<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gas &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jun 2023 10:25:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gas &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>40 KK di Desa Tlekung Akan Manfaatkan Gas Metan dari Hasil Proses Tempat Pembuangan Akhir</title>
		<link>https://memontum.com/40-kk-di-desa-tlekung-akan-manfaatkan-gas-metan-dari-hasil-proses-tempat-pembuangan-akhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kk]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[metan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191635</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA. Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan bahwa untuk pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari pengolahan di TPA Tlekung, sudah dilakukan kerja sama dengan pihak desa dengan membubuhkan tanda tangan kesepakatan beberapa waktu lalu. &#8220;Jadi, sebanyak 40 KK warga Desa Tlekung ini nantinya akan menggunakan atau memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari TPA Tlekung. Dan, ini kami sudah MoU dengan pihak desa,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pemanfaatan gas metan, paparnya, masyarakat nantinya tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan, di sini sangat mengurangi biaya hidup keseharian dari 40 KK itu.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Nanti 40 KK ini tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli bahan bakar untuk keperluan memasak di dapur. Gas metan ini bersumber dari ratusan ton tumpukan sampah di TPA Tlekung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Secara teknis, jelas Aries, gas metan yang terkandung di dalam tumpukan sampah disalurkan ke rumah warga melalui pipa. Kemudian, diolah menjadi energi alternatif pengganti gas LPG yang diberikan secara cuma-cuma. Lebih dari itu, sebenarnya proses pembuatan gas metan ini juga mengurangi bau busuk yang ditimbulkan oleh gunungan sampah tersebut.</p>



<p>&#8220;Apabila dikelola dengan baik, sampah pun sangat menguntungkan masyarakat sekitar. Jika sebelumnya untuk sehari-hari warga harus beli LPG, maka sekarang cukup memanfaatkan gas metan. Di sini, jelas ini menguntungkan masyarakat apalagi di saat terjadinya kondisi kesulitan mencari LPG,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif rencana itu. Karenanya, sekarang tengah ditunggu untuk proses realisasinya.&nbsp; &#8220;Warga pastinya sangat menunggu dari realisasi itu. Karenanya, kami akan melihat kabar lanjutan soal pemanfaatan gas metan ke warga,&#8221; ujarnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191635</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jargas Lumajang Dikhawatirkan Ancam Keselamatan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-dikerjakan-tak-sesuai-spesifikasi-proyek-jargas-lumajang-dikhawatirkan-ancam-keselamatan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2022 11:26:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan gas]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176513</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Proyek pemasangan pipa jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Lumajang, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Proyek strategis nasional yang sedianya memudahkan masyarakat untuk dapat menikmati aliran gas dari pipa gas yang saat ini sebagian sudah ditanam, itu justru menimbulkan banyak persoalan dan kekhawatiran di masyarakat. Seperti, yang diungkapkan Agus warga Ranuyoso, kepada memontum.com, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Proyek pemasangan pipa jaringan gas (Jargas) di Kabupaten Lumajang, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Proyek strategis nasional yang sedianya memudahkan masyarakat untuk dapat menikmati aliran gas dari pipa gas yang saat ini sebagian sudah ditanam, itu justru menimbulkan banyak persoalan dan kekhawatiran di masyarakat.</p>



<p>Seperti, yang diungkapkan Agus warga Ranuyoso, kepada memontum.com, Minggu (09/10/2022) tadi. Semenjak awal proyek ini dikerjakan, hingga sampai saat ini tidak ada sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, proyek tersebut sepertinya terkesan dikerjakan asal-asalan.</p>



<p>&#8220;Bagaimana tidak, mas. Masa proyek strategis nasional dengan anggaran puluhan milyar tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba dikerjakan secara serampangan, seperti kedalamannya, jarak pipa bagaimana dengan drainase, bahkan ada yang ditanam di sisi drainase. Ini gas lho, kan ke depan bisa membahayakan keselamatan warga,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Sementara, warga Kecamatan Klakah, Qodim, pun menceritakan proyek pemasangan pipa gas yang ada di Kecamatan Ranuyoso dengan Kecamatan Klakah, terkesan juga ngawur. Seperti, habis melakukan penggalian, itu dibiarkan begitu saja hingga saat hujan deras masyarakat harus membersihkan tanah bekas galian yang menyumbat drainase.</p>



