<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>ginjal &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/ginjal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Oct 2024 11:26:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>ginjal &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Soroti Masalah Gagal Ginjal, Dinkes Kabupaten Malang Ingatkan Pola Hidup Sehat</title>
		<link>https://memontum.com/soroti-masalah-gagal-ginjal-dinkes-kabupaten-malang-ingatkan-pola-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[soroti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213145</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang merilis angka penderita penderita gagal ginjal di Kabupaten Malang tahun 2023, mencapai 1.283 jiwa. Dari angka itu, keseluruhan penderita berusia di atas 15 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha, menjelaskan bahwa mayoritas penyakit tersebut sering diderita para Lansia yang memiliki penyakit kronis, hipertensi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang merilis angka penderita penderita gagal ginjal di Kabupaten Malang tahun 2023, mencapai 1.283 jiwa. Dari angka itu, keseluruhan penderita berusia di atas 15 tahun.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Nur Syamsu Dhuha, menjelaskan bahwa mayoritas penyakit tersebut sering diderita para Lansia yang memiliki penyakit kronis, hipertensi dan diabetes. Namun beberapa waktu terakhir, banyak remaja yang justru turut menderita penyakit tersebut. Diduga, hal itu terjadi karena pola hidup masyarakat yang saat ini tergolong kurang sehat.</p>



<p>“Gagal ginjal itu bisa terjadi, karena kadar gula berlebihan dan konsumsi garam berlebihan. Sedangkan, dalam mengkonsumsi air putih kurang,” kata Kadinkes.</p>



<p>Contoh pola hidup yang tidak sehat, ujarnya, adalah seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, instan dan banyak mengandung gula. Dimana, dampak yang harus dialami para penderita adalah melakukan pengobatan seperti cuci darah.</p>



<p>Diterangkan Syamsu, bahwa penyakit gagal ginjal ini terbagi menjadi dua jenis. Yakni, gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut, itu apabila suatu hari ada penurunan fungsi ginjal. Namun setelah beberapa hari atau minggu, ginjal tersebut akan kembali normal.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Itu namanya akut mendadak. Jadi, satu hari hingga dua hari atau seminggu, bisa normal kembali. Gejala yang dirasakan bisa lemas, capek dan sebagainya,” ujarnya.</p>



<p>Sedangkan untuk gagal ginjal kronis, tambahnya, para penderita biasanya memiliki riwayat diabetes, hipertensi maupun lupus. Sehingga mengganggu fungsi kerja saluran kemih dan dapat mengakibatkan urine yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh kembali masuk ke dalam tubuh.</p>



<p>“Karena tersumbat urinenya, sehingga kembali lagi. Jadi tidak bisa turun dan tidak bisa keluar. Nah itu bisa menyebabkan penyakit ginjal,” tambahnya.</p>



<p>Dikatakan Syamsu, salah satu faktor kelainan ukuran ginjal yang lebih kecil dibanding rata-rata, juga dapat mengakibatkan orang tersebut mengalami gagal ginjal. “Ada gagal ginjal turunan. Seperti dari orang tua turun ke anak. Ditambah, gaya hidup timbulnya gagal ginjal” lanjutnya.</p>



<p>Masih menurut Syamsu, penyakit gagal ginjal di Indonesia, adalah gagal ginjal kronis yang pemicunya lantaran ada penyakit penyerta. Karenanya, dirinya berpesan agar masyarakat sering-sering tes kesehatan ke Puskesmas terdekat dan mengurangi mengkonsumsi makanan siap saji. Terutama, yang mengandung lemak dan kadar gula tinggi.</p>



