<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gendam &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gendam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Jan 2021 08:37:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gendam &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pedagang Buah Jadi Korban Gendam, Merugi Sekitar Rp 3 Juta</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-buah-jadi-korban-gendam-merugi-sekitar-rp-3-juta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 08:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[CCTV]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Buah]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Junrejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=131930</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Nasib apes dialami Dini (29) pedagang buah di Jalan Raya Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Korban harus mengadukan perkara ke Polsek Junrejo, akibat menjadi sasaran aksi gendam di lokasi tempatnya berjualan. Akibat kejadian yang berlangsung Senin (11/01) itu, korban kehilangan HP Realmi 7i dan mengalami kerugian sekitar Rp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Nasib apes dialami Dini (29) pedagang buah di Jalan Raya Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Korban harus mengadukan perkara ke Polsek Junrejo, akibat menjadi sasaran aksi gendam di lokasi tempatnya berjualan.</p>



<p>Akibat kejadian yang berlangsung Senin (11/01) itu, korban kehilangan HP Realmi 7i dan mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.</p>



<p>Dalam keterangannya ke petugas, korban mengaku, bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00. Saat itu, dirinya sudah menggelar buah jualannya di lapak.</p>



<p>&#8220;Ketika sedang berjualan, datang seseorang yang mengaku sebagai pegawai pemerintahan. Pelaku mempengaruhi korban dan mengatakan jika akan ada penggusuran lapak,&#8221; kata korban, Selasa (12/01) tadi.</p>



<p>Dari situ, tambah korban, selanjutnya pelaku meminjam HP miliknya. Dengan alasan, untuk dokumentasi karena HP pelaku, keluaran lama sehingga perlu meminjam milik korban.</p>



<p>&#8220;Saat itu, langsung saya berikan. Setelah itu, saya sudah lupa. Saya sadarnya, ketika anak saya menangis. Sementara pelakunya, sudah tidak ada,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kanit Reskrim Polsek Junrejo, Ipda Hendik Yuli, membenarkan mengenai kejadian itu. Korban mengadukan perkara ke Polsek, pada malam seusai kejadian.</p>



<p>&#8220;Ya, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Junrejo sekitar pukul 19.00. Itu merupakan modus penipuan untuk menguasai barang milik korban,&#8221; paparnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/01) tadi.</p>



<p>Ditambahkan, dari pengembangan di sekitar lokasi, diketahui terduga pelaku dalam melancarkan aksinya, memakai jaket hitam serta topi berlogo menyerupai Aparatur Sipil Negara (ASN). Perbuatan pelaku itu, terekam CCTV.</p>



<p>&#8220;Intinya, sebagaimana keterangan korban, pelaku mengaku perangkat pemerintah. Aksi tersebut, terekam CCTV,&#8221; kata Kanit Reskrim. <strong>(cw2/sit)</strong></p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131930</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Trio Tukang Gendam Lintas Kota Dibekuk Polres Batu</title>
		<link>https://memontum.com/trio-tukang-gendam-lintas-kota-dibekuk-polres-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 19:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[polres batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119148-trio-tukang-gendam-lintas-kota-dibekuk-polres-batu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Polres Batu melalui jajaran Reskrim berhasil meringkus tiga tersangka kejahatan penipuan dengan modus gendam. Mereka tertangkap usai melakukan aksinya dan terekam kamera CCTV yang sempat viral di media sosial. Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan, usai ada laporan, petugas langsung mendalami kasus ini. Hasilnya ketiga tersangka pun langsung diamankan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Polres Batu melalui jajaran Reskrim berhasil meringkus tiga tersangka kejahatan penipuan dengan modus gendam. Mereka tertangkap usai melakukan aksinya dan terekam kamera CCTV yang sempat viral di media sosial.