<p>&#8220;Ngawur mas, tidak rapi. Sudah tidak ada sosialisasi, pekerjaannya juga nggak beres. Saat hujan kemarin, kita kerja bakti membersihkan drainase sendiri, karena bekas tanah. Kalau tidak, ya banjir,&#8221; ujar Qodim.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Construction Area Superintendent Jargas Kabupaten Lumajang, Indra, mengklaim bahwa jika jaringan yang dipasang, dipastikan aman dan sesuai dengan standar prosedur yang ada.</p>



<p>Kedalaman galian, yang secara umum disampaikan di jalan nasional sedalam 150 cm, kemudian di jalan kabupaten sedalam 110 cm dan di jalan desa sedalam 80 cm, jauh dari fakta di lapangan. Bahkan, pantauan media ini dari beberapa titik lokasi penggalian yang sudah ditimbun, diduga tidak sesuai spesifikasi. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176513</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selang Kompor Gas Bocor, Dapur Rumah Warga Bugeman Situbondo Ludes Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/selang-kompor-gas-bocor-dapur-rumah-warga-bungatan-situbondo-ludes-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2022 10:07:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah warga terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163936</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Dapur rumah Yoyok Tek Naryo (56), warga Dusun Blangguan RT01 RW02, Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, hangus dilalap si jago merah, Kamis (17/02/2022). Diduga, kobaran api tersebut berasal dari selang kompor gas yang bocor. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 09.00. “Kronologinya, waktu itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Dapur rumah Yoyok Tek Naryo (56), warga Dusun Blangguan RT01<strong> </strong>RW02, Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo, hangus dilalap si jago merah, Kamis (17/02/2022). Diduga, kobaran api tersebut berasal dari selang kompor gas yang bocor.</p>



<p>Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 09.00. “Kronologinya, waktu itu istri korban yang bernama Nurasiah (50), sedang memasak nasi di dapur. Kemudian, dia tinggal sebentar ke depan rumah. Saat kembali itulah, tiba-tiba api sudah membumbung tinggi,” ujarnya.</p>



<p>Baca juga:</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Puriyono melanjutkan, mengetahui kejadian itu, seketika korban langsung berteriak minta tolong. Sehingga, mengundang warga sekitar. “Akhirnya mereka bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” imbuhnya.</p>



<p>Lebih lanjut Puriyono menerangkan, tidak lama kemudian, dua unit mobil Damkar milik Pemkab Situbondo tiba di lokasi. “Petugas langsung melakukan pemadaman dan pembasahan di dapur rumah korban, agar tidak merembet ke bangunan lain,” terangnya.</p>



