif melestarikannya. Pemkab Banyuwangi sendiri, telah menggelar event Gandrung Sewu sejak tahun 2012.</p>



<p>&#8220;Kemasan tradisi dalam format modern seperti Gandrung Sewu kami yakini akan melestarikan kekayaan seni budaya lokal sambil menarik generasi muda untuk terus melestarikannya,&#8221; ujar Plt Bupati Sugirah.</p>



<p>Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu tahun ini, ujarnya, menggambarkan harmonisasi berbagai suku yang ada di Banyuwangi dan bagaimana upaya-upaya mereka dalam menjaga persatuan saat terjadi konflik. Dimunculkan pula tokoh Umar Moyo yang bijak bestari dalam menjaga harmonisasi hubungan antar suku.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam sendratari tersebut, ribuan penari Gandrung membentuk bermacam-macam formasi yang apik. Sehingga, mengundang banyak kekaguman, aplaus dari ribuan penonton yang hadir.</p>



<p>Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata, Restog Krisna Kusuma, yang turut hadir mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang terus mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menggelar berbagai event yang berkualitas.</p>



<p>&#8220;Gandrung Sewu ini tidak terlepas dari inovasi serta peningkatan kualitas pelaksanaan dari tahun ke tahun sehingga menjadi event unggulan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Event ini, ujarnya, juga contoh bagaimana kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari seniman, pelaku industri pariwisata hingga umkm. &#8220;Kami berharap event ini bisa menjadi benchmark bagi daerah lainnya,&#8221; imbuh Restog.</p>



<p>Festival Gandrung Sewu turut dihadiri Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia Sukariyadi Rudi Meidianto dan perwakilan kepala daerah se-Jawa Timur dan Bali. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215872</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seribu Penari Bakal Meriahkan Pagelaran Kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/seribu-penari-bakal-meriahkan-pagelaran-kolosal-gandrung-sewu-di-pantai-marina-boom-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[seribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan. “Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan.</p>



<p>“Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi pariwisata. Gandrung Sewu juga menjadi ajang konsolidasi budaya sekaligus upaya melakukan pelestarian dan regenerasi kesenian Gandrung,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, ujarnya, pagelaran seni kolosal akan mengangkat tema besar &#8216;Payung Agung&#8217;, yang terinspirasi dari keberagaman etnis yang ada di Banyuwangi. Diketahui, Banyuwangi sendiri terdiri atas beragam suku, mulai Suku Osing Jawa, Madura, Mandar dan Bali. Semuanya memberikan warna pada kehidupan seni dan budaya di daerah.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi telah menggelar event Gandrung Sewu sejak tahun 2012. Dihelat sejak 12 tahun lalu, animo masyarakat yang ingin terlibat dalam event ini setiap tahunnya tak pernah surut.</p>



<p>Ribuan siswa yang ingin andil sebagai penari dalam Gandrung Sewu ini terus bertambah. Setiap tahunnya, penyelenggara menggelar seleksi karena tingginya antusias pelajar yang ingin terlibat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Inilah salah satu bentuk regenerasi pelaku seni yang terus kita lakukan. InshaAllah Banyuwangi tidak terlalu khawatir akan keberlanjutan kesenian daerahnya. Tidak hanya Gandrung Sewu, kami juga terus akan mensuport kesenian daerah lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berkat konsistensi ini, sejak 2023 event Gandrung Sewu juga menjadi salah satu even unggulan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam upaya pelestarian Tari Gandrung dan menjadikannya terus berkembang sampai dengan saat ini,” kata Sugirah.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Taufik Rohman, menerangkan bahwa Gandrung Sewu akan dihelat dengan sejumlah rangkaian. Di awali 24 Oktober, Padang Ulanan yakni apresiasi tari dan musik tradisi pada pukul 14.00 siang.</p>



<p>Menyusul 25 Oktober akan berlangsung Meras Gandrung pada pukul 16.00 yang dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Gagrak Banyuwangi pada pukul 19.00. “Pagelaran kolosal Gandrung Sewu akan berlangsung 26 Oktober mulai pukul 13.00 di tepi Pantai Marina Boom,” kata Plt Dispar Taufik.</p>