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama mengatakan, usai ada laporan, petugas langsung mendalami kasus ini. Hasilnya ketiga tersangka pun langsung diamankan di rumah masing-masing.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-119149" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG20200713131308-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG20200713131308-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG20200713131308-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG20200713131308-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG20200713131308-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Mereka diamankan usai penyidik mengembangkan kasus dari rekaman CCTV yang beredar di media sosial dan viral,&#8221; kata kapolres dalam press rilis di halaman Mapolres Batu, Senin siang (13/7/2020).</p>
<p>Tiga pelaku yang diamankan pertama, M. Ali (50), pekerjaan karyawan swasta, alamat RT 1 RW 8, Dusun Terate, Desa Karang Sentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Kedua, Didik Mokhamad Fauji alias Didik (49), merupakan perangkat desa, beralamat di RT 2 RW 2, Desa Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Ketiga, Mukhammad Salam (55), karyawan swasta, alamat RT 1 RW 6, Dusun Grinting, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.</p>
<p>Para pelaku pun dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Lalu, barang bukti (BB) yang diamankan satu unit mobil ertiga warna abu-abu metalik Nopol N 1059 WW, satu buah kopyah/songkok wana putih, satu buah baju taqwa lengan panjang warna putih, satu buah sarung warna hijau, dua buah uang koin receh, satu lembar uang dua ribuan, satu lembar kantong plastik warna putih, dan uang tunai sebesar Rp 1,45 juta hasil penjualan cincin.</p>
<p>Kronologis kejadian, pada Selasa (7/7/2020), sekitar pukul 7.00 WIB di depan Toko Kardus, Jalan Brantas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Usai korban D, 80 tahun berbelanja, tiba-tiba ketika hendak pulang ada mobil pelaku dan berhenti.</p>
<p>Salah satu pelaku berinisial M A pura-pura menanyakan kepada korban letak lokasi Pasar Besar. Lalu, pelaku menyuruh korban berkata kepada pelaku lainnya M D dan berkata &#8220;nggihpun jenengan bejo ten kiai/gus&#8221; (Iya anda bilang ke Kiai/Gus).</p>
<p>Dari situ korban menghampiri pelaku M D dan ia pun mendoakan korban agar dapat naik haji, dijauhkan dari penyakit dengan syarat untuk menyiapkan uang Rp 2000 ribu, untuk dimasukkan ke kotak amal masjid sambil mengambil air yang berada di dalam masjid untuk berwudhu sambil dibacakan surat Al Fatihah.</p>
<p>Lalu, pelaku M Ali mengatakan kepada pelaku M Didik. Tiba-tiba korban tak sadarkan diri, dan dua cincin emas yang dipakai korban raib diganti uang receh berbungkus tisu yang dimasukkan ke kantong kresek hitam. Kemudian pelaku langsung kabur. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku Gendam &#8220;Singapura&#8221; Dibekuk, Libatkan Istri, Mudah Cemburuan</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-gendam-singapura-dibekuk-libatkan-istri-mudah-cemburuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 12:01:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 362]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102282-pelaku-gendam-singapura-dibekuk-libatkan-istri-mudah-cemburuan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Komplotan pelaku gendam, Agus Sutopo (45) Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, cukup hanya mengandalkan komunikasi yang baik supaya para korbannya terbujuk rayu hingga mau menyerahkan uang. Agus Cs berjumlah 4 orang yang masing-masing memiliki peran dalam setiap aksinya. Seperti halnya seorang aktor, masing-masing pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Komplotan pelaku gendam, Agus Sutopo (45) Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, cukup hanya mengandalkan komunikasi yang baik supaya para korbannya terbujuk rayu hingga mau menyerahkan uang.</p>
