<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gapoktan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gapoktan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Sep 2025 11:32:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gapoktan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Jember Ajak Gapoktan dan PPL Sumberbaru Bangun Ekosistem Pertanian yang Kuat</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jember-ajak-gapoktan-dan-ppl-sumberbaru-bangun-ekosistem-pertanian-yang-kuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sumberbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Jember menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan 5 tahun ke depan. Bahkan, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu sektor prioritas dan menjadi bagian utama dalam membangun ketahanan pangan. Dalam upaya melaksanakan program pemerintah pusat itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggandeng semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Pemkab Jember menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan 5 tahun ke depan. Bahkan, sektor pertanian saat ini menjadi salah satu sektor prioritas dan menjadi bagian utama dalam membangun ketahanan pangan.</p>



<p>Dalam upaya melaksanakan program pemerintah pusat itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus berupaya menggandeng semua pelaku sektor pertanian. Melalui Program Bunga Desaku, Bupati Fawait menggelar pertemuan dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan PPL di Kecamatan Sumberbaru, Sabtu (27/09/2025) tadi. Tujuannya, untuk membahas rencana besar pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pertemuan tersebut, menegaskan kembali peran strategis wilayah di Jember, sejak masa kerajaan hingga kolonial sebagai lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan padi dan tembakau. &#8220;Jember ini kabupaten besar sejak jaman kerajaan dan dikenal sebagai pusatnya ketahanan pangan. Kemudian di era VOC, dipilih menjadi pusat ketahanan pangan, itulah kenapa terkenal dengan kopinya, tembakaunya, padinya,&#8221; kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Revitalisasi sektor pertanian, diyakininya mampu mengembalikan Jember sebagai penopang ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Pemkab Jember juga menekankan, bahwa perubahan hanya bisa terwujud melalui kerja sama kolektif. Karena itu, petani, penyuluh dan masyarakat diajak bergotong royong membangun ekosistem pertanian yang kuat demi masa depan pangan dan kesejahteraan Jember.</p>



<p>&#8220;Tidak bisa kalau saya sendiri, kita harus membangun ekosistem bersama-sama, (mengembalikan kejayaan pertanian di Jember),&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pantau Produktivitas Padi, Pemkot Malang Lakukan Kegiatan Ubinan bersama Gapoktan</title>
		<link>https://memontum.com/pantau-produktivitas-padi-pemkot-malang-lakukan-kegiatan-ubinan-bersama-gapoktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ubinan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211124</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam rangka untuk mengetahui jumlah produksi dan produktivitas padi per hektar, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, melakukan kegiatan ubinan bersama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (26/06/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam rangka untuk mengetahui jumlah produksi dan produktivitas padi per hektar, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, melakukan kegiatan ubinan bersama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (26/06/2024) tadi. Turut hadir dalam kegiatan itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang secara simbolis turut memanen hingga memangkas ubinan padi di lahan sekitar 2 x 2,5 meter persegi, dari total luasan lahan 111 hektar. Termasuk, juga melakukan perontokan padi serta melakukan penimbangan.</p>



<p>“Ini merupakan kegiatan untuk melihat produktivitas hasil pertanian terutama dari padi yang memang diproduksi oleh Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Di sini tadi ada 5 anggota Poktan yang tergabung dalam Gapoktan Rukun Makmur 2,” kata Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa melalui kegiatan ubinan tersebut menghasilkan 5,75 kg padi dengan varietas sertani. Berat tersebut menurutnya setara dengan 9,2 ton per hektar.</p>



<p>“Kegiatan ini juga termasuk arahan dari Pak Mendagri untuk mempertahankan lahan-lahan pertanian yang ada di kota dan ini juga menunjang inflasi yang ada di Kota Malang,” tambahnya.</p>



<p>Usai melakukan panen ubinan tersebut, juga dilakukan pembagian benih padi kepada para petani. Yakni sejumlah 2.100 kg untuk seluruh Poktan di 5 kecamatan yang ada di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Jumlah Poktan ada 72 di Kota Malang dan untuk luasan lahan di Kecamatan Lowokwaru ada 220 hektar, termasuk lahan cabai di Kelurahan Merjosari. Disini banyak ruang yang bukan pertanian beda seperti di Kecamatan Kedungkandang, kita punya luas lahan pertanian 328 hektar,” papar Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa varietas sertani yang digunakan tersebut merupakan benih unggul yang produktivitasnya antara 7-8 ton, bahkan mencapai 9 ton per hektar. Dengan masa tanam yang dilakukan 2,5 kali panen.</p>



