<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Garam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/garam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jun 2023 10:55:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Garam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelar RUPS di Kediri, PT Gudang Garam Tbk Tetapkan Deviden Rp 2,3 Triliun </title>
		<link>https://memontum.com/gelar-rups-di-kediri-pt-gudang-garam-tbk-tetapkan-deviden-rp-23-triliun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[deviden]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pt]]></category>
		<category><![CDATA[rp]]></category>
		<category><![CDATA[rups]]></category>
		<category><![CDATA[tbk]]></category>
		<category><![CDATA[tetapkan]]></category>
		<category><![CDATA[triliun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191886</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di salah satu hotel di Kediri, Senin (26/06/2023) tadi. Dalam rilis yang disampaikan, Direksi PT Gudang Garam Tbk mengatakan jika RUPS tersebut menghasilkan beberapa hal. Yaitu, menyetujui laporan tahunan perseroan mengenai jalannya usaha perseroan selama tahun buku yang berakhir pada akhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di salah satu hotel di Kediri, Senin (26/06/2023) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam rilis yang disampaikan, Direksi PT Gudang Garam Tbk mengatakan jika RUPS tersebut menghasilkan beberapa hal. Yaitu, menyetujui laporan tahunan perseroan mengenai jalannya usaha perseroan selama tahun buku yang berakhir pada akhir tahun per 31 Desember 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, disampaikan di rilis, juga mengesahkan neraca dan perhitungan laba rugi perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja &amp; Rekan dan merupakan bagian dari Laporan Tahunan 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Direksi PT Gudang Garam Tbk juga menyampaikan atau memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota direksi dan dewan komisaris perseroan, atas tindakan-tindakan serta pengawasan yang telah mereka jalankan. &#8220;Itu, selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, sejauh tindakan-tindakan serta pengawasan dari para anggota direksi dan dewan komisaris telah tercermin dalam neraca dan perhitungan laba rugi tersebut,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan, juga menyetujui penetapan penggunaan sebagian laba Perseroan untuk tahun buku 2022, yaitu sebesar Rp 2,308 triliun sebagai dividen. Sehingga, besar dividen yang diterima masing-masing pemegang saham adalah sebesar Rp 1.200 untuk setiap sahamnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sedangkan laba yang tidak dibagikan, akan dimasukkan dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan oleh Direksi PT Gudang Garam Tbk, bahwa pihaknya menunjuk Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja &amp; Rekan selaku auditor perseroan untuk tahun buku 2023 atau penggantinya yang ditunjuk oleh dewan komisaris. <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKP Dorong Koperasi Petambakan Dan Daya Jual Garam Di Indramayu</title>
		<link>https://memontum.com/kkp-dorong-koperasi-petambakan-dan-daya-jual-garam-di-indramayu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2021 21:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[perizinan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136868</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Indramayu &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mendorong koperasi petambak garam di Indramayu, Jawa Barat untuk meningkatkan daya jual produk yang dihasilkan. Salah satu caranya, adalah dengan menyiapkan garam dalam bentuk kemasan agar bisa langsung dijual ke pasar. Produksi garam di Kabupaten Indramayu, mencapai 361 ribu ton pada tahun lalu. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Indramayu</strong> &#8211; Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mendorong koperasi petambak garam di Indramayu, Jawa Barat untuk meningkatkan daya jual produk yang dihasilkan. Salah satu caranya, adalah dengan menyiapkan garam dalam bentuk kemasan agar bisa langsung dijual ke pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Produksi garam di Kabupaten Indramayu, mencapai 361 ribu ton pada tahun lalu. Namun, penyerapannya belum menyeluruh sebab garam yang dihasilkan kelompok petambak hanya dijual ke pabrik-pabrik untuk diolah lagi menjadi garam dalam bentuk kemasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil setiap tahunnya, ada saja garam yang tersimpan di gudang sebab pabrik juga memiliki keterbatasan dalam melakukan pengolahan. Untuk produksi tahun lalu misalnya, masih ada sekitar 37.000 ton garam yang sampai sekarang tersimpan di gudang-gudang pergaraman yang ada di Cirebon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau gitu dikemas supaya bisa langsung dijual ke pasar, bukan hanya dijual ke pabrik,&#8221; ujar Menteri Trenggono saat mengunjungi washing plant di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/03).