<p>Agus Cs berjumlah 4 orang yang masing-masing memiliki peran dalam setiap aksinya. Seperti halnya seorang aktor, masing-masing pelaku dituntut serba bisa. Seperti Agus, saat dirilis pada Selasa (17/12/2019) siang di Polresta Malang Kota, dia terlihat pandai bermain kata.</p>
<p>&#8220;Hasilnya buat heli barang-barang, saya sumbangkan ke fakir miskin, tempat ibadah. Saya sudah bosan hidup karena uang seperti ini tidak barokah. Saya punya 6 anak , 3 anak kandung dan 3 anak angkat. Anak saya sudah kuliah,&#8221; ujar Agus tanpa beban.</p>
<p>Agus menceritakan aksi penipuan yang dilakukannya, sudah berjalan 10 tahun.</p>
<p>&#8220;Awalnya saya kerja di proyek. Namun sejak 10 tahun ini saya bersama teman-teman Jakarta mulai melakukan penipuan di Jakarta, Kalimantan dan Jawa Timur. Uang hasil kejahatan kita bagi berempat,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Untuk uang asing mereka biasanya membeli di Pasar Senin Jakarta. &#8221; Uang asing Brazil, Rusia dan Turki, banyak dijual di Pasar Senin. Untuk 1 bendel dijual Rp 2 juta. Uang itu dijual murah karena sudah kadaluarsa, tidak.laku karena berlakunya sudah habis,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Saat ditanya kenapa sampai melibatkan istrinya, Agus mengaku mengajak istrinya karena suka cemburu. &#8221; Saya dulu punya pacar cantik, makanya istri saya cemburu. Dari pada serung cemburu, dia kami ajak juga,&#8221; ujar Agus.</p>
<p>Hal itu dibenarkan Aldila (36) istrinya bahwa dia kerap cemburu hingga ikut bergabung dengan komplotan ini. &#8220;Saya suka cemburu, oleh karena itu saya ikut juga bergabung,&#8221; ujar Aldela.</p>
<p>Komplotan ini sangatlah licin. Terbukti sudah beraksi sejak 10 tahun lalu, namun baru kali ini berhasil ditangkap polisi.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa masing- masjng pelaku mempunyai peran untuk memlengaruhi korbannya.</p>
<p>&#8220;Kami imbau kepada masyarakat yang sudah menjadi korban dari komplotan ini bisa datang ke Polresta Malang Kota,&#8221; ujar AKBP Leonardus.</p>
<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, jaringan gendam antar Kota di Indonesia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota, Minggu (15/12/2019) diang. Ternyata 2 pelaku yang berhasil ditangkap adalah pasangan suami istri Agus Sutopo (45) dan Aldila Apriliana Nurita (37) keduanya warga Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.</p>
<p>Keduanya adalah sindikat pelaku gendam yang mengaku sebagai warga Singapura. Agus bertugas sebagai driver mobil, Aldila bertugas sebagai combe/ merayu korban agar percaya dengan para tersangka.</p>
<p>Dua DPO yakni An, bertugas sebagai pegawai Bank dan Tt alias Mister warga Jakarta, berperan sebagai orang asing dari Singapura yang hendak menyumbang ke Panti atau yayasan sosial.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kotamalang.memontum.com/2638-pelaku-gendam-singapura-dibekuk-pasutri-bosan-hidup-beraksi-10-tahunan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pelaku Gendam “Singapura” Dibekuk, Pasutri “Bosan Hidup”, Beraksi 10 Tahunan</a></p>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa komplotan ini seringkali melakukan aksi gendam dikawasan Jakarta, Kalimantan dan juga di Jawa Timur sejak 10 tahun lalu.</p>
<p>Untuk di Kota Malang sendiri, sudah 3 kali dilakukan dan hasilnya ratusan juta rupiah dalam sekali gendam. Untuk di Kota Malang sendiri ada 3 LP yang sudah masuk laporannya yakni pada 16 Oktober 2018, 25 September 2019 dan 1 November 2019. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku Gendam &#8220;Singapura&#8221; Dibekuk, Pasutri &#8220;Bosan Hidup&#8221;, Beraksi 10 Tahunan</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-gendam-singapura-dibekuk-pasutri-bosan-hidup-beraksi-10-tahunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 11:19:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 362]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Malang Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102267-pelaku-gendam-singapura-dibekuk-pasutri-bosan-hidup-beraksi-10-tahunan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Jaringan gendam antar Kota di Indonesia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota, Minggu (15/12/2019) siang. Ternyata 2 pelaku yang berhasil ditangkap adalah pasangan suami istri Agus Sutopo (45) dan Aldila Apriliana Nurita (37) keduanya warga Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Keduanya adalah sindikat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Jaringan gendam antar Kota di Indonesia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota, Minggu (15/12/2019) siang.</p>