<p>“Tetapi insyaallah nanti kami akan adopsi dengan menggunakan BK1 yang diproduksi oleh Kabupaten Situbondo dengan umur 75 hari, sehingga masa tanam dalam setahun bisa 3 atau 4 kali panen,” ucap Slamet.</p>



<p>Dengan menggunakan varietas tersebut, total produksi padi sebanyak 15.250 ton per tahun, dengan produktivitas antara 7-11 ton per hektar. Sedangkan untuk total produksi gabah Kota Malang per tahun 15 ribu ton, sedangkan kebutuhan 40 ribu ton.</p>



<p>“Sehingga mengenai cadangan pangan beras kita berkoordinasi dengan Bulog. Sehingga Bulog yang akan menata distribusi untuk beras Kota Malang,” imbuh Slamet.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, Dispangtan Kota Malang di tahun 2024 ini, selain telah memberikan bantuan benih kepada para Poktan juga telah memberikan bantuan Alsintan, yakni hand sprayer dengan jumlah 53 unit. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gebyar Pembangunan Perkebunan Jatim, Ketua Gapoktan Margo Makmur Terima Paket Pengolahan Kopi</title>
		<link>https://memontum.com/gebyar-pembangunan-perkebunan-jatim-ketua-gapoktan-margo-makmur-terima-paket-pengolahan-kopi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 12:52:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[makmur]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201719</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjadi salah satu penerima bantuan dari Provinsi Jawa Timur melalui program Dharma Bhakti Nagari, Ketua Gapoktan Margo Makmur Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Thoyib Usman, mengaku bersyukur. Sebab, pihaknya mendapatkan satu paket alat pengolahan kopi. Yakni, mulai dari pulper, huller, roasting hingga packaging. Tentunya, alat-alat tersebut nantinya akan digunakan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Menjadi salah satu penerima bantuan dari Provinsi Jawa Timur melalui program Dharma Bhakti Nagari, Ketua Gapoktan Margo Makmur Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Thoyib Usman, mengaku bersyukur. Sebab, pihaknya mendapatkan satu paket alat pengolahan kopi. Yakni, mulai dari pulper, huller, roasting hingga packaging.</p>



<p>Tentunya, alat-alat tersebut nantinya akan digunakan untuk mengolah dan memproses kopi yang ada di Desa Argoyuwono. &#8220;Dengan adanya alat ini, kami dari Gapoktan akan berkoordinasi dengan Bumdes untuk memanfaatkannya sebagai sumber peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya dalam meningkatkan hasil petani kopi dan rencananya juga akan diperluas ke desa-desa sekitarnya,” ungkap Thoyib, seusai mengikuti kegiatan Gebyar Pembangunan Perkebunan Jawa Timur 2023, Kamis (16/11/2023) tadi.</p>



<p>Thoyib menyampaikan, jika sebelumnya pengolahan kopi yang dilakukan di Desa Argoyuwono, dilakukan secara mandiri oleh petani. Di mana, kopi dari petani diproses sendiri dan dijual secara langsung, tanpa melibatkan pihak pengepul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pertama kalinya kami mendapatkan bantuan ini dan harapannya ke depan nanti dapat memberdayakan Bumdes untuk meningkatkan pendapatan petani kopi di Desa Argoyuwono,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, Thoyib juga menyampaikan jika di desanya membudidayakan dua jenis kopi, yaitu kopi arabika dan robusta. Untuk jenis arabikanya sendiri, menurutnya masih baru ditanam sekitar empat tahun, sehingga saat ini dalam tahap pembelajaran untuk mencapai produksi yang maksimal.</p>



