<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Geopark &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/geopark/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 13:57:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Geopark &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Festival Taman Bumi, Bupati Banyuwangi Tekankan Kolaborasi Pengembangan Geopark Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/festival-taman-bumi-bupati-banyuwangi-tekankan-kolaborasi-pengembangan-geopark-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, terutama Geopark Ijen. Festival Taman Bumi tersebut, menjadi wadah berbagai stakeholder untuk menguatkan kolaborasi dalam pengembangan Geopark Ijen secara berkelanjutan.</p>



<p>Pelaksanaan festival ini, diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para pemangku kebijakan, badan pengelola geopark, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai daerah. Termasuk, pengelola Geopark Raja Ampat Papua.</p>



<p>Sejumlah periset dari berbagai universitas di Indonesia yang telah melakukan riset di kawasan Geopark Ijen, juga turut hadir. Diantaranya, seperti Dr Purwanto dari Universitas Negeri Malang, Prof Hari Sulistyowati dari Universitas Jember dan Eli Jamilah Miharja PhD dari Universitas Bakrie. Serta, Dr Andy Yahya Al Hakim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir melalui sambungan virtual.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan terhadap Geopark Ijen, termasuk permasalahan yang ditemukan serta saran solusi untuk permasalahan tersebut. “Kami berharap, festival ini bisa menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dan menghasilkan inisiatif konkret bagi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan pengembangan yang tepat dan berkelanjutan, Ijen Geopark dapat mempertahankan status sebagai geopark dunia saat pelaksanaan revalidasi oleh Unesco pada 2026 mendatang. “Revalidasi ini momentum penting bagi kita semua. Bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah status, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun wilayah berbasis konservasi, edukasi dan yang paling penting berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Geopark Ijen,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, Banyuwangi telah memberikan kontribusi dalam penguatan geopark melalui berbagai program. Diantaranya, konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan seperti pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi di bantaran sungai-sungai vulkanik, hingga kolaborasi konservasi dengan TN Alas Purwo dan Balai Konservasi untuk melindungi satwa endemik dan ekosistem geobiodiversity.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga rutin turun ke sekolah dan masyarakat, untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi kebumian. Banyuwangi juga terus melakukan promosi lewat berbagai event daerah yang menggunakan nama besar Ijen. Seperti balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run dan lainnya.</p>



<p>“Semua upaya ini untuk memastikan masyarakat Banyuwangi merasakan manfaat langsung dari keberadaan Unesco Global Geopark. Kami ingin geopark hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi pendidikan, peluang ekonomi, serta kesadaran bahwa alam harus dijaga bersama,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, penguatan pengembangan Ijen Geopark juga dilakukan kolaboratif bersama Pemkab Bondowoso, mengingat kawasan Geopark Ijen terletak di dua daerah tersebut. “Kita sudah tidak bicara lagi masalah batas geografis, yang penting bagi kami bagaimana kita semua bisa menjaga kelestarian Geopark Ijen dan masyarakay mendapatkan manfaatnya dari pengelolaan yang berkelanjutan,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Berbagai program yang dilakukan tersebut, mendapatkan apresiasi dari badan pengelola Raja Ampat Unesco Global Geopark, Ana Rohma Septiana. “Edukasi ke anak sekolah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan Ijen Geopark. Ini yang akhirnya kami tiru di Raja Ampat,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Festival Taman Bumi diisi berbagai kegiatan menarik. Seperti forum diskusi, program pengembangan kapasitas pemuda, serta edukasi lapangan. Sejumlah kampus di Banyuwangi juga menampilkan pameran tentang kontribusi perguruan tinggi pada pengembangan Geopark Ijen. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berhasil Kembangkan Geopark Ijen hingga Mendunia, Bupati Ipuk Diundang Jadi Pembicara di Kementrian</title>
		<link>https://memontum.com/berhasil-kembangkan-geopark-ijen-hingga-mendunia-bupati-ipuk-diundang-jadi-pembicara-di-kementrian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diundang]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kembangkan]]></category>
		<category><![CDATA[kementrian]]></category>
		<category><![CDATA[mendunia,]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228413</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai Program Geopark Ijen, di Indonesia&#8217;s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia&#8217;s Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (03/12/2025) tadi. Hal ini, tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam pengembangan Geopark Ijen hingga menjadi perhatian dunia. Dalam forum tersebut, Bupati Ipuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, diminta untuk menjadi pembicara dan memaparkan berbagai Program Geopark Ijen, di Indonesia&#8217;s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia&#8217;s Geopark Development, di Kementerian Bappenas, Rabu (03/12/2025) tadi. Hal ini, tidak lepas dari keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam pengembangan Geopark Ijen hingga menjadi perhatian dunia.</p>