<p>Ternyata 2 pelaku yang berhasil ditangkap adalah pasangan suami istri Agus Sutopo (45) dan Aldila Apriliana Nurita (37) keduanya warga Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.</p>
<p><div id="attachment_102269" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102269" decoding="async" class="size-full wp-image-102269" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/Lumii_20191217_175620445-copy.jpg?resize=740%2C555&#038;ssl=1" alt="ID : Identitas palsu yang diamankan. (gie) " width="740" height="555" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/Lumii_20191217_175620445-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/Lumii_20191217_175620445-copy.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/Lumii_20191217_175620445-copy.jpg?resize=600%2C450&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/Lumii_20191217_175620445-copy.jpg?resize=200%2C150&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102269" class="wp-caption-text">ID : Identitas palsu yang diamankan. (gie)</p></div></p>
<p>Keduanya adalah sindikat pelaku gendam yang mengaku sebagai warga Singapura. Agus bertugas sebagai driver mobil, Aldila bertugas sebagai combe/ merayu korban agar percaya dengan para tersangka. Dua DPO berinisial AN, bertugas sebagai pegawai Bank dan TT alias Mister warga Jakarta, berperan sebagai orang asing dari Singapura yang hendak menyumbang ke Panti atau yayasan sosial.</p>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa komplotan ini seringkali melakukan aksi gendam di kawasan Jakarta, Kalimantan dan juga di Jawa Timur sejak 10 tahun lalu.</p>
<p>Untuk di Kota Malang sendiri, sudah 3 kali dilakukan dan hasilnya ratusan juta rupiah dalam sekali gendam. Di Kota Malang sendiri ada 3 LP yang sudah masuk laporannya yakni pada 16 Oktober 2018, 25 September 2019 dan 1 November 2019.</p>
<p>Seperti halnya pada 25 September 2019 pukul 14.00, mereka melakukan aksi gendam dan pencurian di kawasan Jl Pulosari, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.</p>
<p><div id="attachment_102268" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102268" decoding="async" class="size-full wp-image-102268" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="UANG : Bundelan uang yang ternyata di dalamnya hanya kertas kosong. (gie)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191217-WA0086-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102268" class="wp-caption-text">UANG : Bundelan uang yang ternyata di dalamnya hanya kertas kosong. (gie)</p></div></p>
<p>Saat itu yang menjadi korban adalah Sofyan (61) pensiunan PNS warga asal Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Bahkan saat itu, Sofyan mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta.</p>
<p>Kronologisnya bahwa saat kejadian, korban didatangi oleh pelaku mengaku bernama Ibrahim, warga Singapura saat berada di Jl Tangkuban Perahu, Kecamatan Klojen.</p>
<p>Ibrahim mengaku bingung hendak menyumbang uang ke Panti sosial di kawasan Sumberpucung Kanuoaten Malang, namun tidak memiliki uang rupiah. Sebab semua uangnya dalam bentuk dolar Brasil dan dolar Rusia.</p>
<p>Saat itu muncul Aldila yang mengaku bernama Refa. Aldila mendorong korban supaya memberikan bantuan kepada Ibrahim untuk penukaran uang. Ibrahim mengaku tidak mau menukar di bank karena takut riba.</p>
<p>Lalu muncul pelaku lainnya mengaku bernama Andri, mengaku sebagai petugas Bank. Dia datang mengendarai mobil Avanza yang dikemudikan tersangka agus.</p>
<p>Selanjutnya korban diminta untuk masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Andre berpura-pura memeriksa uang milik Ibrahim. Dia iemudian memainkan peran meyakinkan kepada korban bahwa uang dolar tersebut adalah uang asli.</p>
<p>Lantas korban ke Bank menarik uang Rp 500 juta yang hendak ditukar dengan uang dolar milik para pelaku. Saat itu korban diajak makan hingga ditinggal kabur di kawasan Jl Pulosari. Karena alami kerugian Rp 500 juta, kejadian itu lalu dilaporkan ke Polresta Malang Kota.</p>