<p>“Di Desa Argoyuwono terdapat tiga kelompok Gapoktan untuk luasan lahan kopi dan produksinya fluktuatif setiap tahun. Tahun sebelumnya, hasil produksi tidak begitu memuaskan. Semoga dengan adanya alat pengolahan ini, ke depan Bumdes dan Gapoktan dapat lebih berdaya, serta mampu meningkatkan pendapatan para petani kopi di Desa Argoyuwono,” imbuh Thoyib. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201719</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Dua Arah bersama Gapoktan, Pemkot Batu Agenda Kunjungan Rutin Bulanan</title>
		<link>https://memontum.com/komunikasi-dua-arah-bersama-gapoktan-pemkot-batu-agenda-kunjungan-rutin-bulanan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jul 2023 11:20:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[agenda]]></category>
		<category><![CDATA[arah]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bulanan]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[rutin]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pemerintah Kota Batu berencana mengagendakan kunjungan dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) ke Gapoktan dalam setiap bulannya. Rencana agenda itu disampaikan, dengan tujuan untuk mendekatkan komunikasi antara pemerintah dengan petani. Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa agenda keliling dari Gapoktan satu ke Gapoktan yang lain, dimaksudkan untuk mengetahui sejauh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Pemerintah Kota Batu berencana mengagendakan kunjungan dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) ke Gapoktan dalam setiap bulannya. Rencana agenda itu disampaikan, dengan tujuan untuk mendekatkan komunikasi antara pemerintah dengan petani.</p>



<p>Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa agenda keliling dari Gapoktan satu ke Gapoktan yang lain, dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana Gapoktan dan kondisi di masing-masing wilayah. Karena di Kota Batu, itu terdata ada sekitar 24 Gapoktan.</p>



<p>&#8220;Jadi, supaya lebih dekat dengan petani dan bagaimana kondisinya, Pemkot Batu mengagendakan untuk keliling di 24 Gapoktan. Rencananya, akan dilakukan dua kali dalam sebulan,&#8221; terang Pj Wali Kota Aries, saat di Gapoktan Mitra Arjuna, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Sabtu (08/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengapa itu perlu dilakukan, paparnya, karena pertanian sebagai salah satu sektor unggulan yang harus menjadi perhatian. Disinilah, pemerintah bisa mendengar apa keluhan petani, guna bisa dicarikan solusinya bersama.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, pendekatan dengan petani tidak hanya yang dibahas dari hasil produk pertanianya semata. Tetapi, juga pariwisata. Karena, untuk menunjang 10 juta kunjungan wisata dunia, pertanian sangat penting. Dan, dilihat dari alam geografisnya, ternyata tamu-tamu luar kota lebih berminat wisata alam pertanian,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Gapoktan Mitra Arjuno, Luki Budiarti, mengatakan bahwa di Desa Tulungrejo memiliki hasil pertanian buah yang bagus. Diantaranya, seperti Buah Kesemek, Kentang serta Apel. Akan tetapi, semenjak pandemi sudah banyak mengalami perubahan.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami berharap pertanian di Desa Tulungrejo, bisa kembali bersinar. Moncer seperti sebelum pandemi. Dan berharap, komunikasi dengan pemerintah semakin baik, sehingga pertanian kita juga semakin membaik,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mentan RI Gandeng Bupati Kediri Optimalkan Potensi Sektor Pertanian</title>
		<link>https://memontum.com/mentan-ri-gandeng-bupati-kediri-optimalkan-potensi-sektor-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=183007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kementerian Pertanian, terus berjalan. Hal itu terlihat, saat selama seharian penuh, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengurus pengembangan pertanian, Kamis (09/02/2023) tadi. Seperti saat di gubuk pekarangan milik warga, keduanya bersama-sama berdialog dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kementerian Pertanian, terus berjalan. Hal itu terlihat, saat selama seharian penuh, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengurus pengembangan pertanian, Kamis (09/02/2023) tadi.</p>



<p>Seperti saat di gubuk pekarangan milik warga, keduanya bersama-sama berdialog dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Kanyoran, Kecamatan Semen. Mereka membahas bagaimana optimalisasi potensi sektor pertanian.</p>



<p>Di Kabupaten Kediri sendiri, tanaman Kopi, Nanas, Mangga Podang serta Rosella, menjadi 4 komoditas unggulan yang terus di kembangkan Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito. Dalam dialog tersebut, Mas Dhito dan Mentan mendorong kemandirian petani.</p>



<p>Menurut Mentan, usai mendapatkan stimulan baik berupa bibit maupun alat pertanian, petani harus bisa lebih mandiri. “Kalau ini bisa dikonsepsi, kita lihat nanti (hasilnya),” terang Mentan, Yasin.</p>