<p>“Gula bisa diabetes. Diperiksa 200 terus akhirnya mengental akhirnya mengurangi fungsi ginjal. Sama dengan orang kelebihan garam, tensinya tinggi terus,” ujarnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213145</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Respon Kasus Gagal Ginjal di Kota Malang, Pj Wali Kota Wahyu Dorong Upaya Kolaboratif Lintas Sektor</title>
		<link>https://memontum.com/respon-kasus-gagal-ginjal-di-kota-malang-pj-wali-kota-wahyu-dorong-upaya-kolaboratif-lintas-sektor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[kolaboratif]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212750</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terkena diabetes dan memicu terjadinya penyakit gagal ginjal. Apalagi, di Kota Malang ada sebanyak lima anak yang mengalami hal tersebut. Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menjelaskan bahwa untuk menangani penyakit tersebut perlu adanya upaya kolaboratif. Baik melalui Lembaga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terkena diabetes dan memicu terjadinya penyakit gagal ginjal. Apalagi, di Kota Malang ada sebanyak lima anak yang mengalami hal tersebut.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Wahyu, itu menjelaskan bahwa untuk menangani penyakit tersebut perlu adanya upaya kolaboratif. Baik melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).</p>



<p>“Kami minta ada upaya jemput bola dari LSM, kemudian nanti kami koordinasikan untuk menindaklanjuti. Kemudian juga meminta Dinkes dan Disdikbud untuk berkoordinasi, memantau di sekolah-sekolah untuk menelusuri kenapa bisa terjadi penyakit tersebut,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Kamis (08/08/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, Pj Wali Kota Wahyu juga menekankan pentingnya untuk melakukan sosialisasi mengenai produk makanan kemasan kepada masyarakat. Termasuk juga pemahaman dan pengetatan terkait makanan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami terus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait makanan yang harus dipilah. Ada makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak, termasuk makanan ringan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di sisi lain, menurutnya sosialisasi melalui gerakan PKK baik ditingkat kelurahan atau pun kecamatan juga sangat membantu dalam memberikan pemahaman. Tentu upaya ini juga untuk mendukung para orang tua agar tidak selalu memberikan makanan cepat saji kepada anak-anak.</p>



<p>&#8220;Kami banyak gerakan dari ibu-ibu PKK yang memberikan pemahaman untuk tidak selalu memberikan fast food kepada anak-anak,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan upaya tersebut, Pj Wali Kota Wahyu berharap agar kasus penyakit gagal ginjal pada anak-anak di Kota Malang dapat teratasi dengan baik. &#8220;Sehingga, ini perlu dilakukan upaya koordinasi yang intensif dan sosialisasi yang berkelanjutan,&#8221; ujar Pj Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pj Bupati Probolinggo Beri Tali Asih dan Motivasi Pasien Ginjal di RS Rinzani Paiton</title>
		<link>https://memontum.com/pj-bupati-probolinggo-beri-tali-asih-dan-motivasi-pasien-ginjal-di-rs-rinzani-paiton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2024 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[paiton,]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rinzani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207578</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, membuka sekaligus menjadi narasumber pada podcast kesehatan pada Rumah Sakit Rizani Paiton dengan tema &#8216;Advancing Equitable Accces to Care and Optimal Medication Practise&#8217; Rabu (20/03/2024) tadi. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (HGS) atau World Kidney Day (WKD) tersebut, juga diikuti oleh perwakilan keluarga dari para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, membuka sekaligus menjadi narasumber pada podcast kesehatan pada Rumah Sakit Rizani Paiton dengan tema &#8216;Advancing Equitable Accces to Care and Optimal Medication Practise&#8217; Rabu (20/03/2024) tadi. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (HGS) atau World Kidney Day (WKD) tersebut, juga diikuti oleh perwakilan keluarga dari para pasien Hemodialisa (HD) yang saat ini sedang mengakses layanan Hemodialisis atau cuci darah di RS Rizani Paiton.</p>