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Koperasi Garam Inti Rakyat (GIR) Sari Bobos, Amin Muhaimin, menjelaskan saat ini penjualan masih bergantung kebutuhan pabrik sebab perizinan untuk mendukung produksi garam kemasan sedang diurus. Salah satunya izin edar dari BPOM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disamping itu, pihaknya juga membutuhkan pendampingan dari pemerintah agar garam kemasan yang diproduksi nantinya mempunyai daya saing tinggi sehingga tidak kalah dengan garam-garam yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Perizinan sedang diurus pak,&#8221; ujar Amin saat berdialog dengan Menteri Trenggono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, washing plant atau unit pengolahan garam di Kecamatan Krangkeng merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong produktivitas garam lokal di Indramayu. Washing plant berdiri tahun lalu dan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapasitas produksi washing plant ini mencapai 20 ton per hari. Sedangkan garam yang dihasilkan nilainya mencapai Rp 1.800 per kilogram. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb Haeru Rahayu mengatakan, washing plant ini terbukti mendorong produktivitas pergaraman di Indramayu. Tadinya, petambak mengeluhkan biaya produksi yang lebih tinggi dibanding harga jual garam. Namun saat ini mereka bisa mendapat keuntungan hingga Rp 600 per kilogram garam yang dihasilkan. Selain itu, garam yang dihasilkan juga higienis karena prosesnya menggunakan sentuhan teknologi. <strong>(hms/kkp/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136868</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unit Siaga SAR Sumenep Diresmikan</title>
		<link>https://memontum.com/unit-siaga-sar-sumenep-diresmikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2021 15:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan laut]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136467</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep – Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sumenep diresmikan operasionalnya oleh Kepala Kantor SAR Surabaya bersama Bupati Sumenep dan jajaran Forkopimda kabupaten Sumenep, pada Selasa (09/03) siang. Dalam operasionalnya, Unit Siaga SAR Sumenep yang diawaki oleh 8 orang personel ini menempati bangunan milik PT. Garam. Lokasinya cukup strategis, yaitu dekat dengan Pelabuhan Kalianget. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Sumenep </strong>– Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) Sumenep diresmikan operasionalnya oleh Kepala Kantor SAR Surabaya bersama Bupati Sumenep dan jajaran Forkopimda kabupaten Sumenep, pada Selasa (09/03) siang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam operasionalnya, Unit Siaga SAR Sumenep yang diawaki oleh 8 orang personel ini menempati bangunan milik PT. Garam. Lokasinya cukup strategis, yaitu dekat dengan Pelabuhan Kalianget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Kantor SAR Surabaya, Hari Adi Purnomo mengatakan, Unit Siaga SAR Sumenep didirikan karena melihat cukup banyaknya kejadian kecelakaan transportasi laut di wilayah Sumenep.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan berdirinya Unit Siaga SAR Sumenep ini, Kami berharap dapat memberikan pelayanan jasa Pencarian dan Pertolongan lebih cepat dari sebelumnya, sehingga hal ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman di masyarakat,&#8221; kata Hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karenanya untuk mendukung perwujudan waktu respon yang cepat terhadap adanya kejadian kecelakaan kapal di perairan Sumenep, maka dalam beberapa waktu ke depan, satu unit RIB (Rigid Inflatable Boat) akan digeser ke Pelabuhan Kalianget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedepannya, lanjut Hari, Kami berharap bahwa Kantor SAR Surabaya melalui Unit Siaga SAR Sumenep akan dapat bersinergi dengan Unsur Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, dan masyarakat dalam memberikan pelayanan SAR kepada masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senada dengan hal tersebut, dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, dengan hadirnya Unit Siaga SAR Sumenep ini diharapkan terus bersinergi dengan Pemkab Sumenep untuk menangani persoalan terkait kecelakaan laut di Sumenep.