<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gereja &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gereja/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Mar 2026 13:33:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gereja &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gereja Kayutangan Kota Malang Buka Halaman untuk Pelaksanaan Salat Id</title>
		<link>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id</link>
					<comments>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 02:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[halaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231176</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang, kembali membuka halaman gereja untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Salat Id. Tradisi tersebut, sudah terjaga selama lebih dari tiga dekade. Bahkan, sejak Sabtu (21/03/2026) dini hari, pukul 04.30, persiapan sudah dilakukan. Meski jumlah jamaah tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, namun semangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau Gereja Kayutangan, Kota Malang, kembali membuka halaman gereja untuk dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan Salat Id. Tradisi tersebut, sudah terjaga selama lebih dari tiga dekade.</p>



<p>Bahkan, sejak Sabtu (21/03/2026) dini hari, pukul 04.30, persiapan sudah dilakukan. Meski jumlah jamaah tahun ini tidak sebanyak sebelumnya, namun semangat keterlibatan dari pihak gereja justru semakin terasa.</p>



<p>Romo Paroki Kayutangan, Henrikus Suwaji OCarm, mengatakan bahwa kegiatan itu bukanlah hal baru. Dirinya bahkan menemukan dokumentasi sejak tahun 1993, yang menandakan kegiatan tersebut telah berlangsung lama sebagai bagian dari budaya toleransi di Kota Malang.</p>



<p>“Kegiatan seperti ini sudah cukup lama. Saya menemukan dokumentasi tertua tahun 1993 dan kemungkinan sebelumnya sudah ada,” ujar Henrikus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya menyediakan tempat, para romo, frater, suster, hingga Umat Katolik juga hadir langsung untuk menyambut dan mengucapkan selamat kepada jamaah Salat Id. Kehadiran mereka menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan antar umat beragama.</p>



<p>“Kami menyediakan tempat dan tikar bagi teman-teman Muslim untuk menjalankan Salat Idul Fitri. Setelah itu, biasanya kami juga saling mengucapkan selamat Idul Fitri,” ucapnya.</p>



<p>Usai pelaksanaan salat, suasana hangat langsung terasa. Umat Katolik dan Muslim saling bersalaman, bermaaf-maafan dan mempererat kebersamaan, serta menguatkan makna Hari Raya sebagai momentum kembali ke fitrah sekaligus merawat persaudaraan.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya nilai toleransi tidak hanya hadir saat momen hari besar keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, Paroki Kayutangan juga menginisiasi Kampung Moderasi di kawasan Gempol Margabakti, sebagai ruang nyata hidup berdampingan lintas iman.</p>



<p>&#8220;Semangat toleransi harus terus dirawat dan ditanamkan, terutama kepada generasi muda, agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan bangsa. Karena dengan berbeda-beda, kita tetap bersaudara. Perbedaan tidak boleh memisahkan, justru harus semakin menyatukan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gereja-kayutangan-kota-malang-buka-halaman-untuk-pelaksanaan-salat-id/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231176</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Toleransi, Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Tunda Ibadah</title>
		<link>https://memontum.com/wujudkan-toleransi-gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-tunda-ibadah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230033</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang.</p>



<p>Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menyampaikan bahwa pihak gereja menutup sementara sebagian besar jadwal ibadah, demi memberikan ruang dan kenyamanan bagi para peserta Mujahadah Kubro. “Biasanya kami ada ibadah Sekolah Minggu, lalu ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00 dan 17.00 WIB. Namun selama kegiatan Harlah NU ini, kami hanya membuka dua kali ibadah, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. Tiga ibadah lainnya, kami tutup sementara,” ujar Melva, saat ditemui Sabtu (07/02/2026) tadi.</p>



<p>Tidak hanya meniadakan ibadah, HKBP Malang juga membuka gereja sebagai tempat istirahat bagi jamaah NU. Gereja menyediakan ruang duduk, kamar mandi, hingga konsumsi ringan berupa snack dan air mineral.</p>



<p>“Kami membuka gereja sebagai tempat istirahat sementara bagi saudara-saudara kami dari NU. Kursi kami siapkan sekitar 300, jika kurang kami masih bisa membuka tempat lain yang lebih luas,” katanya.</p>