<p>Petugas Resmob Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan hingga mengetahui wajah -wajah pelaku melalui CCTV. Petugas berhasil menangkap Pasutri Agus dan Aldila di Magelang.</p>
<p>Adapun BB (Barang-Bukti) berhasil diamankan petugas berupa Uang Dolar Brasil pecahan 1000&#215;48 lembar, Uang Dolar Rusia pecahan 1000&#215;169 lembar, uang tunai Rp 509.000, identitas palsu pegawai bank atas nama Refa alias Aldila serta beberapa identitas palsu lainnya, barang-barang elektronik dan banyak BB lainnya termasuk barang-barang yang dibeli dari hasil kejahatan serta bendelan uang Rp100.000 yang dalam bendelan hanya kertas kosong.</p>
<p>Adapun di Kota Malang sendiri, aksi pertamanya pada 16 Oktober 2018 di Jl Merdeka Timur, berhasil mendapatkan uang Rp 11 juta, aksi pada 25 September 2019 di Jl Pulosari mendapatkan uang Rp 500 juta dan aksi pada 1 November 2019 di Jl Veteran, berhasil mendapatkan uang Rp 175 juta.</p>
<p>Menurut keterangan Agus, bahwa setiap kali beraksi uang hasil kejahatan selalu dibagi empat.</p>
<p>&#8220;Hasilnya saya gunakan beli kayboard, barang-barang elektronik. Sisanya saya bagikan ke fakir-fakir miskin dan sumbangkan tempat ibadah. Saya sendiri sudah bosan hidup karena mendapatkan banyak uang berapapun yang kita dapatkan tidak barokah,&#8221; ujar Agus saat dirilis pada Selasa (17/12/2019) siang.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, mengatakan bahwa tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP, 372 KUHP dab 378 KUHP.</p>
<p>&#8220;Tersangka datang ke Kota Malang gunakan mobil rental. Modusnya menawarkan kepada korvan untuk mau menukarkan uang asing. Mengajak korbannya dengan imbalan dapat fee penukaran. Pelaku beralasan tidak mau menukar uang di bank karena riba. Mereka setiap kali beraksi sebanyak 4 orang. Ada 2 pelaku yang masih dalam pengejaran,&#8221; ujar AKBP Leonardus. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penipu Ngaku Polisi, Ditangkap Berwajah Melas, Gendam 13X</title>
		<link>https://memontum.com/penipu-ngaku-polisi-ditangkap-berwajah-melas-gendam-13x</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2019 11:56:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 378]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101521-penipu-ngaku-polisi-ditangkap-berwajah-melas-gendam-13x</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Seorang pelaku gendam yang kerap mengaku sebagai polisi, tersangka JL alias Lim (45) warga ber-KTP Jl Halim Perdana Kususa, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, hingga Minggu (8/12/2019) siang, masih terus menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota. Sebelumya, dia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota beberapa waktu lalu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pelaku gendam yang kerap mengaku sebagai polisi, tersangka JL alias Lim (45) warga ber-KTP Jl Halim Perdana Kususa, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, hingga Minggu (8/12/2019) siang, masih terus menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota.</p>
<p>Sebelumya, dia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota beberapa waktu lalu. Dalam aksinya Lim melakukan aksi gendam dengan sasaran toko-toko di Kota Malang. Bahkan dia mengaku sudah 13 kali melakukan aksi gendam di Kota Malang dengan hasil belasan juta rupiah.</p>
<p>Informasi Memontum.com, bahwa Lim telah melakukan aksi gendam di Counter HP Malang Pulsa milik Ayu (23) di Jl Satsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada 26 November 2019.</p>
<p>Modusnya dia mendatangi konter HP tersebut dengan berpura-pura hendak menukar uang sebesar Rp 1,5 juta.</p>
<p>Saat itu Ayu seperti terkena gendam, dia menurut saja saat Lim membawa uang Rp 1,5 juta tersebut. Ayu seperti tidak bisa menolak, meskipun Lim belum menyerahkan uang penukaran.</p>
<p>Lim kemudian pergi dengan membawa uang Rp 1,5 juta tersebut dengan alasan akan ke ATM untuk setor uang dan nantinya akan mengamnil uang yang akan dibuat penukaran. Walapun terlihat sangat janggal, namun lagi-lagi Ayu tidak bisa menolak. Dia baru sadar beberapa saat kemudian setelah Lim meninggalkan konternya.</p>