<p>Puriyono menambahkan, tidak membutuhkan waktu lama, si jago merah berhasil dijinakkan. “Namun, dapur rumah korban mengalami kerusakan dengan kategori ringan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Dapur rumah dan seisinya hangus terbakar. Sehingga korban mengalami kerugian meteril sekitar Rp 1 juta,” ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tanggulangi Asap Ijen, BPBD Bondowoso Bagikan Ribuan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33329-tanggulangi-asap-ijen-bpbd-bondowoso-bagikan-ribuan-masker</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso. Yaitu, lanjutnya, 24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Hingga saat ini tercatat 30 orang dirawat akibat gas berbahaya yang dikeluarkan oleh Gunung Ijen. &#8220;Sebanyak 30 orang warga dirawat akibat terpapar gas belerang pekat dan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit”, kata Kukuh Triatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Yaitu, lanjutnya,  24 orang di Puskesmas Sempol, 4 orang di Puskesmas Tlogosari dan 2 orang di rujuk ke RS Koesnadi Bondowoso. Kondisi pasien makin membaik. Sebanyak 178 jiwa warga sudah dievakuasi dari 4 dusun terpapar yaitu Dusun Margahayu, Dusun Krepekan, Dusun Watucapil, dan Dusun Kebun Jeruk ke tempat aman di masjid Sempol, di rumah warga dan di Puskesmas.</p>
<p>Tidak semua warga dari dusun bersedia dievakuasi. Saat ini bau menyengat mulai berkurang. &#8220;25 ribu masker dibagikan ke warga, 20 mobil ambulan dari sejumlah Puskesmas disiagakan di sekitar Desa Sempol”, tambah Kukuh.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> ) </p>
<p>Kami, lanjutnya, juga menyediakan dapur umur dan pos kesehatan. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD dan PVMBG dalam penanganan dampak gas beracun Gunung Ijen. Seperti diketahui, pada Rabu malam (22/3/2018) sekitar pukul 19.15 Wib, terjadi letusan freatik dan terdengar letusan 3 kali di pondok bunder yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawah Gunung Ijen.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 20.30 Wib beberapa warga Dusun Margahayu Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso mengalami keracunan gas belerang. Warga merasakan sesak nafas dan adanya muntah-muntah.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/12927-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa" rel="noopener" target="_blank">Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</a> )</p>
<p>Hingga saat ini status Gunung Ijen masih Normal (level I). Tidak ada kenaikan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. &#8220;Laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi Ijen PVMBG terjadi gempa hembusan satu kali, tremor non harmonik satu kali, gempa vulkanik dangkal 19 kali, gempa vulkanik dalam 2 kali dan gempa tektonik jauh3 kali,&#8221; pungkasnya. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33329</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gas Belerang Ijen Bisa Ancam Jiwa</title>
		<link>https://memontum.com/gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:34:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33327-gas-belerang-ijen-bisa-ancam-jiwa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. &#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018). Diinformasikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212;   Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yusdeni Lanasakti mengatakan, gas belerang Kawah Ijen mengandung Hidrogen Sulfida (H2S) atau gas belerang yang bisa mengancam jiwa. </p>
<p>&#8220;Bagi mereka yang terkontaminasi gas belerang, akan mengalami iritasi saluran pernafasan yang menyebabkan sulit bernafas dan berpotensi gagal nafas,&#8221; kata Yusdeni kepada media, Jumat (23/3/2018).</p>
<p>Diinformasikan sebelumnya, 30 warga Desa Kalianyar Kecamatan Ijen, harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ijen. Dua orang diantaranya dirujuk ke RSUD Koesnadi karena mengalami sesak nafas, nyeri dada dan perut disertai pusing.</p>
<p>(<strong>baca juga :</strong> <a href="https://pemerintahan.memontum.com/7168-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen" rel="noopener" target="_blank">Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</a> )</p>
<p>Mereka terpapar gas belerang Kawah Ijen pada Rabu (21/3/2018) malam setelah terjadi letupan gas belerang dari Kawah Ijen.  &#8220;Dua orang yang saat ini sedang dirawat di RSUD Koesnadi kondisinya sudah mulai membaik, tapi masih menggunakan bantuan oksigen,&#8221; katanya. </p>
<p>Pantauan media ini, tersisa lima orang yang dirawat di Puskesmas Ijen, dan dua orang di RSUD Koesnadi. Mereka harus dirawat karena masih sulit bernafas dan mengalami nyeri dada.<strong> (sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33327</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Banyuwangi Larang Turis Ke Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 13:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[larangan pendakian]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/33323-tim-sar-banyuwangi-larang-turis-ke-ijen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. &#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8212; Tim SAR Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjaga ketat pintu masuk menuju Kawah Ijen, pasca letupan gas belerang Kawah Ijen yang mengakibatkan ratusan warga Kabupaten Bondowoso diungsikan, Rabu (21/3/2018) malam. </p>
<p>&#8220;Kita membantu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menghalau para pendaki Kawah Ijen. Karena bau gas belerang masih menyengat,&#8221; kata salah seorang Tim SAR Banyuwangi, Herman, di pintu masuk Kawah Ijen, jum’at (22/3/2018) sore. </p>
<p>Herman menjelaskan, sejak ditutup Rabu (21/3/2018) malam sudah ada sekitar 200 pengunjung yang akan mendaki ke puncak Ijen, namun dihalau karena gas belerang masih menyengat. </p>
<p>&#8220;Kita belum sempat membuat papan larangan pendakian. Oleh karenanya kita menjaga ketat pintu masuk jalur Kawah Ijen. Hawatir pengunjung juga ikut terpapar gas beracun,&#8221; terangnya. </p>
<p>&#8220;200 pengunjung yang hendak mendaki Kawah Ijen, didominasi oleh turis mancanegara, diantaranya, dari Negara Australia, Jerman dan Singapura. Ada juga turis domestik, tapi tidak banyak,&#8221; imbuhnya. </p>
<p>Salah seorang pengunjung asal Makasar, Alwi mengaku belum mengetahui penutupan jalur pendakian Kawah Ijen.  &#8220;Saya baru tahu Kawah Ijen ditutup setelah sampai disini, kalau jalur menuju Kawah Ijen ditutup,&#8221; katanya. </p>
<p>Alwi mengaku, baru pertama kali berkunjung ke Gunung Ijen dan ingin melihat langsung keindahan api biru atau yang dikenal dengan &#8216;blue fire&#8217;  Kawah Ijen. &#8220;Karena jalurnya ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan, saya memilih pulang saja,&#8221; terangnya. </p>
<p>Pantauan media ini, aroma gas belerang masih menyengat di kawasan Paltuding atau pintu masuk menuju Kawah Ijen. Jalur pendakian ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. <strong>(sam/nay)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33323</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
