<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gelombang Tinggi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gelombang-tinggi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Dec 2021 14:22:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gelombang Tinggi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diterjang Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan Banyuputih Situbondo Tenggelam</title>
		<link>https://memontum.com/diterjang-gelombang-tinggi-perahu-nelayan-banyuputih-situbondo-tenggelam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2021 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diterjang Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perahu tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebuah perahu viber yang ditumpangi oleh dua nelayan warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, tenggelam di Perairan Mimbo, Sabtu (04/12/2021) petang. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.00. Saat itu, kedua korban yaitu Suki (37) dan Adi (37) warga, Dusun Mimbo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Sebuah perahu viber yang ditumpangi oleh dua nelayan warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, tenggelam di Perairan Mimbo, Sabtu (04/12/2021) petang.</p>



<p>Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan bahwa peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.00. Saat itu, kedua korban yaitu Suki (37) dan Adi (37) warga, Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, berangkat memancing ikan sekitar pukul 14.00.</p>



<p>&#8220;Menjelang sore hari, cuaca mulai hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Karena perahu mulai kehilangan keseimbangan, sehingga perlahan-lahan mulai tenggelam,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Puriyono mengungkapkan, mengetahui perahu viber yang mereka tumpangi mulai tenggelam, kedua nelayan tersebut bergegas menyelamatkan diri dengan memakai pelampung. &#8220;Kemudian, salah satu nelayan mencoba menghubungi warga dengan menggunakan handphone, untuk meminta bantuan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Puriyono menjelaskan, warga kemudian berangkat ke lokasi tenggelamnya perahu tersebut. &#8220;Alhamdulillah, sekitar pukul 21.30, kedua nelayan beserta perahu viber yang tenggelam berhasil ke bibir pantai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Puriyono menghimbau, kepada nelayan di Situbondo, untuk lebih berhati-hati lagi saat mencari ikan di laut. &#8220;Sekarang cuaca sering berubah-ubah dengan cepat. Apalagi kalau sampai hujan deras disertai angin kencang. Untuk itu, tolong selalu membawa alat pelampung kalau melaut,&#8221; terangnya. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Nelayan Pesisir Situbondo Tak Melaut, Dampak Angin Kencang dan Gelombang Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/puluhan-nelayan-pesisir-situbondo-tak-melaut-dampak-angin-kencang-dan-gelombang-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2021 05:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Pesisir Situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149529</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di awal Agustus, membuat puluhan nelayan di Pesisir Besuki, memilih tidak melaut. Sejumlah nelayan, pun terpaksa menyandarkan perahu ikannya hingga badan pantai, Senin (02/08). Salah seorang nelayan, Briya Munif (75), menuturkan Deburan ombak besar dan angin tandes terjadi di pesisir Besuki, “Banyak nelayan yang tak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di awal Agustus, membuat puluhan nelayan di Pesisir Besuki, memilih tidak melaut. Sejumlah nelayan, pun terpaksa menyandarkan perahu ikannya hingga badan pantai, Senin (02/08).</p>



<p>Salah seorang nelayan, Briya Munif (75), menuturkan Deburan ombak besar dan angin tandes terjadi di pesisir Besuki, “Banyak nelayan yang tak berani melaut. Hingga saat ini,&#8221;ungkap Briya Munif.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/hut-ke-49-sman-2-situbondo-hadirkan-parade-prima-nusantara">HUT Ke-49 SMAN 2 Situbondo Hadirkan Parade Prima Nusantara</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/merawat-persatuan-dan-meneguhkan-perjuangan-umat-jadi-tema-harlah-dpc-ppp-situbondo">Merawat Persatuan dan Meneguhkan Perjuangan Umat Jadi Tema Harlah DPC PPP Situbondo</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bi-jember-award-2025-beri-penghargaan-untuk-banyuwangi-di-kategori-ihk-dan-situbondo-non-ihk">BI Jember Award 2025 Beri Penghargaan untuk Banyuwangi di Kategori IHK dan Situbondo Non IHK</a></li>
</ul>


<p>Menurutnya, ombak masih cenderung tinggi dan angin cukup kencang sehingga tidak ada hasil tangkapan ikan.</p>