<p>Ditambahkannya, Sendratari Gandrung Sewu tahun ini akan mengisahkan bagaimana para Penari Gandrung yang berlatar belakang dari berbagai suku di Banyuwangi hidup dalam keadaan yang rukun dan guyub. “Keragaman suku ini akan divisualisasikan oleh para Penari Gandrung, dengan menarikan tarian dari suku-suku tersebut diiringi lagu daerahnya masing-masing. Inikan menjadi atraksi yang menarik, bagaimana seni budaya dari berbagai suku di Banyuwangi kita visualisasikan dalam sebuah koreografi yang apik dalam payung besar Gandrung Sewu,” kata Taufik.<strong> (kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Potensi Kuliner Rajungan, Pemkab Lamongan Gelar Festival Gandrung Rajungan Terbesar 2022</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-potensi-kuliner-rajungan-pemkab-lamongan-gelar-festival-gandrung-rajungan-terbesar-2022</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2022 11:37:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemkab Lamongan menggelar Festival Gandrung Rajungan, untuk dipersembahkan kepada masyarakat, Selasa (13/09/2022) tadi. Festival ini sengaja digelar, untuk mengangkat potensi kuliner lokal sebagai bentuk lokal pride. Sementara Kabupaten Lamongan sendiri, dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi besar penghasil ikan laut atau seafood, utamanya jenis Rajungan. Dalam festival itu, tidak hanya Rajungan semata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemkab Lamongan menggelar Festival Gandrung Rajungan, untuk dipersembahkan kepada masyarakat, Selasa (13/09/2022) tadi. Festival ini sengaja digelar, untuk mengangkat potensi kuliner lokal sebagai bentuk lokal pride. Sementara Kabupaten Lamongan sendiri, dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi besar penghasil ikan laut atau seafood, utamanya jenis Rajungan.</p>



<p>Dalam festival itu, tidak hanya Rajungan semata yang disajikan. Namun, festival yang di gelar di Halaman Wisata Bahari Lamongan (WBL) Kecamatan Paciran, Selasa (13/09/2022) tadi, juga dimeriahkan bazar yang diikuti puluhan stand yang berasal dari Bumdes se-Kecamatan Paciran.</p>



<p>Berbagai produk unggulan di jual, mulai dari batik khas Lamongan, ikan asin, frozen food seafood, kerupuk ikan, petis ikan khas Paciran, ikan asap, minuman dan makanan olahan ikan lainnya. Bahkan, festival ini dikunjungi langsung Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Disampaikan Ketua Panitia sekaligus Camat Paciran, Agus Hendrawan, terselenggaranya Festival Gandrung Rajungan 2022 ini sebagai bentuk pemaksimalan potensi serta mengenalkan kuliner khas yang dimiliki masyarakat Pantura Lamongan terutama wilayah Kecamatan Paciran. &#8220;Festival Gandrung Rajungan ini sebagai bentuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada, serta mengenalkan kuliner khas, jajanan khas yang ada di Paciran. Harapannya, tidak hanya masyarakat Paciran saja, tapi dari luar Paciran, masyarakat Lamongan secara umum dan masyarakat luar kota untuk datang ke Lamongan,” ujar Agus Hendrawan.</p>



<p>Melihat antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan Festival Gandrung Rajungan, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasinya atas ide kreatif dan penuh inspirasi dalam mengangkat potensi lokal yang dimiliki Kecamatan Paciran Lamongan. &#8220;Luar biasa, saya terima kasih atas inisiatif para nelayan Pantura dan para Bumdes di Kecamatan Paciran sehingga terselenggara Festival Gandung Rajungan terbesar 2022,” papar Bupati Lamongan, di hadapan seluruh masyarakat yang hadir.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Melalui kegiatan semacam ini, lanjutnya, dapat mengabarkan sekaligus memberitahukan bahwa Pantura Lamongan adalah gudangnya rajungan. &#8220;Jadi, siapa yang ingin menikmati Rajungan, silahkan datang ke Paciran Lamongan. Apalagi, kalau sudah dimasak pasti akan lebih lezat. Semoga dengan festival ini dapat meningkatkan UMKM yang ada di Kabupaten Lamongan,” lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, ribuan masyarakat tumpah ruah memadati festival ini. Tidak hanya menyedot perhatian masyarakat lokal saja, festival yang menyediakan 1.000 porsi Rajungan gratis ini juga menarik perhatian wisatawan luar kota.</p>