<p>Dalam forum tersebut, Bupati Ipuk menjadi pembicara bersama Programme Specialist, International Geoscience and Geoparks Programme, Unesco, Özlem Adiyaman Lopes, Penasihat Menteri PPN/Bappenas/Ketua Kadin Komite Singapore, Michael Goutama, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo AATeguh Sambodo, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal.</p>



<p>Bupati Ipuk mengatakan, meski kawasan Geopark tidak semua kewenangan pemerintah daerah, melainkan banyak yang berada di wilayah Kementerian dan BKSDA, namun Banyuwangi berupaya mencari manfaat bagaimana keberadaan Geopark Ijen berdampak pada kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. &#8220;Kami jadikan Geopark Ijen promosi. Kami buat beragam event sport tourism dan seni budaya, agar masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Geopark Ijen,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Banyuwangi menggelar beragam sport tourism bahkan berskala internasional, seperti Tour dr Banyuwangi Ijen, Ijen Geopark Downhilll, Ijen Green Trail Run, serta beragam atraksi seni budaya seperti Jazz Gunung Ijen, Musik Tepi Sawah dan beragam event lainnya. Bahkan, untuk mengenalkan lebih luas keelokan kawasan Ijen, telah diluncurkan pula Program Ijen Golden Route.</p>



<p>Program ini, mengkolaborasikan seluruh potensi yang ada di Ijen. Menelusuri destinasi wisata hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen yang ada dan dikelola masyarakat Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ada beragam destinasi yang terangkum dalam Ijen Golden Route. Mulai dari aneka wisata alam, kuliner lokal, cafe yang instagramble, hingga tempat staycation yang keren hingga yang etnik, memadukan keindahan alam dan keluhuran budaya. Banyuwangi juga menggandeng seniman dan budayawan di berbagai atraksi wisata.</p>



<p>&#8220;Semua kita berdayakan dan kolaborasikan. Program ini bertujuan agar pelaku wisata, UMKM, seniman, budayawan, dan masyarakat Banyuwangi mendapat manfaat dari Ijen,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Bahkan berkat beragam program tersebut, Desa Adat Osing Kemiren yang juga merupakan salah satu kawasan Geopark Ijen, ditetapkan menjadi bagian Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025, oleh United Nations Tourism (UN Tourism) &#8211; Badan Pariwisata PBB.</p>



<p>Apa yang dilakukan Banyuwangi, diapresiasi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya, Banyuwangi mampu mengelola potensi untuk kesejahteraan masyarakatnya.</p>



<p>Untuk itu, Lalu yang baru sembilan bulan menjabat sebagai gubernur, berharap bisa mengikuti jejak Banyuwangi. &#8220;Saya tahu betul tentang Banyuwangi, karena ibu saya orang Pasuruan. Jadi saya mengerti tentang Jawa Timur. Saya tahu Banyuwangi yang dahulunya daerah miskin, kini justru menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur,&#8221; kata Lalu.</p>



<p>Mendengar paparan Bupati Ipuk, Prof Gautama mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini. &#8220;Welldone. Selamat buat Banyuwangi. Seharusnya ini bisa menjadi yang terbaik di dunia,&#8221; kata Prof Gautama. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228413</post-id>	</item>
		<item>
		<title>International Geopark Symposium, Bupati Banyuwangi Paparkan Transformasi Geopark Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/international-geopark-symposium-bupati-banyuwangi-paparkan-transformasi-geopark-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 12:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[international]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[symposium,]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211347</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan bagaimana Geopark Ijen bertransformasi serta keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat dalam program-program hingga menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG), Senin (01/07/2024) tadi. Pemaparan itu, disampaikan kepada ratusan mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai kampus manca hingga dalam negeri kumpul di Banyuwangi, dalam International Geopark Symposium, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan bagaimana Geopark Ijen bertransformasi serta keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat dalam program-program hingga menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG), Senin (01/07/2024) tadi. Pemaparan itu, disampaikan kepada ratusan mahasiswa, akademisi dan peneliti dari berbagai kampus manca hingga dalam negeri kumpul di Banyuwangi, dalam International Geopark Symposium, yang digelar di Kampus Poliwangi.</p>