<p>Diperkirakan para nelayan tidak akan melaut sambil menunggu cuaca kembali normal untuk mencari ikan.</p>



<p>&#8220;Nunggu cuaca baik baru melaut, kadang-kadang 4 hari sampai sepekan kedepan,&#8221; kata Briya Munif</p>



<p>Lebih lanjut Briya Munif menambahkan, kalau cuaca kayak gini para nelayan memilih tidak melaut takut terjadi kecelakaan, sambil menunggu cuaca kembali normal, para nelayan memperbaiki perahu dan memperbaiki alat jaring ikan.</p>



<p>Sementara Kades Pesisir Besuki, Achmadi, membenarkan warganya memilih tidak melaut saat cuaca ekstrem seperti saat ini,&#8221; ujar Achmadi.</p>



<p>Setiap tahun selalu terjadi angin kencang dan gelombang tinggi yang mengakibatkan abrasi pantai,&#8217; beber Achmadi. “Oleh karenanya disaat warganya tidak melaut, Achmadi mengajak para nelayan membuat penahan ombak dari karung pasir dan memperbanyak terumbu karang,&#8221; ungkapnya. Kades yang diketahui cukup kreatif ini mengaku adanya penahan ombak itu akan membuat warganya aman, karena akan mengurangi abrasi pantai. “Dengan adanya penahan ombak dari karung pasir, warganya tentu semakin aman dari ancaman abrasi laut,&#8221; ujarnya. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149529</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ektrim, Sejumlah Nelayan Memilih Tidak Melaut</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ektrim-sejumlah-nelayan-memilih-tidak-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2021 07:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Alun-alun probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=134095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sejumlah nelayan di wilayah PPP Mayangan Probolinggo, memilih tidak melaut. Resiko itu diambil, akibat cuaca ekstrim disertai gelombang laut tinggi yang menerjang daerah itu. &#8220;Memang, gelombang laut diperkirakan setinggi dua hingga tiga meter. Sehingga, memiliki resiko keselamatan jika memaksakan diri melaut,&#8221; terang salah seorang nelayan, Malik, saat ditemui di Kecamatan Mayangan Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sejumlah nelayan di wilayah PPP Mayangan Probolinggo, memilih tidak melaut. Resiko itu diambil, akibat cuaca ekstrim disertai gelombang laut tinggi yang menerjang daerah itu.</p>
<p>&#8220;Memang, gelombang laut diperkirakan setinggi dua hingga tiga meter. Sehingga, memiliki resiko keselamatan jika memaksakan diri melaut,&#8221; terang salah seorang nelayan, Malik, saat ditemui di Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, Sabtu (06/02) tadi.</p>
<p>Peringatan atas bahaya cuaca ekstrim di Kota Probolinggo, turut diperkuat dengan pernyataan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jatim. Di mana, memprediksikan cuaca ekstrim masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Beberapa hari belakangan ini, kondisi perairan di PPP Mayangan, terus mengalami gelombang tinggi akibat terjangan angin dari arah Utara terus melanda daerah itu. Serta, diperparah dengan curah hujan cukup tinggi.</p>
<p>Beberapa nelayan hanya berharap, kondisi iklim buruk cepat berakhir. Sehingga, bisa melanjutkan kegiatan usaha untuk menangkap ikan dalam menunjang kondisi ekonomi keluarga.</p>
<p>&#8220;Sudah beberapa hari ini kami tidak melaut. Sehingga turut mengganggu pendapatan keluarga setiap hari,&#8221; keluhnya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/133623-horealun-alun-probolinggo-kembali-dibuka"><strong>Baca Juga : Hore…Alun-alun Probolinggo Kembali Dibuka</strong></a></p>
<p>Sementara itu, prediksi dari BMKG, bahwa cuaca saat ini menunjukkan hujan masih berpeluang turun dengan intensitas yang tinggi antara 40 hingga 100 milimeter sekali turun. Sehingga bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor, kemudian ada gelombang laut.</p>
<p>Kepala Syahbandar PPP Mayangan Probolinggo, Arif Wahyudi, menjelaskan berdasarkan prakiraan BMKG, Februari ini adalah puncak musim hujan. Sehingga curah hujan tinggi dan berpeluang terjadi di semua wilayah di Jawa Timur, tidak terkecuali di PPP Mayangan.</p>