<p>Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Petugas Resmob Polresta Malang Kota lakukan penyelidikan. Dengan berbekal rekaman kamera CCTV, petugas makukan pencarian.</p>
<p>Petugas kemudian mendapat informasi kalau Lim berada di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang. Petugas kemudian melakukan penyisiran. Dengan berbekal rekaman CCTV, petugas berhasil mengenali Lim hingga segera saja dilakukan penangkapan.</p>
<p>Dalam setiap aksinya, Lim mengaku sebagai anggota polisi. Dari hasil pemeriksaan, Lim mengaku sudah 13 kali melakukan aksi gendam.</p>
<p>Diantaranya di rumah makan ayam lodo di Jalan Kaliurang sebesar Rp 900 ribu, di kawasan belakang Lapas Lowokwaru berhasil mendapatkan Rp 900 ribu, di butik Taman Sulfat berhasil meraup uang Rp 700 ribu, toko ikan KOI sebesar Rp 900 ribu, di kawasan Jl Sanan Tempe berhasil mendapat uang Rp 2 juta, di Jl Satsuitubun Rp 1,6 juta, di konter HP Jl Satsuitubun sebesar Rp 1,5 juta, di Jl Keben Rp 700 ribu, di Toko Tuperwer Jl Kalimosodo mendapat Rp 900 ribu.</p>
<p>Atas perbuatannya itu, kini Lim harus meringkuk di balik jeruji besi Polresta Malang Kota. Petugas sendiri maaih terus melakukan pengembangan.</p>
<p>Kapolresta Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH, melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Yunar HP Sirait, SIK MIK membenarkan adanya penangkapan itu.</p>
<p>&#8220;Tersangka JL kami kenakan Pasal 378 KUHP. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,&#8221; ujar AKP Yunar kepada Memontum.com. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101521</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awas Penipu dan Gendam Modus Kirim SMS Menggiurkan</title>
		<link>https://memontum.com/awas-penipu-dan-gendam-modus-kirim-sms-menggiurkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2019 15:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/74100-awas-penipu-dan-gendam-modus-kirim-sms-menggiurkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Mulyono (50) warga Dusun Jatisari RT01/RW32, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember menjadi korban penipuan berkedok Pinjaman Online. Penipu beraksi saat Mulyono menerima pesan pendek elektronik (SMS) dari seseorang bernama Arif Mulyana dengan mengatasnamakan koperasi simpan pinjam Sehati Makmur Bersama. Alamatnya tertulis di Sukabumi Jawa barat. Isi sms itu tentang promo pinjamam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Mulyono (50) warga Dusun Jatisari RT01/RW32, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember menjadi korban penipuan berkedok Pinjaman Online. </p>
<p>Penipu beraksi saat Mulyono menerima pesan pendek elektronik (SMS) dari seseorang bernama Arif Mulyana dengan mengatasnamakan koperasi simpan pinjam  Sehati Makmur Bersama. Alamatnya tertulis di Sukabumi Jawa barat.</p>
<p>Isi sms itu tentang promo pinjamam online dengan syarat yang begitu mudah yaitu tidak menggunakan jaminan hanya menggunakan Kartu Identitas Penduduk (KTP). </p>
<p><div id="attachment_74101" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-74101" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="RUGI : Mulyono korban Penipuan Pinjaman Online. (yud)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-74101" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190119-WA0036-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-74101" class="wp-caption-text"><strong>RUGI : Mulyono korban Penipuan Pinjaman Online. (yud)</strong></p></div></p>
<p>Mulyono yang sangat membutuhkan uang langsung merespon sms itu dan menghubungi melalui telepon dan Wathsaap (WA).</p>
<p>&#8220;Karena memakai alamat lengkap dan Tanpa Jaminan hanya menggunakan Identitas (KTP) saya percaya, &#8221; kata Mulyono, Sabtu (19/1/2019) siang.</p>
<p>Setelah perbicangan telepon dan WhatsApp  sambung Mulyono, dia pun langsung memutuskan untuk pinjam sebesar Rp 5 juta dengan melengkapi syarat yang ditentukan yakni dengan membayar uang deposit sebesar Rp 500 ribu .</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74100</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karyawati Digendam, Perhiasan Emas Amblas</title>