<p>Dalam gelaran itu, peserta membahas berbagai program untuk pengembangan dan memperkuat jejaring geopark di Indonesia dan dunia. Simposium tersebut, diikuti oleh 160 peserta, yang tidak hanya sejumlah universitas di Indonesia, namun juga perwakilan dari Malaysia dan China. Turut hadir pula, jaringan Geopark Indonesia, Australian Geoscience Council serta Unesco Geopark Youth Forum.</p>



<p>&#8220;Bagi Banyuwangi, Geopark Ijen merupakan taman bumi yang tidak hanya memiliki keunikan bentang alam dan kekayaan budaya. Namun juga, didukung dengan semangat mewujudkan sustainable tourism (wisata berkelanjutan),&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Konsep pengembangan Geopark Ijen, lanjutnya, menekankan upaya konservasi dan mengajak masyarakat berperan serta melindungi serta meningkatkan fungsi potensi alam untuk pembangunan ekonomi lokal. &#8220;Misalnya saja Banyuwangi, banyak mengemas event sportourism seperti Ijen Green Run, balap sepeda Internasional Tour De Ijen, Geopark Ijen Downhill dan lainnya yang menyandingkan aktivitas olah raga dengan potensi alam Banyuwangi,&#8221; terang Bupati Ipuk.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa simposium ini akan menjadi komitmen bersama. Mulai dari perguruan tinggi, pengelola geopark, swasta dan pegiat geosite untuk memperkuat jejaring geopark di Indonesia dan dunia serta dukungan untuk pembangunan berkelanjutan.</p>



<p>Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengapresiasi langkah Pemkab Banyuwangi dalam upaya pengembangan Geopark Ijen. Tidak hanya menjaga kelestariannya namun juga berupaya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengatakan, Indonesia memiliki 10 UGG dan itu merupakan yang terbanyak di Asia Tenggara. Kualitas Geopark Indonesia tidak kalah baik dari sisi kondisi alamnya maupun pengelolaannya.</p>



<p>“Namun tetap harus didorong peningkatan program-program inovasi edukasi, juga peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat dan aktivitas pariwisata. Sebagaimana yang dilakukan di Banyuwangi ini,&#8221; kata Wafid.</p>



<p>Dirinya juga mengapresiasi apa yang dilakukan Banyuwangi, dengan menggelar banyak event, program edukasi dan aktivitas pariwisata di kawasan Geopark Ijen. “Banyuwangi mengembangkan bukan hanya gunung Ijennya, tapi juga potensi-potensi yang berdampak ke masyarakat. Upaya yang dilakukan Banyuwangi dalam mempromosikan, selain menarik pariwisata juga menarik minat untuk riset,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Dalam simposium tersebut, turut menghadirkan nara sumber Presiden UNESCO Geopark Youth Forum Emmanuel, Deo Silalahi, Koordinator Kelompok Kerja Geosains KNGI (Komisi Nasional Geopark Indonesia), Dr Asep K Permana dan Dr Young dari Australian Geoscience Council.</p>



<p>Acara ini merupakan rangkaian pre event The 5th Geotourism Festival &amp; International Conference 2024 yang puncaknya akan dilaksanakan di Australia, pada 18 hingga 19 Juli. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ijen Geopark Akhirnya Lolos Unesco Global Geopark</title>
		<link>https://memontum.com/ijen-geopark-akhirnya-lolos-unesco-global-geopark</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 12:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Ijen Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=175623</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Setelah melalui serangkaian tahapan, Ijen Geopark yang berada di kawasan Bondowoso dan Banyuwangi, akhirnya masuk Unesco Global Geopark (UGG). Kabar tersebut, sebagaimana ditetapkan dalam sidang Council yang digelar di Provinsi Satun, Thailand, pada 5 September 2022 lalu. Ketua Harian Tim Ijen Geopark Bondowoso, Ahmad Sofyan, mengatakan bahwa berkat kekompakan tim dari Bondowoso [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Setelah melalui serangkaian tahapan, Ijen Geopark yang berada di kawasan Bondowoso dan Banyuwangi, akhirnya masuk Unesco Global Geopark (UGG). Kabar tersebut, sebagaimana ditetapkan dalam sidang Council yang digelar di Provinsi Satun, Thailand, pada 5 September 2022 lalu.</p>