<p>Sebelum membuka podcast, Pj Bupati Ugas didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto bersama Direktur RS Rizani, dr Mirrah Samiyah, menyempatkan diri untuk menjenguk para pasien yang sedang menjalani penanganan HD di ruang Instalasi Hemodialisa RS Rizani. Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Ugas Irwanto beserta istri memberikan tali asih sekaligus memberikan motivasi secara pribadi kepada masing-masing pasien yang saat itu sedang menjalani penanganan medis cuci darah.</p>



<p>Pj Bupati Ugas Irwanto dalam paparannya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri mengenai pentingnya kesehatan ginjal. Serta, mengurangi dampak penyakit yang berkaitan dengan ginjal.</p>



<p>“Pencegahan adalah yang terbaik, rajin melakukan pemeriksaan kesehatan, kontrol tekanan darah, gula darah, menjaga pola makan dan lakukan olahraga secara teratur serta berhenti merokok,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pj Ugas Irwanto juga mengucapkan selamat kepada Direksi RS Rizani, yang telah memiliki Instalasi Hemodialisa yang sebelumnya hanya ada di RSUD dr Moh Saleh Probolinggo. Hal ini, ke depannya diperlukan kerjasama pemanfaatan antar rumah sakit yang membutuhkannya.</p>



<p>“Selamat Hari Ginjal Sedunia, semoga semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan ginjal dan terimakasih kepada RS Rizani yang terus menjunjung tinggi keikhlasan dan turut andil dalam melayani kesehatan masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur RS Rizani, Mirrah Samiyah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas supporting dari Pemkab Probolinggo kepada pihaknya selama ini. Sehingga, sampai saat ini RS Rizani telah memiliki 14 unit mesin Hemodialisa, dimana sebelumnya di tahun 2018 hanya tersedia empat unit saja.</p>



<p>Menurut Mirrah Samiyah, adanya instalasi HD yang dimiliki RS Rizani, tidak semata-mata berorientasi keuntungan. Namun, cita-cita utamanya adalah memberikan kemudahan akses pelayanan HD bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>



<p>“Membangun instalasi HD ini tidak mudah, karena a dibutuhkan tekad dan semangat tak kenal lelah sejak dari proses dan pengurusan izinnya di RS dr Soetomo. Diawali dari empat pasien HD dan alhamdulillah seiiring pengembangan dan penambahan mesin Hemodialisa, saat ini mesin itu telah banyak memberikan manfaat kepada 70 orang pasien HD yang telah terlayani di RS Rizani,” tambahnya. <strong>(kom/nun/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207578</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Uji Lab Air Berwarna Merah di Pamekasan, DLH Sebut Bisa Sebabkan Kangker dan Gagal Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/hasil-uji-lab-air-berwarna-merah-di-pamekasan-dlh-sebut-bisa-sebabkan-kangker-dan-gagal-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jul 2023 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[berwarna]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kangker]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[sebabkan]]></category>
		<category><![CDATA[sebut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193132</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. &#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pamekasan</strong> &#8211; Teka-teki kandungan zat apa saja yang berada di aliran air sungai yang berwarna merah di Kecamatan Kota Pamekasan, akhirnya sedikit terurai. Itu setelah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, berhasil mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami mengukur 21 parameter yang keluar masih 19 parameter. Ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu. Itu artinya, temperatur melebihi baku mutu, sehingga ada reaksi kimia dari air itu,&#8221; kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan, Farhatin, Kamis (13/07/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Farhatin, ada beberapa kandungan yang didapat usai uji lab. Seperti, sulfida, yang bisa sebabkan racun pada ikan dan berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi. Kemudian, mengandung ecoli yang bisa menyebabkan diare apabila dikonsumsi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Di sini ada kandungan zat besi, yakni mangan, kadnium serta tembaga (Cu). Zat-zat ini merupakan logam berat yang ada pada pewarna tekstil dna kalau dikonsumsi akan menyebabkan gagal ginjal. Sementara untuk angka panjangnya, bisa sebabkan kangker,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dirinya mengatakan, ada tiga lagi dari uji laboratorium yang belum keluar. Itu karena, harus menunggu selama lima hari. Akan tetapi, air itu memang ada zat pencemarnya.</p>



