<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gangguan mental &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gangguan-mental/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Oct 2022 12:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gangguan mental &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>RSUD Abdoer Rahem Situbondo Ajak Masyarakat Antisipasi Penyakit Mental Sejak Dini</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-abdoer-rahem-situbondo-ajak-masyarakat-antisipasi-penyakit-mental-sejak-dini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Abdoer Rahem]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dr Abdor Rahem Situbondo, mengadakan penyuluhan kesehatan, Senin (10/10/2022) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS). Dalam giat tersebut, pengunjung rumah sakit dapat berdialog langsung dengan dokter spesialis Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSAR Situbondo, dr Dewi Prisca Sembiring, mengatakan tujuan diadakan penyuluhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dr Abdor Rahem Situbondo, mengadakan penyuluhan kesehatan, Senin (10/10/2022) tadi. Kegiatan ini digelar, dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS). Dalam giat tersebut, pengunjung rumah sakit dapat berdialog langsung dengan dokter spesialis</p>



<p>Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSAR Situbondo, dr Dewi Prisca Sembiring, mengatakan tujuan diadakan penyuluhan karena sebagian masyarakat masih belum banyak yang mengenal macam-macam gangguan jiwa. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa mengetahui gangguan mental. Tidak hanya identik ODGJ, tapi ada juga orang yang mengalami masalah kejiwaan.</p>



<p>&#8220;Terjadinya gangguan jiwa dan mental, yang pertama karena disebabkan faktor genetik. Kedua, faktor permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga adalah faktor benturan kepala karena kecelakaan, jadi kalau ada trauma kepala bisa mengakibatkan gangguan mental,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dr Dewi Prisca mengungkapkan, penyakit gangguan mental dapat diatasi dan ada obatnya. Lebih baik mengetahui secara dini, tanda-tanda gejalanya supaya dapat diantisipasi. Contoh, gejala awalnya adalah mengalami gangguan perubahan dari pikiran, perasaan dan perilaku. Kalau ada tiga gejala ini, kemungkinan besar pasien mengalami gangguan mental.</p>



<p>Direktur RSUD dr Abdoerrahem Situbondo, melalui Kasi Keperawatan, Ratri Ismiwiranti, menyampaikan tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSAR Situbondo, sengaja mengadakan penyuluhan kesehatan atau yang sering dikatakan edukasi awal. Kegitan yang mengambil tema &#8216;Yuk Kenali Kesehatan Mental&#8217; ini memberikan edukasi awal kepada masyarakat, bagaimana cara mendeteksi kesehatan mental dari awal. “Output kepada masyarakat adalah mengenalkan bagaimana masyarakat bisa mengetahui ciri-ciri orang yang memiliki gangguan mental. Masyarakat bisa mendeteksi diri dan tidak sampai mengalami penyakit jiwa yang berat,” ujar Ratri Ismiwiranti.</p>



<p>Rangkaian kegiatan tersebut, juga dikemas beberapa macam. Dari edukasi pemberian pencerahan kepada pengunjung dalam mengenali gangguan jiwa sejak dini. Selain itu dilanjutkan dengan skrining pemeriksaan jiwa khusus kepada karyawan.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Setidaknya, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat maupun karwayan di RSUD mampu mengedentifikasi dirinya sendiri. Kedua, mampu menstabilkan dirinya sendiri ketika sudah merasa panik dan semacamnya,” kata Ratri Ismiwiranti.</p>



<p>Harapan besar dari kegiatan tersebut hanya ingin masyarakat sehat mental dan sehat jiwa. Sebab, orang sering menganggap asal badannya sehat saja, tetapi tidak pernah memikirkan jiwa dan kesehatan jiwanya.</p>



<p>Padahal dalam kehidupan itu, mental dan jiwa harus sama-sam sehat. “Kalau hanya badannya saja yang sehat, tetapi hatinya rapuh dan fikirannya lagi bimbang, otomatis badannya tidak mau untuk bergerak,” urai Ratri Ismiwiranti.</p>