<p>Ketua Harian Tim Ijen Geopark Bondowoso, Ahmad Sofyan, mengatakan bahwa berkat kekompakan tim dari Bondowoso dan Banyuwangi, yang mempunyai andil besar dalam proses yang sangat ketat ini, akhirnya bisa menorehkan hasil positif. “Kita wajib bersyukur, karena Ijen Geopark berhasil masuk UGG, hanya dalam sekali sidang. Padahal, untuk bisa masuk UGG, itu tidak semudah membalik telapak tangan,” kata Sofyan, Rabu (21/09/2022) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dijelaskannya, sidang council sendiri dihadiri oleh 20 negara anggota UGG dan 73 assessor. Hasil pengumpulan data dan penilaian di lapangan oleh Assessor Martina dan Jakob, yang telah bertugas di Ijen Geopark, pada Juni lalu, dinilai memenuhi standar yang ditetapkan UGG.</p>



<p>Dari Indonesia, tambahnya, ada dua kandidat yang didaftarkan masuk UGG. Yakni, Bondowoso-Jawa Timur dan Maros Pangkeb. Kedua lokasi ini, akan diresmikan pada Maret 2023 sebagai anggota UGG. Masuknya Ijen Geopark ke UGG, tentunya sangat menguntungkan Indonesia dan Kabupaten Bondowoso, pada khususnya. Karena dunia internasional, akan memasukkannya dalam daftar travelling para traveller dunia. <strong>(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175623</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geopark Ijen Resmi Diusulkan Masuk Jaringan Geopark UNESCO</title>
		<link>https://memontum.com/geopark-ijen-resmi-diusulkan-masuk-jaringan-geopark-unesco</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 13:51:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[kawah ijen]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120834-geopark-ijen-resmi-diusulkan-masuk-jaringan-geopark-unesco</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah pusat secara resmi telah mengusulkan Geopark Ijen menjadi bagian UNESCO Global Geopark (UGG) alias jaringan geopark dunia. Langkah itu dilakukan melalui Komisi Nasional Indonesia untuk United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau KNIU Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud). Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersyukur atas dukungan dari pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemerintah pusat secara resmi telah mengusulkan Geopark Ijen menjadi bagian UNESCO Global Geopark (UGG) alias jaringan geopark dunia. Langkah itu dilakukan melalui Komisi Nasional Indonesia untuk United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau KNIU Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemendikbud).</p>
<p>Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersyukur atas dukungan dari pemerintah pusat melalui Ketua Harian KNIU Kemendikbud, Prof Arief Rachman yang telah memfasilitasi surat pengajuan itu.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berkomunikasi dengan KNIU. Surat sudah dikirimkan ke Sekretariat International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO di Paris. Terima kasih kepada Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Kemendikbud yang telah mendorong dan membantu kami menyiapkan semua ini,&#8221; ujar Bupati Anas, Kamis (5/8/2020).</p>
<p>Dengan menyandang UGG ke depan, maka UNESCO juga akan ikut mempromosikan Banyuwangi sebagai bagian dari jaringan geopark dunia. Hal itu akan mengatrol posisi Banyuwangi sebagai destinasi yang kaya pesona alam dan budaya. Juga otomatis ada upaya peningkatan keterlibatan masyarakat lokal dalam melindungi dan menjaga kekayaan alam di wilayah situs geopark tersebut.</p>
<p>”Sejumlah bukti telah menunjukkan, setelah masuk UGG, jumlah orang yang ingin datang semakin besar, termasuk dari kalangan internasional. Tentu ujungnya adalah menggerakkan ekonomi lokal, terus membuka lapangan pekerjaan melalui sektor-sektor turunan yang tumbuh, seperti olahan pangan, UMKM, seni pertunjukan, jasa transportasi, dan sebagainya,” ujar Anas.</p>
<p>Sementara itu, Prof Arief Rachman mengatakan segera memfasilitasi Banyuwangi menyelesaikan proses administrasi dokumen seperti yang disyaratkan UGG.</p>
<p>&#8220;Akan segera kami selesaikan letter of intent terkait penyampaian dokumen. Kami akan bantu siapkan ini,&#8221; ujar Arief dalam rakor secara virtual yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (4/8/2020).</p>