<p>&#8220;Saat ini memang sudah normal airnya. Kalau pada saat itu dikonsumsi, itu akan merusak dan berbahaya. Jadi, memang ada zat pencemar tapi tidak tercemar berat,&#8221; terangnya. <strong>(azm/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193132</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gagal Ginjal Akut Misterius Serang Anak, Ini Keterangan Kadinkes Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gagal-ginjal-akut-misterius-serang-anak-ini-keterangan-kadinkes-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 13:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176722</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit gagal ginjal akut misterius, kini di Indonesia sudah mulai menyerang pada anak-anak. Namun, kasus tersebut untuk di Kota Malang, saat ini masih belum ditemukan. Hal itu, diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif. Menurut Husnul, penemuan dan diagnoasa gejala dari penyakit gagal ginjal tersebut, disebabkan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit gagal ginjal akut misterius, kini di Indonesia sudah mulai menyerang pada anak-anak. Namun, kasus tersebut untuk di Kota Malang, saat ini masih belum ditemukan. Hal itu, diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif.</p>



<p>Menurut Husnul, penemuan dan diagnoasa gejala dari penyakit gagal ginjal tersebut, disebabkan oleh tiga hal. Yakni, riwayat keturunan, perilaku konsumsi makan dan minum, serta kebiasaan atau aktivitas anak.</p>



<p>“Dari tiga hal itu, sangat mempengaruhi terhadap fungsi ginjal itu. Makanya riwayat dari keturunannya itu ditelusuri, kemudian perilaku anak terutama dalam mengonsumsi untuk makan minumnya, dan kebiasaan atau aktivitasnya anak itu apa dalam kesehariannya,” jelas Husnul saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (12/10/2022) sore.</p>



<p>Dibenarkan oleh Husnul, bahwa penyakit gagal ginjal akut tersebut bukanlah misterius dan tiba-tiba muncul. Namun, dikatakan bahwa itu sebenarnya sudah ada deteksi dini. Hanya anak yang sulit untuk menyampaikan rasa sakit yang dialami.</p>



<p>“Anak-anak itu kan sulit untuk ngomong ke orang tuanya. Sehingga perhatian dari keluarga itu seharusnya menjadi nomer satu bagi mereka,” katanya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut dijelaskan, bahwa di lingkungan sekolah juga disediakan tim skrining atau pemeriksaan dasar. Itu sudah menjadi kegiatan rutin dari Dinkes Kota Malang.</p>



<p>“Sebenarnta itu sudah kegiatan rutin kita sehingga nanti ketika di skrining itu apabila ada gejala-gejala, bukan hanya satu penyakit tapi ada penyakit lain akan diberikan rekomendasi untuk tindaklanjutnya,” lanjutnya.</p>



<p>Apabila nantinya penyakit tersebut muncul di Kota Malang, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan RSSA Malang. Sebab untuk tim penyakit tersebut berada di sana, dan secara klinis tim akan memberikan informasi pada pihak Dinkes Kota Malang.</p>



<p>“Secara klinis timnya akan memberitahu informasi kepada kita. Nanti apa yang perlu dilakukan oleh salah satu anak tersebut. Kemudiqnbkita lihat bagaimana untuk keluarga, dan lingkungannya. Itu yang nanti akan kita tindak lanjuti di dinas kesehatan, baik di layanan maupun di promosi kesehatan,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176722</post-id>	</item>
		<item>
		<title>17 Kali Transplantasi Ginjal, RSSA Pasti Sesuai Prosedur</title>
		<link>https://memontum.com/17-kali-transplantasi-ginjal-rssa-pasti-sesuai-prosedur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 14:24:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/16748-17-kali-transplantasi-ginjal-rssa-pasti-sesuai-prosedur</guid>

