<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>genangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/genangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jan 2026 10:58:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>genangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Parkir Gedung Kayutangan Heritage Dievaluasi, Ditemukan Genangan dan Akses Curam</title>
		<link>https://memontum.com/parkir-gedung-kayutangan-heritage-dievaluasi-ditemukan-genangan-dan-akses-curam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan air di beberapa lantai parkir serta kebocoran di sejumlah titik bangunan. Kondisi itu, dinilai mengganggu kenyamanan pengguna parkir, khususnya pengendara sepeda motor.</p>



<p>“Waktu malam Tahun Baru kami cek, masih ada beberapa kekurangan. Ada yang lantainya tergenang, pengendara jadi agak keceh dan juga ditemukan beberapa titik yang bocor. Karena masih masa perbaikan, saya minta pihak ketiga segera menyelesaikan,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (02/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa sebelum kebijakan parkir gratis diberlakukan, seluruh kekurangan tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu. Rencananya, setelah perbaikan rampung pada 7 Januari 2026 gedung parkir akan digratiskan selama satu minggu.</p>



<p>&#8220;Harapannya seluruh kendaraan roda dua semua bisa masuk. Beberapa pengendara motor yang saya tanyai justru senang karena lebih aman dan tertata. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Kayutangan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa ada sejumlah aspek teknis yang masih perlu perbaikan. “Evaluasi pertama soal rambu dan tanda panah arah yang masih kurang jelas. Lalu ada pengendara motor yang kesulitan saat keluar karena tanjakannya terlalu tinggi, terutama di akses keluar menuju Jalan Majapahit,” jelas Rahmat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Dishub juga mencatat tikungan di beberapa titik masih terlalu tajam. Kemudian, belum adanya gundukan pembatas ban untuk kendaraan roda empat, serta genangan air yang muncul saat hujan.</p>



<p>“Yang paling krusial itu rambu-rambu karena menyangkut keselamatan. Lalu genangan air dan tanjakan keluar motor yang cukup menyulitkan, terutama bagi pengendara lanjut usia,” tuturnya.</p>



<p>Rahmat menegaskan, seluruh kekurangan tersebut akan ditangani dalam masa perawatan oleh pihak vendor yang berlangsung selama satu tahun. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.</p>



<p>“Tanjakan akan dikurangi ketinggiannya, genangan air ditangani dan rambu-rambu diperjelas. Ini bagian dari perawatan karena bangunan kemarin selesai mepet tenggat waktu,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk mendukung proses perbaikan, Dishub Kota Malang menutup sementara operasional Gedung Parkir Kayutangan Heritage mulai 1 hingga 6 Januari 2026. Gedung parkir dijadwalkan kembali dibuka pada 7 Januari hingga 13 Januari dengan status parkir gratis.</p>



<p>“Uji coba tanggal 31 Desember itu untuk mengetahui kendalanya. Secara umum mampu menampung volume kendaraan, meski saat malam Tahun Baru penuh hingga dini hari,” imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Masterplan Drainase Berjalan, Wali Kota Wahyu Targetkan Kota Malang Bebas Genangan 2028</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-masterplan-drainase-berjalan-wali-kota-wahyu-targetkan-kota-malang-bebas-genangan-2028</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masterplan]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227746</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan banjir dan genangan, melalui penerapan masterplan drainase. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (15/11/2025) tadi. Menurut pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, penanganan banjir saat ini sedang berada dalam fase pembangunan di sejumlah titik prioritas. Tentunya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan banjir dan genangan, melalui penerapan masterplan drainase. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (15/11/2025) tadi.</p>



<p>Menurut pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, penanganan banjir saat ini sedang berada dalam fase pembangunan di sejumlah titik prioritas. Tentunya, itu dikerjakan secara bertahap hingga tahun 2028.</p>



<p>“Strategi penanganan banjir banyak. Kita saat ini dalam proses melaksanakan masterplan drainase. Tahapannya sudah berjalan,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, kondisi banjir yang terjadi akhir-akhir ini dipengaruhi intensitas hujan tinggi serta posisi geografis Kota Malang yang menerima limpasan air dari wilayah atas, terutama Kota Batu. Meski demikian, Wahyu memastikan bahwa seluruh titik rawan kini sudah masuk dalam perencanaan teknis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Intensitas hujan sangat tinggi dan volume drainase sudah dibuat sesuai rata-rata hujan tahunan. Tapi ketika ada hujan ekstrem tentu berdampak. Kita di dataran tinggi dan menerima limpahan, itu juga mempengaruhi,” ujarnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa sejumlah kawasan seperti Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bondowoso dan Letjen Sutoyo sedang dalam proses realisasi sesuai masterplan 2028. “Di Suhat, titik-titik banjir sedang kita tangani semua. Bozem juga sudah kita manfaatkan. Ini contoh tahapan menuju target bebas genangan 2028,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa masyarakat juga harus dapat memahami bahwa penyelesaian banjir tidak bisa diselesaikan secara instan. “Banjir tidak bisa simsalabim. Saya masuk jadi wali kota terus langsung selesai, tidak seperti itu. Tapi tahapan menuju ke sana sudah kita lakukan,” imbuh Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227746</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Genangan Air Mulai Surut, Penanganan Dampak Banjir Lumajang Terus Dilakukan</title>
		<link>https://memontum.com/genangan-air-mulai-surut-penanganan-dampak-banjir-lumajang-terus-dilakukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dilakukan]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[surut,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227316</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan penanganan banjir yang menggenangi rumah warga di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto dan sekitarnya. Diketahui, bahwa ribuan rumah warga tergenang banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Jatiroto, pada Kamis (30/10/2025) malam hingga Jumat (31/10/2025) dini hari. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan penanganan banjir yang menggenangi rumah warga di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto dan sekitarnya.</p>



