<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Geger &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/geger/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Nov 2023 10:43:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Geger &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pantai Pantura Desa Lesong Daja Pamekasan Geger, Sosok Bayi Ditemukan Tak Bernyawa</title>
		<link>https://memontum.com/pantai-pantura-desa-lesong-daja-pamekasan-geger-sosok-bayi-ditemukan-tak-bernyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Nov 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[lesong]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201817</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Ketenangan suasana Pantai Pantura di Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, berubah menjadi geger. Itu karena, sosok mayat bayi perempuan berhasil ditemukan di tepi pantai, Sabtu (18/11/2023) tadi. Saksi mata, Suharto, menceritakan bahwa penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00. Saat itu, dirinya hendak pergi ke Pantai Pantura. Hanya saja, dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Ketenangan suasana Pantai Pantura di Desa Lesong Daja, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, berubah menjadi geger. Itu karena, sosok mayat bayi perempuan berhasil ditemukan di tepi pantai, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p>Saksi mata, Suharto, menceritakan bahwa penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 05.00. Saat itu, dirinya hendak pergi ke Pantai Pantura. Hanya saja, dalam perjalanan atau tepat di pinggir pantai, dirinya melihat bayi yang sudah meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Mayat bayi itu saya temukan saat saya hendak pergi ke Pantai. Saat saya temukan, bayi perempuan tersebut sudah meninggal,&#8221; katanya, Sabtu (18/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Suharto, karena ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, seketika itu langsung membawa jenazah bayi ke kediamannya. Selanjutnya, langsung dilaporkan ke Kepala Desa Lesong Daja.</p>



<p>&#8220;Saya langsung membawa jenazah bayi itu ke rumah dan melaporkan kepada Kepala Desa Lesong Daja,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto, menyampaikan bahwa saat ini Kapolsek Tamberu bersama jajaran tengah melakukan langkah-langkah lanjutan di lokasi. &#8220;Kapolsek Tamberu, Iptu Syaiful Bahri, bersama anggota sekarang mendatangi TKP, mencari bukti dan keterangan saksi. Mereka sudah koordinasi dengan Satreskrim Polres Pamekasan untuk melakukan langkah-langkah lanjutan,&#8221; singkatnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Mayangan Probolinggo Geger, Mayat Bayi Laki Laki Ditemukan dengan Surat Permintaan Tolong</title>
		<link>https://memontum.com/warga-mayangan-probolinggo-geger-mayat-bayi-laki-laki-ditemukan-dengan-surat-permintaan-tolong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2023 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[Mayangan]]></category>
		<category><![CDATA[permintaan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198122</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibuat geger dengan ditemukannya mayat bayi di kamar mandi dekat makam Mbah Makmum Rabu (13/09/2023) tadi. Kasus ini, hingga kinipun masih dalam penanganan petugas Polres Probolinggo Kota. Informasi Memontum.com, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh juru kunci makam Mbah Makmum, yaitu Senanto (57) sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibuat geger dengan ditemukannya mayat bayi di kamar mandi dekat makam Mbah Makmum Rabu (13/09/2023) tadi. Kasus ini, hingga kinipun masih dalam penanganan petugas Polres Probolinggo Kota.</p>



<p>Informasi Memontum.com, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh juru kunci makam Mbah Makmum, yaitu Senanto (57) sekitar pukul 15.00. Saat itu, saksi yang tengah ke kamar mandi, dibuat terkejut dengan adanya kain kafan.</p>



<p>&#8220;Awalnya, saya kira bungkusan kain kafan tersebut ingin menakut-nakuti. Sehingga tanpa curiga, saya kemudian membukanya. Namun, begitu sudah saya buka, seketika itu kaget karena melihat kaki. Dari situlah, kemudian saya laporkan ke warga dan ketua RT,” katanya.</p>



<p>Dijelaskan Senanto, bahwa sebelum kejadian penemuan itu, dirinya tidak melihat seseorangpun masuk ke kawasan makam atau pun orang yang mencurigakan. Bahkan, saat pagi hari, kain kafan tersebut masih belum ada di dalam kamar mandi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Akibat penemuan itu, kontan membuat warga setempat pun langsung berdatangan. Sementara kondisi mayat, saat itu masih melekat tali pusarnya. Sedangkan dari hasil pemeriksaan petugas Puskesmas setempat dan petugas kepolisian Polres Probolinggo Kota, mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.</p>



<p>Selain menemukan mayat bayi, ujarnya, juga terdapat surat yang diduga ditinggalkan oleh orang tua atau orang yang menaruh mayat bayi. Tulisan itu, berisi &#8216;Tolong kuburkan anak saya, namanya Rei, tolong jangan diviralkan, cukup doakan saja, saya minta tolong&#8217;.</p>



<p>Sementara itu, Kasat Samapta Polres Probolinggo Kota, AKP Ardi Bita Kumala, membenarkan mengenai penemuan itu. Bahkan, pihaknya juga telah mendatangi lokasi bersama Tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota.</p>