<p>Gerbang gereja akan dibuka mulai Sabtu sore dan ditutup sementara pada pukul 20.00 WIB, kemudian dibuka kembali Minggu pagi pukul 07.30 WIB. Melva menegaskan, bahwa hal itu dilakukan didasari semangat persaudaraan dan kebangsaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita ini saudara, satu NKRI. Boleh berbeda agama dan suku, tetapi kita hidup bersama. Kami juga pendatang di Kota Malang dan sudah diberi tempat, maka sudah sepatutnya kami juga membantu,” tuturnya.</p>



<p>Hal serupa juga dilakukan oleh Gereja Katolik Roma di bawah Keuskupan Malang. Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, mengatakan sejumlah gereja Katolik di sekitar Stadion Gajayana turut meniadakan sebagian ibadah.</p>



<p>“Kami meniadakan dua kali ibadah Sabtu sore dan dua kali ibadah Minggu pagi. Ibadah hanya dilaksanakan Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB atau menyesuaikan kondisi,” ucap Mgr Henricus.</p>



<p>Dirinya menyadari konsekuensi dari pengurangan jadwal ibadah tersebut, namun menilai hal itu sebagai bagian dari komitmen toleransi antar umat beragama di Kota Malang. “Ini event besar. Kami memahami dan dengan senang hati bekerja sama. Kerukunan umat beragama di Kota Malang selama ini terjaga dengan baik, dan ini salah satu wujudnya,” katanya.</p>



<p>Selain meniadakan ibadah, gereja-gereja Katolik juga menyiapkan dukungan logistik seperti air mineral, snack, toilet, tempat istirahat, hingga videotron. Petugas gereja pun disiagakan untuk membantu kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Kami memberikan apa yang kami punya. Ini bentuk partisipasi dan toleransi kami kepada warga NU yang merayakan 1 abad berdirinya NU. Kami ikut bergembira dan berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” imbuh Mgr Henricus. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Beri Dukungan Positif Pelaksanaan 1 Abad NU</title>
		<link>https://memontum.com/gereja-di-sekitar-stadion-gajayana-beri-dukungan-positif-pelaksanaan-1-abad-nu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gajayana]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[stadion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230042</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang. Atas dukungan itu, Wali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang menunjukkan dukungan positif dan nyata terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar pada Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Dukungan tersebut, tentunya menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Kota Malang.</p>



<p>Atas dukungan itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak gereja yang telah membuka fasilitasnya untuk membantu para jemaah. “Saya bersama Pak Kapolresta menyampaikan terima kasih. Beberapa gereja, termasuk di Katedral ini, telah menyiapkan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, tempat salat, bahkan menyediakan makanan dan minuman seperti snack dan kopi,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai melakukan kunjungan ke Gereja Katedral Jalan Ijen, Jumat (06/02/2026) tadi.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa fasilitas yang disediakan gereja sangat membantu pemerintah daerah. Terlebih, lokasi gereja-gereja tersebut berdekatan langsung dengan Stadion Gajayana, pusat kegiatan Mujahadah Kubro.</p>



<p>“Ini bantuan yang sangat membantu kami. Gereja-gereja ini posisinya dekat stadion, sehingga jemaah bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, sejumlah gereja juga mengizinkan pemanfaatan videotron untuk menyiarkan secara langsung Mujahadah Kubro dari Stadion Gajayana. Hal ini dilakukan, untuk memfasilitasi jamaah yang berada di luar stadion atau di ruas jalan yang ditutup sementara, seperti Jalan Basuki Rahmat.</p>



<p>“Kami menyiapkan videotron, termasuk yang ada di Katedral ini nanti juga bisa dikoneksikan untuk streaming langsung dari Stadion Gajayana,” tambahnya.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan gereja-gereja di sekitar stadion juga menjadi solusi alternatif bagi jemaah apabila kapasitas stadion sudah tidak memungkinkan menampung seluruh peserta. Disebutkannya, bahwa ada sekitar tujuh hingga delapan gereja di sekitar Stadion Gajayana yang telah menyatakan kesiapan membantu jemaah Mujahadah Kubro. &#8220;Beberapa gereja tersebut juga menyiapkan fasilitas dengan pengaturan yang rapi, termasuk tempat wudu laki-laki dan perempuan dibedakan, tempat salatnya juga sudah disiapkan, bahkan arah kiblatnya sudah ditentukan. Ini luar biasa,” jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga memastikan, jamaah sudah dapat memanfaatkan fasilitas gereja mulai Sabtu malam, seiring kedatangan rombongan-rombongan dari berbagai daerah. Pengaturan jam masuk dan keluar jamaah juga telah dikoordinasikan dengan kepolisian untuk menghindari penumpukan.</p>



