<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>geologi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/geologi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Feb 2025 11:26:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>geologi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tanah Gerak Sebabkan Rumah Warga di Sempu Pasuruan Rusak, Pakar Geologi ITS Sarankan Relokasi</title>
		<link>https://memontum.com/tanah-gerak-sebabkan-rumah-warga-di-sempu-pasuruan-rusak-pakar-geologi-its-sarankan-relokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[sarankan]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof Indrasurya B Mochtar menyarankan agar warga yang terkena dampak dari fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi. Saran tersebut disampaikan, seusai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu. Diuraikannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof Indrasurya B Mochtar menyarankan agar warga yang terkena dampak dari fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi. Saran tersebut disampaikan, seusai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa potensi tanah gerak di Dusun Sempu, dimungkinkan akan kembali terjadi pada 5 hingga 10 tahun mendatang. Karenanya, relokasi atau meninggalkan rumah, menjadi keputusan yang sangat tepat untuk menghindarkan diri dari dampak bencana tanah bergerak.</p>



<p>&#8220;Daripada ada sesuatu yang terjadi, maka kami sarankan warga untuk segera minta relokasi kepada pemerintah. Kalau bisa, sesegera mungkin,&#8221; katanya, Selasa (04/02/2025) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Indrasurya, bahwa berdasarkan hasil kajian, pergerakan tanah ini disebabkan oleh air permukaan yang meresap ke dalam tanah. Kemudian, kondisi ini memicu retakan yang berpotensi semakin parah. Sebab, posisi pada 47 rumah di Dusun Sempu tersebut berada di tebing.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila retakan yang muncul di permukiman warga, jalan raya dan fasilitas publik lainnya semakin lebar, maka effort pemerintah akan sangat keras. Bahkan, bisa menyedot anggaran yang cukup besar.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk penanggulangan itu mahal sekali dan jaminannya tidak lama. Karena 5 hingga 10 tahun, ada gerak lagi pasti,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Sebagai langkah pencegahan, Indrasurya menyarankan aliran air hujan harus dibuat lancar agar tidak terjebak pada resapan tanah. &#8220;Jangan sampai airnya buntu ngecembeng,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah gerak serta pergeseran tanah dirasakan di RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sejak Selasa (28/01/2025) lalu. Kejadian itu, berawal saat terdengar suara retakan, kemudian menyusul sejumlah tembok rumah warga tiba-tiba retak dan sebagian rontok. Sedangkan pada lantai, sebagian keramiknya pecah dan mengelupas. Akibatnya, warga harus mengungsi di SD Negeri 2 Cowek, untuk tinggal sementara hingga menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait opsi relokasi yang sudah dijanjikan. <strong>(kom/pas/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218979</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kaya Situs Geologi Unik, Kabupaten Banyuwangi Jadi Jujugan Ahli Geologi</title>
		<link>https://memontum.com/kaya-situs-geologi-unik-kabupaten-banyuwangi-jadi-jujugan-ahli-geologi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[geologi]]></category>
		<category><![CDATA[jujugan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kabupaten Banyuwangi selain kaya akan budaya dan tradisi, juga dikenal memiliki banyak situs geologi yang unik. Inilah yang membuat ahli Geologi (geolog) kawakan, Adi Maryono, berkunjung ke Banyuwangi bersama sepuluh rekannya untuk mengeksplorasi keindahan Banyuwangi, Kamis (09/05/2024) tadi. &#8220;Kami ingin menyaksikan keistimewaan Banyuwangi,” kata Ketua Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kabupaten Banyuwangi selain kaya akan budaya dan tradisi, juga dikenal memiliki banyak situs geologi yang unik. Inilah yang membuat ahli Geologi (geolog) kawakan, Adi Maryono, berkunjung ke Banyuwangi bersama sepuluh rekannya untuk mengeksplorasi keindahan Banyuwangi, Kamis (09/05/2024) tadi.</p>



<p>&#8220;Kami ingin menyaksikan keistimewaan Banyuwangi,” kata Ketua Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) tersebut saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi.</p>



<p>Menurut Adi, Banyuwangi memiliki keistimewaan di banyak aspek. Tidak hanya terkait mineralisasi, namun juga tentang budaya, alam hingga masyarakatnya yang ramah.</p>



<p>“Bagi profesional ahli pertambangan dan ahli geologi seperti kami, Banyuwangi juga istimewa karena punya banyak cerita. Mulai proses pembentukan emas, tembaga, sampai deposit emas dan tembaga yang bisa kita lihat,” terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Proses pembentukannya, lanjut Adi, bisa dilihat di Gunung Ijen. Sedangkan produk yang telah terbentuk, dapat dilihat di sejumlah wilayah di Kecamatan Pesanggaran. Yakni di Gunung Tumpang Pitu, Pantai Pulau Merah dan Pantai Rajegwesi.</p>



<p>Diketahui, Gunung Tumpang Pitu menyimpan kekayaan mineral, salah satunya emas. Begitu juga Pantai Pulau Merah yang memiliki sejumlah situs geologi unik dan jarang ditemui di daerah lain. Di pantai ini, terdapat singkapan batuan yang menunjukkan batas antara mineral jadi yang biasanya hanya bisa ditemukan di dalam tanah pada kedalaman ribuan meter. Namun di Pantai Pulau Merah, fenomena geologi ini dapat dijumpai di permukaan tanah.</p>



<p>Kekayaan geologi inilah, lanjutnya, yang menjadi salah satu keistimewaan Geopark Ijen. Sehingga, dikukuhkan sebagai jaringan geopark dunia (unesco global geopark/UGG). “Inilah keistimewaan Banyuwangi bagi kami. Fenomena geologi di sini bisa menjadi media pembelajaran yang komprehensif mulai dari magmatisme, proses, pembentukan hingga deposit emas,” ungkap Adi.</p>



<p>Dirinya juga mengaku, kunjungan ini merupakan kali keenam bagi dirinya. Dosen tamu di Universitas Tasmania Australia tersebut, sebelumnya sudah beberapa kali berkunjung bersama puluhan mahasiswanya untuk mempelajari fenomena pembentukan, proses emas dan produk emas di Banyuwangi. Namun untuk kali ini, dirinya hadir bersama ahli geologi dan ahli pertambangan dari berbagai korporasi untuk mengeksplorasi kekayaan alam Banyuwangi. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209269</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