<p>Ratusan pengunjung yang sedang berada di ruang pendaftaran RSAR, terkesima dengan penyampaian pemateri kejiwaan. Mereka cukup serius mendengarkan adanya sosialisasi tersebut. Betapa tidak, hal yang disampaikan masih baru diterima oleh pengunjung yang menjadi peserta dalam sosialisasi kesehatan. “Saya rasa enak kalau mendengar penyuluhan seperti ini, bisa langsung bertanya sama dokter,” ujar Hairiyah, warga Kecamatan Besuki, yang mengantarkan keluarganya untuk berobat.</p>



<p>Dirinya bisa mencerna dan mengetahui, beberapa macam jenis penyakit. Diantaranya, penyakit yang sering menimpa manusia tetapi belum disadari. Salah satunya, hal yang seringkali dirinya rasakan, ketika mengeluarkan keringat dari tangannya. Dirinya sudah mengira, penyakit itu adalah paru-paru basah. Nyatanya bukan, tetapi diakibatkan sering cemas.</p>



<p>Dikatakan Hairiyah, dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya juga bisa banyak menimba ilmu. “Saya tanya tentang jenis penyakit sama pematerinya, langsung dapat dua sekaligus. Ilmu dapat, bingkisan juga dapat,” kata Hariyah. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Psikiater UNAIR Ungkap Generasi Milenial Rentan Alami Gangguan Mental</title>
		<link>https://memontum.com/psikiater-unair-ungkap-generasi-milenial-rentan-alami-gangguan-mental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 07:36:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Psikiater]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149399</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya – Generasi milenial faktanya rentan mengalami stres karena usia ini sangat dinamis dan sangat mengikuti perubahan. Tepatnya, generasi muda atau produktif yang lahir tahun 1981-1995 atau yang sekarang berusia 24-39 tahun. Baca Juga: Menanggapi hal itu, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Damba Bestari, mengatakan bahwa kesehatan mental adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> – Generasi milenial faktanya rentan mengalami stres karena usia ini sangat dinamis dan sangat mengikuti perubahan.</p>



<p>Tepatnya, generasi muda atau produktif yang lahir tahun 1981-1995 atau yang sekarang berusia 24-39 tahun.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>Menanggapi hal itu, pakar kesehatan jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), dr Damba Bestari, mengatakan bahwa kesehatan mental adalah saat suatu kondisi pikiran, perilaku, dan perasaan mengalami kesejahteraan atau wellbeing,</p>



<p>Sehingga, jiwa dan raga dapat berfungsi dengan baik, baik secara sosial, pekerjaan, pendidikan, dan perawatan.</p>



<p>“Sehat secara mental bukan suatu kondisi yang seratus persen bebas stres, itu suatu hal yang tidak mungkin, namun bagaimana cara untuk menghadapi stres itu,” ungkap dr Damba Bestari atau dr Dona sapaan akrabnya, Sabtu (31/07).</p>



<p>Selain itu, dr Dona menjelaskan bahwa stres suatu kondisi yang menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap segala perubahan. Jadi sebenarnya bukan selalu hal yang negatif, tetapi juga bisa positif.</p>



<p>“Pernikahan dan punya anak adalah suatu hal yang menyenangkan atau positif. Tapi itu adalah suatu perubahan besar dalam hidup, jadi itu juga disebut sebagai stressor,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dr Dona menjelaskan stres adalah hal yang sangat penting, karena dengan adanya stres seseorang bisa menghasilkan zat kortisol dan adrenalin untuk melindungi diri agar tetap produktif.</p>



<p>“Misal saya disuruh mengisi webinar dengan peserta yang banyak, di situ saya ada stressor sehingga saya terpicu untuk menampilkan materi dengan sebaik mungkin,” jelasnya.</p>



<p>Namun, lanjutnya lagi, ketika stressor terlalu kuat maka mekanisme otak akan kacau sehingga menyebabkan gangguan.</p>



<p>Gangguan itu tidak hanya ke masalah psikis atau mental tetapi juga ke masalah tubuh. Dampak gangguan fungsi bisa setara dengan asma berat dan hepatitis B. Sementara stres atau pasca trauma setara dengan orang lumpuh.</p>



<p>“Kenapa kita sering mendengar untuk menjaga imunitas tubuh kita harus pintar mengelola stres, hal itu karena kortisol dapat merusak ke tingkat seluler jika diproduksi secara berlebihan,” jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, generasi milenial adalah generasi yang rentan stres, tapi mereka memiliki fleksibilitas yang masih baik, sehingga itu menjadi daya tahan mereka terhadap stres.</p>