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Pemkab Sumenep selama ini mengalami kesulitan jika terjadi kecelakaan kapal di perairan Sumenep. Sehingga, keberadaan BASARNAS di Sumenep ini sangat ditunggu-tunggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Bupati Sumenep mengatakan, Pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dalam hal ini BPBD Sumenep, agar membantu mencarikan lahan yang lebih memadai, agar prasarana dan Alut SAR bisa ditempatkan dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dihadiri oleh Bupati Sumenep, turut hadir Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Komandan Kodim 0827 Sumenep, Letkol Infanteri Kholis, Kalaksa BPBD kabupaten Sumenep, Perwakilan PT Garam, dan sejumlah tamu undangan yang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam rangkaian acara peresmian Unit Siaga SAR Sumenep ini, Kepala Kantor SAR Surabaya bersama jajaran Forkopimda Sumenep memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, Melakukan peninjauan sarana prasarana, serta Menuliskan pesan dan kesan atas peresmian Unit Siaga SAR Sumenep ini. <strong>(edo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136467</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garam, Kekayaan Alam Sumenep yang Potensial</title>
		<link>https://memontum.com/garam-kekayaan-alam-sumenep-yang-potensial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 07:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Garam Beryodium]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Breket Garam]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam]]></category>
		<category><![CDATA[PT Garam Kalianget]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128902</guid>

					<description><![CDATA[Lahirnya Kantor PT Garam Kalianget Memontum Sumenep &#8211; Potensi kekayaan alam yang terkandung di Kabupate Sumenep tidak hanya potensial untuk tanaman tembakau, melainkan juga produktif untuk lahan pegaraman. Garam menjadi sumber pendapatan potensial lainnya di masyarakat Sumenep sejak Mbah Anggosuto pertama kali menemukan kandungan alam yang potensial terciptanya garam. Menurut Wawan, warga Kalianget,, garam awalnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Lahirnya Kantor PT Garam Kalianget</h3>
<p><span id="more-128902"></span></p>
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Potensi kekayaan alam yang terkandung di Kabupate Sumenep tidak hanya potensial untuk tanaman tembakau, melainkan juga produktif untuk lahan pegaraman. Garam menjadi sumber pendapatan potensial lainnya di masyarakat Sumenep sejak Mbah Anggosuto pertama kali menemukan kandungan alam yang potensial terciptanya garam.</p>
<p>Menurut Wawan, warga Kalianget,, garam awalnya muncul di ladang-ladang pertanian yang dikelola secara tradisional. Namun melihat potensi garam membuat bangsa Eropa dibawah kolonial Belanda menciptakan industry atau pabrik garam di bawah bendera Pabrik Breket Garam di Kalianget.</p>
<p>Namun pada perkembangannya, lanjut Wawan, industri Garam Indonesia terus berkembang. Kini, industri garam yang dibawah naungan PT Garam berkantor di Kalianget, Kabupaten Sumenep. Bahkan menjadi salah satu sektor industri yang potensial menopang roda perekonomian keluarga atau masyarakat Indonesia. Sebab, kebutuhan akan garam tiap tahun makin meningkat.</p>
<p>“Dari mulai berupa material garam kasar (krosok), industri garam di Indonesia memproduksi berbagai jenis garam untuk memenuhi berbagai keperluan akan garam. Baik untuk kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan industri, peternakan dan pertanian dan lain sebagainya,” terang Wawan.</p>
<p>Namun demikian, kata dia, industri garam di Indonesia bukan berarti berjalan mulus tanpa hambatan dan kendala. Kualitas garam yang belum maksimal, ketidakstabilan harga garam, proses produksi yang masih bersifat tradisional, dan persaingan dengan komoditi garam dari luar negeri merupakan tantangan dari  sekian banyak masalah garam di Indonesia.</p>
<p>“Perlu ada pembenahan yang berkelanjutan sehingga ada peningkatan kualitas melalui industri garam Indonesia. Garam di dalamnya terkandung senyawa Kalium Iodat (Garam Beryodium), salah satu nutrisi penting yang harus dikonsumsi secara teratur oleh manusia.Jumlah garam yang harus dikonsumsi per hari untuk setiap orang kurang lebih adalah 9 gram,” terang Wawan yang sering sharing dengan para petinggi PT Garam Kalianget.</p>
<p>Untuk masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, selain untuk memenuhi nutrisi tubuh, konsumsi garam ditujukan juga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan yodium. Proses produksi garam ada yang dihasilkan oleh petani garam, ada juga yang  melalui proses industri garam. <strong>(ADV/edo)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ritual Nyadar, Penghormatan Mbah Anggasuto Sang Penemu dan Pencipta Garam</title>