<p>Sebelum berdialog, keduanya juga menanam kelapa genjah. Kelapa dengan varietas Pandan Wangi ini merupakan program penanaman satu juta kelapa genjah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Di Kabupaten Kediri sendiri, lelapa genjah dari Kementerian Pertanian itu telah disalurkan pada masyarakat sebanyak 10.000 di tahun 2022 dan diteruskan 10.100 batang pada tahun 2023 ini.</p>



<p>Menurut Mentan, kelebihan genjah dibanding kelapa lain adalah karena rasa airnya yang lebih manis, tinggi pohon yang hanya 4 meter dan untuk berbuah hanya membutuhkan waktu 2,5 sampai 3 tahun saja. “Saya berharap 20 juta (batang) membuat Indonesia sesuai perintah bapak presiden kembali menjadi negara nyiur melambai,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Usai dari Desa Kanyoran, keduanya menuju Pendopo Panjalu Jayati untuk memberikan bantuan lain secara simbolis kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri. Bantuan tersebut diantaranya benih kopi 100.000 batang, benih jeruk 5000 batang, satu unit pengolahan hasil kopi, serta 50 ekor kambing. Sedangkan untuk alat pendukung pertanian yang juga diberikan yaitu dam, parit, pompa submersible, irigasi tersier, dan jalan usaha tani.</p>



<p>Diakhir kegiatan Mas Dhito bersama Mentan di hari itu, keduanya mengikuti panen raya di Desa Peh Wetan, Kecamatan Papar. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kediri ini menyebutkan, arahan Mentan akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah hingga desa untuk mengembangkan sektor pertanian. “Bapak Menteri Pertanian, sudah berkenan hadir seharian di Kabupaten Kediri. Jadi beliau sudah hadir dari tadi di Desa Kanyoran untuk menanam kelapa genjah,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Bupati muda berusia 30 tahun itu berharap apa yang telah diberikan Kementerian Pertanian pada masyarakat dapat dimanfaatkan, sehingga sektor pertanian di wilayahnya dapat berkembang sebagai penyangga ekonomi. &#8220;Saya berharap petani penerima manfaat dapat menggunakan bantuan yang diberikan secara maksimal dan untuk kepentingan bersama,&#8221; tuturnya.<strong> (kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dukung Pertanian di Kabupaten Nganjuk, Kang Marhaen Resmikan Tiga Gapoktan</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pertanian-di-kabupaten-nganjuk-kang-marhaen-resmikan-tiga-gapoktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2022 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Plt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=180715</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Nganjuk &#8211; Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, meresmikan lumbung pangan masyarakat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Mulyo Tani di Desa Mlilir, Kecamatan Berbek, Rabu (28/12/2022) tadu. Selain di Desa Mlilir, bupati juga meresmikan lumbung pangan masyarakat Gapoktan Desa Sekaran, Kecamatan Loceret dan Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor. Dalam peresmian itu, ditandai dengan penandatangan prasasti dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Nganjuk</strong> &#8211; Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, meresmikan lumbung pangan masyarakat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Mulyo Tani di Desa Mlilir, Kecamatan Berbek, Rabu (28/12/2022) tadu. Selain di Desa Mlilir, bupati juga meresmikan lumbung pangan masyarakat Gapoktan Desa Sekaran, Kecamatan Loceret dan Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor.</p>



<p>Dalam peresmian itu, ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Plt Bupati. Dikatakan Kang Marhaen, kehadiran lumbung pangan ini adalah sebagai bentuk komitmen dari perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat. Khususnya, petani di Kota Bayu, untuk menjadikan Kabupaten Nganjuk sebagai sentra pertanian. “Bagaimanapun juga Nganjuk akan kita kuati di sektor pertanian,” tegasnya.</p>



<p>Selanjutnya, Kang Marhaen juga mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nganjuk bisa dikatakan baik. Dengan pertumbuhan eknomi kurang lebih 6,1 persen. Dirinya menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Bayu. “Mengapa bisa tumbuh? Karena sektor riil betul-betul kita genjot. Termasuk dari sektor pertanian,” kata orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Nganjuk tersebut.</p>