<p>Seperti diungkapkan Rena (31) warga asli Kota Surabaya, yang datang bersama sahabat-sahabatnya untuk ikut merasakan Festival Rajungan terbesar yang ada di Lamongan. Meskipun datang terlambat dan tidak kebagian rajungan, Rena mengaku senang karena bisa merasakan kemeriahan festival yang berlokasi di WBL ini.</p>



<p>“Saya bersama sahabat-sahabat saya jauh-jauh dari Surabaya untuk bisa mengikuti festival ini. Rajungan Lamongan ini terkenal sangat enak,l. Meskipun, saya tadi tidak kebagian tapi nanti saya bisa membeli yang ada di stand,” tutur Rena.</p>



<p>Rena juga berharap, promosi untuk festival kuliner seperti ini dapat semakin dimaksimalkan lagi sehingga bisa menjangkau masyarakat luas dan semakin menarik perhatian wisatawan luar kota.</p>



<p>Pengunjung lainnya, Ari (36) warga setempat, menjelaskan bahwa dirinya datang bersama seluruh anggota keluarganya untuk bisa merasakan meriahnya Festival Rajungan untuk pertama kalinya di Paciran ini. “Anak-anak sangat senang bisa ke sini, ini tadi menunggu anak-anak pulang sekolah langsung ke sini. Saya berharap event-event seperti ini sering dilakukan,” ujar Ari. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangkitkan UMKM Malang, 6 Ratus UKM dan IKM Terus Dilakukan Pembinaan Dekranasda</title>
		<link>https://memontum.com/bangkitkan-umkm-malang-6-ratus-ukm-dan-ikm-terus-dilakukan-pembinaan-dekranasda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 03:33:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[industri kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Istri Wali Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135188</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, sebagai upaya recovery sektor ekonomi. Terlebih, untuk pegiat industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang. Setidaknya, hal itu yang disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, Widayati Sutiaji, Selasa (23/02) pagi. &#8220;Pandemi membuat sektor ekonomi menjadi terpuruk. Tapi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, sebagai upaya recovery sektor ekonomi. Terlebih, untuk pegiat industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang.</p>



<p>Setidaknya, hal itu yang disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, Widayati Sutiaji, Selasa (23/02) pagi. &#8220;Pandemi membuat sektor ekonomi menjadi terpuruk. Tapi di Kota Malang, kita tidak tinggal diam, ini saatnya kita merecovery,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baginya, kehadiran Dekranasda harus mampu membuat recovery ekonomi berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya memberikan berbagai pelatihan untuk memacu kreatifitas dan peningkatan skill masyarakat Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Tugas kami Dekranasda, membuat recovery tersebut berjalan baik. Sehingga, ini akan terus kami adakan pelatihan-pelatihan,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/135165-pasar-besar-akan-dirubah-jadi-pasar-modern-yang-ramah-lingkungan#ixzz6nGHphKVp" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Pasar Besar Akan Dirubah Jadi Pasar Modern yang Ramah Lingkungan</a></strong></p>



<p>Berdasarkan penuturan istri Wali Kota Malang itu, saat ini pihaknya sudah memiliki showroom yang dinamakan Rumah Solusi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, kita juga sudah showroom, Rumah Solusi. Jadi kita bantu memasarkan produk dan kerajinan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Malang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bahkan, saat ini sudah ada sekitar 600 UKM dan IKM yang dirangkul oleh Dekranasda. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai macam sektor kerajinan.</p>



<p>&#8220;Menurut pendataan, ada 600 sekian. Tapi kelihatannya ini masih banyak yang mati suri,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Masih menurut wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), UMKM adalah jendela dan pioner yang digandrungi.</p>