		<link>https://memontum.com/ritual-nyadar-penghormatan-mbah-anggasuto-sang-penemu-dan-pencipta-garam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2020 03:53:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Giripapas]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Anggasuto]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=128474</guid>

					<description><![CDATA[Sumenep Memontum – Upacara adat nyadar oleh warga Desa Pinggir Papas sebenarnya sebagai bukti atau bentuk penghormatan oleh anak cucu kepada jasa-jasa leluhurnya bernama Mbah Anggasuto yang ada di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Upacara tersebut rutin digelar setiap tahun di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi sekaligus sebagai tasyakuran petani garam. Menurut Ibnu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sumenep Memontum</strong> – Upacara adat nyadar oleh warga Desa Pinggir Papas sebenarnya sebagai bukti atau bentuk penghormatan oleh anak cucu kepada jasa-jasa leluhurnya bernama Mbah Anggasuto yang ada di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Upacara tersebut rutin digelar setiap tahun di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi sekaligus sebagai tasyakuran petani garam.</p>
<p>Menurut Ibnu Fajar, salah seorang warga Pinggir Papas, acara ritual nyadar itu biasanya dilakukan di sekitar Agustus. Hal itu sebagai penghormatan terhadap Mbah atau Syekh Anggasuto sebagai salah seorang penemu sekaligus pencipta garam pertama di Indonesia. Beliau telah menginspirasi pembuatan garam pertama kali.</p>
<p>“Kenapa Mbah Anggasuto berjalan di pinggir pantai? Mungkin dia ingin bersemedi bagaimana bisa menciptakan kehidupan yang baik bagi masyarakat atau anak cucunya nanti. Sehingga ia berjalan di pantai akhirnya telapak kakinya ini membekas di tanah. Lalu bekas itu menjadi buih putih garam kristal, maka dari itulah, garam di Madura diciptakan,” terang Ibnu.</p>
<p>Selain nyekar atau Nyadar ke Asta/bujuk Mbah Anggasuto, juga sekaligus nyadar terhadap Mbah/Syekh Kabasa, Mbah/Syekh Dukun, Nyai Kabasa dan Nyai Bangsa. Ziarah berupa nyadar sekaligus mendoakan agar warga Desa Giirpapas dan Marengan dan sekitarnya menjadi makmur atas garam ini.</p>
<p>Menurut Ibnu, warga biasanya berbondong-bondong dengan membawa makanan yang disimpan dalam panjang (semacam tumpeng). Panjang itu terbuat dari anyaman bambu dan hanya digunakan ketika nyadar.</p>
<p>Sebanyak 700 panjang berisi makanan diletakkan berjejer di sebelah selatan Asta. Tidak hanya bawa panjang, tapi juga bawa kembang tujuh rupa untuk ditaburkan di makam di Asta tersebut.</p>
<p>“Setiap tahun itu dilakukan nadar 3 kali ritual nyadar sebenarnya. Namun yang dilakukan ritualnya yakni ke makam Kebundadap Barat dilakukan 2 kali Nyadar atau Nyadar pertama dan Nyadar kedua. Untuk Nyadar yang ketiga itu dilakukan di Pinggir Papas, yang tempatnya di Bujuk/Asta Cokop. Kenapa, karena ketua adat yang dari Mbah Anggasuto itu pasti ngumpul di Bujuk Cokop,” ungkapnya. <strong>(adv/edo)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Jadi Sebab Merosotnya Produksi Garam</title>
		<link>https://memontum.com/harga-jadi-sebab-merosotnya-produksi-garam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 06:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102848-harga-jadi-sebab-merosotnya-produksi-garam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Produksi garam di Sampang pada tahun 2019 alami penurunan, hal itu disebabkan oleh merosotnya harga garam di petani garam. Meski mencapai target produksi di angka 285 ribu ton, namun produksi garam menurun dibandingkan pada tahun 2018. Terlihat pada tahun 2018 produksi garam mencapai 344 ribu ton, sedangkan pada tahun 2019 merosot ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Produksi garam di Sampang pada tahun 2019 alami penurunan, hal itu disebabkan oleh merosotnya harga garam di petani garam.</p>
<p>Meski mencapai target produksi di angka 285 ribu ton, namun produksi garam menurun dibandingkan pada tahun 2018. Terlihat pada tahun 2018 produksi garam mencapai 344 ribu ton, sedangkan pada tahun 2019 merosot ke angka 314 ribu ton.</p>
<p>Penyebab menurunnya produksi garam di Sampang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh Mahfud mengatakan, produksi garam tahun 2019 menurun hingga 35.000 ton yang disebabkan oleh motivasi para petani untuk menentukan jadwal panen yang sesuai dengan standartnya.</p>
<p>&#8220;Untuk produksi garam tahun ini berkurang sekitar 35.000 ton dari tahun sebelumnya. Itu disebabkan karena harga jual garam di Sampang musim ini murah, sehingga petani malas untuk cepat memanen garamnya,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com, Kamis (26/12/2019) pagi.</p>