<p>“Kami belajar dari evaluasi kegiatan serupa di daerah lain. Jam masuk dan keluar jemaah sudah diatur supaya tidak bersamaan,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibadah Natal di Gereja Katedral Ijen Malang Berlangsung Khidmat</title>
		<link>https://memontum.com/ibadah-natal-di-gereja-katedral-ijen-malang-berlangsung-khidmat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 03:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[katedral]]></category>
		<category><![CDATA[khidmat]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229000</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Suasana Natal di Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, berjalan dengan khidmat dan lancar, Kamis (25/12/2025) tadi. Total ada sekitar 700 hingga 800 jemaat, yang memadati area gereja untuk mengikuti rangkaian ibadat Natal. Penanggung Jawab Ibadat Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Suasana Natal di Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, berjalan dengan khidmat dan lancar, Kamis (25/12/2025) tadi. Total ada sekitar 700 hingga 800 jemaat, yang memadati area gereja untuk mengikuti rangkaian ibadat Natal.</p>



<p>Penanggung Jawab Ibadat Gereja Paroki St Perawan Maria dari Gunung Karmel Gereja Katedral Ijen Malang, Heribertus Heru, menyampaikan bahwa rangkaian Natal telah dimulai sejak Rabu (24/12/2025) kemarin. Dengan menggelar dua kali ibadah misa malam Natal, masing-masing pukul 18.00 dan 21.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Rangkaian Natal sudah kita mulai tanggal 24 Desember. Malam Natal kemarin ada dua kali ibadat dan jemaat yang hadir sangat banyak, bahkan tidak hanya dari Malang tetapi juga dari luar kota,&#8221; ujar Heru, Kamis (25/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa tema Natal tahun ini, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tema tersebut, dinilai relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial.</p>



<p>&#8220;Gereja memberi perhatian besar pada keluarga. Harapannya, melalui Natal ini ada sukacita, kebersamaan dan damai dalam keluarga,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Heru juga menekankan bahwa perayaan Natal tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai sukacita saja. Namun, juga sebagai momentum kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah terdampak bencana di sejumlah daerah.</p>



<p>“Kita tidak hanya bersukacita, tetapi juga diajak untuk peduli kepada mereka yang mungkin saat ini tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sama,” ucapnya.</p>



<p>Untuk perayaan Natal di hari ini, Gereja Katedral Ijen menggelar lima kali misa Natal. Dengan dimulai sejak pukul 05.30 WIB, dilanjutkan pukul 07.30, 10.00, 16.30 dan 18.30 WIB.</p>



<p>&#8220;Ibadat pukul 07.30 kami khususkan untuk Natal Anak, sedangkan pukul 10.00 untuk bapak-ibu lansia. Bukan untuk membedakan, tapi lebih memfokuskan perhatian dan sapaan dalam ibadat,” katanya.</p>



<p>Meski terdapat pembagian waktu untuk anak dan lansia, Heru menegaskan substansi ibadat tetap sama. Perbedaannya hanya pada pendekatan dan sapaan dari pemimpin ibadat yang disesuaikan dengan jemaat.</p>



<p>&#8220;Untuk Natal Anak, pada tahun ini pihak gereja tidak menampilkan drama tetapi, panitia menyiapkan kegiatan tersendiri usai ibadah dengan menghadirkan tokoh Sinterklas sebagai simbol sukacita Natal bagi anak-anak,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229000</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Rasa Aman dan Kebersamaan, Bupati Malang dan Forkopimda Kunjungi Gereja dan Pos Layanan Terpadu</title>
		<link>https://memontum.com/ciptakan-rasa-aman-dan-kebersamaan-bupati-malang-dan-forkopimda-kunjungi-gereja-dan-pos-layanan-terpadu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 12:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ciptakan]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan,]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[terpadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229021</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Kapolres Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, mengunjungi sejumlah gereja di Kecamatan Dau, Rabu (24/12/2025) tadi. Sejumlah rombongan, berangkat dari Pendopo Agung Kabupaten Malang, dan langsung menuju GKPSA Karang Widoro, dilanjutkan ke GKJW Sengkaling Dau, yang sedang melaksanakan Ibadah Misa Natal 2025. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Kapolres Malang, Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, mengunjungi sejumlah gereja di Kecamatan Dau, Rabu (24/12/2025) tadi. Sejumlah rombongan, berangkat dari Pendopo Agung Kabupaten Malang, dan langsung menuju GKPSA Karang Widoro, dilanjutkan ke GKJW Sengkaling Dau, yang sedang melaksanakan Ibadah Misa Natal 2025.</p>