					<description><![CDATA[Polemik Transplantasi Ginjal Ita ke Erwin &#160; Memontum Kota Malang &#8212; Rumah sakit Saiful Anwar sudah melakukan transplantasi ginjal yang ke tujuh belas. Transplantasi ginjal adalah persoalan Internasional dan waiting list besar juga dipicu pendonor yang sulit. Dr Atma Gunawan, Sp.pd (kgh), ketua tim transplantasi ginjal rumah sakit Syaiful Anwar Malang menjelaskan dalam pers release, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Polemik Transplantasi Ginjal Ita ke Erwin</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Rumah sakit Saiful Anwar sudah melakukan transplantasi ginjal yang ke tujuh belas. Transplantasi ginjal adalah persoalan Internasional dan waiting list besar juga dipicu pendonor yang sulit. Dr Atma Gunawan, Sp.pd (kgh), ketua tim transplantasi ginjal rumah sakit Syaiful Anwar Malang menjelaskan dalam pers release, Jumat (22/12/2017) di Aula Majapahit, pihak pertama dan pihak kedua menyetujui peraturan yang dibuat Rumah Sakit Umum dr  Saiful Anwar yang  terkait dengan  trasnplantasi ginjal.</p>
<p>&#8220;Terkait ini kita sudah menjelaskan kepada mereka sebelum ini akan diberikan ,&#8221; ujarnya. Beberapa kesepakatan yang masuk dalam Permenkes berbunyi, pihak pertama tidak akan pernah  menuntut apapun. Baik  secara material maupun immaterial kepada pihak kedua  setelah ada tindakan transplantasi .</p>
<p>Pihak kedua tidak pernah menjanjikan imbalan  apapun baik secara material maupun immaterial kepada pihak pertama diluar ketentuan point nomer tiga. Pihak , Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang, tidak bertanggung jawab terhadap berbagai kesepakatan antara pihak pertama dan pihak kedua diluar ketentuan point satu sampai dengan point kelima.</p>
<p>&#8220;Jadi legalnya apa yang disepakati kedua belah pihak, menjadi dasar kami. Sesuatu yang diluar itu, kami tidak tahu dan kami  tidak bertanggung jawab. Apa yang terjadi sekarang ini, kami tahu setelah sepuluh bulan terjadi proses transplantasi ginjal ,&#8221; tegasnya .</p>
<p>Atma Juga menyinggung mengenai soal niat baiknya membantu anak Ibu Ita yang tidak bisa masuk sekolah karena kesulitan dalam membayar SPP. Ini melulu soal kemanusiaan, sama sekali tidak ada kaitan dengan transplantasi ginjal.</p>
<p>&#8220;Hanya saya tersentuh saja untuk  membantu. Dan saya ingin bantuan ini, bisa langsung  diterima untuk keperluan sekolah. Maka dibuatkan rekening. Saya hanya bingung saja ketika persoalan privacy harus dipublikasikan. Seakan akan orang berderma harus dipublikasikan dan tidak layak, tidak etis. Apa yang salah dari saya saat ingin berderma ,&#8221; ungkapnya .</p>
<p>Menurutnya , 17 kali melakukan transplantasi ginjal semuanya melalui SOP. Melalui prosedur yang sama, mungkin hanya kebetulan yang ini ada masalah. Banyaknya waiting list transplantasi ginjal lebih disebabkan karena kesulitan dalam mencari pendonor. Karena kasus  ini bukan persoalan RSSA saja, tetapi  persoalan ini adalah masalah global internasional dan nasional.</p>
<p>Waiting list itu, melulu bukan karena persoalan medis dimana imcompatible HLA crosmetching tetapi recipient kesulitan mencari pendonor. Atma, membantah bahwa kasus Erwin mendapatkan skala prioritas. Tetapi prioritas lebih mengedepankan HLA crosmetching, golongan darah cocok dengan Bu Ita. Kecocokan jaringan, maka yang bersangkutan kita pilihkan dengan donor tesebut.</p>
<p>&#8220;Masalah donor adalah yang lazim di dunia. Semua institusi sama. Ketika A dan B bisa, kemungkinan dengan  C hal yang lazim untuk mengembangkan pool donor. Di luar negeri yang tidak cocok bisa ke ke center yang lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Yashiro Ardhana Rahman,kuasa hukum Ibu Ita Diana korban transplantasi ginjal mengaku, setelah melakukan klarifikasi dengan pihak rumah sakit pihaknya masih menunggu  RSSA yang masih melakukan audit di internal mereka. &#8220;Yah semoga ada soslusi yang baik,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16748</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Transplantasi Ginjal Kantongi Foto saat Pertemuan</title>
		<link>https://memontum.com/korban-transplantasi-ginjal-kantongi-foto-saat-pertemuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2017 12:17:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/15369-korban-transplantasi-ginjal-kantongi-foto-saat-pertemuan</guid>

