<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>genaro &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/genaro/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 05:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>genaro &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dukung Pelestarian Budaya, Wali Kota Malang Tampil di Pementasan Ludruk Genaro Ngalam di TMII</title>
		<link>https://memontum.com/dukung-pelestarian-budaya-wali-kota-malang-tampil-di-pementasan-ludruk-genaro-ngalam-di-tmii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[genaro]]></category>
		<category><![CDATA[Ludruk]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[ngalam]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Pementasan]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi. Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri sekaligus ikut berpartisipasi sebagai pemain tamu dalam pementasan Ludruk Genaro Ngalam yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (09/11/2025) tadi.</p>



<p>Kehadiran pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya kesenian ludruk yang terus tumbuh dan diapresiasi masyarakat melalui Komunitas Genaro Ngalam. Selain menjadi ajang seni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Wali Kota Wahyu, untuk menyapa dan memberi perhatian kepada warga Malang yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.</p>



<p>“Sebagai Bapak e Wong Malang, saya ingin kebersamaan dan jalinan emosional antara pemerintah daerah dan warganya terus terjaga di mana pun mereka berada,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Wali Kota Wahyu juga tampil di atas panggung, bersama sejumlah bintang tamu nasional. Diantaranya, seperti Cak Lontong, Cak Akbar, Tessy dan beberapa komedian ludruk lainnya. Kolaborasi tersebut, menghadirkan suasana hangat, jenaka, sekaligus membangkitkan kebanggaan terhadap budaya Malang yang ditampilkan secara modern, namun tetap mempertahankan ruh tradisionalnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Malang di bawah kepemimpinannya akan terus membangkitkan serta melestarikan kebudayaan dan peninggalan masa lalu. “Menolak Lupa menjadi tagline saya sejak dahulu. Kebudayaan asli Ngalam dan peninggalan heritage harus kita jaga dan hidupkan kembali,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu menyampaikan, bahwa Pemkot Malang telah mengaktifkan kembali gedung kesenian di Kota Malang dengan berbagai gelaran seni budaya. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada Komunitas Genaro Ngalam dan seluruh panitia yang sukses menghadirkan karya budaya di panggung nasional.</p>



<p>“Seni tradisi adalah jembatan yang menghubungkan identitas, sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Malang. Ludruk bukan hanya hiburan, tetapi cermin kearifan lokal yang mengajarkan kritik sosial, humor, dan persaudaraan. Pemerintah Kota Malang akan selalu mendukung upaya pelestarian budaya seperti ini, termasuk memperkuat rasa bangga sebagai arek Malang di mana pun berada,” tegasnya.</p>



<p>Acara sendiri, berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang hadir. Selain menjadi ajang silaturahmi warga Malang di perantauan, pementasan ini juga membuktikan bahwa seni tradisi tetap relevan dan dicintai lintas generasi. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227577</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