<p>Selanjutnya, dengan diresmikannya lumbung pangan masyarakat Gapoktan, Kang Marhaen berharap Nganjuk sebagai sentra pertanian bisa didukung oleh semua masyarakat Nganjuk. Pemerintah Daerah, bersama petani, Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), yang ada di Kabupaten Nganjuk.</p>



<p>“Harapannya lumbung pangan ini tidak sekedar diresmikan, tapi betul-betul berdaya. Maka harus dimanfaatkan oleh Gapoktan,” ujarnya.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Dirinya menyebut, komunikasi antar petani, Poktan dan Gapoktan penting untuk kemajuan lumbung pangan dan sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk. Tidak lupa, dalam kesempatan tersebut Kang Marhaen menyampaikan pentingnya bela dan beli produk asli Nganjuk. Bela dengan membeli produk asli petani Nganjuk, Pemkab Nganjuk bekerjasama dengan Bumdes menjadi contoh pemerintah daerah hadir di dalamnya.</p>



<p>“Kerja sama Pemda dengan Bumdes dan Bumdes kerjasama dengan petani, Poktan dan Gapoktan, untuk apa? produknya dibeli oleh Pemda diberikan bantuan (berupa Sembako) kepada masyarakat. Ekosistemnya yang harus dibangun seperti itu. Jangan sampai petani menanam harganya jatuh, maka Pemda harus ikut ada di dalamnya.Pertanian Maju, Petani Sejahtera!! Nganjuk Bangkit!,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, turut hadir saat peresmian lumbung pangan masyarakat Gapoktan, Sekretaris Dinas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk, Sekretaris Dinas Pertanian Nganjuk (Dispertan), Forpimcam Kecamatan Berbek, Camat Berbek, Camat Bagor dan Plt Camat Loceret. Serta juga hadir Kepala Desa Mlilir, Gapoktan, Poktan, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris DKPP Kabupaten Nganjuk, Nur Binti, dalam laporannya menyampaikan total ada tiga lumbung pangan masyarakat yang hari ini diresmikan. Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Gapoktan Tri Mulyo Tani Desa Mlilir Kecamatan Berbek, Gapoktan Ngudi Rejeki Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor, dan Gapoktan Sri Sedono, Desa Sekaran Kecamatan Loceret.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan adanya peresmian lumbung padi beserta fasilitas perlengkapannya ini, bisa menampung dan membeli hasil panen petani dengan harga yang sesuai. Sehingga para petani mendapatkan keuntungan dari pertanian mereka,&#8221; harap Nur Binti.<strong> (kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodim Blitar bersama Perhutani dan Gapoktan Panen Raya Jagung Hasil Pengolahan Lahan Tidur</title>
		<link>https://memontum.com/kodim-blitar-bersama-perhutani-dan-gapoktan-panen-raya-jagung-hasil-pengolahan-lahan-tidur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 10:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[KPH Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Angkatan Darat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177919</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Dandim 0808 Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono, bersama Adm Perhutani dan Gapoktan, melakukan panen jagung perdana di wilayah Kodim 0808 Blitar, Sabtu (06/11/2022) tadi. Panen berupa jagung itu, dalam rangka ketahanan pangan yang dilaksanakan di Kecamatan Suyojayan Kabupaten Blitar. Panen tersebut, hasil dari pengolahan lahan tidur atau kosong seluas 1 hektar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Dandim 0808 Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono, bersama Adm Perhutani dan Gapoktan, melakukan panen jagung perdana di wilayah Kodim 0808 Blitar, Sabtu (06/11/2022) tadi. Panen berupa jagung itu, dalam rangka ketahanan pangan yang dilaksanakan di Kecamatan Suyojayan Kabupaten Blitar. Panen tersebut, hasil dari pengolahan lahan tidur atau kosong seluas 1 hektar milik Perum Perhutani KPH Blitar.</p>



<p>Dandim 0808 Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono, mengatakan bahwa ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo, yang ditindak lanjuti Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jendral TNI Dudung Abdurachman kepada seluruh jajaran Angkatan Darat.</p>



<p>&#8220;Bahwa, kami diperintahkan untuk melaksanakan ketahanan pangan. Lokasinya kita mencari lahan-lahan kosong atau tidur di wilayah, yang berpotensi bisa ditanami antara lain padi, jagung, kemudian tanaman holtikultura lainnya,&#8221; kata Sapto Dwi Priyono.</p>