<p>Diketahui, bahwa ribuan rumah warga tergenang banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Jatiroto, pada Kamis (30/10/2025) malam hingga Jumat (31/10/2025) dini hari. Curah hujan tinggi, menyebabkan luapan anak Sungai Bondoyudo–Avour Dimo hingga menggenangi rumah warga.</p>



<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menyampaikan bahwa sejak laporan pertama diterima pada pukul 05.15, TRC langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, evakuasi ringan dan pendataan kebutuhan mendesak warga terdampak. “Kami langsung menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan membantu warga di titik genangan. Saat ini genangan air sudah mulai surut dan penanganan pasca banjir terus kami lakukan,” kata Yudi, di sela kegiatan penyaluran bantuan darurat, Jumat (31/10/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, hujan deras yang terjadi selama beberapa jam, menyebabkan debit air anak Sungai Bondoyudo meningkat dan meluap ke pemukiman warga di Dusun Kokapan I, Kokapan II dan Persil, Desa Rojopolo, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter di beberapa titik. Meski demikian, Yudi menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>BPBD bersama lintas sektor seperti Polsek Jatiroto, Koramil 0821/12 Jatiroto, Pemerintah Kecamatan Jatiroto, Dinas PUTR, Dinas Sosial, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan. “Langkah awal kami adalah memastikan keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, terutama makanan siap saji dan air bersih,” tambah Yudi.</p>



<p>Sebagai langkah darurat, pemerintah membuka pintu air di Dusun Persil guna mempercepat penurunan debit air. Selain itu, distribusi bantuan logistik terus dilakukan. Bahkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa 60 kaleng makanan siap saji, 524 kaleng tambahan gizi dan 615 kaleng lauk pauk kepada warga terdampak.</p>



<p>Sementara itu, SDN Rojopolo 02 yang turut tergenang di bagian halaman sekolah, untuk sementara melaksanakan pembelajaran secara daring untuk menjamin keselamatan siswa. Hingga pukul 11.00, genangan di sejumlah titik dilaporkan berangsur surut antara 10–60 sentimeter. Tim gabungan tetap bersiaga untuk memantau kemungkinan hujan susulan serta memastikan proses pemulihan berjalan lancar.</p>



<p>Yudi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Pusdatin Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat dukungan teknis dan logistik, termasuk pemantauan debit sungai serta potensi cuaca ekstrem di wilayah hulu. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas tinggi beberapa hari ke depan. BPBD bersama pemerintah desa siap memberikan bantuan dan informasi jika terjadi kondisi darurat,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan kerja cepat lintas sektor dan koordinasi berjenjang, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan penanganan bencana dilakukan secara tanggap, terukur dan berorientasi pada keselamatan warga. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227316</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kurangi Genangan Air, DPUPRPKP Kota Malang Kebut Empat Titik Pengerjaan Drainase</title>
		<link>https://memontum.com/kurangi-genangan-air-dpuprpkp-kota-malang-kebut-empat-titik-pengerjaan-drainase</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202775</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, di tahun 2023 ini sudah menyelesaikan pengerjaan drainase di 62 titik. Hal itu dilakukan, guna untuk mengurangi genangan air yang terjadi di Kota Malang akibat hujan lebat. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, di tahun 2023 ini sudah menyelesaikan pengerjaan drainase di 62 titik. Hal itu dilakukan, guna untuk mengurangi genangan air yang terjadi di Kota Malang akibat hujan lebat.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika dari 62 titik tersebut masih tersisa empat titik yang saat ini masih sedang dalam tahap pengerjaan. Diantaranya, yaitu bozem Tunggulwulung, pengerjaan drainase di Jalan Sulawesi, Danau Toba dan Jalan Ki Ageng Gribig.</p>