		<link>https://memontum.com/karyawati-digendam-perhiasan-emas-amblas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2018 15:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[Terekam CCTV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70695-karyawati-digendam-perhiasan-emas-amblas</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Utami (26) karyawati toko Tanabang Jilbab di Jl Bungur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (27/12/2018) sekitar pukul.08.00, menjadi korban gendam. Bahkan akibat dari kejadian itu, karyawati yang akrab dipanggil Uut ini kehilangan perhiasan emas miliknya hingga mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta. Aksi gendam ini terekam kamera CCTV toko, hingga proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Utami (26) karyawati toko Tanabang Jilbab di Jl Bungur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (27/12/2018) sekitar pukul.08.00,  menjadi korban gendam. Bahkan akibat dari kejadian itu, karyawati yang akrab dipanggil Uut ini kehilangan perhiasan emas miliknya hingga mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.</p>
<p>Aksi gendam ini terekam kamera CCTV toko, hingga proses gendam tersebut terlihat jelas. Namun sayangnya, wajah pelaku tidak terlihat utuh karena menggunakan helm standart. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Malang Kota.</p>
<p>Menurut Rocky Anggono, pemilik toko Tanabang jilbab, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke dalam toko saat kondisi baru buka. Pelaku mengendarai motor yang diparkir depan toko. </p>
<p>&#8221; Pelaku masuk seorang diri sambil menggunakan helm. Pelaku mengatakan kepada Uut kalau mencari jilbab untuk mertuanya,&#8221; ujar Rocky.</p>
<p>Saat itu Uut di dalam toko seorang diri melayani pelaku yang tampak memilih-milih jilbab. Diduga saat itu proses gendam sudah terjadi. Pelaku sempat keluar toko saat ada pembeli lain masuk. Setelah pembeli.pergi, pelaku kembali masuk. </p>
<p>&#8221; Saat itu di toko hanyanada Uut. Entah apa yang dikatakan oleh pelaku hingga Uut bersedia melapas kalung dan cincin emasnya,&#8221; ujar Rocky.</p>
<p>Kalung dan cincin emas itu kemudian dimasukan ke dalam kresek. Selanjutnya pelaku meminta diambilkan kresek dan berpamitan keluar sebentar. </p>
<p>&#8221; Ternyata pelaku kabur membawa perhiasan tersebut. Uut tersadar hingga melaporkan kejadian ini kepada saha dan karyawan lainnya,&#8221; ujar Rocky kepada awak media. </p>
<p>Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna SIK mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. </p>
<p>&#8220;Kami sudah cek di TKP dan melihat CCTV. Saat ini kami masih lidik. Masih kita dalami, indikasi ada unsur gendam,&#8221; ujar AKP Komang. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tukang Gendam Linggo Dihajar Massa Warga Kenongo</title>
		<link>https://memontum.com/tukang-gendam-linggo-dihajar-massa-warga-kenongo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2018 14:17:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tulangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/62823-tukang-gendam-linggo-dihajar-massa-warga-kenongo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Husen (55) warga Desa Linggo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan dan M Nurhasan (51) warga Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton,Pasuruan akhirnya menghuni jeruji besi Polsek Tulangan. Itu setelah menjadi bulan-bulanan masa setelah aksi gendam,Sabtu (3/11/2018) dipergoki warga Kenongo Kecamatan Tulangan. Korbanya, Siti Fatimah (53) warga RT08 RW 03, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan. Dalam aksinya korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Husen (55) warga Desa Linggo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan dan M Nurhasan (51) warga Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton,Pasuruan akhirnya menghuni jeruji  besi Polsek Tulangan. Itu setelah  menjadi bulan-bulanan masa setelah aksi gendam,Sabtu (3/11/2018)  dipergoki warga Kenongo Kecamatan Tulangan. Korbanya, Siti Fatimah (53) warga RT08 RW 03, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan. </p>