<p>Lebih lanjut Sapto Dwi Priyono menyampaikan, hari ini panen jagung, karena bentuk tanah di wilayah ini cocoknya ditanami jagung. &#8220;Di tanah 1 hektar di lahan Perhutani yang kebetulan kosong itu, kami diizinkan untuk menanam jagung bekerjasama dengan Gapoktan dan masyarakat. Sehingga, hasil dari jagung ini akan kami kembalikan ke masyarakat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Dandim Sapto Dwi Priyono menambahkan, yang mengerjakan lahan ini yaitu, tahap persiapan dibantu Babinsa. Kemudian tahap pelaksanaan, seluruhnya dilakukan Gapoktan dan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Kami berharap, panen jagung ini dapat membantu perekonomian masyarakat. Jadi setelah kegiatan hari ini, tidak berhenti sampai di sini,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ditambahkannya, pihaknya berharap program ini tetap terus berlanjut. &#8220;Setelah dipanen, kemudian tanahnya didaur ulang, untuk selanjutnya ditanami kembali. Sehingga ke depan, hasil panennya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan berkelanjutan. Jadi tidak hanya sekedar program biasa, tetapi tetap berlanjut,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Orang nomor satu di Kodim 0808 Blitar ini menyebut, dalam lahan 1 hektar bisa menghasilkan 6 sampai 7 ton pipil kering jagung. &#8220;Ada 5 titik lahan yang sudah disiapkan. Diantaranya di Garum, Ponggok, Doko, dan ada 2 tempat di Kecamatan Wates. Luasnya bervariasi ada yang 1 hektar, 1,7 hektar, dan 2 hektar. Tapi rata-rata 1 hektar, sesuai dengan lahan kosong yang ada,&#8221; paparnya.</p>



