<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Gili Ketapang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gili-ketapang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2021 11:38:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Gili Ketapang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cuaca Ekstrim di Pulau Gili Ketapang, Tanggul Penahan Ombak Jebol</title>
		<link>https://memontum.com/cuaca-ekstrim-di-pulau-gili-ketapang-tanggul-penahan-ombak-jebol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2021 11:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angin Kencang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Gili Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[gotong royong]]></category>
		<category><![CDATA[Ombak Besar]]></category>
		<category><![CDATA[tanggul jebol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=133520</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tanggul penahan ombak pada sisi Barat dan Utara Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ambrol diterjang ombak. Untuk mengantisipasi terjadinya terjangan ombak besar susulan, warga bergotong royong membuat penahan sementara yang terbuat dari karung (goni) berisi pasir. Sekedar diketahui, pada Kamis (28/01) malam, terjadi cuaca buruk yang berlangsung di sekitar Pulau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tanggul penahan ombak pada sisi Barat dan Utara Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ambrol diterjang ombak. Untuk mengantisipasi terjadinya terjangan ombak besar susulan, warga bergotong royong membuat penahan sementara yang terbuat dari karung (goni) berisi pasir.</p>



<p>Sekedar diketahui, pada Kamis (28/01) malam, terjadi cuaca buruk yang berlangsung di sekitar Pulau Gili. Kejadian sendiri, berlangsung sekitar pukul 19.00 hingga sekitar 23.00 WIB. Ombak setinggi 1,5 meter, secara tiba-tiba langsung menghantam tanggul.</p>



<p>Kerasnya hantaman gelombang, membuat tanggul penahan di sebelah Barat dan Utara pulau, menjadi rusak dan jebol. Hantaman ombak semakin kuat karena saat itu, air laut juga sedang pasang yang disertai angin kencang dengan kecepatan 37 KM per-jam.</p>



<p>“Tadi malam kejadiannya. Yang rusak tanggul sisi barat dan utara. Karena anginnya baratan (barat laut-red),” terang salah satu warga, Yusuf, Sabtu (30/01) tadi.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/132838-antisipasi-banjir-bpbd-kota-probolinggo-siapkan-resapan" data-type="URL" data-id="https://memontum.com/132838-antisipasi-banjir-bpbd-kota-probolinggo-siapkan-resapan" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Antisipasi Banjir BPBD Kota Probolinggo Siapkan Resapan</a></strong></p>



<p>Tingginya ombak pada malam itu, mengakibatkan air naik hingga ke jalan di area permukiman warga. Sebagian rumah warga terhempas ombak. Namun tidak sampai terjadi kerusakan. “Cukup tinggi sampai ke jalan. Warga takut jika melintas di jalan sisi Barat dan Utara,” imbuhnya.</p>



<p>Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tanggul jebol dipulau Gili Ketapang. Kami pun telah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana.</p>



<p>“Kami baru dapat laporannya. Petugas langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen untuk melihat potensi-potensi bencana disana. Karena musim hujan dan angin memasuki puncaknya saat ini,” terang Anggit.<br></p>



<p>Kepala KSOP Klas IV Probolinggo, Capt. Subuh Fakkurahman, dikonfirmasi terpisah meminta kepada semua operator kapal penyeberangan tradisional agar memperhatikan cuaca dan melengkapi kapalnya dengan alat keselamatan yang cukup sesuai jumlah pelayar.</p>



<p>“Kami juga menghimbau kepada para penumpang maupun pengunjung agar memperhatikan cuaca yang tidak bersahabat. Waspadai jika terjadi ombak besar serta angin kencang,” pintanya</p>



<p>Untuk mengantisipasi terjangan ombak susulan, warga pulau Gili Ketapang secara bergotong royong, membuat tanggul sementara dari karung pasir secara swadaya. Agar jika kembali terjadi terjangan ombak, tidak sampai masuk dan menerjang pemukiman warga. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133520</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Calon Haji Gili Ketapang Diantar Iringan Kapal Laut Jonggrang</title>
		<link>https://memontum.com/calon-haji-gili-ketapang-diantar-iringan-kapal-laut-jonggrang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2018 11:10:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[calon jamaah haji]]></category>
		<category><![CDATA[Gili Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Mayangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/48808-calon-haji-gili-ketapang-diantar-iringan-kapal-laut-jonggrang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Di pulau yang terletak di perairan laut Utara Probolinggo, tepatnya di kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, yang terkenal dengan pulau Gili Ketapang, menjadi tantangan tersendiri bagi warganya yang saat menunaikan ibadah haji. Sebab, tak ada jembatan yang bisa menghubungkan pulau ini ke pulau Jawa. Dari yang sudah-sudah warga pun menggunakan transportasi kapal laut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Di pulau yang terletak di perairan laut Utara Probolinggo, tepatnya  di kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, yang terkenal dengan pulau Gili Ketapang, menjadi tantangan tersendiri bagi warganya yang saat menunaikan ibadah haji. Sebab, tak ada jembatan yang bisa menghubungkan pulau ini ke pulau Jawa. Dari yang sudah-sudah warga pun menggunakan transportasi kapal laut yang biasa di buat menangkap  ikan menuju Pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo.</p>
<p>Untuk jamaah haji tahun ini ada 18 warga yang menunaikan ibadah haji. 6 calon haji perempuan dan 12 orang laki-laki. Jumlah yang naik dari tahun lalu yang hanya 12 jamaah. Ke 18 jemaah haji asal Pulau Gili Ketapang ini, akan bergabung dengan 824 jemaah haji Kabupaten Probolinggo yang akan diberangkatkan di Minitaur Ka’bah Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Mereka tergabung dalam Kloter 27-28, untuk kemudian dilepas ke embarkasi haji Surabaya.</p>
<p>Tak adanya transportasi darat, membuat warga menggunakan kapal nelayan jenis jongrang agar dapat mengantar para tamu Allah SWT itu. Seperti yang dilakukan pada Rabu (25/7/2018).</p>
<p>Ribuan warga mengantarkan 18 anggota jamaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekah di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo. Hampir semua warga pulau terluar dari Kabupaten Probolinggo itu ikut, baik anak-anak hingga lansia juga turut serta.</p>
<p>“musim haji ini memang tradisi. Tradisi haji atau kajjien. Ini sudah biasa orang-orang mengantar dengan perahu yang dihias. Ikut bergembira, sanak saudara kami bisa naik haji, kami ingin mendapat barokah dan segera bisa menyusul naik haji di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Aman Jaya, salah satu kerabat yang berangkat haji.</p>
<p>Disisi lain, uniknya, setiap calon haji diangkut oleh satu kapal jongrang. Kapal yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan itu, dihias sedemikian rupa. Aneka warna-warni memenuhi sekujur kapal. Tak lupa, pengeras suara juga dipasang untuk memutar nada-nada ilahi sepanjang perjalanan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48808</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