<p>Usai dari Dau, Bupati Malang bergeser ke Pos Tim Terpadu yang ada di pintu masuk Tol Karanglo Kecamatan Singosari, untuk memantau aktivitas lalu lintas di sejumlah titik rawan Kabupaten Malang dari big screen. &#8220;Para pendeta dan Umat Kristiani yang merayakan Hari Natal Tahun 2025, saya mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga kita semua damai sejahtera, bahagia di keluarga. Saya bersama seluruh Forkopimda Kabupaten Malang mengunjungi sejumlah gereja yang sedang menggelar perayaan Natal,&#8221; kata Bupati Sanusi.</p>



<p>Diketahui Tim 1, dari gereja di Tidar, lanjut ke Sengkaling dan ke Pos Terpadu di perempatan Karanglo Singosari. Sedangkan, Tim 2 bersama Wakil Bupati Malang meninjau perayaan Natal di wilayah selatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Malang mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Kristiani, yang selama ini hidup rukun membangun dan mengisi pembangunan di Kabupaten Malang. Bahkan tahun ini, Pemkab Malang juga mendapat anugerah Harmony Awards dari Kementerian Agama, sebagai penghargaan kerukunan umat beragama terbaik di Jawa Timur.</p>



<p>&#8221;Penghargaan tersebut didasari karena semua umat beragama di Kabupaten Malang sudah saling menghormati, menghargai, menyayangi dan bahu membahu untuk mengisi kemerdekaan dan membangun Kabupaten Malang. Jika dulu sering terjadi konflik dan berbeda pendapat tentang pendirian rumah ibadah. Syukur Alhamdulillah, ketika masjid didirikan di Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, yang penduduknya mayoritas Nasrani, justru para pendeta turut membantu mendirikan masjid dengan datang semua di acara peletakkan batu pertama,&#8221; jelas Bupati Sanusi.</p>



<p>Demikian sebaliknya, kata Sanusi, ketika peletakkan pertama pendirian Gereja Mawar Saron di Kecamatan Dau, para tokoh agama Islam dan lainnya hadir, baik Ketua PC NU, Banser, Ansor. Hari ini juga demikian, dicontohkannya para Banser juga membantu kepolisian dalam upaya pengamanan kegiatan Perayaan Natal.</p>



<p>&#8221;Terima kasih kepada semuanya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, menyambut baik kegiatan ini. Hari ini, kita mengunjungi gereja-gereja yang sedang menggelar Perayaan Hari Natal untuk memastikan keamanan dan kedamaian di semua tempat. Dari peninjauan, semua dalam kondisi aman dan bergembira. Kita sering berkomunikasi melalui FKUB Kabupaten Malang,&#8221; imbuhnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Kesiapan Natal, Forkopimda Kota Malang Tinjau Pos Pelayanan dan Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/pastikan-kesiapan-natal-forkopimda-kota-malang-tinjau-pos-pelayanan-dan-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kesiapan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan pemantauan di Pos Pelayanan dan beberapa gereja di Kota Malang, Rabu (24/12/2025) tadi. Hal itu dilakukan, untuk memastikan kesiapan ibadah Natal serta keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Nataru. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, melakukan pemantauan di Pos Pelayanan dan beberapa gereja di Kota Malang, Rabu (24/12/2025) tadi. Hal itu dilakukan, untuk memastikan kesiapan ibadah Natal serta keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Nataru.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, kejaksaan, hingga tokoh lintas agama. Rombongan menyambangi beberapa gereja untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berjalan aman dan kondusif.</p>