<p>Usai panen jagung, Dandim 0808 Blitar bersama Adm Perum Perhutani KPH Blitar, dan Forkom Pimcam Sutojayan menanam pohon Kayu Putih di petak 58 G RPH Sekaran BKPH Lodoyo Barat. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177919</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gapoktan Kecamatan Munjungan Luruk Kantor DPRD, Pastikan Pupuk Subsidi Segera Direalisasikan</title>
		<link>https://memontum.com/gapoktan-kecamatan-munjungan-luruk-kantor-dprd-pastikan-pupuk-subsidi-segera-direalisasikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 04:31:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[hearing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124395</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211;  Sejumlah kelompok tani dari Kecamatan Munjungan datangi kantor DPRD guna menyampaikan aspirasinya terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Mereka diterima Komisi 2 DPRD Trenggalek akhirnya menuntut agar pupuk bersubsidi segera direalisasikan. Salah satu perwakilan kelompok tani dari Munjungan, Rusmani mengatakan bahwa sesuai regulasi pemegang Kartu Tani (Kartani) merasa dibenturkan dengan pembagian pupuk bersubsidi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211;  Sejumlah kelompok tani dari Kecamatan Munjungan datangi kantor DPRD guna menyampaikan aspirasinya terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Mereka diterima Komisi 2 DPRD Trenggalek akhirnya menuntut agar pupuk bersubsidi segera direalisasikan.</p>
<p>Salah satu perwakilan kelompok tani dari Munjungan, Rusmani mengatakan bahwa sesuai regulasi pemegang Kartu Tani (Kartani) merasa dibenturkan dengan pembagian pupuk bersubsidi yang tidak merata.</p>
<p>&#8220;Pada intinya kami sebagai petani sudah menanam padi yang umurnya sudah lebih dari 30 hari. Seperti regulasi atau aturan pemerintah untuk memakai kartu kartani, dan bahkan pemerintah sendiri belum siap tentang hal itu. Sehingga kami dibenturkan dengan hal ini, bahkan sekarang pupuk bersubsidi sangat langka di daerah Munjungan,&#8221; ucap Rusmani, Selasa (22/09/2020) siang.</p>
<p>Ia mengeluhkan, pupuk bersubsidi sudah tidak ada sama sekali di Kecamatan Munjungan. Sehingga mereka kebingungan dan terbentur dengan tanaman yang sudah ditanami.</p>
<p>&#8220;Kira-kira tanaman kita gagal panen, mungkin ada beberapa tanaman yang kelihatan subur, itupun kita berjuangnya mati matian karena kita membeli pupuk non subsidi. Jika dihitung mati atau hidup sudah tidak seimbang lagi antara penghasilan dan pengeluaran karena pupuk non subsidi kan harganya mahal,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Para kelompok tani ini berharap agar Pemerintah Daerah mau mendengar apa yang menjadi aspirasinya.</p>
<p>&#8220;Harapannya, pupuk subsidi ini agar segera digelontorkan disana. Kasian petani, sudah menunggu sekian lama dan kita sudah sering melakukan koordinasi dengan dinas terkait tapi tidak pernah ada tindak lanjut. Makanya kami datang ke dewan ini sebagai jalan terakhir adanya solusi akan permasalahan ini,&#8221; kata Rusmani.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Pranoto mengungkapkan, masyarakat yang menyebut dirinya dari perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Munjungan menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Trenggalek.</p>
<p>&#8220;Aspirasi yang pertama terkait penyaluran pupuk bersubsidi yang memang pada hari ini ada sebagian yang belum terealisasi,&#8221; ungkap Pranoto.</p>
<p>Ia menyebut, ada beberapa faktor yang disampaikan perwakilan gapoktan ke Komisi 2. Beberapa hal itu yang pertama terkait dari kuota pupuk yang harus ditingkatkan dan tepat waktu, karena tidak mungkin ketika waktu tanam dan tidak ada pupuk.</p>
<p>&#8220;Tadi sudah banyak solusi, karena waktunya darurat, maka pemerintah daerah sudah mengawali Komisi 2 untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Pada hari Jum&#8217;at kemarin, Bupati juga sudah menindaklanjuti hal ini, akan tetapi ada beberapa yang belum terealisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Realisasi ini tentu harus didasari dengan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Jika e-RDKK itu sudah diajukan tapi belum ada realisasi, tentu ini masih terbentur beberapa faktor.</p>
<p>&#8220;Akan tetapi ini sudah mengerucut pada keputusan-keputusan yang akan segera terealisasi dalam waktu dekat yang penting persyaratan secara administrasi dilengkapi,&#8221; tegas Politisi Partai PDIP ini.</p>