					<description><![CDATA[Bukan Jual Beli, Tapi Janji Melunasi Hutang &#160; Memontum Kota Malang &#8212; Korban trasnpalantasi ginjal Ita Diana warga jalan Wukir RT 05 RW 01 Kelurahan Temas , Kecamatan Batu Kota Batu mempunyai bukti pendukung, berupa foto sebelum bertemu salah anggota tim dokter transpalantasi ginjal di salah satu rumah swasta Malang. Ita Diana mengatakan, foto tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Bukan Jual Beli, Tapi Janji Melunasi Hutang</strong></h2>
<p>&nbsp;<br />
<strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Korban trasnpalantasi ginjal Ita Diana warga jalan Wukir RT 05 RW 01 Kelurahan Temas , Kecamatan Batu Kota Batu mempunyai bukti pendukung, berupa foto sebelum bertemu salah anggota tim dokter transpalantasi ginjal di salah satu rumah swasta Malang.</p>
<p>Ita Diana mengatakan, foto tersebut diabadikan oleh temanya yang diambil sekitar tanggal (1/2/2017) dengan judul 0197 pukul 20.42.04 menggunakan ponselnya  di rumah sakit Persada.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-15371" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0130-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Yang ambil foto adalah temenku. Waktu itu dia kebetulan nemeni aku.  Waktu itu mau tanda tangan. Aku bilang ke ibu sebelum  tanda tangan pingin diperjelas di bawah sini saya tidak jual,&#8221;  ujar Ita</p>
<p>(<strong> baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/14689-erwin-penerima-donor-ginjal-ita-enggan-berikan-keterangan" rel="noopener" target="_blank">Erwin, Penerima Donor Ginjal Ita, Enggan Berikan Keterangan</a> )</p>
<p>Dirinya  melakukan semua ini karena menolong bapaknya.  Karena bapak saya terlilit hutang. Ibu bertanya berapa utang ibu dan saya  jawab 350 juta. Saat itu, ibu jawab, dia tidak akan menutup mata. Kalau Erwin dirawat, nanti biar saya dan mamanya Erwin yang menyelesaikannya, ujar Ita menirukannya.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-15370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/12/IMG-20171225-WA0129-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Bahkan, saya sempat bercerita hutang hutangnya  di koperasi 100 juta belum bunganya. Ibu malah jawab di koperasi dibayar 100 aja, bunganya gak usah. Malah dia sempat bilang begitu. Dalam hal ini, Ibu Ninik berjanji akan membantu menyelesaikan semua masalah saya, &#8220;kata Nanik</p>
<p>( <strong>baca juga : </strong><a href="https://memontum.com/15093-polda-jatim-dan-polres-malang-kota-mintai-keterangan-ita-diana-di-rumahnya" rel="noopener" target="_blank">Polda Jatim dan Polres Malang Kota Mintai Keterangan Ita Diana di Rumahnya</a> )</p>
<p>&#8220;Intinya di sini, tidak ada jual beli. Saya menolong bapak mendonorkan ginjal saya. Dan bapak menolong saya melunasi semua utang saya. Setelah itu kami baru masuk ruang dr Rifai dan tanda tangan,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polemik Ginjal Pasien RSSA Malang, Dr Rifai Bantah Dia yang Mencari Pendonor</title>