<p>Mahfud menuturkan, untuk musim sebelumnya harga garam cukup tinggi, berbeda dengan tahun ini hanya Rp 250.000 per ton. Jadi para petani malas untuk memanen. Yang biasanya 7 sampai 12 hari sekali, untuk saat ini bisa mencapai 20 hari sekali.</p>
<p>&#8220;Pada musim sebelumnya saat kondisi harga garam tinggi, para petani untuk memanen garam hanya membutuhkan waktu 7 sampai 12 hari sekali. Namun, saat harga garam menjadi murah para petani menjadi malas untuk memanen, sehingga untuk memanen garam bisa mencapai 20 hari,&#8221; tutur Mahfud. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102848</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Khofifah Harap Garam Madura Kian Baik</title>
		<link>https://memontum.com/khofifah-harap-garam-madura-kian-baik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2019 10:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/88675-khofifah-harap-garam-madura-kian-baik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Gubernur Jawa Timur menggelar rapat terbatas bersama Bupati se-Madura di Kantor Pemkab Sampang, Senin (22/7/19) siang, membahas tentang standard kualitas dan sustainability produk garam industri di wilayah Madura. Turut hadir dalam rapat tersebut yakni Bupati Sampang, Bupati Pamekasan, Disperindag Jawa Timur, PT Garam, PT Bank Jatim, Rektor Universitas Trunojoyo Madura serta Asosiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur menggelar rapat terbatas bersama Bupati se-Madura di Kantor Pemkab Sampang, Senin (22/7/19) siang, membahas tentang standard kualitas dan sustainability produk garam industri di wilayah Madura.</p>
<p>Turut hadir dalam rapat tersebut yakni Bupati Sampang, Bupati Pamekasan, Disperindag Jawa Timur, PT Garam, PT Bank Jatim, Rektor Universitas Trunojoyo Madura serta Asosiasi Petani Garam.</p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan hasil rapat terbatas diantaranya adalah harapan terhadap penunjukan kepada PT. Garam sebagai stabilisator harga dan penyangga stok garam.</p>
<p>&#8220;Harus ada penunjukan khusus kepada PT Garam, apakah dari Menteri BUMN atau Menteri Keuangan sebagai stabilisator dan penyangga stok garam,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Khofifah berharap kepada Asosiasi Petani Garam ada harga dasar garam guna memproteksi over suplay dan harga garam harus terproteksi.</p>
<p>&#8220;Harga garam harus terproteksi seperti halnya petani mendapatkan subsidi pupuk,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Selain itu, Khofifah berharap ada data tunggal mengenai produksi garam dan impor garam. Sebab menurutnya garam di Madura kadar NaCl-nya mencapai 97 %. Sehingga kualitas garam di Madura sangat baik dan sekitar 942 ribu ton garam berasal dari Madura.</p>
<p>&#8220;Sekitar 942 ribu ton garam berasal dari Madura, dari jumlah yang sangat besar ini, harapannya kualitas garam di Madura semakin baik,&#8221; harapnya.</p>
<p>Khofifah menambahkan pihaknya bersama Bupati se-Madura ingin menjadi bagian dari proses penghasilan garam yang lebih baik lagi.</p>
<p>&#8220;Kami bersama Bupati se madura ingin menjadi bagian dari proses menghasilkan bahwa kita bisa membuat sistem yang lebih strategis berjangka panjang,&#8221; imbuhnya. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">88675</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Sumba Tengah Belajar Pengelolaan Garam ke Bangkalan</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-sumba-tengah-belajar-pengelolaan-garam-ke-bangkalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2019 23:33:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[kunker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/81822-dprd-sumba-tengah-belajar-pengelolaan-garam-ke-bangkalan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bangkalan &#8211; Produksi garam di kabupaten Bangkalan selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Dengan menggunakan sistem geo membran tingkat produksi garam semakin meningkat. Apalagi, ada sistem produksi rumah prisma yang bisa menghasilkan jumlah produksi berlipat. Hal itu menjadi penilaian bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkunjung ke Bangkalan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bangkalan</strong> &#8211; Produksi garam di kabupaten Bangkalan selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Dengan menggunakan sistem geo membran tingkat produksi garam semakin meningkat. Apalagi, ada sistem produksi rumah prisma yang bisa menghasilkan jumlah produksi berlipat. Hal itu menjadi penilaian bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkunjung ke Bangkalan, Selasa (26/3/2019).</p>
