<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gas Beracun Gunung Ijen Juga Rusak Tanaman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gas-beracun-gunung-ijen-juga-rusak-tanaman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Mar 2018 10:57:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gas Beracun Gunung Ijen Juga Rusak Tanaman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gas Beracun Gunung Ijen Juga Rusak Tanaman</title>
		<link>https://memontum.com/gas-beracun-gunung-ijen-juga-rusak-tanaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2018 10:57:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Beracun Gunung Ijen Juga Rusak Tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=33496</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso&#8212;-   Hembusan gas beracun yang berasal dari Kawah Ijen tak hanya berdampak pada manusia. Ratusan hektare lahan pertanian sayur milik warga juga rusak. Lahan pertanian tersebut terdiri dari tanaman kubis, kentang, serta wortel. Tanaman milik warga setempat itu, terutama kubis, kebanyakan sudah siap panen. &#8220;Tanaman kubis saya mestinya dua minggu lagi sudah waktunya panen. Karena kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso&#8212;-</strong>   Hembusan gas beracun yang berasal dari Kawah Ijen tak hanya berdampak pada manusia. Ratusan hektare lahan pertanian sayur milik warga juga rusak. Lahan pertanian tersebut terdiri dari tanaman kubis,<br />
kentang, serta wortel. Tanaman milik warga setempat itu, terutama kubis, kebanyakan sudah<br />
siap panen.</p>
<p>&#8220;Tanaman kubis saya mestinya dua minggu lagi sudah<br />
waktunya panen. Karena kejadian itu, hancur lah semuanya,&#8221; tutur<br />
Desti, yang mengaku punya lahan kubis 14 hektare.</p>
<p>Desti menambahkan, rusaknya lahan pertanian juga dialami ratusan warga<br />
lainnya. Terutama yang lokasi lahan pertaniannya lebih dekat dengan<br />
kawah dan aliran sungai. &#8220;Rata-rata sudah mau panen”, jelasnya. Akhirnya, diselamatkan sebisanya. Kami petik sebelum waktunya.</p>
<p>Walaupun harganya jauh menurun,&#8221; kata Desti. Tampak di lahan warga,<br />
daun tanaman kubis menguning. Layu, bahkan mengering, dan mati.<br />
Letupan gas beracun di Kawah Ijen terjadi pada Rabu (21/3/2018) sekitar<br />
pukul 19.00 WIB. Fenomena itu biasa terjadi di musim hujan. Ada<br />
perbedaan suhu di kawah saat hujan. Puluhan warga pedukuhan Margahayu<br />
dan Watucapil, Kecamatan Ijen, Bondowoso, ada yang pingsan karena<br />
menghirup gas tersebut. (sam/nay)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33496</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