<p>Dalam aksinya korban berdalih pura-pura tanya. Namun sejatinya melakukan tipu daya memperdayai korban untuk menipu  perhiasan tiga cincin, seberat 9 gram senilai Rp.4 juta. </p>
<p>Kepala Desa Kenongo, M.Husin mengatakan,peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Aksi gendam itu,dilakukan 3 orang mengendarai satu unit mobil Avanza berwarna silver Nopol N 1493 WK.Awalnya mobil tersebut melaju,dari arah utara ke selatan. Tidak lama melihat Siti Fatimah (korban),berdiri didepan rumahnya. Kemudian mobil yang ditumpangi ketiga pelaku berhenti,ucapnya</p>
<p>Setelah itu salah satu pelaku turun dari mobil,menghampiri korban dengan berpura-pura menanyakan alamat seseorang.Dari situlah, Pelaku) mulai mengeluarkan jurus-jurus ilmu gendamnya dan memanggil korban untuk masuk ke dalam mobil.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya pelaku bertanya alamat,kemudian disuruh masuk mobil.Nah,di dalam mobil itu ada 3 orang salah satunya nyaru sebagai kiai dan satu persatu cincin yang dipakai korban diambil sambil menanyakan keadaan korban,&#8221; terang  M.Husin,.</p>
<p>Tanpa disadari,saat korban keluar dari mobil.Korban kaget kalau yang dibawanya,adalah tisu berisikan krikil.Sedangkan 3 perhiasannya, seberat kurang lebih 9 gram sudah raib.Oleh ibu-ibu yang berada di lokasi waktu itu,menunggu pelaku kembali.Karena mereka tahu kalau mobil yang dikemudikannya,akan kembali karena ada perbaikan jembatan penghubung Dusun Kenongo dan Dusun Ganting.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Jl Vinolia Digendam, Motor Dibawa Kabur</title>
		<link>https://memontum.com/warga-jl-vinolia-digendam-motor-dibawa-kabur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 13:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Gendam]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pacet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/62333-warga-jl-vinolia-digendam-motor-dibawa-kabur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ibu 3 anak berinisial Sm (36) warga kawasan Jl Bunga Vinolia, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (30/10/2018) siang, menjadi korban gendam. Bahkan akibat dari kejadiannini Sm kehilangan motor Honda Beat yang baru dibelinya beberapa bulan lalu. Karena kejadiannya di.kawasan Pacet, Mojokerto, kejadian di langsung dilaporkan ke Polsek Pacet. Informasi Memontum bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ibu 3 anak berinisial Sm (36) warga kawasan Jl Bunga Vinolia, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (30/10/2018) siang, menjadi korban gendam. Bahkan akibat dari kejadiannini Sm kehilangan motor Honda Beat yang baru dibelinya beberapa bulan lalu. Karena kejadiannya di.kawasan Pacet, Mojokerto, kejadian di langsung dilaporkan ke Polsek Pacet. </p>
<p>Informasi Memontum bahwa Sm sudah kenal pelaku melalui Facebook. Dari perkenalan itu, pelaku yang menggunakan nama Jhunn,  sering menyapa Sm lewat akun FB nya. Bahkan Jhun menjanjikan kepada Sm untuk dicarikan kerja.<br />
Pada Selasa sekitar pukul 09.00, pelaku menghubungi korban pelalui pesan WA mengatakan kalau dirinya ada di Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pelaku minta dijemput karena tidak membawa motor. Karena hendak dicarikan kerja, Sm pun mau menemui pelaku.</p>
<p>Saat itu Sm mengajak anaknya yang masih berumur 3 tahun mengendarai motor Honda Beat. Mereka akhirnya pertemu di Jl Soekarno-Hatta. &#8221; Saat bertemu, saya seperti terkena hipnotis tidak bisa menolak perkataan pelaku,&#8221; ujar Sm.</p>
<p>Sm sama sekali tidak bisa menolak ajakan pelaku, termasuk saat akan dipertemukan dengan kakaknya untuk membicarakan pekerjaan. Namun Sm dan anaknya malah dibonceng ke arah Cangar Batu. Perjalanan terus berlanjut hingga sampai Pacet. Selanjutnya Sm dan anaknya diturunkan di pinggir jalan. Pelaku kemudian meminjam motor untuk beli makan. Lagi-lagi Sm tidak bisa menolak permintaan pelaku. Dia pun memperbolehkan motornya dibawa pelaku. </p>
<p>&#8220;Saya tersadar dari pengaruh gendam setelah tak lama pelaku pergi. Nomer Hp pelaku tidak aktif begitu juga dengan FB nya. Saya langsung melapor ke Polsek Pacet. Saya berharap kasus ini sgera terungkap&#8221; ujar Sm. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62333</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