<p>Dengan semakin banyak konten media sosial yang membahas kesehatan mental, hal itu dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap kesehatan mental.</p>



<p>Sebaliknya hal tersebut bisa menjadi bumerang bagi mereka. Karena semakin tinggi kesadaran akan kesehatan mental, banyak generasi milenial yang melakukan diagnosis sendiri (self diagnosis) sehingga dapat menyebabkan Cyberchondriasis atau khawatir berlebihan terhadap suatu penyakit karena mencari info kesehatan melalui internet, bukan langsung datang ke profesional.</p>



<p>“Meskipun saya psikiater, tapi saya tidak mendiagnosis diri sendiri, jadi harus melalui konfirmasi orang lain, karena ada yang namanya distorsi kognitif atau unsur emosional yang cenderung melebihkan atau mengurangi gejala,” terangnya</p>



<p>Sementar itu, ia berpesan datang ke profesional seperti psikiater atau psikolog tidak harus saat sakit, namun jika hanya ingin mengobrol atau curhat itu sangat diperbolehkan.</p>



<p>Selain profesional, ada orang lain yang dapat membantu seperti keluarga, teman, dan support group.</p>



<p>“Kalau pada saat darurat tengah malam, Anda bingung cerita ke siapa, sekarang ada banyak platform kesehatan mental yang tersedia 24 jam, Anda bisa memanfaatkan itu,” ujar Dona. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149399</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngaku Asal Probolinggo, Ngamuk Depan Plaza Araya Malang</title>
		<link>https://memontum.com/ngaku-asal-probolinggo-ngamuk-depan-plaza-araya-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2019 02:24:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta blimbing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100097-ngaku-asal-probolinggo-ngamuk-depan-plaza-araya-malang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Seorang laki-laki mengaku bernama Dian Sugianto (23) warga Genting, Probolinggo, Selasa (19/11/2019) pukul 16.45, mengamuk membahayakan pengguna kendaraan di Jl Raya Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang atau tepatnya depan Plaza Araya. Dian yang semula tidak diketahui identitasnya itu mengamuk kepada setiap pengguna jalan hingga diduga dalam kondisi mabuk berat. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang </strong>&#8211; Seorang laki-laki mengaku bernama Dian Sugianto (23) warga Genting, Probolinggo, Selasa (19/11/2019) pukul 16.45, mengamuk membahayakan pengguna kendaraan di Jl Raya Panji Suroso, Kecamatan Blimbing, Kota Malang atau tepatnya depan Plaza Araya.</p>
<p>Dian yang semula tidak diketahui identitasnya itu mengamuk kepada setiap pengguna jalan hingga diduga dalam kondisi mabuk berat.</p>
<p>Karena cukup meresahkan, warga melapor ke Polsekta Blimbing. Petugas Polsekta Blimbing dibantu warga sekitar akhirnya berhasil membekuk Dian.</p>
<p>Saat itu, kemarahan Dian berhasil dibungkam setelah kedua tangannya diborgol dan dibawa ke Mapolsekta Blimbing.</p>
<p>Informasi diterima Memontum.com, bahwa sore itu warga dan pengguna jalan sekitaran Jl Raya Panji Suroso dikejutkan dengan teriakan-teriakan amarah dari seorang laki-laki berkoas hitam. Bahkan pria tersebut mencoba menyerang beberapa warga yang ditemuinya di jalan.</p>
<p>Petugas Polsekta Blimbing dan warga akhirnya berhasil meringkus si pelaku. Kepada petugas, dia mengaku bernama Dian Sugianto. Semula ada dugaan Dian sedang dalam kondisi pengaruh Miras. Namun setelah diminta keterangan petugas, ada indikasi kalau Dian sedang dalam kondisi depresi berat. Bicaranya nglantur seperti orang stress.</p>
<p>Oleh karena itu petugas kemudian berkoordinasi dengan RJT untuk membawa Dian supaya mendapat rehabilitasi. Dia kemudian dibawa ke kampung Topeng untuk karantina pertolongan pertama dari Dinsos.</p>
<p>&#8220;Remaja itu diamankan karena menganggu warga pengguna jalan rata. Ada indikasi gangguan mental,&#8221; ujar Ipda Marhaeni. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100097</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