		<link>https://memontum.com/polemik-ginjal-pasien-rssa-malang-dr-rifai-bantah-dia-yang-mencari-pendonor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Dec 2017 12:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/15363-polemik-ginjal-pasien-rssa-malang-dr-rifai-bantah-dia-yang-mencari-pendonor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Dr Ahmad Rifa&#8217;ie, Sp (pd) anggota tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar Malang menegaskan jika dia bukan yang mencari pendonor. Namun sebaliknya, transplantasi ginjal yang dialami Ita sebagai pendonor, justru dia sendiri yang aktif. “Bukan pihak kami yang mencari-cari serta menjanjikan uang seperti yang diberitakan media massa,” ujar Ahmad Rifa&#8217;i. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Dr Ahmad Rifa&#8217;ie, Sp (pd) anggota tim transplantasi ginjal Rumah Sakit Saiful Anwar Malang menegaskan jika dia bukan yang mencari pendonor. Namun sebaliknya, transplantasi ginjal yang dialami Ita sebagai pendonor, justru dia sendiri yang aktif.</p>
<p>“Bukan pihak kami yang mencari-cari serta menjanjikan uang seperti yang diberitakan media massa,” ujar Ahmad Rifa&#8217;i. Dia mengatakan, persyaratan menjadi pendonor aktif adalah mendaftar dulu secara administratif ke RSSA.</p>
<p>Dalam kasus Ita, dia datang sendiri sebagai pendonor ginjal. Pihak rumah sakit hanya mencatat nama dan nomer telpon, alamat dan golongan darahnya sesuai dengan SOP nomer satu.</p>
<p>&#8220;Dalam kasus Bu Ita, saya dan dr Atma beserta tim yang lainnya tidak tahu menahu dan tidak mengenal sama sekali kepada beliau,&#8221; ujarnya. Pendaftar ini atau pendonor ini, secara aktif mencari dan mendaftarkan diri ke tempat mereka. Bahkan pernah WA ke dr Atma bersedia menjadi pendonor aktif.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://memontum.com/14856-polemik-transplantasi-ginjal-warga-batu-rssa-tak-mau-disalahkan" rel="noopener" target="_blank">Polemik Transplantasi Ginjal Warga Batu, RSSA Tak Mau Disalahkan</a> )</p>
<p>Persyaratan komponen kesehatan ada empat tahapan, yaitu pemeriksaan sifatnya general, pemeriksaan serologi, pemeriksaan radiologi anatomi dan pemeriksaan HLA cross matching atau tingkat kecocokan sel. Ini sebagai rekomendasi tingkat kesehatan atau kecocokan transplantasi dilanjutkan apakah tidak. Ini yang memutuskan adalah tim .</p>
<p>Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai, maka dibatalkan.  Standar layak atau tidak adalah keputusan tim transplantasi ginjal Rumah sakit Saiful Anwar.</p>
<p>&#8220;Saya tidak pernah kenal Bu Ita begitupun dengan Atma. Dia daftar neurologi sesuai SOP. Ujuk-ujuk datangi beliau nawarin 350 juta, saya tahu lewat media massa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/5924-kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal" rel="noopener" target="_blank">Kuasa Hukum Erwin Susilo, Klarifikasi Tak Pernah Statement Beli Ginjal </a>)</p>
<p>Rifai，membantah bahwa dirinya menjanjikan uang seperti yang diberitakan  media massa. Mengenai WA Bu Ita bermula ada media yang menanyakan terkait prosedur transplantasi ginjal. Karena ini kerja tim, maka kami mempersilahkan menanyakan ke RSSA ,ujar Rifai lagi.</p>