<p>Arief juga mengapresiasi Banyuwangi yang mengembangkan sustainable tourism. &#8220;Kami berpesan agar fasilitas fisik yang akan dibangun terkait geopark jangan sampai merusak keaslian geopark, karena Unesco sangat memperhatikan keaslian geopark,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Dalam rangka penominasian situs Geopark Ijen, Banyuwangi sendiri terus menyiapkan dokumen aplikasi dossier yang memuat informasi dan deskripsi ilmiah terkait potensi warisan geologi dan geo-konservasi, serta program peningkatan kapasitas masyarakat yang ada di sekitar wilayah Geopark Ijen. Karakteristik utama yang diunggulkan dari situs Geopark Ijen adalah keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu wisata geologi, biologi, dan budaya.</p>
<p>Anas juga mengapresiasi kerja penyusunan dokumen yang melibatkan peran banyak pihak. &#8220;Kami juga berterima kasih khusus kepada Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif yang terus mendorong Banyuwangi menjadi kawasan geopark sejak tahun 2018,&#8221; kata Anas.</p>
<p>Banyuwangi sendiri telah ditetapkan sebagai geopark nasional sejak 2018. Sebelumnya, Gunung Ijen juga telah ditetapkan sebagai jaringan Cagar Biosfer dunia oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Pendidikan,_Keilmuan,_dan_Kebudayaan_Perserikatan_Bangsa-Bangsa" target="_blank" rel="noopener noreferrer">UNESCO</a> lewat sidang International Coordinating Council UNESCO di Peru, pada 2016 lalu. <strong>(tut/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kajian di Bawah Permukaan Belum Terealisasi, BHS Keberatan Semburan Lumpur Dijadikan Wisata Geopark</title>
		<link>https://memontum.com/kajian-di-bawah-permukaan-belum-terealisasi-bhs-keberatan-semburan-lumpur-dijadikan-wisata-geopark</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 13:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Haryo]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[Lumpur Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/115560-kajian-di-bawah-permukaan-belum-terealisasi-bhs-keberatan-semburan-lumpur-dijadikan-wisata-geopark</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) merasa keberatan area semburan Lumpur Sidoarjo dijadikan kawasan wisata Geopark (Taman Geologi). Alasan utamanya, lantaran hingga saat ini belum ada hasil kajian dibawah permukaan tanah seluruh wilayah peta terdampak. Selain itu, bencana lumpur itu juga belum selesai. Bahkan luas peta terdampak sudah mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) merasa keberatan area semburan Lumpur Sidoarjo dijadikan kawasan wisata Geopark (Taman Geologi). Alasan utamanya, lantaran hingga saat ini belum ada hasil kajian dibawah permukaan tanah seluruh wilayah peta terdampak.</p>
<p>Selain itu, bencana lumpur itu juga belum selesai. Bahkan luas peta terdampak sudah mencapai 1.300 hektar dari 640 hektar sebelumnya. Diperkirakan usia semburan bisa mencapai 30 tahun menurut riset ahli Australia dan Rusia, juga masih adanya 2 Sesar (patahan) yaitu Sesar Watukosek dan Sesar Siring yang bertemu di pusat semburan lumpur itu.</p>
<p><div id="attachment_115561" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-115561" decoding="async" class="size-full wp-image-115561" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200602_115442_1-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="CEK - Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono didamping Kabag TU PPLS, Derry Stya Mandhala mengecek semburan lumpur yang masih fluktuatif mencapai 60.000 - 100.000 meter kubik per hari, Selasa (2/6/2020)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200602_115442_1-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200602_115442_1-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200602_115442_1-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG_20200602_115442_1-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-115561" class="wp-caption-text">CEK &#8211; Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono didamping Kabag TU PPLS, Derry Stya Mandhala mengecek semburan lumpur yang masih fluktuatif mencapai 60.000 &#8211; 100.000 meter kubik per hari, Selasa (2/6/2020)</p></div></p>