<p>&#8220;Data dari BMKG menunjukkan adanya tekanan rendah di atas wilayah Jatim dan menyebabkan adanya pengumpulan awan hujan, yang disertai oleh angin kencang saat hujan. Sehingga bisa menyebabkan banjir,” ungkap Arif.<strong> (geo/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">134095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelombang Tinggi, Angin Kencang, Nelayan Sendang Biru Tidak Melaut</title>
		<link>https://memontum.com/gelombang-tinggi-angin-kencang-nelayan-sendang-biru-tidak-melaut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2019 11:33:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Sendang Biru Tidak Melaut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=75042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Ekstrimnya cuaca  buruk  melanda sebagian besar wilayah perairan Jawa Timur, khususnya wilayah Kabupaten Malang,seperti pantai Sendang Biru. Kondisi tersebut, membuat para nelayan enggan beraktivitas mencari ikan di laut.   Sudarsono, salah seorang pemilik perahu mengatakan, sudah lebih dari seminggu ini, para nelayan lebih memilih untuk tidak melaut. Selain karena tingginya arus gelombang juga angin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id=":wq" class="ii gt">
<div id=":xr" class="a3s aXjCH ">
<div dir="auto">
<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Ekstrimnya cuaca  buruk  melanda sebagian besar wilayah perairan Jawa Timur, khususnya wilayah Kabupaten Malang,seperti pantai Sendang Biru. Kondisi tersebut, membuat</p>
<p dir="auto">para nelayan enggan beraktivitas mencari ikan di laut.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  Sudarsono, salah seorang pemilik perahu mengatakan, sudah lebih dari seminggu ini, para nelayan lebih memilih untuk tidak melaut. Selain karena tingginya arus gelombang juga angin kencang.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  &#8220;Mereka tidak berani melaut, karena gelombang tinggi dan anginnya kencang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  Lanjut Sudarsono, untuk mengisi kekosongan waktu karena tidak melaut, kami melakukan perbaikan kapal dan jaring. Namun, ada juga yang pergi bertani atau menjadi buruh.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  &#8220;Jika melihat kondisi angin kencang dan gelombang tinggi ini, biasanya terjadi hingga bulan Februari, kadang juga hingga Maret tapi jarang. Ini merupakan siklus tahunan, setiap Januari selalu begini. Kami menyebutnya sebagai musim barat,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sementara itu, Forecaster on Duty Andy Hermanto menjelaskan, berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, di sebagian besar wilayah perairan Jawa Timur diprediksi ketinggian gelombang hingga enam meter. Gelombang tinggi hingga enam meter ini terjadi di Laut Jawa bagian timur. Yakni berkisar antara 2,5 meter hingga 6 meter.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sedangkan, untuk di Selat Madura ketinggian gelombang berkisar antara 1 hingga 2,5 m. Sedangkan di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur berkisar antara 2 hingga 5 meter. Sedangkan gelombang laut mencapai empat di perairan Masalembu dan Bawean.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Waspadai ketinggian gelombang bisa mencapai 6 m di Laut Jawa bagian timur dan perairan Kangean. Gelombang mencapai 5 m diperairan utara dan selatan Jatim dan Samudera Hindia selatan Jatim,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Andy menjelaskan, untuk kecepatan angin di Laut Jawa maksimal mencapai 35 knot atau 64 kilometer per jam. Sedangkan di Samudera Hindia selatan Jawa Timur sebesar 59 kilometer per jam, atau 32 knot.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Arah angin umumnya berhembus dari barat daya menuju barat laut. Tapi di kawasan pesisir juga diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hal ini berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian timur, perairan Masalembu, Bawean, Kangean, perairan utara Jatim dan Selat Madura serta perairan Gresik,&#8221; pungkasnya. (sur/oso)</p>
</div>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
</div>
</div>
<div id=":12p" class="hq gt a10">
<p class="hp">
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75042</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