<p>&#8216;Intinya di wa bukan masalah uang, dan mohon dicermati dengan kalimat segera hubungi dr Atma untuk menjelaskan secara menyeluruh. Kalau tidak ada hubungannya dengan trasnplantasi dan tidak terkait dengan trasnplantasi berarti bukan kewenangan kami. Tetapi media memplintir sedemikian rupa ,&#8221; ujarnya. <strong>(met/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum Erwin Susilo, Klarifikasi Tak Pernah Statement Beli Ginjal</title>
		<link>https://memontum.com/kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Dec 2017 08:01:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/14914-kuasa-hukum-erwin-susilo-klarifikasi-tak-pernah-statement-beli-ginjal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; H Maskur SH MH dan Suwito SH, kuasa hukum Erwin Susilo memberikan klasifikasi atas permasalahan yang menimpa kliennya. Menurut Maskur, Erwin tidak pernah mengatakan membeli ginjal Ita Diana seharga Rp 350 juta. &#8220;Klien kami tidak pernah merasa mengeluarkan statement tersebut. Sebab itikadnya saling membantu. Ita memberikan ginjalnya kepada Erwin, begitu pun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8212; H Maskur SH MH dan Suwito SH, kuasa hukum Erwin Susilo memberikan klasifikasi atas permasalahan yang menimpa kliennya. Menurut Maskur, Erwin tidak pernah mengatakan membeli ginjal Ita Diana seharga Rp 350 juta.</p>
<p>&#8220;Klien kami tidak pernah merasa mengeluarkan statement tersebut. Sebab itikadnya saling membantu. Ita memberikan ginjalnya kepada Erwin, begitu pun sebaliknya Erwin memberikan tali asih untuk asuransi pendidikan Rp 1 juta selama 5 tahun, dan telah dibayar Rp 5 juta. Dan biaya bantuan hidup Rp 15 juta selama 3 bulan, dan telah dibayar Rp 45 juta. Jadi total Rp 50 juta. Sementara keluarga Erwin memberikan tambahan Rp 20 juta sebagai bentuk rasa terima kasih,&#8221; jelas Maskur, didampingi Suwito, kepada awak media, di RM Ringin Asri, Malang, Sabtu (23/12/2017) siang.</p>
<p>Maskur menambahkan, selain uang bantuan tali asih Rp 50 juta dan Rp 20 juta tersebut yang diserahkan 5 Maret 2017, usai pelaksanaan operasi 1 Maret 2017. Bukan 25 Februari 2017 seperti diungkapkan Ita. Erwin juga telah melunasi beban biaya perawatan keduanya sebesar Rp 90 juta kepada Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).</p>
<p>&#8220;Jadi ada uang tali asih Rp 50 juta dari Erwin, dan Rp 20 juta dari keluarga Erwin yang diberikan kepada Ita Diana. Sementara Rp 90 juta dikeluarkan Erwin untuk biaya perawatan kepada RSSA,&#8221; ungkap Maskur.</p>
<p>Maskur juga menjelaskan, Erwin sempat ditawari oleh Ita untuk membeli rumahnya dengan menunjukkan sertifikat rumah seharga Rp 99 juta. Namun, karena masih belum sehat benar, selain Erwin juga tak berminat rumah tersebut, akhirnya Erwin menolak.</p>
<p>&#8220;Kalau Ita berkunjung ke rumah Erwin, itu karena menawarkan barang dagangannya agar dibeli Erwin. Termasuk menawarkan rumahnya,&#8221; ungkap Maskur.</p>
<p>Menanggapi upaya hukum dari pihak Ita Diana, kuasa hukum Erwin mempersilahkan. &#8220;Silahkan saja, karena hak dia. Lagi pula Indonesia kan negara hukum,&#8221; tukas Maskur. <strong>(rhd/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14914</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