<p>“Hari ini saya bersama Forkopimda, Mas Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, Danlanal yang mewakili Danlanud, Kejaksaan, FKUB, FKDF dan Forum Pembauran Kebangsaan, berkeliling ke beberapa gereja untuk memastikan kesiapan peribadatan dan perayaan Natal di Kota Malang,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain mengecek kesiapan gereja, Pemkot Malang juga meninjau langsung Pos Pelayanan Nataru, khususnya di kawasan Stasiun Kereta Api dan depan Gereja Katolik Ijen. Wali Kota Wahyu juga menyebut, fasilitas yang disiapkan di pos pelayanan tergolong lengkap, mulai dari layanan kesehatan, pemadam kebakaran, transportasi, hingga ruang istirahat bagi masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Pelayanan di depan stasiun sangat lengkap karena arus pergerakan moda transportasi ada di sana. Apalagi sekarang ada dua jalur perjalanan kereta api baru,” jelasnya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa Polresta Malang Kota juga telah menyiapkan sistem pemantauan data secara berkala setiap 12 jam. Data tersebut meliputi pergerakan kendaraan, tingkat okupansi hotel, arus penumpang di stasiun dan terminal, hingga lalu lintas di exit tol.</p>



<p>“Semua data itu sudah tersedia di layar pos pelayanan. Teman-teman media juga bisa melihat grafik perkembangannya,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pada Nataru tahun ini terjadi peningkatan signifikan jumlah wisatawan. Jika pada tahun lalu kenaikan kunjungan diprediksi sekitar 17 persen, tahun ini angkanya diperkirakan mencapai 23 persen.</p>



<p>“Prediksinya naik sekitar 23 persen. Pertimbangannya libur panjang dan terbatasnya perjalanan wisata ke Sumatera akibat bencana, sehingga banyak wisatawan memilih Malang dan Batu,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Natal, Dishub Kota Malang Antisipasi Kepadatan Arus di Sekitar Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-natal-dishub-kota-malang-antisipasi-kepadatan-arus-di-sekitar-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam pelaksanaan misa. “Untuk gereja dengan kunjungan jemaat yang padat seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, sudah kami antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, Jaya memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas ekstrem di sekitar lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan umat yang beribadah.</p>



<p>“Kami siapkan pengaturan parkir dan pemantauan di lapangan. Sejauh ini tidak ada rekayasa besar, tetapi tetap dalam pengawasan petugas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pengamanan gereja, Dishub Kota Malang juga memetakan sejumlah titik lain yang diprediksi rawan kepadatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di antaranya koridor Jalan Ahmad Yani hingga Malang Creative Center (MCC), kawasan Madyopuro, Soekarno-Hatta (Suhat), Borobudur, hingga arah Universitas Brawijaya (UB).</p>



<p>&#8220;Untuk mendukung pengendalian lalu lintas, kami dari Dishub berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau juga disiagakan di titik-titik strategis,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait dengan koordinasi lintas wilayah, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak bisa dilakukan secara parsial. Kota Malang dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan, terutama pada jalur-jalur wisata menuju pantai selatan.</p>



<p>“Hasil rapat Forum Lalu Lintas menunjukkan titik kepadatan di wilayah Kabupaten Malang biasanya terjadi di kawasan Kacuk hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena itu koordinasi lintas daerah sangat penting,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Toleransi Beragama, Bupati Jember Kunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup,</title>
		<link>https://memontum.com/toleransi-beragama-bupati-jember-kunjungi-sendang-tirtha-amertha-rajasa-dan-gereja-katolik-santo-yusup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[amertha]]></category>
		<category><![CDATA[beragama,]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[rajasa]]></category>
		<category><![CDATA[sendang]]></category>
		<category><![CDATA[tirtha]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[yusup,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya bahwa Kabupaten Jember akan terus menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Hal ini kembali ditegaskannya, saat mengunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup, Minggu (10/08/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan ini, tentunya menjadi simbol komitmen Pemkab Jember, dalam merawat kerukunan dan persaudaraan lintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya bahwa Kabupaten Jember akan terus menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Hal ini kembali ditegaskannya, saat mengunjungi Sendang Tirtha Amertha Rajasa dan Gereja Katolik Santo Yusup, Minggu (10/08/2025) tadi.</p>



<p>Kunjungan yang dilakukan ini, tentunya menjadi simbol komitmen Pemkab Jember, dalam merawat kerukunan dan persaudaraan lintas agama. “Kunjungan saya ini sebagai bentuk bahwa Kabupaten Jember milik semua. Sesuai dengan tagline &#8216;Jember Semua Karena Cinta’. Karena cinta, kita tidak memandang agama, suku, ras, maupun budaya,” kata Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.</p>