<p>&#8220;Saat dilakukan pemeriksaan, di sekitar mayat bayi juga ditemukan sebuah surat, yang meminta agar mayat bayi segera dimakamkan. Untuk penanganan lebih lanjut, mayat bayi kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Moh Saleh,” jelasnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198122</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Krucil Probolinggo Geger, Induk Sapi Lahirkan Anak Berkepala Cabang</title>
		<link>https://memontum.com/warga-krucil-probolinggo-geger-induk-sapi-lahirkan-anak-berkepala-cabang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[anak,]]></category>
		<category><![CDATA[berkepala]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<category><![CDATA[induk]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[krucil]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua. Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dibuat geger. Gegaranya, yakni seekor sapi yang baru lahir milik warga setempat yakni Ida (80), berkepala cabang. Selain memiliki dua kepala, mulut, hidung dan mata juga rangkap dua.</p>



<p>Salah satu warga, Surahman, mengatakan bahwa kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang tersebut menarik warga untuk melihatnya secara langsung. Bahkan, banyak warga yang mengabadikan momen langka itu dengan memotretnya menggunakan HP.</p>



<p>&#8220;Sejak anak sapi itu lahir, banyak warga yang berdatangan untuk melihat. Bahkan, banyak juga yang mengabadikan momen tersebut,&#8221; katanya, Rabu (26/07/2023) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta, drh Nikolas Nuryulianto, mengatakan jika secara teori kelahiran anak sapi dengan kepala bercabang dan mulut terpisah, itu bisa terjadi dengan induk sapi yang memiliki dua sel telur. Jika keduanya jadi, maka akan lahir sapi kembar.</p>



<p>&#8220;Jika sel telur ini bertemu dengan sperma, dan kedua sel telurnya jadi, maka akan lahir kembar, tapi tidak identik kembarnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, lanjutnya, jika hanya satu sel telurnya yang jadi dan sel telur ini membelah diri, maka akan lahir anakan sapi dengan kembar identik. Dalam kasus di Krucil ini, kemungkinan satu sel telur yang jadi. Dan sel telur ini mencoba membelah diri, tapi upaya membelah dirinya terganggu dan tidak sempurna.</p>



<p>&#8220;Karena terganggu, akhirnya tidak sempurna. Jadi, mungkin faktor ini yang menyebabkan sapi tersebut lahir dengan dua kepala. Dan terkait apa yang mengganggu pembelahan dirinya, itu memerlukan riset untuk memastikannya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Niko juga mengimbau, kepada para peternak untuk rutin memeriksakan sapinya. Terlebih, sapi yang dalam kondisi mengandung ke dokter hewan atau petugas teknis kesehatan hewan.</p>



<p>&#8220;Terlebih bagi hewan yang sedang bunting. Kami mengimbau, agar peternaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dokter hewan dan petugas teknis kami. Agar, kesehatan sapinya terjaga,&#8221; paparnya.&nbsp;<strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger, 131 Jamaah Pengajian Pamekasan Keracunan Massal, Usai Santap Makanan dari Panitia</title>
		<link>https://memontum.com/geger-131-jamaah-pengajian-pamekasan-keracunan-massal-usai-santap-makanan-dari-panitia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 03:27:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[Geger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=43060</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan&#8212;&#8211; Warga Pantura (Pantai Utara) Pamekasan digegerkan dengan adanya ratusan warga yang mengalami keracunan massal. Peristiwa naas tersebut terjadi saat warga menghadiri acara pengajian yang digelar oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumar-mar, Kabupaten Pamekasan pada Minggu (13/5/2018). Informasi yang dihimpun Memontum.com, pengajian tersebut digelar pada Sabtu malam (12/5/2018). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pamekasan&#8212;&#8211;</strong> Warga Pantura (Pantai Utara) Pamekasan digegerkan dengan adanya ratusan warga yang mengalami keracunan massal. Peristiwa naas tersebut terjadi saat warga menghadiri acara pengajian yang digelar oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumar-mar, Kabupaten Pamekasan pada Minggu (13/5/2018).</p>
<p>Informasi yang dihimpun Memontum.com, pengajian tersebut digelar pada Sabtu malam (12/5/2018). Namun naas, usai menyantap makanan yang diberikan oleh panitian, sebanyak 131 jamaah pengajian menjadi korban keracunan. Tak ayal, korban langsung dilarikan ke RS Waru untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan medis.</p>
<p>Menurut Romli (30) warga setempat, salah satu orang tua korban yang mengalami keracunan menuturkan bahwa anaknya Aini (4), awalnya mengeluh pusing, mual dan muntah. Itu terjadi setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan oleh panitia pengajian.</p>
<p>“Bersama keluarga menyantap makanan yang diberikan oleh panitia pengajian. Namun selang beberapa waktu kemudian, anak dan keluarga saya mengeluh pusing dan mengalami mual, muntah. Akibatnya saya langsung bergegas membawa ke RSUD Waru untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Romli.</p>
<p>Sementara itu, Dokter RSUD Waru, Akhmad Khusairi membenarkan ada sekitar 131 pasien datang ke RSUD Waru dengan keluhan pusing, mual dan muntah. Mereka berdatangan sejak mulai pukul 01.00 dini hari.</p>
<p>“Mereka datang dengan keluhan pusing dan mual muntah setelah selesai mengkonsunsi makanan dari acara pengajian. Sempat ada yang kejang kejang tapi kami sudah menanganinya,” terangnya.</p>
<p>Informasinya, sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) yang dipadati dengan pasien yang keracunan tersebut. Meliputi Puskesmas Batu Marmar over load (full), Puskesmas Waru over load (full). Juga Puskesmas Pasean sekitar 8 orang pasien, serta pasien paling banyak di RSUD Waru. (go/edo/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43060</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