<p>&#8220;Saya berharap agar masyarakat bisa membuat perusahaan sendiri melalui UMKM yang dikembangkankan. Masyarakat harus kreatif, karena saat persaingan lebih bebas. Kalau tidak kreatif pasti akan ketinggalan jaman,&#8221; papar Widayati. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135188</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambang ke Desa Adat Kemiren, Puti Guntur Soekarno Nari Gandrung</title>
		<link>https://memontum.com/sambang-ke-desa-adat-kemiren-puti-guntur-soekarno-nari-gandrung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2018 19:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22700-sambang-ke-desa-adat-kemiren-puti-guntur-soekarno-nari-gandrung</guid>

					<description><![CDATA[Momentum Banyuwangi &#8212; Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Hj Puti Guntur Soekarno, S.I.P joget bareng penari gandrung dan cicipi pecel pitik, salah satu tarian dan kuliner khas Banyuwangi di Desa Adat Kemiren Kecamatan Glagah. Lagu padang ulan dan umbul-umbul Blambangan jadi iring-iringan Mbak Puti ditemani Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Cahyana Negara dan Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Momentum Banyuwangi </strong>&#8212; Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Hj Puti Guntur Soekarno, S.I.P joget bareng penari gandrung dan cicipi pecel pitik, salah satu tarian dan kuliner khas Banyuwangi di Desa Adat Kemiren Kecamatan Glagah. Lagu padang ulan dan umbul-umbul Blambangan jadi iring-iringan Mbak Puti ditemani Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Cahyana Negara dan Ketua DPC PKB, H. M. Joni Subagio, SH. MH ketika memasuki desa adat Kemiren.</p>
<p>Puti tampak lihai memeragakan tarian gandrung. Jari jemarinya sangat lentik mengikuti alunan musik dan tarian khas Suku Osing tersebut. Warga sekitar, Tim Sukses maupun sejumlah partai pengusung juga menghampiri dan menemani Mbak Puti menari gandrung.Mbak Puti juga sempat menyampaikan beberapa sambutan sebelum menari yakni, merupakan kunjungan yang spesial bisa mengunjungi beberapa desa yang ada di Banyuwangi. Karena dengan mengunjungi desa, bisa tahu isinya dan apa yang bisa nanti diperbuat. Selain itu juga dalam rangka nostalgia sewaktu ia kecil karena bisa kembali menyapa lingkungan desa.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180127-WA0128-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-22701" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180127-WA0128-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180127-WA0128-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Seperti yang pernah diutarakan Bung Karno sebagai kakek dari Mbak Puti, membangun basis kultur budaya agar dapat membangun Jawa Timur lebih baik. Mutiara dari suatu bangsa adalah dari akar adat dan budayanya, terangnya.</p>
<p>Seperti yang diketahui, 70 persen masyarakat Indonesia hidup di desa.  Maka dari itu, harus ada komitmen untuk membangun suatu bangsa. pembangunan soko guru adalah dari masyarakat pedesaan. Baik dari kultur budaya, ekonomi kreatifnya nantinya akan berkontribusi di tingkat provinsi maupun nasional.Salah satu contoh yang sudah diterapkan Desa Kampunganyar yang ia kunjungi sebelum berkunjung ke Desa Kemiren. Pelayanan berbasis IT sudah diterapkan kepada masyarakat melalui progam smart kampung. Artinya, Banyuwangi merupakan salah satu contoh daerah yang masih mempertahankan potensi, kultur budayanya, dam kearifan lokal dalam membangun sebuah pemerintahan yang baik.</p>
<p>Dengan begitu, daerah-daerah yang ada di Jawa Timur bisa berlomba-lomba menunjukkan kearifal lokalnya, budaya maupun potensi yang dimiliki. Karena bagaimanapun, budaya sebagai modal pembentukan karakter suatu bangsa.<br />
Sebelum datangi Desa Kemiren, Puti terlebih dulu bagi kalender, sticker dan sarapan nasi tempong di Pasar Banyuwangi selanjutnya bertemu dengan Tim Sukses Gus Ipul-Mbak Puti serta sejumlah partai pengusung di Posko Pemenangan Pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti di Jl. Ahmad Yani selanjutnya ke Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah. <strong>(tut/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22700</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