<p>Belasan anggota dewan beserta sekretaris dewan kabupaten tersebut belajar tentang sistem pengolahan produksi garam. Sebab, potensi penghasilan garam di Sumba Tengah hampir sama dengan Bangkalan. Baik secara geografis dan cuaca alam. Sebab tingkat suhu panas di wilayah NTT mencapai 30 derajat celcius saat musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Sumba Tengah untuk bisa mengembangkan dan meningkatkan produksi garam daerah.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Sumba Tengah, Bakar Jeremani saat berkunjung ke Bangkalan Madura menyampaikan keinginan agar daerahnya bisa memproduksi garam. Sebab, saat ini pengembangan garam di Sumba Tengah masih belum signifikan. Dengan adanya kunjungan kerja ke Bangkalan dan memantau langsung tempat produksi garam bisa menjadi penilaian pengembangan di wilayahnya.</p>
<p>&#8220;Perlu diketahui luas wilayah kabupaten Sumba Tengah hanya 1.869 km persegi. Sebanyak 82 ribu penduduk dengan Jumlah APBD Rp 500 Milyar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita Rp 22 Milyar. Oleh karena itu, kunjungan kita ingin tukar pendapat dan pengalaman soal pengelolaan garam,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, selama ini Kabupaten Sumba Tengah mengelola sistem produksi garam secara tradisonal. Padahal, potensi petani garam masih sangat menjanjikan. Sebab itu, pentingnya kunjungan kerja dan mengetahui langsung proses produksi garam di Bangkalan menjadi penilaian bagi anggota DPRD untuk meneruskan pengembangannya di wilayah Sumba Tengah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">81822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Produksi Petani Garam di Lamongan Lampaui Target</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-produksi-petani-garam-di-lamongan-lampaui-target</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2018 23:24:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/60996-hasil-produksi-petani-garam-di-lamongan-lampaui-target</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sampai dengan minggu pertama Okotber 2018, produksi petani garam di Lamongan sudah mencapai 23.050 ton. Ini berarti sudah melampaui target yang diinginkan tercapai Dinas Perikanan sebesar 22.800. Menurut Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Senin, (22/10/2018) musim kemarau yang cukup panjang menjadi salah satu faktor tingginya produksi garam Lamongan. Selain itu, pemanfaatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sampai dengan minggu pertama Okotber 2018, produksi petani garam di Lamongan sudah mencapai 23.050 ton. Ini berarti sudah melampaui target yang diinginkan tercapai Dinas Perikanan sebesar 22.800.         </p>
<p>Menurut Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Senin, (22/10/2018) musim kemarau yang cukup panjang menjadi salah satu faktor tingginya produksi garam Lamongan.   </p>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam2-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60998" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam2-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam2-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" />       </p>
<p>Selain itu, pemanfaatan rumah prisma cukup berpengaruh terhadap produksi garam. Karena dengan rumah prisma, petani bisa panen garam sepanjang tahun, tanpa terganggu hujan.        </p>
<p>Pada awalnya, hanya ada 4 unit rumah prisma yang dibanguan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Jumlah ini kemudian berkembang menjadi 40 unit di tahun 2017.</p>
<p>Selain bisa terus berproduksi meski hujan, garam yang dihasilkan bisa lebih banyak. Selain itu kualitas garam yang dihasilkan juga lebih bagus, putih dan bersih karena tidak bercampur tanah   </p>
<p><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam3-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-60997" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam3-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/10/garam3-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Karena itu Dinas Perikanan tahun ini memberikan bantuan sarana berupa rumah prisma. Selain bantuan rutin yang diberikan seperti geoisolator, bungker air, pembinaan teknis, serta pembangunan jalan usaha tani menuju lahan garam.     </p>
<p>Musim kemarau yang tidak diselingi hujan  juga berpengaruh terhadap kualitas garam. Tahun ini petani garam Lamongan bisa menikmati harga yang cukup stabil di kisaran Rp 1.000-1.100 perkilogram.    </p>
<p>Dengan prediksi musim kemarau yang masih akan berlangsung cukup lama, produksi garam tahun ini diprediksi bisa setidaknya sama dengan tahun lalu yang mencapai 28.237 ton.       </p>
<p>Produksi garam Lamongan pernah mencapai 38.804 ton dari areal seluas 213 hektare di tahun 2015.           </p>
<p>Saat ini areal produksi garam mengalami penyusutan menjadi tinggal 206 hektare karena dialihfungsikan menjadi tambak ikan. <strong>(Fiq/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">60996</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