<p>Pranoto menegaskan pupuk bersubsidi tersebut bukan tidak direalisasikan melainkan belum terealisasi. Seperti yang disampaikan, yang sudah mengajukan e RDKK dipastikan akan mendapatkan pupuk sesuai pengajuannya. <strong>(mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Pertanian Kota Batu, Klarifikasi Hasil Kerjasama BPPT dengan Gapoktan</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-pertanian-kota-batu-klarifikasi-hasil-kerjasama-bppt-dengan-gapoktan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 06:46:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Gapoktan]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=117616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu – Berawal dari kekecewaan seorang petani yang sekaligus peneliti bibit kentang varietas baru, Rudy Madiyanto dari Desa Sumberbrantas. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono akhirnya memberikan penjelasan terkait dana penelitian yang diperuntukkan kepada para petani di Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Sebelumnya, diberitakan bahwa peneliti sekaligus petani asal Desa Sumber Brantas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> – Berawal dari kekecewaan seorang petani yang sekaligus peneliti bibit kentang varietas baru, Rudy Madiyanto dari Desa Sumberbrantas. Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono akhirnya memberikan penjelasan terkait dana penelitian yang diperuntukkan kepada para petani di Desa Sumber Brantas, Kota Batu.</p>
<p>Sebelumnya, diberitakan bahwa peneliti sekaligus petani asal Desa Sumber Brantas, Rudy Madiyanto mengutarakan kekecewaannya karena anggaran dana penelitian yang telah ia tandatangani tidak jelas realisasinya.</p>
<p>Dikatakan Rudy, saat itu ia meneken tandatangan untuk penganggaran senilai Rp 1,2 M dari Kemenristek Dikti melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong. Belakangan diketahui bahwa Rp 1,2 M itu adalah dana usulan, namun realisasinya yang cair senilai sekitar Rp 570 juta.</p>
<p>Sugeng menegaskan bahwa anggaran Rp 570 itu turun dari pemerintah pusat ke kelompok tani Sumber Jaya di Desa Sumber Brantas. Sedangkan Dinas Pertanian Batu tidak tahu menahu terkait anggaran tersebut. Dikatakannya, Dinas Pertanian Batu hanya bertindak sebagai fasilitator.</p>
<p>“Jadi perlu saya luruskan. Angka Rp 1.2 M itu adalah usulan, namun yang disetujui Rp 570 juta. Anggaran itu berupa sarana dan prasarana (sarpras), lalu pengembangan keilmuan dan biaya perjalanan ke Batu,” ujarnya, Kamis (25/6/2020).</p>
<p>Sugeng mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui sekitar Rp 570 juta setelah menghubungi pihak BPPT dengan disaksikan ketua Gapoktan Sumber Jaya, Joni serta satu anggota dan Rudy pada Kamis (25/6/2020).</p>
<p>“Baru saja saya menghubungi orang BPPT dan baru tahu kalau yang disetujui itu senilai Rp 570 jutaan. Tadi semuanya mendengar karena saat telpon, suaranya diperkeras,” terang Sugeng.</p>
<p>Namun Sugeng tidak memberi tahu siapa orang BPPT yang ia hubungi. Diterangkan Sugeng, proyek dari BPPT itu telah selesai. Proyek berlangsung selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2018. Proyek tersebut memang untuk pengembangan pertanian kentang di Sumber Brantas.</p>
<p>Proyek itu menyisakan antara lain green house yang kondisinya tidak terawat saat ini. Pasalnya, pada akhir 2019 lalu diterpa angin kencang. Sugeng juga mengatakan kalau ada anggaran Rp 10 juta namun untuk pembayaran sewa lahan kebutuhan pertanian.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Jaya, Joni mengatakan kalau bantuan yang diterimanya salah satunya adalah bibit kentang. Bibit kentang tersebut dikelola dan dikembangkan di Desa Sumber Brantas.</p>
<p>“Bantuannya dalam bentuk bibit kentang. Sejak ada bibit itu, bibit kentang di Sumber Brantas tidak pernah lagi impor,” katanya.</p>
<p>Ditanya terkait kucuran dana dari pusat ke Gapoktan Sumber Jaya, Joni mengatakan kalau anggaran berbentuk sarana dan prasarana yang mendukung pembibitan kentang. Ternyata selama ini Rudy tidak banyak dilibatkan dalam Gapoktan. Padahal Rudy adalah orang yang menandatangani anggaran untuk mendukung pembibitan kentang di Sumber Brantas. Joni juga mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui Rp 570 juta.</p>
<p>Sementara itu, Rudy mengaku kecewa karena hasil temuannya terhadap varietas kentang tidak dimanfaatkan dengan baik. Bahkan cenderung dimanfaatkan oleh pihak lain. Rudy bahkan mengatakan kesulitan mengembangkan temuannya di kampung halamannya sendiri.</p>
<p>“ Di Jawa Tengah saya banyak membina petani, bahkan kerjasama berjalan sangat baik, tapi di sini di kampung halaman saya sendiri (Batu, Red) justru kesulitan,” katanya dengan nada heran.</p>
<p>Rudy juga mengaku baru mengetahui kalau anggaran yang disetujui senilai Rp 570 jutaan juga.</p>
<p>“Tapi yang penting hubungan dengan BPPT yang awal adalah nitip bibit. Saya berharap bibit yang saya titipkan itu bisa berjalan baik seperti program di sebuah universitas di Belanda,” katanya.</p>
<p>Awalnya Rudy menitipkan 10 varietas kentang temuannya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong. Kemudian turun anggaran untuk mengembangkan bibit milik Rudy yang dititipkan tersebut. Kalau tidak ada 10 jenis itu, anggaran tidak bisa dicairkan.</p>
<p>“Kalau ternyata anggaran turun ke Gapoktan ya silahkan, tapi benihnya jangan dikeluarkan dulu karena belum matang. Kalau sudah matang, silahkan siapapun yang membawa. Nah kalau begini, bagaimana cara kerjasamanya. Saya pikir selisih semuanya,” katanya.</p>
<p>“Kita juga antara Gapoktan, saya juga anggota Gapoktan. Terus sinkronnya di mana? Anggap saja saya sebagai tim risetnya Gapoktan kan ciamik begitu, saya ingin, idealisme dan saya dihargai sebagai peneliti. Jangan diplilntir-plintir, ya bingung saya,” tegas Rudy. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117616</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