<p>“Jadi di Jalan Ki Ageng Gribig dan Jalan Danau Toba, itu satu paket konsolidasi pengerjaan drainase. Kalau di Jalan Sulawesi, itu tinggal bikin bak kontrol saja. Penyelesaian drainase di tahun 2023 ini sudah berkisar 93 persen,” ujar Dandung-sapaannya, Senin (04/12/2023) tadi.</p>



<p>Untuk di tahun ini, menurutnya masih difokuskan pada penyelesaian drainase yang berada di Jalan Danau Toba, atau sekitar Sawojajar. Namun, juga tidak meninggalkan titik-titik lainnya. Seperti yang berada di Jalan Ahmad Yani dan pengerjaan Bozem di Tunggulwulung, Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Memang dulu yang di Sawojajar itu kan tinggi genangan air bisa lebih dari satu lutut, nah itu nanti diproyeksikan bisa mengurangi tinggi genangan itu. Jadi misal mungkin genangannya bisa se mata kaki dan peresapannya kurang lebih juga sekitar 15 menit air bisa meresap,” jelasnya.</p>



<p>Saat disinggung mengenai kendala dalam pengerjaan drainase tersebut, menurutnya yaitu karena utilitas di dalam tanah. Meskipun begitu pihaknya juga sudah melakukan koordinasi bersama dengan PDAM.</p>



<p>“Walaupun secara perencanaan, kita sudah teridentifikasi namun letaknya itu kan yang kita tidak bisa memprediksi posisinya di mana. Kita juga sudah koordinasi dengan PDAM. Kalau untuk cuaca hujan sekarang ini, kan itu tidak bisa diprediksi. Jadi kendala utamanya ya utilitas itu,” tuturnya.</p>



<p>Ke depan, di tahun 2024 DPUPRPKP Kota Malang akan mengerjakan 86 titik drainase. Itu didapatkan dari usulan musrenbang dan pokir dari masyarakat. Diantaranya, yaitu di daerah Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p>“Yang sering banjir kan di daerah Pizza Hut itu Soekarno Hatta, nanti fokusnya disitu. Selain itu juga di jalan Anggrek Panda, Flamboyan, Cempaka Kuning, itu nanti kita selesaikan di 2024. Jadi ini kita prioritaskan pada kegiatan yang bersumber dari musrenbang dan pokir. Tapi tetap sesuai dengan masterplan drainase. Ini bentuk apresiasi kita terhadap usulan masyarakat lewat musrenbang dan pokir,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebocoran Pipa PDAM di Pasar Gadang Kota Malang Sebabkan Genangan Air</title>
		<link>https://memontum.com/kebocoran-pipa-pdam-di-pasar-gadang-kota-malang-sebabkan-genangan-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197580</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pipa air milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang di area Pasar Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengalami kebocoran hingga menyebabkan genangan air di sepanjang Jalan Pasar Induk Gadang, Selasa (05/08/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Direktur utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas, menyampaikan jika saat ini pihaknya telah menerjunkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Pipa air milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang di area Pasar Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengalami kebocoran hingga menyebabkan genangan air di sepanjang Jalan Pasar Induk Gadang, Selasa (05/08/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.</p>



<p>Direktur utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Nor Muhlas, menyampaikan jika saat ini pihaknya telah menerjunkan beberapa petugas, guna menangani permasalahan kebocoran tersebut. &#8220;Betul (ada kebocoran). Ini petugas sudah berada di lokasi untuk eksekusi. Sudah dimatikan aliran air di area itu agar tidak tergenang dan terbuang,” kata Muhlas.</p>



<p>Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti, penyebab kebocoran pipa yang mengakibatkan Pasar Gadang digenangi air. Untuk saat ini, juga masih dalam proses identifikasi penyebab utama kebocoran tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Senada dengan itu, Direktur Teknis Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Arimurti, juga menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab kebocoran tersebut. &#8220;Kami belum melihat kondisi begitu digali. Karena begitu digali, itu kelihatan pecahnya seperti apa, itu kami baru tahu dan bisa diidentifikasi. Kalau sekarang belum bisa. Saat ini kami sedang proses perbaikan dengan mematikan aliran dan masih proses penggalian,” ujar Arimurti.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannu jika potensi kebocoran pipa kemungkinan terjadi pada saluran pipa lama, yang telah ada sejak jaman Belanda. “Memang ada yang tua tapi itu bangunan Belanda jadi memang harus kami lihat dulu. Makanya kami tidak bisa mengetahui. Harus digali dulu, pecahannya seperti apa, baru tahu sebabnya,” imbuhnya.</p>



<p>Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, pada pukul 12.30 WIB, genangan air di kawasan tersebut nampak mulai surut. Namun, di beberapa titik jalan masih telihat genangan air setinggi mata kaki orang dewasa, sehingga juga menggenangi bedak-bedak milik pedagang di sana. Selain itu, arus lalu lintas di wilayah tersebut juga nampak mulai lancar setelah sebelumnya terdampak oleh genangan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197580</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