<p>&#8220;Kondisi itu jelas sangat membahayakan. Sebelum dilakukan kajian secara cermat, saya sangat keberatan jika area bencana ini dijadikan kawasan wisata Geopark di atas wilayah peta terdampak. Kalau bencana ini belum selesai, jangan mencampuradukkan wisata dengan bencana. Karena sangat besar resikonya. Lagipula setiap tahun penambahan semburan masih luar biasa besar. Belum lagi soal penurunan tanah di wilayah sekeliling peta terdampak, yang setiap bulan mengalami penurunan 30 sentimeter atau 3 meter dalam 10 tahun. Seharusnya kita harus mengutamakan penanganan masalah bencana demi keselamatan rakyat Sidoarjo dulu. Apalagi, masih banyak tempat wisata lain di Sidoarjo yang bisa dieksplore (dikembangkan),&#8221; terang Bambang Haryo, Selasa (2/6/2020).</p>
<p>Saat ini, lanjut Bambang Haryo pusat semburan lumpur ini masih perlu diwaspadai. Apalagi material semburannya masih fluktuatif mencapai 60.000 sampai 100.000 meter kubik per hari. Karenanya Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) masih tetap menanggulanginya dengan cara menyalurkan air dan terus menerus meninggikan dan mempertebal tanggul agar tidak sampai jebol. Bahkan ketinggian tanggul saat ini mencapai di atas 12 meter dengan lebar 15 meter.</p>
<p>&#8220;Sekarang semburan lumpur yang keluar agak berkurang, tapi airnya semakin deras. Antisipasinya adalah bagaimana tanggul tahan terhadap air karena sebelumnya tanggul hanya untuk penahan lumpur,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Karena itu, kata anggota DPR RI periode 2014 &#8211; 2019 ini, masih dibutuhkan perencanaan penanggulangan bencana berupa perencanaan kontijensi (contingency plan) untuk penanganan darurat jika terjadi bencana. Bahkan dibutuhkan perencanaan yang baik seperti mitigasi bencana sekaligus informasi publik dan sosialisasi ke masyarakat sebagai upaya antisipasinya. Setelah itu menyediakan alarm atau Early Warning System (EWS) untuk masyarakat di wilayah luar peta terdampak, yang jumlah penduduknya sangat padat. Pengadaan EWS itu tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena semburan lumpur masuk bencana nasional.</p>
<p>&#8220;Karena itu BNPB harus ada disini bersama tim SAR (badan rescue) untuk menyelamatkan dan menolong masyarakat jika terjadi bencana. Bila saya diamanati jadi Bupati Sidoarjo saya mendesak pemerintah pusat merealisasikan semua itu. Termasuk sosialisasi dan evakuasi warga yang dasarnya adalah ketepatan waktu (respon time) harus terukur dan terencana. Kalau sampai terlambat masyarakat yang akan kena dampaknya. Karena pertemuan Sesar Watukosek dan Sesar Siring mudah bergeser kalau ada gerakan sesar induk saat ada bencana gempa,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Bambang Haryo merencanakan jika dirinya diamanahi menjadi Bupati Sidoarjo, bakal menginisisasi mengasuransikan semua rumah dan tanah serta aset lainnya pada potensi peta terdampak dan wilayah berpotensi terdampak. Hal ini agar jika terjadi musibah bencana, masyarakat masih bisa tetap tenang dan tidak panik kehilangan asetnya. Bahkan tidak perlu lagi menyalahkan dan menuntut kesana kemari agar bisa mendapatkan ganti rugi akan kehilangan aset mereka itu.</p>
<p>&#8220;Soal kajian dibawah permukaan lumpur yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 54 miliar, bagi saya itu jumlah yang relatif kecil dibanding keselamatan nyawa publik di sekitar. Kalau pemerintah pusat tidak mau menganggarkan, Sidoarjo harus siap mengangarkan untuk mengetahui hasil kajian kondisi dibawa permukaan tanah itu. Saya akan memprioritaskan hal itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara Kabag TU PPLS, Derry Stya Mandhala yang di dampingi staff ahli menegaskan kajian dibawah permukaan itu penting sebagai jaminan keselamatan warga sekaligus mengetahui kondisi dibawah permukaan itu. Pihaknya sudah merencanakan dan menghitung anggaran yang dibutuhka untuk kajian itu. Bahkan penganggarannya sudah masuk quality control dan supervisi.</p>
<p>&#8220;Tapi masalahnya kami tidak punya kewenangan menangani masalah dibawah permukaan. Itu masuk domain ESDM. Kalau tahu kondisi dibawah permukaan maka akan diketahui semua untuk bisa merencanakan pemanfaatan lumpur,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">115560</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
