<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>gkjw &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/gkjw/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 06:45:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>gkjw &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gusdurian Jombang bersama GKJW Gelar Aksi Doa dan Tebar Virus Cinta</title>
		<link>https://memontum.com/gusdurian-jombang-bersama-gkjw-gelar-aksi-doa-dan-tebar-virus-cinta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 06:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[gkjw]]></category>
		<category><![CDATA[Gusdurian]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=137994</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Terkait aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makasar, Organisasi Gusdurian Kabupaten Jombang, bersama Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), menggelar kegiatan doa bersama. Kegiatan sendiri, dikonsentrasikan di Gereja Kristen Jawi Wetan, Kabupaten Jombang, Senin (29/03) tadi. Pendeta GKJW, Suyono, saat dikonfirmasi seusai acara doa bersama menyampaikan, kegiatan nyata ini bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Terkait aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makasar, Organisasi Gusdurian Kabupaten Jombang, bersama Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), menggelar kegiatan doa bersama. Kegiatan sendiri, dikonsentrasikan di Gereja Kristen Jawi Wetan, Kabupaten Jombang, Senin (29/03) tadi.</p>



<p>Pendeta GKJW, Suyono, saat dikonfirmasi seusai acara doa bersama menyampaikan, kegiatan nyata ini bukan untuk mengecam tetapi mereaksi tragedi bom di depan Gereja Katedral di Makassar. Tujuannya, agar virus cinta, kasih serta rasa kebersamaan yang kita miliki, bisa berkembang dan dirasakan.</p>



<p>&#8220;Sehingga, rasa kebersamaan dan persatuan seluruh Bangsa Indonesia tidak akan pernah ternodai oleh tindakan apapun termasuk terorisme,&#8221; ujar Pendeta Suyono.</p>



<ul><li><strong>Baca juga: <a href="https://memontum.com/136684-polres-jombang-bantu-mahasiswa-papua-di-masa-pandemi-covid-19">Polres Jombang Bantu Mahasiswa Papua di Masa Pandemi Covid-19</a></strong></li></ul>



<p>Hal ini, tambahnya, karena cukup sulit juga kita melawan ideologi yang melenceng. Mari kita lawan itu, dengan cinta. Mari kita sebarkan cinta kita kepada siapapun serta agama apapun di Indonesia ini agar kita bisa bersama-sama merasakan kasih sayang diantara kita semuanya.</p>



<p>&#8220;Saya pikir pemerintah tahu pasti ada ideologi yang agak melenceng dari agama tertentu, kami meminta pemerintah bertindak tegas kepada mereka, agar mereka disadarkan untuk berubah kembali kepada kebaikan,&#8221; tutur Pedeta Suyono.</p>



<p>Di tempat sama Perwakilan Organisasi Gusdurian Kabupaten Jombang, Aan Anshori, menyampaikan apa yang dirasakan oleh teman-teman Katolik yang ada di Makassar, juga dirasakan oleh teman-teman di Kabupaten Jombang. Tidak hanya teman-teman non islam, tetapi juga temen-temen muslim.</p>



<p>&#8220;Temen-temen muslim di sini juga merasa terluka atas praktek kekerasan pemboman di depan Katedral Makassar,&#8221; ungkap Aan Anshori.</p>



<p>Kita harus menyudahi aksi kekerasan ini, sudah cukup sampai di sini, atas nama Kebhinekaan Bangsa Indonesia, kita tidak ingin kekerasan ini terus mengoyak atas nama agama.</p>



<p>&#8220;Kita berharap agama senantiasa disampaikan dan diwujudkan dalam bentuk yang konkrit, dalam bentuk yang teduh, serta damai di Indonesia,&#8221; himbau Aan Anshori.</p>



<p>Saya kira bahwa pemerintah harus benar-benar berkomitmen melindungi artinya BNPT, POLRI serta TNI juga benar-benar memastikan bahwa kelompok-kelompok radikal dan teroris itu, dipastikan tidak melakukan aksinya semisal dengan membuat undang-undang baru.</p>



<p>Duka Keluarga Katedral Makasar juga merupakan duka seluruh orang di Jombang. Kami mengutuk soal kekerasan. <strong>(azl/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137994</post-id>	</item>
		<item>
		<title>GKJW Tak Direhab Total Karena Punya Nilai Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/gkjw-tak-direhab-total-karena-punya-nilai-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2020 13:39:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[FKUB]]></category>
		<category><![CDATA[gkjw]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab bondowoso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125697</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Dalam waktu dekat akan dibangun gedung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di jalan A Yani. Untuk itu FKUB (Forum Koordinasi Umat Beragama) melakukan koordinasi dengan Pemkab Bondowoso. Agar saat pembangunan berlangsung tidak ada gejolak masyarakat setempat. Ketua FKUB Bondowoso, Drs. KH. Syaiful Haq menyarankan agar gereja tersebut tidak direhab total, karena mempunyai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Dalam waktu dekat akan dibangun gedung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di jalan A Yani. Untuk itu FKUB (Forum Koordinasi Umat Beragama) melakukan koordinasi dengan Pemkab Bondowoso. Agar saat pembangunan berlangsung tidak ada gejolak masyarakat setempat.</p>
<p>Ketua FKUB Bondowoso, Drs. KH. Syaiful Haq menyarankan agar gereja tersebut tidak direhab total, karena mempunyai nilai sejarah. &#8220;Gereja tersebut informasinya sudah berumur kurang lebih 100 tahun. Jadi mempunyai nilai sejarah. Kalau direhab total eman. GKJW kemungkinan gereja tertua di Bondowoso,&#8221; jelas Kyai Syaiful Haq.</p>
<p>Saran itu disampaikan mantan anggota DPRD Kabupaten Bondowoso ini usai melakukan pertemuan antara FKUB dan Dewan Penasehat dalam rangka Peningkatan Kerukunan Umat Beragama, di Peringgitan Bupati Bondowoso, Rabu (14/10/2020).</p>
<p>Ditambahkan, sejalan dengan bertambahnya jumlah jama&#8217;ah, gedung GKJW akan diperluas. Sekali lagi, Kyai Syaiful menyarankan, perluasan pembangunan jangan menghilangkan nilai sejarah.</p>
<p>Ditempat yang sama, Pendeta Jeffry Rindengan menjelaskan, untuk melestarikan kerukunan antar umat beragama, ia mendukung seluruh kegiatan FKUB.</p>
<p>&#8220;Secara internal, kami terus menghimbau jama&#8217;ah agar selalu mengikuti Protkes (Protokol Kesehatan) dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kegiatan keagamaan, perkantoran, sosial dan kegiatan lainnya,&#8221; kata Jeffry.</p>
<p>Menurut Jeffry, eksistensi FKUB sangat dibutuhkan agar kerukunan antar umat beragama tetap terjalin dengan baik. <strong>(sam/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125697</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