<p>Komitmen ini, tambahnya, juga terlihat dari berbagai kegiatan sebelumnya. Seperti Kirab Pusaka Nusantara dan Sedekah Bumi, di mana Gus Fawait meminta doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan tujuh agama. Momen tersebut, menjadi simbol kuat bahwa Jember adalah rumah bersama yang damai dan saling menghargai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam momen itu, Bupati Fawait juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergandeng tangan membangun Jember tanpa sekat perbedaan. “Membangun Jember tidak bisa dilakukan oleh satu orang atau satu golongan saja. Tetapi harus dengan kekompakan seluruh masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Bagi Gus Fawait, toleransi di Jember bukan sekadar slogan, melainkan budaya hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pemerintah Kabupaten Jember juga senantiasa mendorong dialog antar umat beragama, melestarikan nilai gotong royong, serta menjaga ruang publik agar tetap inklusif bagi semua.</p>



<p>&#8220;Inilah Jember, kabupaten yang percaya bahwa keberagaman adalah anugerah dan kebersamaan adalah kunci kemajuan,&#8221; paparnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Natal di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Kota Malang Hadirkan Drama Anak-Anak</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-natal-di-gereja-katedral-santa-perawan-maria-kota-malang-hadirkan-drama-anak-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Dec 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[katedral]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217874</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perayaan Natal 2024 di Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Keuskupan Malang, Jalan Ijen, Kota Malang, berlangsung dengan khidmat dan antusiasme jamaah, Rabu (25/12/2024) tadi. Panitia Natal Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Keuskupan Malang, Jalan Ijen, Kota Malang, Heribertus Heru, mengatakan bahwa perayaan Natal kali ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perayaan Natal 2024 di Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Keuskupan Malang, Jalan Ijen, Kota Malang, berlangsung dengan khidmat dan antusiasme jamaah, Rabu (25/12/2024) tadi.</p>



<p>Panitia Natal Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Keuskupan Malang, Jalan Ijen, Kota Malang, Heribertus Heru, mengatakan bahwa perayaan Natal kali ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yakni, menghadirkan drama Natal yang diperankan anak-anak, sehingga menambah suasana semarak.</p>



<p>&#8220;Rangkaiannya tadi ada hal yang berbeda, tahun ini ada bagain drama natal yang diperankan anak-anak dari gereja ini. Tadi didukung oleh 25 anak dalam pelaksanaanya dan baru tahun ini itu dilakukan,&#8221; kata Heru.</p>



<p>Untuk Misa Natal sendiri, menurutnya telah dimulai sejak kemarin, Selasa (24/12/2024) dengan dua jadwal, yakni pukul 18.00 WIB dan 21.00 WIB. Untuk di hari ini dalam perayaan Natal, gereja mengadakan lima misa, masing-masing pukul 05.30 WIB, 07.30 WIB yang dikhususkan untuk anak-anak, 10.00 WIB khusus Lansia, 16.30 WIB dan 18.30 WIB.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Antusiasme umat sungguh luar biasa. Kemarin, meskipun cuaca kurang bersahabat, yang hadir tetap banyak, mencapai 2000 hingga 2500 orang. Hari ini pun jumlahnya sekitar 1.000 umat, meski kapasitas gereja hanya 700 kursi, dengan tambahan kursi yang kami siapkan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Pendamping Rasul Cilik, Monica Adventina Deby Setiadi, mengatakan bahwa dalam drama tersebut menceritakan kelahiran Yesus Kristus, sesuai bacaan Injil yang dibacakan oleh Romo. Dengan melibatkan 25 anak dari kelompok Rasul Cilik (kelas 4 SD hingga SMP) dan Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner (Sekami A, usia TK hingga kelas 3 SD).</p>



<p>&#8220;Drama ini baru diadakan tahun ini untuk memberikan suasana baru agar tidak monoton. Latihannya hanya lima kali, tetapi anak-anak berhasil tampil maksimal. Ini juga tidak hanya menyampaikan pesan religius, tetapi juga menghadirkan momen lucu yang spontan, misalnya, pemeran domba yang bergerak lucu atau gembala yang menari. Itu semua ide dari anak-anak sendiri,&#8221; ucap Monica.</p>



<p>Melalui drama tersebut, ada pesan tersendiri yang disampaikan yakni kelahiran Yesus membawa sukacita bagi semua makhluk hidup. Termasuk, hewan-hewan seperti domba yang turut digambarkan dalam cerita. &#8220;Untuk di tahun depan, kami berencana menghadirkan sesuatu yang baru lagi untuk semakin menyemarakkan perayaan Natal,&#8221; imbuh Monica. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217874</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
